Social Icons

Minggu, 04 Desember 2016

#212 #312 #412

Dari tiga anak yang lahirnya gak diliatin ama bapaknya cuman dia (karena bapaknya lagi dirawat di rumah sakit), namun dari tiga anak pas ulang tahun yang pertama dan ditemanin sama bapaknya ya cuman dia, karena si abang dan si kakak pas ulang tahun yang pertama selalu bapaknya lagi di luar kota.


Selamat ulang tahun ya Zain, pokoknya jadi anak yang Sholeh karena pas kamu ulang tahun di apit oleh 3 perayaan besar di negara ini, karena :
1. Satu hari sebelum kamu satu tahun rakyat Indonesia sedang mengalami kegembiraan dalam aksi super damai 212.
2. Pas kamu tepat satu tahun rakyat Indonesia sedang gembira karena ada perayaan 312, yaitu Timnas Indonesia yang dari awal diragukan di laga AFF 2016 berhasil menang 2-1 lawan Vietnam.
3. Satu hari setelah kamu satu tahun, rakyat Indonesia kembali bergembira dalam aksi Prade Bhineka Tunggal Ika 413.

Benar-benar suasana yang seimbang dan adil menurut ayah, tepat dengan namamu, Adhyastha Ramzain Al-Farauq yang bermakna "Manusia yang sanggup mengendalikan hawa Nafsu Saudaranya".

Jadi, inget zain, bukan kebetulan kamu lahir di tanggal yang mana sebelum dan sesudah tanggal kelahiran kamu ada dua event besar yang sangat sensitif di Negara ini, kamu ada ditengahnya, kamu yang kelak akan jadi penengahnya. Allah sayang kamu,  maka dengan dua peristiwa besar ini kelak akan menjadi moment untuk menggetarkan hati kamu dan menggerakan raga kamu untuk memberikan keadilan yang utuh bagi Indonesia, semoga ini baik Insha Allah.








*foto di ambil hari Minggu pagi tanggal 04122016 saat zain jenguk uyutnya yang lagi sakit, mohon doanya ya, moga uyutnya zain cepet sembuh ya, aminnn*

Sabtu, 30 Juli 2016

TK-TPA AGRIBISNIS AS-SALAM

Kenapa saya concern dengan TK dan MDA?
Karena menurut saya, lembaga pendidikan ini benar-benar sarat pahala. Secara sosial, saya dan rekan-rekan mendirikan lembaga Pendidikan Islam yang berbasis Agriculture dan Agribusiness, maka berdirilah TK Agribisnis As-Salam dan MDA Agribisnis As-Salam.
Semua kebaikan hanya dari Allah.


Hanya 30 detik, coba sejenak bayangkan ini. Ketika guru-guru mengajar, kita turut memetik pahala-nya. Ketika murid-murid belajar, kita turut memetik pahala-nya. Ketika suatu hari mereka ‘jadi orang’ kita turut memetik pahala-nya. Kok bisa? Yah bisa, karena kita sungguh-sungguh menyiapkan sekolah, tempat mereka belajar dan mengajar. Amal jariyah namanya. Kita sudah meninggal pun tetap beroleh pahalanya.


Ya, ini adalah proyek akhirat. Tak semua orang berminat. Yang berminat, salurkan sedekahnya, berapa saja, melalui rekening ke Rek BNI Syariah 0431409296 kode bank 009  (tak perlu SMS konfirmasi, ini rekening khusus untuk pembangunan Madrasah Diniyah dan Pondok Santri serta Taman Bacaan Masyarakat/Perpustakaan).


Siapapun Anda, niatkan untuk bersedekah rutin mingguan atau bulanan. Begitu diniatkan, tentulah Allah akan memampukan. Semoga Allah melembutkan hati kita dan memantapkan tekad kita.


CP :
Tlp : 082291617529 - 085723991945

Selasa, 26 April 2016

Cinagara, 27 April 2016

Aslmkm pak,

kumaha damang?

punten kamari tlp bpk teu ka angkat ku pandu, acarana padet pisan. acarana ti tabuh 4 enjing-enjing dugi ka tabuh 9 wengi.

wilujeng tepang taun kanggo bapak anu ka 54th, biasana anu ulang tahun kenging hadiah ti nu ngucapkeun, ayeuna abi anu bade nyuhunkeun hadiah ti bapak.

abi nyuhunkeun do'a ti bapak, mugia abi sing tiasa sukses sareng tiasa berprestasi sapertos a Panji sareng de Ari.

3 hari di dieu, abi bangga ka bapak, hampir sadaya widyaswara sareng padamel di Cinagara uningaeun ka bapak, sadayana muji ka bapak.

hapunten abi anu sok nyia2keun kanyaah bapak.

bapak sing sehat, sing pinuh ku kasabaran, nu utamina bapak sing tambih tambih berkah yuswana.

Insha Allah

 

 

