Social Icons

Senin, 28 Oktober 2013

Aku dan Sumpahku #2

Postingan ini adalah postingan lanjutan dari postingan dengan judul yang sama,
Masih berlanjut soal sumpah pemuda, dan tentang apa yang udah kita lakukan buat Indonesia sebagai Pemuda harapan Pemudi ini,hehehe

Jadi dari mulai tahun 2004, gue dan adik kakak gue, punya hobi yang sama, yaitu "AgriCulture" , kenapa kita suka dengan yang berbau pertanian dan peternakan, karena memang seperti yang kita tau, kalau tanah kita ini adalah tanag syurga, tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman, jadi kalau bukan kita yang ngembangin siapa lagi?

Dari kecil keluarga gue emang udah aktif berkebun dan berternak, tapi sayang perkebunan yang kita kelola tidak bertahan sampai saat ini, karena disamping perawatannya yang cukup menguras tenaga, dari segi waktu juga agak terlalu menyita, jadi kita berinisiatif menutup lahan perkebunan kita pada tahun 2011, dan sekarang kita fokus ke peternakan, dan mungkin beberapa dari teman-teman udah tau, jenis ternak apa yang kita kembangin?

FYI, dari tahun 2004 itu, kita bertiga punya inisiatif buat ngejual semua ternak yang kita punya buat fokus di satu jenis ternak aja, dulu pada tahun tersebut kita punya 30ekor domba, sama 4 ekor kambing jawa randu, semunya kita jual, dan dari hasil penjualan itu, ternyata hanya bisa beli 6 ekor kambing PE (peranakan Etawa) 4 betina dan 2 jantan.

Jadi sekarang tau dong, jenis ternak apa yang kami kembangin sekarang ini?
Yupppzz, bener, : jenis ternak yang kami kembangin adalah Kambing PE.

Dulu yang fokus dalam pemeliharaan hanya aku dan kakakku, karena usia kita juga udah beranjak dewasa saat itu, beda dengan adikku yang masih SD kalau gak salah.
Mungkin ada yang nanya, kok dari 34 ekor domba dan kambing, hanya cukup buat beli 6 ekor kambing PE saja, semahal itukah kambing PE ini, memang kalau dilihat dari segi harganya, kambing jenis ini memang agak lumayan harganya, karena yang kami beli adalah kambing unggulan yang masuk ke kategori kontes. Hah kontes? Bener tau, kambing ini ada kontesnya, bahkan yang ngadain itu adalah Kementan lho.

Ke 6 ekor kambing itu kami rawat dengan baik, sampai pada akhirnya tahun 2005, adalah acara kontes pertama kami, dan alhamdulillah kami menjadi juara pada saat itu.

Sampai pada tahun 2009 kami tidak menambah jumlah kambing kami, kami hanya fokus untuk kontes-kontes dan kontes, tidak pernah terbayangkan buat dijadiin peternakan yang besar. Karena kami mikirnya takut tidak ke urus, oh iya, sebagai info juga, kalau kontes ternak itu diadakan setahun sekali untuk regional propinsi, dan 4tahun sekali untuk kontes Ternak Nasional, dan alhamdullilah setiap tahun kambing kami selalu menjadi juara.

Mungkin ada dari pembaca yang heran,apa nyambungnya antara usaha Kambing Etawa sama Sumpah pemuda ini?

Jangan salah reader, gue kasih tau ya, kambing PE itu adalah hewan ternak asli Indonesia, sama kayak Domba Garut, Ayam Ketawa, Ayam Pelung, Ayam Sentul, kalau lebih extreme nya lagi ya sama dengan badak bercula satu, Harimau Sumatera, Orang Utan, Komodo.

Jadi sudah faham kan, maksudnya! Masih belum juga, oke gue jelasin kondisi yang gue tau ya!

Pada tahun 2009, ada pengusaha dari Malaysia yang mesen dua ribu ekor Kambing Peranakan Etawa untuk di budidayakan di Malaysia, itu untuk pesanan tahap awal, awalnya kami para KPK (Komunitas Pecinta Kambing), tidak menaruh curiga apa-apa, bahkan awalnya kami ngerasa bangga karena kambing PE bisa go Internasional, tapi pada akhirnya naluri kami ngerasa keganggu, kok kayak ada tujuan lain dari pesanan ribuan ekor kambing itu, setelah kami survey langsung ke sana, rupanya mereka di sana mencoba ngebudidayain sebanyak mungkin kambing di sana, karena hewan Ternak Asli Indonesia ini, memang belum di Patenkan oleh UNESCO kalau ini milik kita, maka dari situ ke khawatiran kami mulai tergerak, jadi pada tahun 2010 ekspor Kambing Etawa ke Malaysia dihentikan, tapi sayang sudah terlalu banyak hewan yang dikirim kesana, sehingga populasi di Indonesia berkuarang banyak.

Dari kondisi seperti inilah, mulai pada tahun 2010 gue dan adik kakak gue mulai ngembangin peternakan ini, kita punya motto "AgriCulture" bukan "AgriBisnis", kenapa? Karena tujuan kami memang untuk membudidayakan Ternak Unggulan Indonesia ini.
Lahan yang tadinya dipake buat perkebunan, kita rubah jadi komplek kandang Kambing PE.

Dengan setiap tahun kami menjuarai kontes, otomatis Kota Tasikmalaya semakin dikenal dengan penghasil kambing dengan kualitas bagus, terutama di Jawa Barat, dan kampung kami juga semakin terkenal, ya walaupun hal kecil sih, tapi minimal kami bertiga bisa ngasih tau ke semua orang : Di Tasikmalaya itu ada Kp. Salamnunggal lho, di sana Kambing Etawanya keren-keren, tiap tahun jadi juara.
Walaupun yang ngomong itu hanya para Pecinta Kambing Etawa, tapi setiap kami jadi juara, minimal koran-koran seperti : Pikiran Rakyat, Kompas, dan koran-koran lokal lainnya, ngeberitain ini semua, bahkan tidak jarang juga dari statsiun televisi sering ngeliput juga.

