Masih berlanjut soal sumpah pemuda, dan tentang apa yang udah kita lakukan buat Indonesia sebagai Pemuda harapan Pemudi ini,hehehe
Jadi dari mulai tahun 2004, gue dan adik kakak gue, punya hobi yang sama, yaitu "AgriCulture" , kenapa kita suka dengan yang berbau pertanian dan peternakan, karena memang seperti yang kita tau, kalau tanah kita ini adalah tanag syurga, tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman, jadi kalau bukan kita yang ngembangin siapa lagi?
Dari kecil keluarga gue emang udah aktif berkebun dan berternak, tapi sayang perkebunan yang kita kelola tidak bertahan sampai saat ini, karena disamping perawatannya yang cukup menguras tenaga, dari segi waktu juga agak terlalu menyita, jadi kita berinisiatif menutup lahan perkebunan kita pada tahun 2011, dan sekarang kita fokus ke peternakan, dan mungkin beberapa dari teman-teman udah tau, jenis ternak apa yang kita kembangin?
FYI, dari tahun 2004 itu, kita bertiga punya inisiatif buat ngejual semua ternak yang kita punya buat fokus di satu jenis ternak aja, dulu pada tahun tersebut kita punya 30ekor domba, sama 4 ekor kambing jawa randu, semunya kita jual, dan dari hasil penjualan itu, ternyata hanya bisa beli 6 ekor kambing PE (peranakan Etawa) 4 betina dan 2 jantan.
Jadi sekarang tau dong, jenis ternak apa yang kami kembangin sekarang ini?
Yupppzz, bener, : jenis ternak yang kami kembangin adalah Kambing PE.
Dulu yang fokus dalam pemeliharaan hanya aku dan kakakku, karena usia kita juga udah beranjak dewasa saat itu, beda dengan adikku yang masih SD kalau gak salah.
Mungkin ada yang nanya, kok dari 34 ekor domba dan kambing, hanya cukup buat beli 6 ekor kambing PE saja, semahal itukah kambing PE ini, memang kalau dilihat dari segi harganya, kambing jenis ini memang agak lumayan harganya, karena yang kami beli adalah kambing unggulan yang masuk ke kategori kontes. Hah kontes? Bener tau, kambing ini ada kontesnya, bahkan yang ngadain itu adalah Kementan lho.
Ke 6 ekor kambing itu kami rawat dengan baik, sampai pada akhirnya tahun 2005, adalah acara kontes pertama kami, dan alhamdulillah kami menjadi juara pada saat itu.
Sampai pada tahun 2009 kami tidak menambah jumlah kambing kami, kami hanya fokus untuk kontes-kontes dan kontes, tidak pernah terbayangkan buat dijadiin peternakan yang besar. Karena kami mikirnya takut tidak ke urus, oh iya, sebagai info juga, kalau kontes ternak itu diadakan setahun sekali untuk regional propinsi, dan 4tahun sekali untuk kontes Ternak Nasional, dan alhamdullilah setiap tahun kambing kami selalu menjadi juara.
Mungkin ada dari pembaca yang heran,apa nyambungnya antara usaha Kambing Etawa sama Sumpah pemuda ini?
Jangan salah reader, gue kasih tau ya, kambing PE itu adalah hewan ternak asli Indonesia, sama kayak Domba Garut, Ayam Ketawa, Ayam Pelung, Ayam Sentul, kalau lebih extreme nya lagi ya sama dengan badak bercula satu, Harimau Sumatera, Orang Utan, Komodo.
Jadi sudah faham kan, maksudnya! Masih belum juga, oke gue jelasin kondisi yang gue tau ya!
Pada tahun 2009, ada pengusaha dari Malaysia yang mesen dua ribu ekor Kambing Peranakan Etawa untuk di budidayakan di Malaysia, itu untuk pesanan tahap awal, awalnya kami para KPK (Komunitas Pecinta Kambing), tidak menaruh curiga apa-apa, bahkan awalnya kami ngerasa bangga karena kambing PE bisa go Internasional, tapi pada akhirnya naluri kami ngerasa keganggu, kok kayak ada tujuan lain dari pesanan ribuan ekor kambing itu, setelah kami survey langsung ke sana, rupanya mereka di sana mencoba ngebudidayain sebanyak mungkin kambing di sana, karena hewan Ternak Asli Indonesia ini, memang belum di Patenkan oleh UNESCO kalau ini milik kita, maka dari situ ke khawatiran kami mulai tergerak, jadi pada tahun 2010 ekspor Kambing Etawa ke Malaysia dihentikan, tapi sayang sudah terlalu banyak hewan yang dikirim kesana, sehingga populasi di Indonesia berkuarang banyak.
Dari kondisi seperti inilah, mulai pada tahun 2010 gue dan adik kakak gue mulai ngembangin peternakan ini, kita punya motto "AgriCulture" bukan "AgriBisnis", kenapa? Karena tujuan kami memang untuk membudidayakan Ternak Unggulan Indonesia ini.
Lahan yang tadinya dipake buat perkebunan, kita rubah jadi komplek kandang Kambing PE.
Dengan setiap tahun kami menjuarai kontes, otomatis Kota Tasikmalaya semakin dikenal dengan penghasil kambing dengan kualitas bagus, terutama di Jawa Barat, dan kampung kami juga semakin terkenal, ya walaupun hal kecil sih, tapi minimal kami bertiga bisa ngasih tau ke semua orang : Di Tasikmalaya itu ada Kp. Salamnunggal lho, di sana Kambing Etawanya keren-keren, tiap tahun jadi juara.
Walaupun yang ngomong itu hanya para Pecinta Kambing Etawa, tapi setiap kami jadi juara, minimal koran-koran seperti : Pikiran Rakyat, Kompas, dan koran-koran lokal lainnya, ngeberitain ini semua, bahkan tidak jarang juga dari statsiun televisi sering ngeliput juga.
Apa yang gue tulis di sini ini,bukan untuk nyuruh kalian buat melihara kambing etawa, tapi gue ngajakin kalian, ya minimal ngejaga asset yang kita punya, ngembangin asset itu, banyak banget kok asset Indonesia yang belum digali, jadi apapun yang ada di daerah kalian, sebisa mungkin kalian kembangin, tunjukan pada dunia, kalau kita ini ada, pemuda Indonesia ini masih berkarya, pemuda Indonesia ini masih penuh dengan semangat, di momment "Hari Sumpah Pemuda" ini, gue ngajak semuanya buat bangkitin semua yang ada di Indonesia, Kebudayaannya, Perekonomiannya, Nasionalismenya juga, pokoknya semuanya aja deh, jangan sampai kita ngembangin produk luar negri dalam bisnis kita.
Pokoknya, gue ngarepin, semoga di tahun ke 85 sumpah pemuda ini, kita bisa lebih berkarya nyata, dengan hal sekecil apapun, tidak perlu menjadi yang terbaik, cukup menjadi yang berguna saja.
Gue tantang diri gue sendiri, 15th lagi, pas peringatan Sumpah Pemuda yang ke 100, gue udah jadi sosok yang paling berpengaruh di Indonesia.
#bagaimana dengan kalian? Tantangan apa yang kalian buat bagi diri kalian sendiri?
Sent from BlackBerry® on 3