Rabu, 13 April 2016

Pesan dari Bapak Karmani Soekarto pada Bu Susi

Bu Susi, utang luar negeri yang aku kutip dari CNN Indonesia per 19 Jan 2016, bahwa utang seluruh rakyat Indonesia Rp.1.916T atau US$ 137,8M per Nov 2015, (utang Swasta Rp. 2.319T atau US$ 166,8M.) rasanya muskil utang negaraku ini bisa lunas, dan siapa pun pemimpinnya pasti akan menambah utang luar negeri pemerintah.  Walau ada angsuran terhadap utang luar negeri namun jumlahnya tak sebanding dengan tambahan utang luar negeri. Ibarat lebih besar pasak dari pada tiang, ibarat gali lubang tutup lubang, kita sudah terikat bantuan. Nama halusnya sih bantuan tetapi tetap saja kita harus mengembalikan termasuk dengan interestnya. Aku sudah menoleh ke Pulau Sumatera penghasil minyak tetapi rasanya tidak terlalu bisa diharap karena kebutuhan minyak dalam negeri masih ditambah impor padahal dulu ladang ladang minyak kita hasilnya sebagian bisa diexpor dan kitapun saat itu ikut menjadi anggota OPEC, negara pengexpor minyak. Belakangan kita keluar dari OPEC karena malah menjadi pengimpor minyak. Itulah jaman. Aku juga menoleh Pulau Bangka yang konon penghasil timah agar tambang timahnya mampu untuk melunasi utang tetapi disana sudah bolong bolong daerahnya. Karena bekas tambang itu dibiarkan begitu saja. Persis seperti daerah tidak bertuan. Kemudian aku menoleh ke Kalimantan Timur terutama di bagian Timur yang dulu di tahun 1972 aku pernah bekerja di perusahaan kayu gelondongan, juga sesudahnya itu aku bekerja di migas perusahaan asing, ternyata hutan itu sudah tidak ada hasil kayunya lagi, karena saat itu negara kita membolehkan expor kayu gelondongan tanpa reboisasi yang memadai. Juga disana Kalimantan Timur tempat perusahaan minyak dan gas bumi, tetapi kebutuhan migas dalam negeripun harus ditambah impor, karena tidak mencukupi. Tinggal sekarang yang aku lihat Batu Bara, bisa enggak ya buat melunasi utang luar negeri yang sudah berjibun. Tanah disana sudah mulai bolong bolong layaknya Pulau Bangka. Rusaklah lingkungan Kalimantan Bagian Timur akibat penambangan batu bara. Aku menoleh juga ke Sulawesi atau orang asing lebih mengenal dengan nama Selebes, disana ada tambang Nikel, tetapi 100% bukan milik negara atau BUMN. Sekarang aku menoleh ke Papua yang dulu aku mengenali bernama Irian Barat kemudian Irian Jaya terakhir oleh Gus Dur dinamakan Papua. Rasanya hasil Papua yang mencolok saat ini hanya tambang tembaga dan emas, tetapi milik Freeport. Bukan sepenuhnya milik BUMN kita. Seandainya sudah jadi milik kita jangan jangan sudah mendekati habis. Kutoleh semua kekayaan alam terutama migas negeri kita dipergunakan kebutuhan dalam negeri untuk penduduk yang jumlahnya 250Jt, jumlah yang bukan sedikit, bila dibanding dengan Negara Teluk penghasil migas yang memiliki penduduk tidak sebanyak Indonesia. Sementara mereka yang di Senayan gaduh terus belum pernah berpikir bagaimana mencari jalan keluar lunasnya utang negeri tercinta ini. Sibuk dengan urusannya masing masing, sampai sampai saking sibuknya ada yang berurusan dengan KPK. Sementara di kabinet juga sudah mulai gaduh. Lantas siapa yang mau berpikir melunas utang yang sangat memberatkan kehidupan rakyat kecil. Maunya kami rakyat kecil itu utang bisa lunas, tetapi dengan pelunasan yang benar benar bersumber dari kekayaan alam yang dikuasai pemerintah. Rakyat kecil tidak mau berpikir yang muluk muluk dan terlalu banyak berteori, malah tidak lunas lunas hanya berdebat terus, kapan lunasnya malah tiada jelas. Kalau RI gak punya utang LN kan enak, tingkat laju inflasi kecil sekali atau mungkin tidak ada inflasi, sehingga orang hidup di hari tua tenang, bisa menabung. Bukan seperti sekarang ini, menabung di saat muda, begitu sampai di hari tua uangnya gak ada nilainya. Akhirnya hidup di hari tua menjadi was. Layaknya Jepang atau Arab Saudi yang tidak ada inflasi konon dari dulu harga minuman kopi panas sampai saat ini masih sama 1 Real, karena gak ada inflasi. Seandainya hasil kekayaan alam tersebut digunakan untuk melunasi hutang luar negeri tentu habis, karena tak tergantikan lagi, layaknya air yang diambil dari sumbernya tetapi sumber tidak pernah habis tergantikan oleh air hujan. Bu Susi, sekarang tinggal aku menoleh ke laut kita yang tentu hasilnya tidak pernah habis, ibarat peri bahasa patah tumbuh hilang berganti. Bu Susi tentu ahlinya karena pernah menggeluti hasil laut, sampai bu Susi mampu expor sendiri. Untuk keperluan expor bu Susi sampai beli pesawat. Tentu bu Susi memahami hasil laut yang gak pernah habis. Usulkan agar pemerintah menyetujui hasil laut untuk membayar utang. Tidak usah lama lama kita kerja sama dengan pihak asing plus dalam negeri, usahakan kurang dari 10 tahun saja. Karena bu Susi pernah bilang kalau tidak salah potensi kerugian kita di hasil laut adalah 300T per tahun. Nah di atas kertas potensi itu bisa untuk melunasi jumlah 3000T dalam kurang dari 10 tahun. Mumpung bu Susi masih jadi Menteri Kelautan Perikanan. Buatlah sejarah yang dikenang sepanjang masa, seperti pepatah kuno, Harimau mati meninggalkan belang, Gajah mati meninggalkan gading. Orang baru terbuka matanya kalau lautan kita memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan, sebelum bu Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, orang tutup mata karena kurangnya informasi terhadap potensi hasil laut kita. Seandainya usul bu Susi oleh pemerintah tidak disetujui atau bahkan usul itu malahan menjadi bumerang, nothing to loose bagi bu Susi, bu Susi masih sebagai wira swastawan yang handal. Membaca wawancara bu Susi dengan BBC 5 Maret 2016 tergelitik aku menulis artikel ini. Dengan skenario pertumbuhan ikan hampir 9% tentu besar potensi hasil laut kita untuk melunasi hutang luar negeri. Potensi laut yang selalu terbarukan, tidak pernah habis hasilnya sepanjang bumi masih berputar. Dengan menurunnya illegal fishing oleh ribuan kapal penangkap ikan asing yang ditandai dengan menurunnya pemakaian solar nasional sampai 37% (oleh Kementerian ESDM) tentu potensi hasil laut kita semakin besar yang layak untuk melunasi hutang luar negeri pemerintah. Bukan berarti sektor lain tidak memiliki potensi untuk melunasi utang kuar negeri, sektor pariwisata misalnya, tetapi aku maunya potensi itu benar benar milik negara bukan tukar menukar uang asing terhadap rupiah, sehingga menghasilkan devisa. Tetapi benar benar hasil laut yang menghasilkan devisa, kekayaan alam yang menghasilkan devisa. Selama ini cadangan devisa kita hanya cukup untuk kebutuhan 3 bulan, maka perekonomian gampang goyah. Renungkan bu Susi. Selamat malam

Minggu, 03 April 2016

Sa'i ku

Belajar Bisnis dari Kisah Siti Hajar


Atas tuntunan ilahi, Nabi Ibrahim menempatkan Siti Hajar dan Ismail kecil di lembah tak bertuan. Sebuah tempat yang gersang, tempat dimana Allah menetapkan "rumahNya" tersejak zaman Adam 'alaihissalam.