Apa yang gue tulis di sini ini,bukan untuk nyuruh kalian buat melihara kambing etawa, tapi gue ngajakin kalian, ya minimal ngejaga asset yang kita punya, ngembangin asset itu, banyak banget kok asset Indonesia yang belum digali, jadi apapun yang ada di daerah kalian, sebisa mungkin kalian kembangin, tunjukan pada dunia, kalau kita ini ada, pemuda Indonesia ini masih berkarya, pemuda Indonesia ini masih penuh dengan semangat, di momment "Hari Sumpah Pemuda" ini, gue ngajak semuanya buat bangkitin semua yang ada di Indonesia, Kebudayaannya, Perekonomiannya, Nasionalismenya juga, pokoknya semuanya aja deh, jangan sampai kita ngembangin produk luar negri dalam bisnis kita.

Pokoknya, gue ngarepin, semoga di tahun ke 85 sumpah pemuda ini, kita bisa lebih berkarya nyata, dengan hal sekecil apapun, tidak perlu menjadi yang terbaik, cukup menjadi yang berguna saja.

Gue tantang diri gue sendiri, 15th lagi, pas peringatan Sumpah Pemuda yang ke 100, gue udah jadi sosok yang paling berpengaruh di Indonesia.

#bagaimana dengan kalian? Tantangan apa yang kalian buat bagi diri kalian sendiri?
Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 27 Oktober 2013

Aku dan Sumpahku #1

Iya, tau tau, ini tanggal 28 Oktober 2013,
Bener, gue juga tau kok, gak usah di ingetin lagi, kalau tanggal 28 Oktober itu diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda, tapi yang bakalan gue tulis kali ini bukan soal sejarah awal kenapa tanggal 28 Oktober ini disebut sebagai hari sumpah pemuda, tapi di sini gue mau tulis : "apa sih yang udah gue lakuin sebagai pemuda selama ini?"

Dasar tulisan ini memang gue tulis karena bertepatan dengan hari sumpah pemuda, tapi ada hal yang selama ini gue heranin, udah 85th kita memperingati hari sumpah pemuda, tapi kok rasa-rasanya kayak gini-gini aja, gue bukannya apatis ataupun gimana ya, cuman kayak gak ada bentuk nyatanya, ya walaupun udah banyak juga para pemuda di Indonesia yang ngasilin karya nyata bagi Indonesia, tapi kalau di persentasikan paling cuman 5% nya, atau bahkan kurang, terus selama 85th ini apa dong yang udah benar-benar terealisasikan, selain sumpah serapah yang setiap tahun kita ucapkan, kenapa gue bilang sumpah serapah, ya karena sumpah itu hanya disebutkan dan bahkan hanya dituliskan, bahkan sekarang cuman jadi update-an status aja.

Dalam ke-apatisan gue yang masih bisa dibilang stadium 2, gue bangga sama temen-temen gue yang udah banyak nyiptain karya nyata mereka bagi Indonesia ini, bahkan gue aja kalah, ada yang udah jadi Pengusaha, Motivator, Mengajar anak-anak di daerah terpencil Indonesia, ada juga yang udah jadi penggerak sosial, sedangkan gue sampai saat ini masih gini-gini aja, memang malu gue sama mereka, di usia yang masih sangat relatif muda, tapi udah bisa sangat mandiri, yuuppzzz bener, Mandiri.

Kebangkitan Indonesia ada di Tangan Pemudanya, Pemuda yang seperti apa? Seperti apa yang gue bilang tadi tentang temen-temen gue, kalau mereka itu udah pada Mandiri, itulah maksud gue dari Pemuda yang bisa membangkitkan gairah Indonesia menjadi Negara yang hebat, yaitu dibangkitkan oleh para pemuda-pemuda yang mandiri, mandiri dalam segala hal, bukan hanya mandiri secara financial aja, tapi mandiri di segala bidang, sehingga kita tidak perlu lagi "mengemis" ke orang lain bila ingin mendapatkan sesuatu, disaat rakyat Indonesia yang sangat berlimpah ruah ini, sungguh sangat miris ketika kita tau, kalau untuk ngebangun Timnas Sepak Bola yang hanya 22 orang itu,kita masih "mengemis" tenaga orang asing buat ngebela persepakbolaan kita, walaupun menang, rasa-rasanya kebanggannya agak kurang bagi gue.

Itu sedikit dari kata "mandiri" yang gue maksud, intinya, gue ngarepin masa iya sih selama 85th ini gak ada satupun cita-cita para pemuda bangsa ini yang tercapai, gue yakin ada, karena sungguh sangat disayangkan kalau 85th ini "Acara Sumpah Pemuda" cuman dilakukan hanya sebatas "ceremonial" saja, kita ngajuin proposal kesana kemari untuk memperingati acara Sumpah Pemuda, yang selama ini gue ikutin isinya, sekedar Talk Show, Gerakan Sehari, makan-makan, dan Bubar, setelah itu ya nunggu taun depan lagi buat ngajuin proposal yang beda, untuk memperingati hari sumpah pemuda, cuman itu doang kan, gue udah 24th, dan memang itu yang sering terjadi disetiap peringatan sumpah pemuda, semuanya hanya "Gerakan Sehari" saja, besoknya hanya pelepasan dan perpisahan panitia aja.
#bersambung
Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 26 Oktober 2013

Ultras Inter dan Ultras Verona, Kawan lama yang akhirnya jadi lawan besar

Inter dan Hellas Verona, sebuah persahabatan lama yang berubah jadi musuh besar. Di era 80'an saat banyak kelompok Ultras
yang segan dengan CN69 Inter, tawaran persahabatan banyak menghampiri para
kelompok Ultras Inter.

Para Ultras Sampdoria, Fiorentina, Bari, Varese, Torino, dll pernah mengikat
persahabatan dengan kelompok Ultras Inter
yang dipimpin BoysSAN. Termasuk Ultras Brigade Verona yang sempat memproklamirkan persahabatan mereka dengan BoysSAN Inter dan Eagles Lazio di era 80'an.

Alasan persahabatan mereka cukup simpel. Ketiga Ultras tadi beraliran sayap kanan yang extreme radikal. Tapi semua berubah pada tahun 2000
pada saat pergantian leader brigades gialloblu Verona yang merubah jalur pertemanan Ultras Inter & Verona. BoysSAN yang pada tahun 90'an berubah
dengan tidak lagi mengandalkan kekerasan
tapi lebih ke kreatifitas ternyata merubah pandangan Ultras Verona.

