Apa sih definisi dari "PERCAYA"???
Karena jujur sampai saat ini saya belum pernah tau makna dari kata Percaya...
Sehingga ini semua berimbas pada kehidupan sehari-hari saya,...
Padahal kata semua motivator kita ini harus bisa percaya, percaya sama orang lain, bahkan percaya sama diri sendiri, tapi sampai sekarang saya belum pernah bisa menerapkan rasa percaya itu.
Meskipun ada sebagian orang yang bilang, kalau percaya itu yakin, yakin akan hal yang kita jalanin.
Tapi itu juga tidak membantu saya menemukan definisi sesungguhnya dari percaya, karena saya sering dihadapkan pada situasi ketika saya yakin melakukan hal yang benar, tapi saya tidak percaya kalau hal itu akan membuat sesuatu yang baik, jadi keyakinan dan kepercayaan bagi saya sangatlah sulit untuk disatukan.
Ketika ada beberapa orang yang menerangkan kalau kepercayaan itu adalah suatu hal yang bisa menjadikan pedoman hidup bagi kita, tapi kenyataannya saya belum bisa berpedoman seperti itu, pernah saya nonton film, disana ada cuplikan ketika si pemeran utama bertanya pada kawannya kepada siapa dia harus percaya, si kawannya menjawab jangan pada siapapun yang kau lihat dan kau kenal.
Dari situ saya mulai mengkaji lagi, kalau percaya itu adalah sebuah sifat yang harus diterapkan pada suatu benda atau hal.
Dan saya melakukan itu sekarang, saya tidak pernah percaya lagi sama siapapun di dunia ini, sama ortu,sodara, sahabat, dan apapun yang saya temui, bahkan ketika saya bercerminpun saya tidak percaya pada diri saya sendiri, kenapa?
Karena pernah pada suatu saat, saya diyakinin orang untuk bisa melakukan sesuatu, dan sayapun yakin, tapi saya tau akan kemampuan saya, maka saya tidak percaya pada diri saya ini kalau saya ini mampu.
Maka bagi saya wajar kalau rasa percaya itu sudah hilang.
Tapi apakah hilang sepenuhnya?
Tentu tidak, karena di dunia ini tidak akan ada hal yang sempurna, ketika kita mendapatkan sesuatu saya yakin itu bukanlah hal yang terakhir, kita masih ingin sesuatu yang lain, jadi mustahilkan kalau kita bisa mendapatkan semuanya, begitu juga kehilangan, kita tidak mungkin kehilangan suatu hal secara utuh, pasti ada hal yang masih akan tersisa, dan itu saya yakinin akan kehilangan rasa kepercayaan yang ada dalam diri saya.
Kalau saya mungkin bukan kehilangan tapi menghilangkan, ya saya tegaskan pada diri saya kalau saya akan menghilangkan semua rasa kepercayaan yang ada dalam diri saya, semua rasa percaya yang saya buat dari semenjak lahir.
Karena punya hak apa saya untuk bisa menentukan apa yang saya inginkan, saya ini hanya manusia, manusia biasa, untuk sekelas pengingat Tuhanpun saya masih jauh, apalagi berkelas laksana Nabi, jadi punya hak apa saya untuk memutuskan suatu hal biar bisa saya percayai, karena rasa percaya itu sudah Tuhan tentukan jauh sebelum saya dilahirkan, jadi sangatlah pantas kalau saya hanya harus percaya pada hal yang telah Tuhan tetapkan.
Ya, saya tidak perlu lagi percaya dengan apapun, karena bagi saya Percaya Sama Allah, Percaya Sama Malaikat Ciptaan Allah, Percaya sama Nabi dan Rasulnya Allah, Percaya Sama Kitab Suci yang Allah Turunkan, Percaya akan datangnya Hari Akhir, dan Percaya dengan Qada dan QadarNya Allah.
Mungkin sebagian orang akan meledek atau menyepelekan Tulisan saya ini, karena mungkin terlalu berbelit-belit, tapi inilah yang ingin saya tulis, terimakasih dan sampai Jumpa di Tahun 2015...