Dalam keridhoan ketetapan Suami yang tertuntun langit, Siti Hajar harus melalui episode yang menegangkan dalam hidupnya. Sebuah episode kehidupan yang diabadikan Allah dalam peribadatan sa'i saat umroh. Sebuah episode kehidupan yang menjadi titik awal lahirnya sebuah peradaban di lembah gersang.

Ismail kecil menangis keras kehausan ditengah gersang. Sebagaimana seorang Ibu, hati Siti Hajar kalut dibuatnya. Matanya mencari-cari disekitaran gurun, namun tak ada tanda-tanda adanya air sedikit pun.

Di kejauhan terlihat adanya air, berlarilah Siti Hajar ke tempat tersebut. Shaffa, itulah bukit yang Ia daki. Sesampainya di bukit tersebut, tak sedikit pun air ditemukan, dirinya berdoa dan memohon kelada Allah, lalu kemudian menebar pandangan kesegala arah.

Terlihat air dari kejauahan. Siti Hajar pun berlari ke bukit yang lain. Marwah, itulah nama bukit tersebut. Sesampainya di Marwah, Siti Hajar tidak juga mendapatkan apa yang beliau cari.

Siti hajar kembali berfikir, mungkin di bukit yang tadi, ia tidak teliti, kembalilah ia kembali ke bukit shaffa. Lalu ke marwah, lalu kembali lagi ke shaffa, lalu ke marwah, lalu ke shaffa dan ke marwah untuk terakhir kali.

Sesampainya di Bukit marwah tuk kesekian kalinya, terdengarlah gemiricik air dari dekat tubuh Ismail 'alaihissalam. Hadirlah mata air Zam Zam, yang tidak hanya menghapus dahaga Ismail kecil, namun juga dinikmati oleh generasi berikutnya sepanjang lintas peradaban. Hingga saat ini, mata air tersebut deras mengalir. Seakan menyediakan pasokan bagi para peziarah. Tak ada habis-habisnya. Tak ada kering-keringnya.

Episode kehidupan ini diabadikan oleh Allah dalam tuntunan ibadah Umroh. Setelah melaksanakan Thawaf, jamaah Umroh diwajibkan untuk melakukan Sa'i, dan diakhiri dengan tahalul.

*****

Ada beberapa pelajaran bisnis yang dapat kita petik dari kisah Siti Hajar. Kita dapat belajar bagaimana seharusnya kita berikhtiar menghadapi masalah. Siti Hajar telah melalui hal yang sangat membuat kalut dirinya dan akhirnya solusi hadir bukan hanya untuk Ismail, namun juga untuk generasi setelahnya.

Sama seperti bisnis, terkadang kita kalut ketika "bisnis kita menjerit menangis". Terkadang kita harus berlari-lari mencari cashflow. Terkadang kita melihat kegersangan market yang tak berujung. Mirip situasinya dengan apa yang dialami Siti Hajar. Maka tidak ada salahnya ketika kita mencoba mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Berikut beberapa pelajaran yang dapat kita ambil,

1. Sangka baik atas ketetapan Allah.

Sebelum kita memaknai usaha dari Siti Hajar, kita harus menyelami terlebih dahulu ruang hati beliau saat ditempatkan di lembah gersang. Beliau yakin, ini adalah ketetapan yang baik. Jika memang ini adalah ketetapan Allah, pasti baik. Walau secara kasat mata, beliau seakan ditinggalkan di lembah gersang tak bertuan.

Titik tolak sangka baik ini adalah energi dalam usaha Siti Hajar. Siti Hajar tidak marah kepada Ibrahim suaminya. Siti Hajar juga tidak kecewa dengan putusan Allah, mengapa Ia harus ditempatkan di lembah gersang. Fikiran dan hatinya tetap positif ke Allah. Allah pasti punya maksud dan pasti ada kebaikan pada keputusan ini.

Hari ini, mungkin sebagian Anda sedang mengalami kegersangan bisnis. Mungkin bisnis Anda sedang menjerit. Mungkin juga sebagian dari Anda sedang mengalami keterdesakan disana sini. Sebelum bergerak berusaha, alangkah baiknya kita cek hati kita, apakah ada marah di hati kita? Apakah hati kita sudah ridho atas apa yang terjadi hari ini? Apakah ada sangka baik di hati kita?

Banyak diantara kita yang berusaha dalam kemarahan, "seharusnya aku gak harus begini, kalo aku gak ketemu dia!". Atau "aku kesel banget, gak perlu jadi begini kalo dia nurut sama aku!". Atau "kok Allah tega banget ya, aku diginiin, apa salahku coba".

Sangkal hati seperti diatas hanya akan membuat kita berputar-putar dalam labirin masalah. Sudah jatuh, tertimpa tangga, tertusuk paku. Sudah bermasalah, lalu kita marah kepada Allah. Repot.

Sahabatku, dengan penuh rasa empati, Saya tahu Anda kesal dan marah, tapi atas rasa sayang Saya kepada Anda, belajarlah dari Siti Hajar. Terimalah yang sudah terjadi, tatap masa depan, maafkan diri dan pihak-pihak terkait, lalu bergeraklah dengan lepas dan penuh energi positif di hati. InsyaAllah Anda akan menemukan Zam Zam Anda.

2. Berdoa, kemudian bergerak menunjukkan keyakinan.

Yang menarik dalam ibadah umroh, prosesi thawaf haruslah dalam keadaan wudhu, sedangkan tidak dengan proses Sa'i. Kode fiqh ini seakan menekankan aura "ikhtiar" didalam proses berlarinya Siti Hajar.

Apakah Siti Hajar tidak berdoa saat Ismail kecil kehausan? Ya pasti, dan rekam sejarah menunjukkan hal itu. Namun, apakah Siti Hajar berhenti di titik berdoa? Tidak sama sekali.