Ultras Verona menganggap BoysSAN sudah tidak lagi sepaham dgn extreme
radikal sayap kanan tapi sekarang lebih ke sayap kanan apoltical. Karena hal itulah, pada tahun 2000, Inter vs Parma (play off LC di tempat netral) dilaksanakan di Bentegodi Verona, pertemanan berakhir. Ribuan Brigades Verona menunggu bus
yang membawa pemain Inter dan melempari bus dengan batu. 200'an Ultras Inter yg datang tidak mampu
melawan. Kejadian tersebut membuat para leader CN memutuskan bahwa pertemanan berakhir dengan cara kekerasan.

Dan setelah itu, berbagai kejadian antara Ultras Inter dan Ultras Verona terus
berlanjut. Februari 2001, 17 orang terluka, 3 fans Inter
ditusuk, 6 fans Verona luka berat setelah terjadi insiden di Verona saat Inter
bertandang. Beberapa bulan kemudian saat Verona
bertandang melawan Inter, puluhan kendaraan rusak berat dan 40'an orang luka
berat. Bahkan kabarnya Irriducibili 88 sempat
menyandera kepala kepolisian Verona dan leader dari kelompok Ultras Verona di Milan.
Insiden terus berlanjut dan mengalami puncak pada tahun 2002 saat 5000 Ultras
Verona bertandang ke Milan melawan Inter. Ratusan orang luka parah, 2 orang
meninggal, 12 bus yang membawa Ultras Verona dibakar di Milan. Puluhan ribu Ultras Inter dan (kabarnya) Ultras Milan menjaga kota Milan hari itu.
April 2002 di Milan akan dikenang Ultras Verona bagaimana mereka dikepung oleh Ultras Inter, Milan, dan Polisi Garda Italy.

10 tahun berlalu, sepekan sebelum melawan Inter, Verona membentangkan 2
banner mengenang insiden tersebut di kandang mereka.
"Tidak ada kenyaman, bukan suatu liburan, tapi kami ke Milan dengan 5000
orang." Dan tanpa di duga, hal tersebut merupakan sinyal bahwa Ultras Verona
akhirnya akan "merayakan" 10 tahun insiden tersebut di Meazza. "Hanya" ajang Coppa Italy, dan mereka
Bertandang ke Meazza, tapi pemandangan ini sangat tidak lazim untuk supporter yang bertandang. 7000 fans dan ultras Verona menyesaki
ring 3 curva sud Meazza saat Inter vs Verona di ajang Coppa Italy.!!

Tujuan mereka bukan hanya datang memberi semangat, tapi memperingati Insiden 10 tahun lalu sekaligus
pembuktian bahwa mereka masih banyak!

Sumber: Fanaticsfanatic
Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 18 Oktober 2013

Karena Kamu Istriku

"Hai orang-orang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi wanita dengan cara paksa, dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (An-Nisa: 19)

Menikah adalah fitrah manusia. Rasulullah saw. menyebut menikah sebagai sunahnya. Bahkan, Nabi berkata, siapa yang membenci sunahnya, tidak termasuk dalam golongannya.

Setiap kita, pasangan muslim dan muslimah yang melakukan pernikahan, paham betul bahwa tujuan menikah yang utama adalah untuk mendapatkan ridha Allah. Setelah itu untuk mewujudkan keluarga yang sakinah mawahdah wa rahmah dan meneruskan keturunan dengan memperoleh anak-anak yang saleh dan salehah. Kita juga menyadari bahwa lembaga keluarga yang kita bentuk adalah wadah untuk melaku proses perubahan, baik untuk diri kita sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Sepasang suami-istri yang dipersatukan oleh ikatan pernikahan juga sadar bahwa keluarga adalah organisasi kecil yang memiliki aturan dalam pengelolaannya. Karena itu, sepasang suami-istri harus bisa memahami hak dan kewajiban dirinya atas pasangannya dan anggota keluarga lainnya.

Sepasang suami-istri dalam berinteraksi di rumah tangga sepatutnya melandasi hubungan mereka dengan semangat mencari keseimbangan, menegakkan keadilan, menebar kasih sayang, dan mendahulukan menunaikan kewajiban daripada menuntut hak.

Kewajiban seorang istri terhadap suaminya adalah pertama, mentaati suami. Namun, dalam mentaati suami juga ada batasannya. Batasan itu adalah seperti yang disabdakan Rasulullah saw., "Tidak ada ketaatan terhadap makhluk untuk bermaksiat kepada Allah, Sang Pencipta."

Kewajiban seorang istri terhadap suami yang kedua adalah menjaga kehormatan dirinya, suami, dan harta keluarga. Ketiga, mengatur rumah tangga. Keempat, mendidik anak-anak. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda, "Wanita adalah pengasuh dan pendidik di rumah suami, dan bertanggung jawab atas asuhannya." Keluarga adalah prioritas seorang istri, meski tidak ada larangan baginya untuk melakukan peran sosialnya di masyarakat seperti berdakwah, misalnya.

Dan kewajiban lain seorang istri kepada suaminya adalah berbuat baik kepada keluarga suami.

Sedangkan kewajiban seorang suami kepada istrinya adalah pertama, membayar mahar dengan sempurna. Kedua, memberi nafkah. Rasulullah saw. bersabda, "Takutlah kepada Allah dalam memperlakukan wanita, karena kamu mengambil mereka dengan amanat Allah dan kamu halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah; dan kewajiban kamu adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan baik."

Ketiga, suami wajib memberi perlindungan kepada istrinya. Keempat, melindungi istri dari siksa api neraka. Ini perintah Allah swt., "Hai orang-orang yang beriman, selamatkan dirimu dan keluargamu dari api neraka."

Kewajiban keempat, mempergauli istri dengan baik. Allah berfirman, "Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik." (An-Nisa: 19)
Rasulullah saw. bersabda, "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya; dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya." (Tirmidzi)

Muasyarah bil ma'ruf

Di ayat 19 surat An-Nisa di atas, Allah swt. menggunakan redaksi "muasyarah bil ma'ruf". Makna kata "muasyarah" adalah bercampur dan bersahabat. Karena mendapat tambahan frase "bil ma'ruf", maknanya semakin dalam. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menulis makna "muasyarah bil ma'ruf" dengan "perbaikilah ucapan, perbuatan, penampilan sesuai dengan kemampuanmu sebagaimana kamu menginginkan dari mereka (pasanganmu), maka lakukanlah untuk mereka."