Sent from BlackBerry® on 3
Senin, 15 Desember 2014
Minggu, 14 Desember 2014
Detik Rindu
Kelak, ketika aku harus sepenuhnya pergi darimu dan kita tidak ada kesempatan lagi untuk bertemun aku ingin saat itu aku sudah bisa membuatmu bahagia dengan sempurna, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, disaat kita berjumpa, aku selalu mengecewakanmu, padahal dirimu datang dengan sejuta kebaikan untukku, tapi aku lagi dan lagi selalu membuatmu sedih.
Semoga sang pengasih tidak juga ikut sedih, karena dia yang telah membuat kita untuk berjumpa lagi, aku ingin kita tahun ini berjumpa lagi, dan dengan tekad yang kuat aku akan membuatmu bahagia, sehingga aku dan kamu bisa saling tersenyum disaat harus berpisah lagi.
Semoga waktu yang masih panjang ini, bisa terlewatkan begitu saja, sehingga pertemuan kita akan terasa lebih cepat, amin...
#MissYouBadlyRAMADHAN
Sent from BlackBerry® on 3
Semoga sang pengasih tidak juga ikut sedih, karena dia yang telah membuat kita untuk berjumpa lagi, aku ingin kita tahun ini berjumpa lagi, dan dengan tekad yang kuat aku akan membuatmu bahagia, sehingga aku dan kamu bisa saling tersenyum disaat harus berpisah lagi.
Semoga waktu yang masih panjang ini, bisa terlewatkan begitu saja, sehingga pertemuan kita akan terasa lebih cepat, amin...
#MissYouBadlyRAMADHAN
Sent from BlackBerry® on 3
Jumat, 12 Desember 2014
Kangen Banjir
Waktu kemarin di Jambi, ternyata daerah mertua saya sudah rutin kena Banjir setiap tahunnya, sama kaya Jakarta, cuman bedanya kalau di Jambi sana Banjirnya emang karena bertambahnya Volume Air yang datang dari sungai Batang Hari, Kalau di Jakarta penyebab Banjirnya karena ulah dari warganya itu sendiri (buang sampah sembarangan) dan yang lebih anehnya lagi warga Jakarta yang terkena Banjir bersikukuh nyuruh Pemerintahnya untuk menangani itu semua, padahal yang bikin ulah kan mereka sendiri, kenapa jadi ngerepotin Pemerintah (katanya hidup di Ibu Kota itu keras, jadi harus punya mental baja, tapi urusan itu aja ngemis-ngemis sama pemerintah buat nanganin), kalau warga Jambi kemarin saya denger-denger gak ada satupun yang mengeluh apalagi minta pemerintah buat mengatasi, karena mereka tau ini bukan salah mereka ataupun pemerintah, tapi ini pemberian langsung dari Tuhan, makanya setiap ada Banjir mereka bahagia. Dan itu saya saksikan sendiri.
Ternyata benar apa kata setan dan malaikat dulu ketika "demo" kenapa Tuhan ingin menciptakan Manusia, padahal Manusia hanyalah akan merusak alam, terbukti sekarang, apa yang dilakukan Manusia berdampak kerusakan, dan apa yang dilakukan Tuhan adalah kebaikan.
Saya melihat dari sisi Banjir ini.
Banjir Jakarta ulah Manusia = Protes, Rasa Susah, Dan datangnya sumber penyakit.
Banjir Jambi "ulah" Tuhan = Rasa Bahagia, kenapa Bahagia, karena ketika Banjir ini datang, air yang meluap dari sungai Batang Hari, bukan hanya membanjiri desa Kemingking Dalam dengan air, tapi juga dengan ratusan KG ikan sungai yang besar dan mantap, bahkan ceritanya waktu banjir tahun 2011 ikan di satu desa itu bisa terkumpul sampai ratusan TON.