Siti hajar berlari 7x track shaffa - marwah dan sebaliknya. Tidak satu atau dua. Namun 7x. Sebuah simbol ikhtiar yang tidak main-main. Menandakan usaha maksimal tanpa henti.

Sama seperti kisah Nabi Musa yang pernah Saya sampaikan, jika keimanan dan amal hati saja cukup untuk menyelesaikan masalah, cukuplah keyakinan Musa bahwa Allah tidak meninggalkannya, harusnya lautan terbelah saat itu juga. Namun Allah memerintahkannya untuk memukul tongkat. Allah ingin melihat amal kita, Aksi kita, perbuatan kita.

Demikian pula dengan Siti Hajar, beliau menunjukkan keseriusannya dalam membuktikan iman, bahwa pasti ada jalan keluar, makadari itulah ia berlari.

Sahabat, aksikan yakinmu, aksikan doamu, aksikan rencana baikmu. Sekuat kamu bisa berlari, sebanyak apapun yang bisa kamu perbuat.

3. Tidak berhenti walau hasil tak terasa.

Pada awal-awal usaha pencariannya, Siti Hajar masih melibatkan fikiran logisnya, "mungkin Saya tidak teliti, Saya akan kembali lagi, siapa tahu ada air disana".

Namun setelah usaha ke 4, ke 5 dan seterusnya, beberapa redaksi yang Saya baca (silakan didiskusikan jika berbeda pendapat), Siti Hajar hanya berlari, Ia hanya terus berlari, karena itulah yang ia bisa lakukan. Dari bukit satu, ke bukit yang lain, ia tidak lagi memikirkan, apakah ada atau tidak, ia hanya ingin bergerak mencarikan air untuk Ismail, ia hanya ingin menunjukkan kepada Allah bahwa ia terus bergerak. Ia tidak diam.

Sahabat, bisa jadi ada diantara kita yang pada hari ini sedang sangat kesulitan. Bisa jadi ada diantara kita yang sangat kebingungan. Usaha menawarkan produk hanya berujung gagal dan gagal. Seperti putaran proses yang tidak ada ujungnya. Dan sebagian diantara kita memutuskan untuk berhenti, sebelum keluarnya mata air "zam zam" yang kita cari.

Sahabat, Kolonel Sandres penemu bumbu KFC, harus menawarkan bumbunya ke 1000 lebih rumah, dan barulah diterima ke rumah yang ke-seribu sekian. Thomas Alfa Edison harus melakukan ribuan kali percobaan untuk menemukan lampu. Dan banyak lagi kisah konsisten diluar sana.

Sahabat, tidak ada hasil bukan berarti tidak ada progress. Seperti pohon bambu, dalam 3 tahun pertama, tidak ada pertumbuhan yang terlihat, tapi akarnya sedang bertumbuh kebawah, menghujam, menjadi pondasi. Setelah akar kokoh, barulah bambu tersebut melesat tumbuh.

Sama seperti kita hari ini, bisa jadi yang kita lakukan seperti jalan ditempat, tetapi disanalah Allah didik otot sabar kita, Allah didik otot syukur kita, Allah didik otot kerja kita. Sehingga Allah pantaskan kita untuk besar. Allah beri pondasi. Allah kader langsung. Ini yang jarang kita sadari.

Kembali ke poin bahasan, yuk terus jualan, ndak papa gak ada yang beli, bukan berarti gak ada hasil, ini proses agar Anda makin kuat. Jangan berhenti. Jangan melemah. Jangan pundung, mutung, merajuk.

4. Solusi yang hadir bisa saja tak berhubungan dengan ikhtiar.

Sahabat, tengok Siti Hajar, area pencarian airnya ada diantara shaffa dan marwah, tetapi air zam zam nya muncul di kaki Ismail didekat baitullah. Ya Rabb, tidakkah kita melihat kebesaran Allah.

Urusan kita itu bergerak, ndak usah pusing nanti "zam-zam" nya keluar dari mana. Jika ada jalan bergerak, jika ada jalan berikhtiar, bergerak saja. Sekiranya Allah sudah menilai kita bergerak maksimal, Allah sanggup keluarkan Zam Zam kehidupan kita, dari titik yang kita tidak sangka.

Banyak sebenarnya kita dengar cerita, sahabat kita menjual donat, bertemu dengan pelanggan yang menjual mobil, dan akhirnya mobilnya gak sengaja terjual di tangan penjual donat tersebut. Bayangkan teman, jual donat dan jual mobil itu jauh banget. Namun jika Allah berkehendak, jadi! Allah hanya butuh keseriusan Anda tuk terus berlari.

Maka, kalo memang pusing, bingung mikir jalan ikhtiar, ya bergerak saja. Ada kesempatan jadi relawan, yuk gabung. Ada kesempatan bantu teman jualan gorengan, ya sudah bantu. Ada diajak teman nemenin dia lihat peternakan, hayuk bergerak. Kita ini tidak pernah tahu dimanakah Zam Zam kita berada.

5. Yakinlah, ketika kesulitan itu teratasi, akan banyak orang yang kan mendapat manfaat.

Yang terakhir, agar kita termotivasi, marilah ingat dan yakini, bahwa Zam Zam yang akan memancar nanti di kehidupan kita itu, bukan hanya untuk menyelesaikan masalah kita saja, pasti ada manfaatnya bagi orang lain.

Ada sahabat Saya hutangnya 7,7M, sekarang hampir lunas, mungkin hari ini sisa 1M. Karena usahanya yang gak berhenti-berhenti, akhirnya usaha produk digitalnya maju. Banyak affiliate yang dapat berkah. Karyawannya belasan. Mitra sinerginya banyak banget. Hampir semua orang yang bermitra dengan beliau dapat kecipratan zam zam nya. Alhamdulillah.

Jadi sahabatku, larimu hari ini bukanlah untuk dirimu saja. Sa'imu bukan hanya untuk dirimu saja. Tapi bisa jadi, sa'i mu hari ini bisa jadi sebab lahirnya bisnis yang bermanfaat dari generasi ke generasi. Jadi janganlah berhenti, besarkan jiwamu, tinggikan harapanmu. Peradaban sedang menunggu melesatnya bisnismu.

Semoga bermanfaat

Jumat, 25 Maret 2016

Sembunyi

SEMBUNYIKAN TAAT, NAMPAKKAN MANFAAT

 

Saudaraku, dalam hidup ini sembunyikan ketaatanmu pada Alloh, dan nampakkan manfaatmu pada orang lain.

 

Khoirul amal bil kitman, khoirud dua bil kitman. (hadis)

Sebaik-baik amal adalah yang tersembunyi.

Dan sebaik-baik doa adalah yang tersembunyi. 

Walau manusia tidak melihat, tapi Alloh akan menerimanya.

Walau manusia tidak tahu, tapi Alloh akan mengabulkannya.

 

Jadilah orang biasa, akan terasa nyaman dalam hidup ini.

Tapi sedekahnya luar biasa, tanpa hitungan, pasti kaya.

Tapi ibadah malamnya luar biasa, tahajud di penghujung malam.

Tapi hatinya luar biasa, pemaaf, penuh cinta dan kasih sayang.

 

Khoirukum anfa’akum lin nas. (hadis)

Sebaik-baik kalian, adalah yang paling manfaat bagi orang lain.

Manfaat tenaganya, manfaat pikirannya, dan manfaat hatinya.

Manfaat hartanya, manfaat dirinya, dan manfaat doanya.

 

Muslim itu mestinya bagai pohon kelapa.

Semuanya mendatangkan manfaat. 

Muslim itu tidak boleh bagai benalu.

Muslim itu tidak boleh bagai duri dalam daging.

Muslim itu tidak boleh bagai sampah bagi masyarakat.

Muslim itu tidak boleh berburuk sangka

Muslim itu tidak boleh saling bongkar aib orang

Muslim itu tidak  mencari kesalahan orang

Apalah artinya punya nama besar, kalau tidak bermanfaat.

Apalah artinya punya nama harum, kalau jadi takabur.

 

Renungan:

Jadikan dirimu ini bagai udara. Dia tidak nampak, tapi semua orang bisa merasakan manfaatnya. Jadikan dirimu bagai angin. Dia tidak nampak, tapi semua orang bisa merasakan kesejukkannya. Jangan jadikan dirimu bagai asap. Semua orang melihat, dan semua orang terganggu. Semua orang merasa pengap, karena kehadirannya

Jumat, 26 Februari 2016

Pagi Petang

“للَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

 

 

Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wa a'udzubika minal ‘ajzi wal kasal, wa a'udzubika minal jubni wal buhkl, wa a'udzubika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijaal

 

 

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sesak dada dan gelisah, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung pada-Mu dari belenggu hutang dan tekanan manusia””

 

Doa yang Rasulullah anjurkan kita baca di pagi dan sore hari 

Hanya sampai Tanggal 03 Maret 2016

"Beri aku seribu orang tua, maka kucabut semeru.
Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia."
- Ir. Soekarno.

Hai pemuda-pemudi alumni esq 165.
Indonesia emas 2020 sudah di depan mata. Beberapa tahun hanyalah waktu yang singkat.
Dewan Pengurus Pusat GEMA 165 masih membutuhkan pemuda-pemudi terbaik untuk bergerak bersama mewujudkan impian itu.

Mari Kita Lakukan Aksi perubahan yang nyata untuk Indonesia, bersinergi bersama menuju Indonesia Emas 2020. Total action!

Klik dan isi formulir di bawah ini:
Bit.ly/formdppgema165

Ditunggu hingga 3 maret 2016.

CP: Andhi : ‪081267555678‬
      Erfat   : ‪085283890927‬

Jumat, 22 Januari 2016

Panca Raga

Kisah 5 Kyai yang Dikenal Memiliki Kesaktian Luar Biasa
Ilmu agama dan ilmu kanuragan atau kesaktian ibarat dua sisi mata uang bagi warga Nahdliyin–sebutan bagi warga Nahdlatul Ulama (NU). Keduanya tidak bisa dipisahkan. Sebab, seorang ulama, kiai, atau penganjur kebenaran, harus dibekali kemampuan lebih untuk menjaga diri ketika berdakwah.


Maka wajar kemudian kisah-kisah kiai legendaris NU selalu lekat dengan ilmu kanuragan. Banyak kiai NU yang selain dikenal memiliki ilmu agama mumpuni, juga dikenal sakti karena mengajarkan beladiri. Sebut saja nama almarhum Kiai Maksum Djahuri atau Gus Maksum, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Berikut ini kisah-kisah kiai legendaris NU yang dikenal memiliki kesaktian seperti dirangkum dari berbagai sumber:

1. Gus Maksum, kiai sekaligus pendekar

Bagi warga Nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU), nama Kiai Maksum Djauhari atau Gus Maksum, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, selain dikenal sebagai kiai juga dikenal sebagai pendekar. Sebab selain pandai mengaji kitab kuning, kiai nyentrik tersebut juga ahli dalam seni beladiri atau silat.

Dikutip dari Buku Antologi Sejarah, Istilah, Amaliah, Uswah NU, Karya Soeleiman Fadeli dan Muhammad Subhan, semasa kecil Gus Maksum tidak hanya diisi dengan rutinitas mengaji. Namun dia juga gemar mengembara ke berbagai daerah di Pulau Jawa untuk berguru ilmu silat. Dari hasil pengembaraannya itulah beliau di masa dewasanya tampil menjadi pendekar legendaris di kalangan NU.

Penampilan Kiai NU ini terbilang nyentrik; berambut gondrong, jenggot dan kumis panjang, bersarung setinggi lutut, memakai bakiak, berpakaian seadanya dan tidak makan nasi. Di kalangan dunia persilatan, beliau dikenal sangat mahir dan menguasai berbagai aliran silat dengan sempurna.

Konon saking saktinya sampai rambut beliau tidak mempan dipotong, mulutnya bisa menyemburkan api, mahir menaklukkan jin, mampu melemparkan sapi seperti melemparkan sandal, tidak mempan disantet, tidak mempan senjata tajam, dan lain sebagainya.

Gus Maksum wafat di Kanigoro pada 12 Januari 2003. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman keluarga, sebelah barat masjid lama Ponpes Lirboyo. Kiai yang lahir di Kanigoro, Kras, Kediri, pada 8 Agustus 1944 itu juga merupakan pendiri perguruan silat NU Pagar Nusa yang kini semakin banyak anggotanya di seluruh Indonesia.


2. Kiai Abbas Buntet, Cirebon

Tokoh sentral NU lainnya yang dikenal sakti adalah Kiai Abbas Buntet. Pengasuh Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, itu selain mengajarkan kitab kuning juga mengobarkan semangat perjuangan mengusir penjajah Belanda.

Kiai Abbas adalah putra sulung Kiai Abdul Jamil yang dilahirkan pada hari Jumat 24 Zulhijah 1300 H atau 25 Oktober 1800 M di desa Pekalangan, Cirebon. Sedangkan Kiai Abdul Jamil adalah putra dari Kiai Mutaad yang tak lain adalah menantu pendiri Pesantren Buntet, yakni Mbah Muqayyim salah seorang mufti di Kesultanan Cirebon.

Pada dasarnya Kiai Abbas adalah keturunan ulama. Karena itu pertama ia belajar pada ayahnya sendiri, Kiai Abdul Jamil. Setelah menguasai dasar-dasar ilmu agama, baru pindah ke Pesantren Sukanasari, Plered, Cirebon di bawah pimpinan Kiai Nasuha. Setelah itu dia pindah lagi ke sebuah pesantren salaf di daerah Jatisari di bawah pimpinan Kiai Hasan.

Setelah itu keluar daerah, yakni ke sebuah pesantren di Jawa Tengah, tepatnya di kabupaten Tegal yang diasuh oleh Kiai Ubaidah. Setelah berbagai ilmu keagamaan dikuasai, selanjutnya ia pindah ke pesantren yang sangat kondang di Jawa Timur, yakni Pesantren Tebuireng, Jombang, di bawah asuhan Hadratusyekh Hasyim Asyari, tokoh kharismatik yang kemudian menjadi pendiri NU.

Dia juga belajar ke Mekkah dan kembali bersama-sama dengan Kiai Bakir Yogyakarta, Kiai Abdillah Surabaya dan Kiai Wahab Chasbullah Jombang. Sebagai santri yang sudah matang, maka di waktu senggang Kiai Abbas ditugasi untuk mengajar pada para mukminin (orang-orang Indonesia yang tertinggal di Mekkah).

Bermodal ilmu pengetahuan yang diperoleh dari berbagai pesantren di Jawa, kemudian dipermatang lagi dengan keilmuan yang dipelajari dari Mekah, serta upayanya mengikuti perkembangan pemikiran Islam yang terjadi di Timur Tengah pada umumnya, maka mulailah Kiai Abbas memegang tampuk pimpinan Pesantren Buntet.

Ketika mengaji Kiai Abbas hanya beralaskan tikar. Namun demikian santri yang datang berjubel di langgarnya. Mereka berdatangan hampir dari seluruh pelosok daerah. Ada yang datang dari daerah sekitar Jawa Barat, Jawa Tengah bahkan juga ada yang dari Jawa Timur. Mereka bukan santri yang hendak menimba ilmu agama, melainkan inilah masyarakat yang hendak belajar ilmu kesaktian pada sang guru.

Dalam tradisi pesantren, selain dikenal dengan tradisi ilmu kitab kuning juga dikenal dengan tradisi ilmu kanuragan atau ilmu bela diri. Keduanya wajib dipelajari. Apalagi dalam menjalankan misi dakwah dan berjuang melawan penjahat dan penjajah. Kehadiran ilmu kanuragan menjadi sebuah keharusan.

Oleh karena itu ketika usianya mulai senja, sementara perjuangan kemerdekaan saat itu sedang menuju puncaknya, maka pengajaran ilmu kanuragan dirasa lebih mendesak untuk mencapai kemerdekaan. Kiai Abbas mulai merintis perlawanan dengan mengajarkan berbagai ilmu kesaktian pada masyarakat.

Dengan mengajarkan ilmu kanuragan itu maka pesantren Buntet dijadikan sebagai markas pergerakan kaum Republik untuk melawan penjajahan. Mulai saat itu Pesantren Buntet menjadi basis perjuanagan umat Islam melawan penjajah yang tergabung dalam barisan Hizbullah.

3. Kiai Amin, Ciwaringin

Kiai NU lain yang juga dikenal memiliki karomah adalah Kiai Amin bin Irsyad atau lebih akrab dikenal sebagai Kiai Amin Sepuh. Lahir pada hari Jumat, 24 Dzulhijjah 1300 H, bertepatan dengan tahun 1879 M, di Mijahan Plumbon, Cirebon, Jawa Barat. Konon Kiai Amin termasuk ahlul bait, dari silsilah Syech Syarif Hidayatullah.

Seperti tradisi kiai-kiai NU lainnya, semasa kecil dia juga belajar ilmu agama dari satu pondok pesantren ke pesantren lainnya. Selain belajar ilmu agama, dia juga belajar ilmu kanuragan dari bapaknya sendiri, Kiai Irsyad yang wafat di Mekkah. Kemudian, setelah dirasa cukup menguasai dasar-dasar ilmu agama dan ilmu kanuragan dari sang ayah, beliau dipindahkan ke pesantren Sukasari, Plered, Cirebon di bawah asuhan Kiai Nasuha.

Setelah itu dia pindah ke pesantren di Jatisari di bawah bimbingan Kiai Hasan. Kemudian belajar ke Pesantren Kaliwungu Kendal, ke Pesantren Mangkang Semarang, ke Pesantren Bangkalan Madura di bawah asuhan Kiai Cholil. Di Bangkalan dia di bawah bimbingan Kiai Hasyim Asyari, yang mana pada waktu itu Kiai Hasyim masih tahassus (menyimak dan menggali pemikiran) kepada Kiai Cholil.

Ketika Kiai Hasyim pulang dan mengajar ke Tebuireng, Kiai Amin pun ikut bertahassus ke sana. Selanjutnya Kiai Amin belajar ke Mekkah. Berikutnya Kiai Amin menimba ilmu kepada Kiai Ismail bin Nawawi di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Setelah menyelesaikan tahassus, kemudian dinikahkan dengan keponakan Kiai Ismail.

Sehingga sepeninggal Kiai Ismail, Kiai Amin lalu meneruskan mengajar di pesantren. Pada masa penjajahan, pesantren selalu menjadi basis perlawanan. Para santri menyebarkan informasi dari satu tempat ke tempat lain, dan tak jarang pula mereka menjadi garda depan melawan penjajah.

Selain dikenal sebagai ulama, Kiai Amin juga dikenal sebagai pendekar yang menguasai ilmu bela diri dan kanuragan. Ada kisah di kalagan warga Ciwaringin, dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Kiai Amin dan ulama lain di Cirebon ikut mengirim laskar ke Surabaya. Bahkan Kiai Amin sendiri ikut berangkat serta turut mengusahakan pendanaan untuk biaya keberangkatan.

Kiai Amin ini bagi warga Nahdliyin sangat legendaris. Konon dalam perang di Surabaya itu dia tidak mempan senjata maupun peluru saat bertempur. Bahkan, dia juga dikabarkan tidak mati meskipun dilempari bom sebanyak 8 kali.


4. Karomah Kiai Hamid, Pasuruan

Kiai Hamid Abdullah, Pasuruan, Jawa Timur, juga dikenal sebagai kiai NU yang memiliki karomah. Suatu ketika di masa Pemerintahan Orde Baru, Kiai Hamid diajak masuk ke partai pemerintah. Namun dia menyambut ajakan itu dengan ramah dan menjamu tamunya dari kalangan birokrat itu.

Namun ketika surat persetujuan masuk partai pemerintah itu disodorkan bersama pulpennya, Kiai Hamid tetap menerima dan menandatanganinya. Anehnya pulpen yang disodorkan untuk tandatangan tersebut tidak bisa keluar tinta alias macet. Lalu digantilah dengan pulpen lain, tapi tetap tak mau keluar tinta dan seterusnya.


5. Karomah Gus Dur

Terakhir adalah Kiai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Semua warga NU pasti mengenal figur satu ini karena pernah menjabat sebagai presiden. Namun demikian, selain dikenal sebagai kiai yang mengajar kitab kuning, Gus Dur juga dikenal sebagai politisi, budayawan, dan seniman. Bahkan Gus Dur juga dikait-kaitkan dengan kesaktian. Dalam berbagai cerita, Gus Dur disebut-sebut memiliki karomah, salah satunya diceritakan Khoirul, sopir pribadi Gus Dur. Dikutip dari http://www.nu.or.id, kisah kesaktian Gus Dur ini dialami waktu di jalan raya.

Suatu ketika, ia sedang berada di Majenang Cilacap mengantar Gus Dur dan beberapa orang anggota rombongan dalam dua mobil. Saat itu sudah jam 12 siang dan Gus Dur mengajak pulang karena di rumah ada tamu yang harus ditemuinya pada jam 13.00. Ia pun segera putar arah dan mobil rombongan di belakang mengikutinya di belakang. Karena sudah ada janji, ia ngebut, tetapi tak yakin bisa segera sampai di Ciganjur, tempat tinggal Gus Dur tepat waktu. Ia berpikiran, paling-paling bisa sampai di Jakarta pukul 3 atau 4 sore mengingat jaraknya sangat jauh. Rute yang harus dilalui masih sangat jauh karena harus melewati kawasan Puncak yang jalannya kecil, berliku-liku dan naik turun. Apalagi saat itu belum ada Tol Cipularang.

Ia pun tetap menggeber mobilnya secepat yang bisa ia lakukan. Mobil rombongan satunya di belakang tidak kelihatan, tampaknya sudah jauh ketinggalan. Singkat kata, sampailah mobil itu di rumah Gus Dur dan ia merasa lega selamat sampai di rumah. Ia menengok jam tangannya. Angka yang masih diingatnya sampai sekarang, “pukul 13.12 menit”. Jakarta Cilacap hanya ditempuh dalam waktu 1 jam lebih sedikit.

Dan Gus Dur tidak terlambat menerima tamunya yang juga baru saja sampai. Rombongan mobil di belakangnya baru sampai di Ciganjur pukul 16.30, beda empat jam lebih dari perjalanannya. forum.viva.co.id

Kamis, 14 Januari 2016

Indonesia Masih Ada, Indonesia Masih Bersatu

Hari ini walau kamis aktifitas cukup lumayan padat bagi saya.
Dari training pegawai baru dan mencoba ngotak ngatik gadget baru yang pas tahun baru kemarin saya beli.
Banyak hal yang terkadang sulit saya cerna dengan baik, bahkan juga hal yang mungkin kata orang itu sepele.
Lelaki harus punya prioritas, mungkin itu kalimat yang layak untuk saya cerna saat ini. Dan kembali saya bertanya pada diri saya sendiri, apa prioritas hidup saya?
Jawabannya ternyata banyak.
Saya tidak bisa mengkhususkan prioritas apa yang paling penting, yang jelas saya ingin menyelesaikan semuanya dengan baik dan benar.
Hari ini Indonesia kembali diserang teror.
Bahkan menurut kabar dari media sampai terjadi 6 ledakan bom di tempat yang mana tempat itu adalah favorit nongkrong saya kalau pas lagi di Jakarta.
Jujur aja, saya penggila junk food,.junk food favorit saya ya McD itu. Dan bagi saya tempat paling enak buat makan McD ya di Sarinah.
Sebenarnya pas awal saya denger beritanya di tv agak cuek gitu, soalnya masih repot juga dengan urusan perusahaan yang baru dibangun dan urusan kandang yang lumayan merepotkan.
Menjelang dzuhur saya pulang ke rumah,.becanda dikit dengan anak istri, ngisi aquarium baru, dan mandi.
Selesai mandi, baru buka-buka socmed,.dan ternyata sudah banyak banget berita soal teror Jakarta.
Hal aneh ketika saya baca beberapa TL di socmed, kebanyakan orang-orang malah debat sana sini,.ada yang setuju share hastag soal #prayforjakarta dll dll dll, ada yang gak setuju, lucunya yang gak setuju bikin hastag malah kampanyenya pake hastag juga.
Saya sih termasuk orang yang setuju, karena dengan adanya hastag ini, saya jadi tau kalau Orang Indonesia masih ada, mereka masih bersatu dari mulai #IndonesiaUnite #KamiTidakTakut #Lawan #JakartaBerani dll.
Saya bahkan sampai meneteskan air mata untuk gerakan hastag ini.
Ternyata kita masih punya rasa yang sama, rasa ingin damai.
Cuman saya sedih, kenapa kita baru bersatu ketika ada sentilan di negeri ini.
Kemarin kita kemana? Kemarin kenapa kita saling ngerasa gak kenal? Bahkan kenapa kemarin kita malah seperti orang yang musuhan?
Indonesia hari ini kembali terluka, dan kita merasakan rasa sakit yang sama.
Saya ingin kita selalu seperti ini, selalu bersama untuk satu tujuan : Indonesia Damai.
Kita orang berani, kita bukan orang cemen, biarkan para peneror itu terus berkoar dengan aksi mereka, tapi kita tetap tegak melawan mereka, karena kita tidak takut.
Jakarta kota keras, saya yakin orang-orangnya gak mempan diganggu seperti ini. Kita tidak akan terprovokasi, malah kita bersyukur, dengan sentilan ini kita kembali bersatu.
Tuhan, Indonesia masih ada.
Tuhan, Indonesia masih mencintaimu.
Tuhan, Indonesia masih mengingatmu.
Tuhan, peluklah kami, sampai para peneror itu sadar kalau kami tidak akan pernah takut sama mereka, karena Engkau selalu membuat kami merasa damai dengan pelukanMu.
Tuhan, maafkan kami dengan perselisihan kami dihari kemarin.
Saat ini kami akan kembali bersatu.
Walaupun ada beberapa dari kami yang masih mempunyai pikiran kurang baik, tapi yang jelas, Indonesia Masih Ada, Indonesia Masih Bersatu.