Sedangkan Imam Qurthubi dalam tafsirnya menerangkan makna "muasyarah bil ma'ruf" dengan kalimat, "Pergaulilah istri kalian sebagaimana perintah Allah dengan cara yang baik, yaitu dengan memenuhi hak-haknya berupa mahar dan nafkah, tidak bermuka masam tanpa sebab, baik dalam ucapan (tidak kasar) maupun tidak cenderung dengan istri-istri yang lain."

Adapun Tafsir Al-Manar menerangkan makna "muasyarah bil ma'ruf" dengan kalimat, "Wajib atas orang beriman berbuat baik terhadap istri mereka, menggauli dengan cara yang baik, memberi mahar dan tidak menyakiti baik ucapan maupun perbuatan, dan tidak bermuka masam dalam setiap perjumpaan, karena semua itu bertentangan dalam pergaulan yang baik dalam keluarga."

Di antara bentuk perlakuan yang baik adalah melapangkan nafkah, meminta pendapat dalam urusan rumah tangga, menutup aib istri, menjaga penampilan, dan membantu tugas-tugas istri di rumah.

Salah satu hikmah Allah swt. mewajibkan seorang suami ber-muasyarah bil ma'ruf kepada istrinya adalah agar pasangan suami-istri itu mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup. Karena itu, para ulama menetapkan hukum melakukan "muasyarah bil ma'ruf" sebagai kewajiban yang harus dilakukan oleh para suami agar mendapatkan kebaikan dalam rumah tangga.

Karena itu, para suami yang mendambakan kebaikan dalam rumah tangganya perlu mendalami tabiat perempuan secara umum dan tabiat istrinya secara khusus. Jika menemukan ada sesuatu yang dibenci dalam diri istri, demi kebaikan keluarga temukan lebih banyak kebaikan-kebaikannya. Suami juga harus tahu apa perannya dalam rumah tangga. Dan, jangan pernah mencelakan istri dengan kekerasan, baik secara fisik maupun mental. Ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.," Apa hak istri terhadap suaminya?" Rasulullah saw. menjawab, "Memberi makan apa yang kamu makan , memberi pakaian apa yang kamu pakai, tidak menampar mukanya, tidak membencinya serta tidak boleh memboikotnya."

Bagaimana jika timbul perselisihan? Cekcok antara suami-istri adalah hal yang manusiawi. Jika Rasulullah saw. memberi toleransi waktu tiga hari bagi dua orang muslim saling mendiamkan satu sama lain, alangkah baiknya jika suami-istri saling mendiamkan di pagi hari, di malam harinya sudah bisa saling senyum lagi. Kenapa?

Sebab, pasangan suami-istri muslim dan muslimah paham betul bahwa perselisihan mereka adalah gangguan Iblis. Rasulullah saw. pernah menerangkan kepada para sahabat, "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengirim pasukannya, maka yang paling dekat kepadanya, dialah yang paling besar fitnahnya. Lalu datanglah salah seorang dari mereka seraya berkata: aku telah melakukan ini dan itu, Iblis menjawab, kamu belum melakukan apa-apa. Kemudian datang lagi yang lain melapor, aku mendatangi seorang lelaki dan tidak akan membiarkan dia, hingga aku menceraikan antara dia dan istrinya, lalu Iblis mendekat seraya berkata, "Sangat bagus kerjamu" (Muslim)

Begitulah, Iblis menjadikan menceraikan pasangan suami-istri sebagai prestasi tertinggi tentaranya. Karena itu, Islam mencegah perbuatan yang bisa menyebabkan perselisihan suami-istri. Karena itu, jika cekcok dengan pasangan hidup Anda, segera selesaikan masalahnya. Upayakan selesaikan masalah rumah tangga sendiri. Jangan menghadirkan pihak ketiga. Jika belum selesai juga, hadirkan seseorang yang bisa menjadi hakim yang bisa diterima kedua belah pihak.

Seiring dengan panjangnya perjalanan waktu dan lika-liku kehidupan, kadang ikatan pernikahan mengkendur. Karena itu, perkuat lagi ikatan itu dengan mengingat-ingat kembali tujuan pernikahan. Bangun komunikasi yang positif. Komunikasi adalah kunci keharmonisan. Karena itu, pahami betul cara berkomunikasi pasangan Anda. Dan, hidupkan syuro dalam keluarga. Bahkan untuk urusan kecil sekalipun perlu dibicarakan bersama. Insya Allah, Allah swt. akan memberi kebaikan yang banyak dalam keluarga Anda. Amin.

Sent from BlackBerry® on 3

Selasa, 15 Oktober 2013

Mau atau TIDAK Mau!!!

Postingan gue kali ini,sengaja banget ditulis pas sore-sore kayak gini, biar berasa masih hangatnya.
Jujur setelah pulang Umroh tahun 2008, rasa rindu gue buat nyium Kabbah semakin menggebu, walaupun moment itu pernah gue dapetin, tapi rasa ingin,ingin,dan ingin lagi buat nyium Kabbah itu semakin menjadi-jadi, alhasil dengan sekuat tenaga gue berusaha nabung buat pergi kesana lagi, dengan tujuan utama tentunya ya Berangkat Haji, setiap selesai Sholat do'a yang selalu terpanjat yaitu : " Ya Alloh semoga tahun ini Hamba bisa berangkat haji"
Dan itu tak pernah terlewatkan, walaupun sampai tahun ini Alloh masih belum juga memberi gue kesempatan untuk itu,tapi gue belum menyerah buat terus berdo'a akan hal itu.
Selama 5 tahun ini gue selalu nabung, tapi emang dasar sifat manusiawi gue yang selalu mengalahkan keinginan Iman gue, uang yang terkumpul selalu habis ntah kemana? Dan gue akuin, mungkin Iman gue masih sangat lemah, sehingga keinginan untuk berangkat hajipun masih selalu bisa terkalahkan oleh keinginan duniawi, terus apakah ada bekasnya, sumpah gak ada bekasnya sama sekali, uang itu lenyap selenyap-lenyapnya tak bersisa!
Di taun ini, gue renungin itu semua, kenapa gue belum juga bisa berangkat haji, padahal kalau di ukur-ukur biaya untuk bisa berangkat kesana udah sangat lebih dari cukup, tapi semua itu sekarang ntah kemana? Gue pun malu sama Alloh, karena udah begitu banyak rejeki yang udah Dia kasih sama Gue,tapi gue belum bisa memanfaatkannya secara baik.
Gue baru sadar, kalau mungkin hanya orang-orang yang pantas saja yang berhak berangkat haji, karena tidak mungkin orang yang biasa-biasa aja bisa berangkat dengan mudah kesana, pantas dalam hal apa? Mungkin terlalu naif kalau kita bilang pantas dalam segi materi atau kedudukan, karena seperti yang kita tau tidak sedikit orang yang mungkin kedudukannya di masyarakat biasa aja, atau yang keadaan materinya lebih sedikit daripada kita, tapi mereka bisa dan mampu kan untuk berangkat kesana, jadi ukuran "pantas" disini tentulah bukan ukuran pantas yang seperti itu, tapi ukuran pantas yang sesuai dengan yang Alloh inginkan, dan gue sadar mungkin gue emang belum pantes buat berangkat haji, terus apakah gue nyerah buat nabung, enggak, gue tetep usahain buat kesana, tapi harapan gue buat kesana taun inipun ya pupus sudah, agak kecewa sih, tapi tetep gue yakin aja, masih bisa tahun besok.
Kemudian biasanya hasil tabungan yang gue sisihin dari ladang Kambing gue, suka gue beliin buat apa aja, sekarang enggak.
Mungkin ini sedikit teguran dari Alloh, jadi ceritanya hari Jum'at kemarin, sebagai muslim gue tentunya wajib buat Jum'atan kan,nah seperti biasa kalau di Minggu-minggu Dzulhijah seperti ini, isi khotbah itu ya kalau gak tentang Ibadah Haji ya Tentang Qurban, nah di Jum'at kemarin itu isi Khotbahnya ada dua-duanya, dengan rinci si Khotib menjabarkan perkara Ibadah Haji dan Qurban, dan gue yang terkadang terkantuk-kantuk, di Jum'at kemarin gue terjaga dari awal sampai akhir, isi Khotbahnya mengena banget di hati gue, terutama yang bagian Qurbannya, disana gue tersadar, Kalau selama ini Gue belum bisa berangkat Haji, kenapa Gue gak Qurban aja ya?
Masa iya gue Kalah sama Mak Yati yang Pemulung itu, ya udah sepulang Jum'at itu, gue langsung inisiatif buat nelpon ke Tasik, kalau Taun ini, gue mau Qurban, keluargapun seneng, karena daripada duitnya abis lagi entah kemana, Gue langsung niatin Qurban aja.
Dan akhirnya siang tadi sehabis Solat I'd terlaksana juga Qurban, dan atas izin Alloh juga, adik dan kakak gue juga bisa tergugah hatinya buat berQurban juga.
Dan kami semuapun tersadar, kalau urusan Qurban itu bukan soal mampu ataupun tidak mampu, tapi soal Mau atau Tidak Mau!
Karena kalau Mau pasti akan ada niat dan usaha, usaha yang bukan sekadar usaha, tapi usaha yang memaksakan diri, karena kita selalu bisa maksain buat ngumpulin duit hanya untuk sekedar membeli sesuatu, bahkan kalau urusan mudik lebaranpun kita selalu bisa maksain,padahal urusan mudik itu tidak ada dalam syariat Islam, tapi kita mampun untuk itu, bahkan tidak jarang kita bisa menghabiskan uang berjuta-juta dan sering juga kita berhutang untuk urusan mudik lebaran itu, tapi anehnya untuk berqurban kita selalu jarang untuk bisa melaksanakannya!!!
(Demi Alloh ini bukan untuk menggurui para pembaca, tapi ini untuk diri saya pribadi)
Terakhir, dalam postingan kali ini,
Gue berdo'a,
Semoga yang membaca postingan gue ini, bisa berangkat Haji taun depan, atau bahkan bisa memberangkatkan Haji orang lain, entah itu orang tua, sodara, tetangga, atau siapapun, pokoknya taun Hijriyah depan, semua orang yang membaca psotingan ini bisa berangkat ke Tanah Suci, dan kalaupun tidak bisa, maka di Bulan Dzulhijah tahun depan, kita semua bisa BerQurban, Insyaallah!!!

Selamat hari Raya Idul Adha 1434 H,
Mohon Maaf Sapi dan Kambing,
Dan #FORZAINTER
Sent from BlackBerry® on 3

Senin, 14 Oktober 2013

Nilai Haji

Berikut saya akan sharing forward dari mas Zain tausyiah Pak Ary di Padang Arafah sbb:

Pak Ary menjelaskan untuk membangun bangsa seharusnya kita mengikuti urutan haji... Diawali dengan ihram, dimana semua yang mendapat amanah untuk memimpin bangsa harus bebas dari kepentingan2 pribadi, kelompok..
Tidak boleh ada hidden agenda atau motif2 tertentu
Dilanjutkan dengan wukuf... Yaitu mengenal jatidiri sebagai manusia ciptaan Allah... Sehingga mampu "menatap" Allah setiap waktu...
Baru setelah itu menuju ke muzdalifah untuk mengidentifikasi belenggu2 yg ada dalam diri kita, motif2 terselubung, kepentingan2 pribadi dan kelompok.
Tahapan selanjutnya adalah lontar jumrah... Dimana kita diminta untuk melontar semua yang sudah teridentifikasi ketika di muzdalifah, baru setelah itu thawaf, membangun komitmen tertinggi hanya kepada Allah, ketika thawaf sudah tidak ada lagi belenggu2 dalam diri yg ada hanya cinta yang tertinggi hanya kepada Allah.
Ketika itu semua sudah dilalui barulah sa'I... Membangun ekonomi, pembangunan dsb
Namun selama ini bangsa kita tidak mau mengikuti urutan2 haji, para pemimpinnya tidak "ber-ihram", belum wukuf... Namun langsung ber-sa'I, membangun ekonomi pembangunan fisik... Maka yang terjadi bangsa kita harus membayar "Dam"... Dam bisa diartikan denda atau darah, maka saat ini bangsa kita sedang membayar "dam" yaitu tsunami, gempabumi, lumpur, gunung meletus, kerusuhan..
Itupun yg diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw dalam membangun dengan menyendiri di gua hira' selama 5 tahun. Baru setelah itu membangun Tauhid di kota Makkah, dimana selama 13 tahun turun ayat2 Makiyyah yang menyeru manusia untuk beriman kepada Allah, komitmen dan cinta tertinggi hanya kepada-NYA, barulah setelah itu Beliau hijrah ke Madinah untuk membangun ekonomi, politik, sosial... Maka dari situ lahirlah peradaban emas sampai abad 14.
Salam 165 dari Padang Arafah.
Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 12 Oktober 2013

Sesama Melayu Harus Saling Menghormati ( jangan ngetawain ya )

Walaupun Indonesia sama Malaysia masih satu rumpun, tapi bahasa Indonesia sama Malaysia cenderung berbeda,
Sebagai contoh nih,ada beberapa contoh kalimat dengan maksud dan artian yang sama, tapi bahasa yang berbeda,
Yuk kita liat beberapa contoh kalimat itu.
FYI :
*ID* = Bahasa Indonesia
*MY* = Bahasa Malaysia

*ID* : Beli 2 gratis 1
*MY* : Beli 2 percume 1 (=))masa dikasi gratis bilang percumaX_X )

*ID* : Kementerian Agama,
*MY* : Kementerian Tak Berdosa (heloo \=D/?!)