So, yang merasa menjadi warga Jakarta (termasuk Saya) harus bisa berbenah, mungkin kita dulu diragukan oleh setan dan malaikat, tapi Allah dengan Mantap menjawabn bahwa DIA akan tetap menciptakan Manusia, karena kelak Manusia akan menjadi Khalifah di muka bumi.
#IQRA
Sent from BlackBerry® on 3
Ternyata benar apa kata setan dan malaikat dulu ketika "demo" kenapa Tuhan ingin menciptakan Manusia, padahal Manusia hanyalah akan merusak alam, terbukti sekarang, apa yang dilakukan Manusia berdampak kerusakan, dan apa yang dilakukan Tuhan adalah kebaikan.
Saya melihat dari sisi Banjir ini.
Banjir Jakarta ulah Manusia = Protes, Rasa Susah, Dan datangnya sumber penyakit.
Banjir Jambi "ulah" Tuhan = Rasa Bahagia, kenapa Bahagia, karena ketika Banjir ini datang, air yang meluap dari sungai Batang Hari, bukan hanya membanjiri desa Kemingking Dalam dengan air, tapi juga dengan ratusan KG ikan sungai yang besar dan mantap, bahkan ceritanya waktu banjir tahun 2011 ikan di satu desa itu bisa terkumpul sampai ratusan TON.
So, yang merasa menjadi warga Jakarta (termasuk Saya) harus bisa berbenah, mungkin kita dulu diragukan oleh setan dan malaikat, tapi Allah dengan Mantap menjawabn bahwa DIA akan tetap menciptakan Manusia, karena kelak Manusia akan menjadi Khalifah di muka bumi.
#IQRA
Sent from BlackBerry® on 3
Selasa, 09 Desember 2014
Pasukan Gerilia
Setelah saya sukses dengan gerakan menabung 20ribu, sehingga akhirnya tercapai target untuk menjadi jendral20ribu, yaitu seseorang yang sudah bisa mengumpulkan uang pecahan 20 ribu rupiah sebanyak lima puluh ribu lembar, sekarang saya mulai lagi mengumpulkan rupiah dengan tema Gerilia.
Apa itu gerilia?
Gerilia itu sama dengan nabung pecahan rupiah, cuman bedanya kalau waktu ngumpulin pecahan 20ribu rupiah, saya melakukannya untuk kepentingan pribadi, nah kalau Gerilia ini dilakukan rame-rame sama orang kampung saya. Malah hebatnya lagi gak cuma satu kampung tapi juga satu rw.
Hasil dari pengumpulan uang ini, banyak banget manfaatnya, gak cuman untuk kegiatan ekonomi masyarakat, tapi juga untuk kepentingan sosial di sekitaran RW saya, ada yang digunakan untuk santunan anak yatim, tapi kebanyakan digunakan untuk kegiatan Posyandu.
Dari kegiatan ini, saya yakin ternyata sikap gotong royong yang dulu sangat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, sekarang bisa terasa lagi, dengan Gerilia ini, apa yang dianggap sulit menjadi mudah, yang dianggap aneh jadi biasa.
Bayangkan saja, dari uang yang mungkin itu dianggap receh oleh semua orang, tapi ternyata bisa buat beli susu bagi balita yang datang ke posyandu, bisa buat dana bersalin bagi ibu yang kurang mampu, bisa buat jalan-jalan orang kampung (walaupun ke tempat wisata yang murah dan dekat).
Dari sekitar 120KK yang ada di RW saya, setiap minggunya bisa terkumpul 60ribu rupiah, itu kalau yang ikut gotong royong kepala keluarganya aja, terkadang istri atau anak-anaknya yang udah dewasa tapi belum menikah, mereka ikut berpartisipasi juga.
Kegiatan ini udah berjalan dua bulan lebih, dan saya bersyukur dengan adanya ide seperti ini, jalinan kasih sayang antar warga jadi semakin terasa, dengan uang receh kita jadikan ikatan persaudaraan semakin terasa, ya gerilia inilah penyebabnya.
Gerakan Investor Lima Ratus Rupiah.
Sungguh untuk zaman seperti sekarang ini, uang lima ratus itu udah dilupakan, apalagi ini hanya dikeluarkan seminggu sekali, kalau di itung sebulan ada empat minggu, jadi tiap KK hanya terbebani uang dua ribu rupiah, masih mahalan parkir motor yang hanya beberapa jam jangka waktunya.
Bagi temen-temen yang sempet baca ini, cobalah di Karang Tarunanya adakan juga gerakan semacam ini, percaya sama saya kegiatan ini sungguhlah indah.
Dan ini semua sudah saya rasakan se RW saya.
Kalau dulu para pahlawan kita bergeriliya dari hutan ke hutan, nah kalau Pahlawan RW 08 Kelurahan Sirnagalih Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, ber Gerilia dengan mengetuk dari pintu rumah ke rumah yang lainnya.
Mmmmmmmuuuuaaaaaahhhhhhhhhhhh
Sent from BlackBerry® on 3
Apa itu gerilia?
Gerilia itu sama dengan nabung pecahan rupiah, cuman bedanya kalau waktu ngumpulin pecahan 20ribu rupiah, saya melakukannya untuk kepentingan pribadi, nah kalau Gerilia ini dilakukan rame-rame sama orang kampung saya. Malah hebatnya lagi gak cuma satu kampung tapi juga satu rw.
Hasil dari pengumpulan uang ini, banyak banget manfaatnya, gak cuman untuk kegiatan ekonomi masyarakat, tapi juga untuk kepentingan sosial di sekitaran RW saya, ada yang digunakan untuk santunan anak yatim, tapi kebanyakan digunakan untuk kegiatan Posyandu.
Dari kegiatan ini, saya yakin ternyata sikap gotong royong yang dulu sangat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, sekarang bisa terasa lagi, dengan Gerilia ini, apa yang dianggap sulit menjadi mudah, yang dianggap aneh jadi biasa.
Bayangkan saja, dari uang yang mungkin itu dianggap receh oleh semua orang, tapi ternyata bisa buat beli susu bagi balita yang datang ke posyandu, bisa buat dana bersalin bagi ibu yang kurang mampu, bisa buat jalan-jalan orang kampung (walaupun ke tempat wisata yang murah dan dekat).
Dari sekitar 120KK yang ada di RW saya, setiap minggunya bisa terkumpul 60ribu rupiah, itu kalau yang ikut gotong royong kepala keluarganya aja, terkadang istri atau anak-anaknya yang udah dewasa tapi belum menikah, mereka ikut berpartisipasi juga.
Kegiatan ini udah berjalan dua bulan lebih, dan saya bersyukur dengan adanya ide seperti ini, jalinan kasih sayang antar warga jadi semakin terasa, dengan uang receh kita jadikan ikatan persaudaraan semakin terasa, ya gerilia inilah penyebabnya.
Gerakan Investor Lima Ratus Rupiah.
Sungguh untuk zaman seperti sekarang ini, uang lima ratus itu udah dilupakan, apalagi ini hanya dikeluarkan seminggu sekali, kalau di itung sebulan ada empat minggu, jadi tiap KK hanya terbebani uang dua ribu rupiah, masih mahalan parkir motor yang hanya beberapa jam jangka waktunya.
Bagi temen-temen yang sempet baca ini, cobalah di Karang Tarunanya adakan juga gerakan semacam ini, percaya sama saya kegiatan ini sungguhlah indah.
Dan ini semua sudah saya rasakan se RW saya.
Kalau dulu para pahlawan kita bergeriliya dari hutan ke hutan, nah kalau Pahlawan RW 08 Kelurahan Sirnagalih Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, ber Gerilia dengan mengetuk dari pintu rumah ke rumah yang lainnya.
Mmmmmmmuuuuaaaaaahhhhhhhhhhhh
Sent from BlackBerry® on 3
Langganan:
Postingan (Atom)