Ngebet pengen nulis sih sebenarnya dari pas bulan Januari kemarin, tapi apalah daya, otak yang biasanya diajak jalan2, sekarang kebanyakan diemnya, jadi seperti kena penyakit baru, semacam melambat begitu (bisa dibilang telmi kali ya,hehe).
Baru malam sekarang ini lah saya bisa nulis lagi, tapi jangan mentang2 ntar malem itu pas dengan malam Jum'at ya, terus saya bakalan nulis kiat2 kepuasan malam Jum'at, oh tentu tidak, tapi ada cerita unik yang akhir2 ini atau bahkan udah sering saya alami dari dulu.
Jadi ceritanya itu, kemarin saya silaturahim ke temen yang udah lama gak jumpa, eh tiba2 dia cerita kalau dia abis kena tipu, gegaranya dia belanja online gitu, tapi sama si penjualnya barang yang dikirim itu gak dikirim, soalnya pas udah ditunggu2 sekian lama, barang yang dibeli gak kunjung datang juga, pas dia kontak terus si penjualnya tiba-tiba dia di delcon gitu aja, sehingga dia menyimpulkan kalau dia itu kena tipu. (Saya skip dulu ceritanya, lanjut ke cerita lainnya)
Gak lama dari itu saya baca2 status temen saya yang ada di medsoc, kebetulan lagi, pas saya kepoin mereka, eh ada salah beberapa temen saya yang curhat kalau hp nya hilang, terus ada lagi yang bilang kalau uang di atm nya gak bisa diambil terus ke debet, yang terakhir saya baca ada orang yang kehilangan motornya waktu solat berjamaah di mesjid.
Dari serangkaian cerita itu, dengan mantapnya di akhir cerita atau diakhir kalimat, mereka kompak menyimpulkan kalau itu sedekah, saya langsung mikir, kok semudah itu sih sedekah bagi mereka,
Yang pertama bilang, Alhamdulillah saya udah sedekah 2,5jt kemarin, (padahal dia ketipu pedagang Onliney
Terus yang lainnya bilang, gak apalah ilang juga, itung2 sedekah, (gubrraaakkkk, kecopetan, kecurian, kemalingan kok disebutnya sedekah)
Maaf ya, maaf banget, kalau ada yang kesinggu soal ini, karena bagi saya makna sedekah itu adalah memberi, sedekah itu ada ijab qabulnya, mau ijab qabul sama yang diberi kek, atau sama yang dititipkan itu mah bebas, atau ijab qabulnya langsung sama Tuhan, ya itu lebih bagus, bukan setelah apa yang kita punya diambil Paksa sama Tuhan, terus dengan entengnya kita sebut itu sedekah, mungkin kalau Tuhan bisa kita liat wajahnya, dia akan ketawa sinis, sambil bilang, "enak aja, maen bilang2 itu sedekah,itu mah saya ambil dengan paksa cuy, nah kamunya aja itumah ke pedean",
Kebayang gak Tuhan bilang gitu,
Sedekah itu kalau menurut saya, disiapin dulu barangnya, terus dipikirin siapa targetnya, terus untuk keperluan apa, setelah fixed baru deh di shoot, bukan karena kita kehilangan.
Mungkin ada beberapa dari teman2 gak faham maksud tulisan saya ini, kalau gitu mari saya ilustrasikan :
Ada orang ngumpulin hartanya terus pas udah ngumpul dia sisihkan untuk disedekahin, tujuannya biar apa yang dia kumpulkan bisa berkah, karena dia tau ada hak orang lain di dalam harta yang dia kumpulkan itu, terus di akhir bulan (dia ngumpulinnya sebulan), dia sedekahin lha tuh si harta tadi yang udah di sisihkan, kemudian dia dibayar cash oleh Tuhan, jadi sedekah yang dia kirimkan atau dia berikan itu menjadikan dia lebih kaya, karena dengan campur tangan Tuhan, sedekah yang dia berikan itu Tuhan ganti sampe 700x lipat.
Kemudian ada lagi orang yang ngumpulin hartanya selama sebulan, pas di akhir bulan dia tujukan si harta yang terkumpul tadi untuk memenuhi apa yang dia inginkan selama sebulan ini, tanpa menyisihkan sedikitpun untuk disedekahin, sampai akhirnya harta yang dikumpulkan itu sudah memenuhi target untuk dibelikan atau ditukar dengan benda impian dia, tapi tak dinyana, ditengah jalan harta yang dia tujukan untuk beli benda impian itu hilang, disebabkan di curi atau dimaling, anggap aja dia ikhlas ya, terus dia bilang, biar saja itu jadi sedekah saya bulan ini, benda impiannya biar saya beli bulan depan.
Mungkin sepintas kita liat ini benar atau baik, karena ada keridhoan dan keikhlasan dari dirinya, tapi coba kita perhatikan, apakah benar itu menjadi sedekah dia, siapa tau itu diambil paksa sama Tuhan oleh Malaikatnya yang menyamar jadi pencuri, siapa tau Tuhan marah karena dia udah sombong dengan mengumpulkan harta tanpa menyisihkan sedikitpun untuk sedekah, padahal dalam mengumpulkan hartanya itu pasti selalu ada campur tangan Tuhan di dalamnya.
Nah temen2, semoga menjadi mikir ulang ya kalau kena musibah seperti itu jangan buru2 bilang, biarin lha itung2 sedekah, please jangan ya, karena siapa tau Tuhan lagi marah sama kita, syukur2 itu cuman ujian, gimana kalau peringatan?
Inget kita itu tidak boleh mendahului Allah dan Rasulnya, karena Allah itu selalu punya rencana, perbanyaklah muhasabbah, perbanyak instropeksi diri.
masih untung Allah ambil paksanya di dunia ini, gimana kalau Allah ambil paksanya di akhirat nanti, bisa rugi seumur2.
Terakhir, semoga Allah senantiasa melindungi dan menjaga Kita semua.
Sadar akan Adzabnya, dan Yakin dengan Ujiannya
Sent from BlackBerry® on 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar