Social Icons

Jumat, 22 Januari 2016

Panca Raga

Kisah 5 Kyai yang Dikenal Memiliki Kesaktian Luar Biasa
Ilmu agama dan ilmu kanuragan atau kesaktian ibarat dua sisi mata uang bagi warga Nahdliyin–sebutan bagi warga Nahdlatul Ulama (NU). Keduanya tidak bisa dipisahkan. Sebab, seorang ulama, kiai, atau penganjur kebenaran, harus dibekali kemampuan lebih untuk menjaga diri ketika berdakwah.


Maka wajar kemudian kisah-kisah kiai legendaris NU selalu lekat dengan ilmu kanuragan. Banyak kiai NU yang selain dikenal memiliki ilmu agama mumpuni, juga dikenal sakti karena mengajarkan beladiri. Sebut saja nama almarhum Kiai Maksum Djahuri atau Gus Maksum, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Berikut ini kisah-kisah kiai legendaris NU yang dikenal memiliki kesaktian seperti dirangkum dari berbagai sumber:

1. Gus Maksum, kiai sekaligus pendekar

Bagi warga Nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU), nama Kiai Maksum Djauhari atau Gus Maksum, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, selain dikenal sebagai kiai juga dikenal sebagai pendekar. Sebab selain pandai mengaji kitab kuning, kiai nyentrik tersebut juga ahli dalam seni beladiri atau silat.

Dikutip dari Buku Antologi Sejarah, Istilah, Amaliah, Uswah NU, Karya Soeleiman Fadeli dan Muhammad Subhan, semasa kecil Gus Maksum tidak hanya diisi dengan rutinitas mengaji. Namun dia juga gemar mengembara ke berbagai daerah di Pulau Jawa untuk berguru ilmu silat. Dari hasil pengembaraannya itulah beliau di masa dewasanya tampil menjadi pendekar legendaris di kalangan NU.

Penampilan Kiai NU ini terbilang nyentrik; berambut gondrong, jenggot dan kumis panjang, bersarung setinggi lutut, memakai bakiak, berpakaian seadanya dan tidak makan nasi. Di kalangan dunia persilatan, beliau dikenal sangat mahir dan menguasai berbagai aliran silat dengan sempurna.

Konon saking saktinya sampai rambut beliau tidak mempan dipotong, mulutnya bisa menyemburkan api, mahir menaklukkan jin, mampu melemparkan sapi seperti melemparkan sandal, tidak mempan disantet, tidak mempan senjata tajam, dan lain sebagainya.

Gus Maksum wafat di Kanigoro pada 12 Januari 2003. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman keluarga, sebelah barat masjid lama Ponpes Lirboyo. Kiai yang lahir di Kanigoro, Kras, Kediri, pada 8 Agustus 1944 itu juga merupakan pendiri perguruan silat NU Pagar Nusa yang kini semakin banyak anggotanya di seluruh Indonesia.


2. Kiai Abbas Buntet, Cirebon

Tokoh sentral NU lainnya yang dikenal sakti adalah Kiai Abbas Buntet. Pengasuh Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, itu selain mengajarkan kitab kuning juga mengobarkan semangat perjuangan mengusir penjajah Belanda.

Kiai Abbas adalah putra sulung Kiai Abdul Jamil yang dilahirkan pada hari Jumat 24 Zulhijah 1300 H atau 25 Oktober 1800 M di desa Pekalangan, Cirebon. Sedangkan Kiai Abdul Jamil adalah putra dari Kiai Mutaad yang tak lain adalah menantu pendiri Pesantren Buntet, yakni Mbah Muqayyim salah seorang mufti di Kesultanan Cirebon.

Pada dasarnya Kiai Abbas adalah keturunan ulama. Karena itu pertama ia belajar pada ayahnya sendiri, Kiai Abdul Jamil. Setelah menguasai dasar-dasar ilmu agama, baru pindah ke Pesantren Sukanasari, Plered, Cirebon di bawah pimpinan Kiai Nasuha. Setelah itu dia pindah lagi ke sebuah pesantren salaf di daerah Jatisari di bawah pimpinan Kiai Hasan.

Setelah itu keluar daerah, yakni ke sebuah pesantren di Jawa Tengah, tepatnya di kabupaten Tegal yang diasuh oleh Kiai Ubaidah. Setelah berbagai ilmu keagamaan dikuasai, selanjutnya ia pindah ke pesantren yang sangat kondang di Jawa Timur, yakni Pesantren Tebuireng, Jombang, di bawah asuhan Hadratusyekh Hasyim Asyari, tokoh kharismatik yang kemudian menjadi pendiri NU.

Dia juga belajar ke Mekkah dan kembali bersama-sama dengan Kiai Bakir Yogyakarta, Kiai Abdillah Surabaya dan Kiai Wahab Chasbullah Jombang. Sebagai santri yang sudah matang, maka di waktu senggang Kiai Abbas ditugasi untuk mengajar pada para mukminin (orang-orang Indonesia yang tertinggal di Mekkah).

Bermodal ilmu pengetahuan yang diperoleh dari berbagai pesantren di Jawa, kemudian dipermatang lagi dengan keilmuan yang dipelajari dari Mekah, serta upayanya mengikuti perkembangan pemikiran Islam yang terjadi di Timur Tengah pada umumnya, maka mulailah Kiai Abbas memegang tampuk pimpinan Pesantren Buntet.

Ketika mengaji Kiai Abbas hanya beralaskan tikar. Namun demikian santri yang datang berjubel di langgarnya. Mereka berdatangan hampir dari seluruh pelosok daerah. Ada yang datang dari daerah sekitar Jawa Barat, Jawa Tengah bahkan juga ada yang dari Jawa Timur. Mereka bukan santri yang hendak menimba ilmu agama, melainkan inilah masyarakat yang hendak belajar ilmu kesaktian pada sang guru.

Dalam tradisi pesantren, selain dikenal dengan tradisi ilmu kitab kuning juga dikenal dengan tradisi ilmu kanuragan atau ilmu bela diri. Keduanya wajib dipelajari. Apalagi dalam menjalankan misi dakwah dan berjuang melawan penjahat dan penjajah. Kehadiran ilmu kanuragan menjadi sebuah keharusan.

Oleh karena itu ketika usianya mulai senja, sementara perjuangan kemerdekaan saat itu sedang menuju puncaknya, maka pengajaran ilmu kanuragan dirasa lebih mendesak untuk mencapai kemerdekaan. Kiai Abbas mulai merintis perlawanan dengan mengajarkan berbagai ilmu kesaktian pada masyarakat.

Dengan mengajarkan ilmu kanuragan itu maka pesantren Buntet dijadikan sebagai markas pergerakan kaum Republik untuk melawan penjajahan. Mulai saat itu Pesantren Buntet menjadi basis perjuanagan umat Islam melawan penjajah yang tergabung dalam barisan Hizbullah.

3. Kiai Amin, Ciwaringin

Kiai NU lain yang juga dikenal memiliki karomah adalah Kiai Amin bin Irsyad atau lebih akrab dikenal sebagai Kiai Amin Sepuh. Lahir pada hari Jumat, 24 Dzulhijjah 1300 H, bertepatan dengan tahun 1879 M, di Mijahan Plumbon, Cirebon, Jawa Barat. Konon Kiai Amin termasuk ahlul bait, dari silsilah Syech Syarif Hidayatullah.

Seperti tradisi kiai-kiai NU lainnya, semasa kecil dia juga belajar ilmu agama dari satu pondok pesantren ke pesantren lainnya. Selain belajar ilmu agama, dia juga belajar ilmu kanuragan dari bapaknya sendiri, Kiai Irsyad yang wafat di Mekkah. Kemudian, setelah dirasa cukup menguasai dasar-dasar ilmu agama dan ilmu kanuragan dari sang ayah, beliau dipindahkan ke pesantren Sukasari, Plered, Cirebon di bawah asuhan Kiai Nasuha.

Setelah itu dia pindah ke pesantren di Jatisari di bawah bimbingan Kiai Hasan. Kemudian belajar ke Pesantren Kaliwungu Kendal, ke Pesantren Mangkang Semarang, ke Pesantren Bangkalan Madura di bawah asuhan Kiai Cholil. Di Bangkalan dia di bawah bimbingan Kiai Hasyim Asyari, yang mana pada waktu itu Kiai Hasyim masih tahassus (menyimak dan menggali pemikiran) kepada Kiai Cholil.

Ketika Kiai Hasyim pulang dan mengajar ke Tebuireng, Kiai Amin pun ikut bertahassus ke sana. Selanjutnya Kiai Amin belajar ke Mekkah. Berikutnya Kiai Amin menimba ilmu kepada Kiai Ismail bin Nawawi di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Setelah menyelesaikan tahassus, kemudian dinikahkan dengan keponakan Kiai Ismail.

Sehingga sepeninggal Kiai Ismail, Kiai Amin lalu meneruskan mengajar di pesantren. Pada masa penjajahan, pesantren selalu menjadi basis perlawanan. Para santri menyebarkan informasi dari satu tempat ke tempat lain, dan tak jarang pula mereka menjadi garda depan melawan penjajah.

Selain dikenal sebagai ulama, Kiai Amin juga dikenal sebagai pendekar yang menguasai ilmu bela diri dan kanuragan. Ada kisah di kalagan warga Ciwaringin, dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Kiai Amin dan ulama lain di Cirebon ikut mengirim laskar ke Surabaya. Bahkan Kiai Amin sendiri ikut berangkat serta turut mengusahakan pendanaan untuk biaya keberangkatan.

Kiai Amin ini bagi warga Nahdliyin sangat legendaris. Konon dalam perang di Surabaya itu dia tidak mempan senjata maupun peluru saat bertempur. Bahkan, dia juga dikabarkan tidak mati meskipun dilempari bom sebanyak 8 kali.


4. Karomah Kiai Hamid, Pasuruan

Kiai Hamid Abdullah, Pasuruan, Jawa Timur, juga dikenal sebagai kiai NU yang memiliki karomah. Suatu ketika di masa Pemerintahan Orde Baru, Kiai Hamid diajak masuk ke partai pemerintah. Namun dia menyambut ajakan itu dengan ramah dan menjamu tamunya dari kalangan birokrat itu.

Namun ketika surat persetujuan masuk partai pemerintah itu disodorkan bersama pulpennya, Kiai Hamid tetap menerima dan menandatanganinya. Anehnya pulpen yang disodorkan untuk tandatangan tersebut tidak bisa keluar tinta alias macet. Lalu digantilah dengan pulpen lain, tapi tetap tak mau keluar tinta dan seterusnya.


5. Karomah Gus Dur

Terakhir adalah Kiai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Semua warga NU pasti mengenal figur satu ini karena pernah menjabat sebagai presiden. Namun demikian, selain dikenal sebagai kiai yang mengajar kitab kuning, Gus Dur juga dikenal sebagai politisi, budayawan, dan seniman. Bahkan Gus Dur juga dikait-kaitkan dengan kesaktian. Dalam berbagai cerita, Gus Dur disebut-sebut memiliki karomah, salah satunya diceritakan Khoirul, sopir pribadi Gus Dur. Dikutip dari http://www.nu.or.id, kisah kesaktian Gus Dur ini dialami waktu di jalan raya.

Suatu ketika, ia sedang berada di Majenang Cilacap mengantar Gus Dur dan beberapa orang anggota rombongan dalam dua mobil. Saat itu sudah jam 12 siang dan Gus Dur mengajak pulang karena di rumah ada tamu yang harus ditemuinya pada jam 13.00. Ia pun segera putar arah dan mobil rombongan di belakang mengikutinya di belakang. Karena sudah ada janji, ia ngebut, tetapi tak yakin bisa segera sampai di Ciganjur, tempat tinggal Gus Dur tepat waktu. Ia berpikiran, paling-paling bisa sampai di Jakarta pukul 3 atau 4 sore mengingat jaraknya sangat jauh. Rute yang harus dilalui masih sangat jauh karena harus melewati kawasan Puncak yang jalannya kecil, berliku-liku dan naik turun. Apalagi saat itu belum ada Tol Cipularang.

Ia pun tetap menggeber mobilnya secepat yang bisa ia lakukan. Mobil rombongan satunya di belakang tidak kelihatan, tampaknya sudah jauh ketinggalan. Singkat kata, sampailah mobil itu di rumah Gus Dur dan ia merasa lega selamat sampai di rumah. Ia menengok jam tangannya. Angka yang masih diingatnya sampai sekarang, “pukul 13.12 menit”. Jakarta Cilacap hanya ditempuh dalam waktu 1 jam lebih sedikit.

Dan Gus Dur tidak terlambat menerima tamunya yang juga baru saja sampai. Rombongan mobil di belakangnya baru sampai di Ciganjur pukul 16.30, beda empat jam lebih dari perjalanannya. forum.viva.co.id

Kamis, 14 Januari 2016

Indonesia Masih Ada, Indonesia Masih Bersatu

Hari ini walau kamis aktifitas cukup lumayan padat bagi saya.
Dari training pegawai baru dan mencoba ngotak ngatik gadget baru yang pas tahun baru kemarin saya beli.
Banyak hal yang terkadang sulit saya cerna dengan baik, bahkan juga hal yang mungkin kata orang itu sepele.
Lelaki harus punya prioritas, mungkin itu kalimat yang layak untuk saya cerna saat ini. Dan kembali saya bertanya pada diri saya sendiri, apa prioritas hidup saya?
Jawabannya ternyata banyak.
Saya tidak bisa mengkhususkan prioritas apa yang paling penting, yang jelas saya ingin menyelesaikan semuanya dengan baik dan benar.
Hari ini Indonesia kembali diserang teror.
Bahkan menurut kabar dari media sampai terjadi 6 ledakan bom di tempat yang mana tempat itu adalah favorit nongkrong saya kalau pas lagi di Jakarta.
Jujur aja, saya penggila junk food,.junk food favorit saya ya McD itu. Dan bagi saya tempat paling enak buat makan McD ya di Sarinah.
Sebenarnya pas awal saya denger beritanya di tv agak cuek gitu, soalnya masih repot juga dengan urusan perusahaan yang baru dibangun dan urusan kandang yang lumayan merepotkan.
Menjelang dzuhur saya pulang ke rumah,.becanda dikit dengan anak istri, ngisi aquarium baru, dan mandi.
Selesai mandi, baru buka-buka socmed,.dan ternyata sudah banyak banget berita soal teror Jakarta.
Hal aneh ketika saya baca beberapa TL di socmed, kebanyakan orang-orang malah debat sana sini,.ada yang setuju share hastag soal #prayforjakarta dll dll dll, ada yang gak setuju, lucunya yang gak setuju bikin hastag malah kampanyenya pake hastag juga.
Saya sih termasuk orang yang setuju, karena dengan adanya hastag ini, saya jadi tau kalau Orang Indonesia masih ada, mereka masih bersatu dari mulai #IndonesiaUnite #KamiTidakTakut #Lawan #JakartaBerani dll.
Saya bahkan sampai meneteskan air mata untuk gerakan hastag ini.
Ternyata kita masih punya rasa yang sama, rasa ingin damai.
Cuman saya sedih, kenapa kita baru bersatu ketika ada sentilan di negeri ini.
Kemarin kita kemana? Kemarin kenapa kita saling ngerasa gak kenal? Bahkan kenapa kemarin kita malah seperti orang yang musuhan?
Indonesia hari ini kembali terluka, dan kita merasakan rasa sakit yang sama.
Saya ingin kita selalu seperti ini, selalu bersama untuk satu tujuan : Indonesia Damai.
Kita orang berani, kita bukan orang cemen, biarkan para peneror itu terus berkoar dengan aksi mereka, tapi kita tetap tegak melawan mereka, karena kita tidak takut.
Jakarta kota keras, saya yakin orang-orangnya gak mempan diganggu seperti ini. Kita tidak akan terprovokasi, malah kita bersyukur, dengan sentilan ini kita kembali bersatu.
Tuhan, Indonesia masih ada.
Tuhan, Indonesia masih mencintaimu.
Tuhan, Indonesia masih mengingatmu.
Tuhan, peluklah kami, sampai para peneror itu sadar kalau kami tidak akan pernah takut sama mereka, karena Engkau selalu membuat kami merasa damai dengan pelukanMu.
Tuhan, maafkan kami dengan perselisihan kami dihari kemarin.
Saat ini kami akan kembali bersatu.
Walaupun ada beberapa dari kami yang masih mempunyai pikiran kurang baik, tapi yang jelas, Indonesia Masih Ada, Indonesia Masih Bersatu.


@warunk_upnormal , 14 Januari 2016

Minggu, 10 Januari 2016

10 Januari 2016

Hari Minggu yang luar biasa di As-Salam, setelah tadi pagi dapet kabar kalau Kakek sudah bisa keluar dari rumah sakit, dan emang dia pulang hari ini.
Kesibukan berlanjut kesiang harinya, dari mulai packing pohon pisang diteruskan ke pengiriman Jawa Timur dan Sekitaran Jawa Barat, bercengkrama dengan pisang cavendish berakhir jam setengah tiga.
Lelah rasanya, tapi apa daya demi 1000 dinar perjuangan terus dilanjut.
Sejenak istirahat dan terlelap sebentar, kebangun adzan ashar, prepare ke kandang, pas dikandang rasa letih ini berlanjut, karena si cantik Mirna sudah mulai kontraksi, dan tidak berapa lama dari sana lahirlah seekor sapi betina yang cantik jelita beda dengan anak-anak sapi lainnya di As-Salam, dia lahir dengan kulit Hitam, dan telah kami beri nama Sinta.

Minggu, 03 Januari 2016

Yuk Berlele

Semangaat Sore, 

 

Semangaat tahun baru 

Mewujudkan mandiri pangan sekarang bisa dilakukan mandiri mulai  dari keluarga sendiri. 

 

Banyak yang menanyakan Aplikasi pemakaian Enzim Perikanan Ala Agritrimurti . 

 

Cara Aplikasi paling sederhana untuk Ternak Lele atau beberapa jenis ikan minim pelet 

 

- Siapkan  kolam untuk pemeliharaan dengan sirkulasi air 

-  masukan air sesuai ukuran kolam . 

-  masukan enzim perikanan NatureXa/SOC atau probiotik lainnya.

-  Diamkan selama 7 hari . 

-  Setelah 7 hari akan tumbuh plankton-plankton ditandai dengan kolam berwarna kehijauan 

- Masukan bibit lele 

-  setelah  7 hari  baru dikasih pelet organik 

- perbandingan Pelet dengan jumlah ikan 5000 ikan seperempat gelas (minum standar) pelet organik NatureXa

- peningkatan maksimal sampai panen 1,5 gelas pelet organik. 

- berlaku juga untuk ikan mas, gurame, lele dll. 

 

Insha Allah menghasilkan ikan berkualitas dan segar . 

 

Tertarik Lebih Detail bisa hubungi kami melalui Xaviera Global Agro atau melalui Farm Agro Nusantara  untuk diskusi dan  pendampingan .

WA : 08986799165

Tlp : 085723991945/082291617529

 

Salam Clean and Green 

Sabtu, 02 Januari 2016

Di cukur tumbuh lagi, dicukur tumbuh lagi

UANG KALO TINGGAL SEDIKIT PERTANDA AKAN DATANG LAGI ....💶

 

Suatu hari istri dari KH. Rahmat Abdullah (Almarhum) mengeluh tentang persediaan uang untuk kebutuhan rumah tangga yang tinggal sedikit , 

 

Ust. Rahmat pun menjawabnya dengan tenang " Santai aja ibu ..duit kalo tinggal dikit artinya mau dateng lagi "

 

Subhanallah! ungkapan yang sangat singkat, namun padat, begitulah kelebihan yang Allah berikan kepada para ulama, sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair "خير الكلام ما قل ودل " Sebaik baik perkataan yang sedikit dan argumentatif "

 

Ungkapan Ust Rahmat mengajarkan kita bahwa uang itu mengisi tempat yang kosong, karenanya jika Allah ingin kembali mengisi dompet kita, kosongkanlah sebagian nya untuk membantu sesama .

 

Uang itu bagaikan air yang didalam gelas, jika belum kita minum, maka air didalam botol tak akan bisa mengisinya 

Uang itu bagaikan air jika ditahan dia kotor ,adapun jika kita melepasnya maka ia akan bersih 

 

Uang itu bagaikan air jika ia ditahan, maka ia akan mencari jalan keluarnya sendiri, karenanya Nabi saw berujar "ما حالطت الصدقة مالا إلا أفسدته "Tidaklah sedekah bercampur dengan harta, melainkan ia akan merusak harta tersebut ". 

 

Ia akan mencari jalan keluarnya sendiri melalui "anak kita yang sakit sehingga harus ke dokter , handphone kita yang hilang, mobil kita yang rusak dan lain lain yang menguras harta kita.

 

Uang itu seperti udara ,ia selalu mengisi ruang yang kosong, karenanya berbagi dan kosongkanlah, biarlah Allah dengan caranya mengisi kehampaan itu.

.والله أعلم بالصواب

 
Blogger Templates