@warunk_upnormal , 14 Januari 2016

Minggu, 10 Januari 2016

10 Januari 2016

Hari Minggu yang luar biasa di As-Salam, setelah tadi pagi dapet kabar kalau Kakek sudah bisa keluar dari rumah sakit, dan emang dia pulang hari ini.
Kesibukan berlanjut kesiang harinya, dari mulai packing pohon pisang diteruskan ke pengiriman Jawa Timur dan Sekitaran Jawa Barat, bercengkrama dengan pisang cavendish berakhir jam setengah tiga.
Lelah rasanya, tapi apa daya demi 1000 dinar perjuangan terus dilanjut.
Sejenak istirahat dan terlelap sebentar, kebangun adzan ashar, prepare ke kandang, pas dikandang rasa letih ini berlanjut, karena si cantik Mirna sudah mulai kontraksi, dan tidak berapa lama dari sana lahirlah seekor sapi betina yang cantik jelita beda dengan anak-anak sapi lainnya di As-Salam, dia lahir dengan kulit Hitam, dan telah kami beri nama Sinta.

Minggu, 03 Januari 2016

Yuk Berlele

Semangaat Sore, 

 

Semangaat tahun baru 

Mewujudkan mandiri pangan sekarang bisa dilakukan mandiri mulai  dari keluarga sendiri. 

 

Banyak yang menanyakan Aplikasi pemakaian Enzim Perikanan Ala Agritrimurti . 

 

Cara Aplikasi paling sederhana untuk Ternak Lele atau beberapa jenis ikan minim pelet 

 

- Siapkan  kolam untuk pemeliharaan dengan sirkulasi air 

-  masukan air sesuai ukuran kolam . 

-  masukan enzim perikanan NatureXa/SOC atau probiotik lainnya.

-  Diamkan selama 7 hari . 

-  Setelah 7 hari akan tumbuh plankton-plankton ditandai dengan kolam berwarna kehijauan 

- Masukan bibit lele 

-  setelah  7 hari  baru dikasih pelet organik 

- perbandingan Pelet dengan jumlah ikan 5000 ikan seperempat gelas (minum standar) pelet organik NatureXa

- peningkatan maksimal sampai panen 1,5 gelas pelet organik. 

- berlaku juga untuk ikan mas, gurame, lele dll. 

 

Insha Allah menghasilkan ikan berkualitas dan segar . 

 

Tertarik Lebih Detail bisa hubungi kami melalui Xaviera Global Agro atau melalui Farm Agro Nusantara  untuk diskusi dan  pendampingan .

WA : 08986799165

Tlp : 085723991945/082291617529

 

Salam Clean and Green 

Sabtu, 02 Januari 2016

Di cukur tumbuh lagi, dicukur tumbuh lagi

UANG KALO TINGGAL SEDIKIT PERTANDA AKAN DATANG LAGI ....💶

 

Suatu hari istri dari KH. Rahmat Abdullah (Almarhum) mengeluh tentang persediaan uang untuk kebutuhan rumah tangga yang tinggal sedikit , 

 

Ust. Rahmat pun menjawabnya dengan tenang " Santai aja ibu ..duit kalo tinggal dikit artinya mau dateng lagi "

 

Subhanallah! ungkapan yang sangat singkat, namun padat, begitulah kelebihan yang Allah berikan kepada para ulama, sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair "خير الكلام ما قل ودل " Sebaik baik perkataan yang sedikit dan argumentatif "

 

Ungkapan Ust Rahmat mengajarkan kita bahwa uang itu mengisi tempat yang kosong, karenanya jika Allah ingin kembali mengisi dompet kita, kosongkanlah sebagian nya untuk membantu sesama .

 

Uang itu bagaikan air yang didalam gelas, jika belum kita minum, maka air didalam botol tak akan bisa mengisinya 

Uang itu bagaikan air jika ditahan dia kotor ,adapun jika kita melepasnya maka ia akan bersih 

 

Uang itu bagaikan air jika ia ditahan, maka ia akan mencari jalan keluarnya sendiri, karenanya Nabi saw berujar "ما حالطت الصدقة مالا إلا أفسدته "Tidaklah sedekah bercampur dengan harta, melainkan ia akan merusak harta tersebut ". 

 

Ia akan mencari jalan keluarnya sendiri melalui "anak kita yang sakit sehingga harus ke dokter , handphone kita yang hilang, mobil kita yang rusak dan lain lain yang menguras harta kita.

 

Uang itu seperti udara ,ia selalu mengisi ruang yang kosong, karenanya berbagi dan kosongkanlah, biarlah Allah dengan caranya mengisi kehampaan itu.

.والله أعلم بالصواب

 
Blogger Templates