*ID* : Angkatan Darat,
*MY* : Laskar Hentak-Hentak Bumi (ga asik banget ya :s)

*ID* : Angkatan Udara,
*MY* : Laskar Angin-Angin (untung ga laskar pelangi atau laskar kentut=D)

*ID* : Pasukaaan bubar jalan !!
*MY* : Pasukaaan cerai berai !!
(talak aja sekalian)

*ID* : Merayap
*MY* : Bersetubuh dengan bumi (apa rasanya bersetubuh dengan bumi :> )

*ID* : Rumah sakit bersalin,
*MY* : Hospital korban lelaki
(asli NGAKAK tapi bener sih =)))

*ID* : Belok kiri, belok kanan,
*MY* : Pusing kiri, pusing kanan (minum bodrex makanya:|)

*ID* : Departemen Pertanian
*MY* : Departemen Cucuk Tanam (yuuk mariii ke mabes nyucuk tanam wkwk :p)

*ID* : Gratis bicara 30 menit,
*MY* : Percuma berbual 30 minit (suka2 gue dong :/)

*ID* : Satpam/security,
*MY* : Penunggu Maling
(ngarep banget dimalingin ya ampe ditungguin =)))

*ID* : Tank
*MY* : Kereta Kebal
(lo kira dari banten kale ahh..\=D/)

*ID* : Kedatangan,
*MY* : Ketibaan (aneh..:/)

*ID* : Rumah sakit jiwa,
*MY* : Gubuk gila
(udah gubuk, gila lagi.. Kasian banget deh..X_X)

*ID* : Dokter ahli jiwa,
*MY* : Dokter gila
(ada ya yang mau disebut dokter gila?Wkwk.. :O)

*ID* : Hantu pocong,
*MY* : Hantu Bungkus
(pesen atu dong bang, dibungkus \=D/)

*ID* : Toilet,
*MY*: Bilik Merenung
(ampun deh..sekalian ~o)aja gan..)

*ID* : Traktor,
*MY* : Setrika Bumi
(segede apaan yak strikanya?*nerd*)

*ID* : Joystick,
*MY* : Batang senang
(maksud lo? batang Happy?=)))

*ID* : Tidur siang,
*MY* : Petang telentang
(berarti klo tidur malem "gelap tengkurep" =)))

*ID* : push up
*MY* : perkosa bumi(waaah.nafsu amet)
Waakakak,,,,=)) =))
Sent from BlackBerry® on 3

Ini Gayaku! Mana Gayamu?

Hallo semuanya,
Salam kenal
Nama Aku
Kaurama Kalky Autar

Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 11 Oktober 2013

Bagimu Bagiku

Jika kalian ingin melihat KEJAYAAN, lihatlah Real Madrid.
Jika kalian ingin melihat LOYALITAS, lihatlah fans Liverpool
Jika kalian ingin melihat SKILL hebat, lihatlah Barcelona.
Jika kalian ingin melihat FANATISME suporter, lihatlah Dortmund.
Jika kalian ingin melihat SEMANGAT JUANG, lihatlah AC Milan.
Dan jika kalian ingin melihat semua yang ada diatas, itulah INTER MILAN !!

*JZ4
Sent from BlackBerry® on 3

Selasa, 08 Oktober 2013

Hari Geeeennneeee Mandinya masih sendiri, Gak assyyiikk banget

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata, "Aku biasa mandi bersama dengan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (ke dalam bejana)." (HR. Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah)
Hadits di atas menjelaskan kepada kita, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, seorang hamba pilihan Allah, Rasul terakhir, teladan kita; tidak segan-segan untuk mandi bersama dengan istri beliau, dalam hadits di atas, beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam mandi bersama dengan Aisyah radhiyallahu 'anha dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama.

Betapa mesra apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan istri beliau. Meskipun beliau sebagai seorang yang super sibuk mengurus ummat, namun beliau tidak lupa untuk menjalin kemesraan dengan istri-istri beliau.

Mandi bersama antara suami dan isti bukan suatu hal yang tercela. Toh, junjungan kita, teladan ummat ini, manusia terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rasullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melakukannya. Apabila hal ini merupakan hal yang tercela, tentulah beliau Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak akan melakukannya.

Dengan mandi bersama, akan terwujud suatu kemesraan, jika hal ini biasa dilakukan oleh pasangan suami istri, insya Allah akan terwujud suatu ikatan yang kuat antara suami dan istri. Mandi bersama, merupakan salah satu langkah untuk mengakrabkan dan melestarikan kemesraan antara suami dan istri. Dengan mandi bersama, kejenuhan, kebosanan, ketegangan antara suami-istri dapat hilang dan berganti dengan suasan penuh kedamaian dan ketentraman. Gak percaya? Silakan coba …

Oleh karena itu, bila seorang suami minta istrinya menemani mandi, janganlah istri menolak, demikian juga sebaliknya. Bila suami meminta istri tuk mengeramasi , menggosokakan sabun di badannya, meluluri badannya; istri tidak perlu risi atau menganggap suaminya kekanak-kanakan. Demikian juga sebaliknya. Istri pun boleh melakukan permintaan yang sama kepada suami. Hal ini bukan hanya monopoli pihak suami. Bukan lah hal tercela atau aib jika suami melakukan hal-hal di atas.

Mandi bersama ini, di antara sebagian pasangan merupakan hal yang tabu dan tercela. Entah apa alasan mereka. Ada yang karena malu, ada yang jijik dan sebagainya. Bagi mereka yang memiliki pandangan seperti ini, hendaklah mereka takut kepada Allah dan segera bertaubat kepada Allah. Secara tidak sadar, dan tanpa sengaja; mereka telah menuduh rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melakukan perbuatan yang tidak patut dan tercela. Padahal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling baik akhlaqnya di muka bumi ini. Apabila hal tersebut (mandi bersama) merupakan hal yang tidak terpuji, apalagi melanggar syariat Allah Subhanau wa Ta'ala; tentulah Allah Azza wa Jalla akan menegur Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sebagai bukti kemaksuman beliau. Namun hal ini tidak terjadi, alhamdulillah. Jika mandi bersama ini merupakan suatu hal yang memalukan, tentulah Ummahatul Mukminin, Aisyah radhiyallahu 'anha tidak akan menceritakan hadits ini kepada kita semua. Bukankah begitu?

Sebagian orang berpendapat bahwa Aisyah radhiyallahu 'Anha dan nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mandi bersama dalam satu wadah itu tidak telanjang bulat. Mereka juga beranggapan bahwa selama menikah dengan, aisyah Radhiyallahu 'Anhu tidak pernah melihat alat vital nabi.

Bahkan mereka memiliki keyakinan bahwa nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melarang untuk melihat kemaluan istri karena mewariskan kebutaan.

Hal ini telah dijawab oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullah [beliau adalah salah seorang ulama ahli hadits]

dalam buku "Adab Az Zifaf, Panduan Pernikahan Cara Nabi" terjemahan dari kitab "Adab Az Zifaf fi As Sunnah Al Muthahharah.

Suami istri dibolehkan mandi bersama-sama dalam satu tempat, meskipun di situ akan saling melihat aurat masing-masing. Ada beberapa hadits berkaitan dengan masalah ini, yaitu:

Hadits pertama:

Dari Aisyah radhiyallahu Anhuma, ia berkata:

"Saya dan Rasulullah pernah mandi bersama dengan satu wadah. (Kami berantian menyiduknya). Beliau sering mendahuluiku dalam menciduk sehingga aku mengatakan, 'Sisakan untukku, sisakan untukku!' Keduanya dalam keadaan junub.

Hadits ini diriwayatkan Bukhari, Muslim, Abu Awanah dalam kitab Shahihnya masing-masing.

Al Hafizh Ibnu Hajar dalam kibta Fathul Bari (I/290) berkata, "Darawurdi menggunakan hadits ini sebagai dalil dibolehkan seorang suami melihat aurat istrinya, begitu pula sebaliknya. Dia menguatkan pendapatnya ini dengan atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban melalui jalur Sulaiman bin Musa bahwa dia pernah ditanya tentang seorang suami yang melihat kemaluan istrinya. Dia menjawab, 'Saya pernah bertanya kepada Atha dan dia menjawab, 'Saya pernah bertanya kepada Aisyah, dan dia menyebutkan hadits yang maknanya mirip dengan itu." ini merupakan nash yang bisa dijadikan dalil dalam masalah ini.

Hadits kedua:

Dari Muawiyyah bin Haidah Radhiyallahu Anhu,

"Saya pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa sallam, "Wahai Rasulullah, manakah di antara aurat-aurat kami yang boleh kami perlihatkan dan manakah yang tidak?' Beliau menjawab, 'Peliharalah auratmu kecuali kepada istri atau budak laki-lakimu.' Saya bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, bagiamana jika ada sekumpulan orang, apakah mereka boleh saling melihat aurat mereka satu sama lain?' Beliau menjawab, 'Jika Engkau bisa, ushakan jangan sampai ada seorang pun yang melihat auratmu!" Saya lalu bertanya lagi, "Kalau salah seorang dari kami dalam keadaan sendirian?" Beliau menjawab, 'Dia lebih layak malu kepada Allah daripada kepada sesama manusia."

Hadits di atas dimasukkan oleh An-Nasai dalam bab: Istri Melihat Aurat Suaminya. Al Bukhari mencantumkan hadits ini secara muallaq dalam kitab Shahihnya dalam bab "Mandi Telanjang bulat (dibolehkan), tetapi lebih baik memakai kain basahan" Kemudian dia membawakan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah mengenai Nabi Musa dan Nabi Ayyub yang mandi di suatu jamban dengan telanjang. Dari situ Al Bukhari mengisyaratkan bahwa perkataan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Dia lebih layak malu kepada Allah daripada kepada sesama manusia' maksudnya bahwa memakai kain basahan lebih baik dan lebih utama. Jadi, secara zhahir tidak menunjukkan wajib.

Hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhuma,

"Saya sama sekali tidak pernah melihat aurat Rasulullah Shallalahu Alaihi wa Sallam."

Hadits ini diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam kitab Ash Shaghir (hlm.27)

Melalui jalur yang sama, hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Nuaim (VIII/247) dan Al Khathib (I/225). Dalam sanad hadits ini ada seorang periwayat bernama Barakah bin Muhammad al Halabi. Orang tersebut tidak erkah, karena tukang dusta dan tukang memalsu hadits. Dalam kitab Al Lisan, Al Hafish Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hadits ini merupakan contoh hadits bathil yang disampaikan oleh Barakah.

Melalui jalur periwayatan lain hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah (I/226 & 593) dan Ibnu Sa'ad (VIII/136). Dalam sanadnya terdapat bekas budak perempuan Aisyah yang tidak dikenal. Oleh karena itu dalam kitab Az Zawaid Al Bushairi melemahkan sanad hadits ini.

Melalui jalur lainnya lagi, hadits ini diriwayatkan oleh ABu Syaikh dalam kitab Akhlaq An Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (hlm.251). Akan tetapi dalam sanadnya terdapat periwayat bernama Abu SHalih alias Badzman yang termasuk periwayat yang dhaif dan Muhammad bin Al Qasim Al Asadi yang pendusta.

"Bila salah seorang dari kalian menyetubuhi istrinya hendaklah mengenakan tutup, dan janganlah saling telanjang bulat seperti dua ekor keledai liar."

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (I/592) daru Utbah bin Abd As Sulami, tetapi dalam sanadnya terdapat periwayat bernama Al Ahwash bin Hakim yang termasuk periwayat yang dhaif. Oleh karena itulah hadits ini dinilai cacat oleh Al Bushairi. Hadits ini juga mempunyai cacat lain karena dhaifnya periwayat yang menyatakan hadits tersebut dari Al Ahwash. Periwayat tersebut bernama Al Walid bin Al Qasim Al Hamdani, yang dinilai dhaif oleh Ibnu Ma'in dan ulama lainnya. Ibnu Hibban berkata, "Dia meriwayatkan hadits yang bertentangan dengan periwayat-periwayat yang tsiqoh, sehingga perkataannya tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hujjah."

Oleh karena itu, Al Iraqi menyebutkan secara pasti kedhaifan hadits ini. Hadits ini juga diriwayatkan oleh An Nasai dalam kitab Usrah An Nisa (I:79/1), Mukhallash dalam kitab Al Fawaid Al Muntaqah (X:13/1) dan Ibnu Adi (II/149 & 201) dari Abdullah bin Sarjas. An Nasai berkata, "Hadits ini mungkar. Shadawah bin Abdullah, yakni salah seorang periwayat hadits ini, dhaif"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu ABi SYaibah (VII:70/1) dan Abdurrazaq (VI:194/10467) dari Abu Qilabah secara marfu', tetapi sebenarnya mursal.

Hadits ini juga diriwatkan Ath Thabrani (III:78/1), AHmad bin Mas'ud dalam kitab Ahaditsnya (XXXIX/1&2), AL Uqail dalam kitab Adh Dhu'afa (haits no.433). Al Bathruqani dalam kitab haditsnya (I/156), Al Baihaqi dalam kitab sunannya (VII/193) dair Ibnu Mas'ud. Al Baihaqi menilai dhaif hadits ini dengan mengatakan 'Mindal bin Ali sendirian dalam meriwayatkan hadits ini, padahal dia bukan periwayat yang kuat." Dia kemudian menyebutkan hadits serupa yang diriwayatkan dari Anas, lalu berkata, "hadits ini hadits munkar"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abdurrazaq (VI:194/10469-10470)

Hadits:

"Bila salah seorang dari kalian menyetubuhi istrinya atau budak perempuannya janganlah melihat kemaluannya, karena hal itu akan mengakibatkan kebutaan."

Hadits ini palsu sebagaimana dikatakan oleh Imam Abu Hatim ar Razi dan Ibnu Hibban. Pendapat keduan orang itu diikuti oleh Ibnul Jauzi, Abdul Haq dalam kitab Ahkam-nya (I/143), Ibnu Daqiqil Ied dalam kitab Al Khulashah (II/118). Saya juga telah menyebutkan sebab kelemahan hadits ini dalam kitab Al Ahadits Adh Dhaifah wa Al Maudhuah wa Atsaruha As Sayyiu fi Al Ummah (hadits no.195)

Demikian penjelasan dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Untuk lebih jelasnya silakan dilihat dalam buku: "Adab Az Zifaf, Panduan Pernikahan Cara Nabi" Penerbit: Media Hidayah, Jogjakarta.

Jadi. tidak ada alasan tuk tidak melakukannya bukan? Jadikan mandi bersama sebagai bagian dari hidup kita sehari-hari.
Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 05 Oktober 2013

Minimal Sekali Sebelum Mati

Seekor Kambing Untuk Satu Keluarga

Seekor kambing cukup untuk qurban satu keluarga, dan pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.

Sebagaimana hadits Abu Ayyub 
radhiyallahu'anhu yang mengatakan, "Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya." (HR. Tirmidzi dan beliau menilainya shahih, lihat Minhaajul Muslim, 264 dan 266).

Oleh karena itu, tidak selayaknya seseorang mengkhususkan qurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu, misalnya kambing 1 untuk anak si A, kambing 2 untuk anak si B, karunia dan kemurahan Allah sangat luas maka tidak perlu dibatasi.

Bahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berqurban untuk seluruh dirinya dan seluruh umatnya. Suatu ketika beliau hendak menyembelih kambing qurban. Sebelum menyembelih beliau mengatakan:"Yaa Allah ini – qurban – dariku dan dari umatku yang tidak berqurban." (HR. Abu Daud 2810 & Al Hakim 4/229 dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Al Irwa' 4/349). 

Berdasarkan hadis ini, Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby mengatakan: "Kaum muslimin yang tidak mampu berqurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berqurban dari umat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam."

Adapun yang dimaksud: "…kambing hanya boleh untuk satu orang, sapi untuk tujuh orang, dan onta 10 orang…" adalah biaya pengadaannya. Biaya pengadaan kambing hanya boleh dari satu orang, biaya pengadaan sapi hanya boleh dari maksimal tujuh orang dst.

Namun seandainya ada orang yang hendak membantu shohibul qurban yang kekurangan biaya untuk membeli hewan, maka diperbolehkan dan tidak mempengaruhi status qurbannya. Dan status bantuan di sini adalah hadiah bagi shohibul qurban. Apakah harus izin terlebih dahulu kepada pemilik hewan?

Jawab: Tidak harus, karena dalam transaksi hadiah tidak dipersyaratkan memberitahukan kepada orang yang diberi sedekah.

Dari artikel 'Fiqih Qurban — Muslim.Or.Id
Sent from BlackBerry® on 3

05 Oktober 2013

Ya Tuhan,
Aku bersyukur karena Kau telah memberikanku kekuatan dan pendirian untuk menyelesaikan tugas yang Kau percayakan padaku.
Aku bersyukur atas bimbingan-Mu, yang lurus dan benar, sehingga aku bisa melewati segala rintangan yang ada di jalanku, dan yang terpenting Kau masih menguatkanku saat sekelilingku meninggalkanku.
Aku bersyukur atas perlindunganMu dan untuk semua petunjuk di sepanjang jalanku.
Aku bersyukur atas izinmu ketika aku melakukan perbuatan baik selama aku melangkah dalam perjalanan ini, dan aku memohon ampun untuk semua perbuatan burukku.
Aku bersyukur atas teman yang kumiliki. Kumohon jagalah dia sebagaimana Engkau menjagaku.
Aku bersyukur,karena pada akhirnya Kau telah membolehkanku untuk beristirahat. Karena jujur aku akui,aku begitu lelah, tapi sekarang aku pergi ke tempat peristirahatanku, di kedamaian, mengetahui aku telah berbuat baik dengan waktuku di bumi.
Aku berjuang dengan baik.
Aku selesaikan perlombaan.
Aku jaga keimananku.
Sent from BlackBerry® on 3
 
Blogger Templates