Kamis, 31 Desember 2015
31 Desember 2015
Selama 5th ini Kau sudah berlebihan dalam menyayangiku, baik itu dalam iman dan rejeki.
Tuhan, semoga semua kebahagiaan ini bukanlah sebuah ketidaksukaanMu padaku (nyungkun), melainkan nyata kalau semua ini bentuk rasa Sayang dan kasihMu padaku.
5th ini bertubi-tubi jalan keluar kau tunjukan padaku, sehingga aku mampu beralih dari pintu rejeki yang satu ke pintu rejeki yang lainnya.
Tanggung jawabku semakin bertambah, dan aku ridho akan ini semua.
Kau maha baik duhai Tuhan, dalam kehinaanku, Kau seakan lupa kalau hamba yang lebih mencintaiMu diluar sana lebih banyak. Tapi aku merasa Kau hanya memperhatikanku, dan itu pasti salah, karena Kau pasti menyayangi hambaMu yang lainnya.
Terimakasih Tuhan, semoga 5th kedepan aku bisa istiqomah dalam menjalankan tugas dariMu.
Dan yang penting aku bisa lebih bertanggung jawab dengan semua yang Kamu titipkan padaku, baik itu Ilmu, Istri, dan Anak.
Tuhan, Kamu memang maha OKE.
Minggu, 27 Desember 2015
Investasi Bebek Hybrida di As-Salam
[ DICARI INVESTOR ]
Mari Gabung Bersama Kami
Investasi paling menguntungkan
Bidang Peternakan dengan Perputaran Bisnis paling cepat
Kebutuhan Pasar yang sangat besar
TERNAK BEBEK BOILER
Dalam waktu 35 hari sudah bisa panen dengan bobot 1,3kg
DOD Itik Hibrida Rp. 8.000
Biaya Pakan Rp. 8.000
Obat2an Rp. 2.000
Operasional dll Rp. 2.000
Total Investasi 1 DOD Rp. 20.000,-
Harga Jual Rp. 25.000
Profit Keuntungan Rp.5.000/ekor
Minimal Investasi 500 DOD
Silahkan hubungi kami di WA: 08986799165 atau tlp di 082291617529/085823991945
Mari Bermain Lendir
Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. Namun dengan POLA INTENSIFIKASI, mampu menyingkatnya menjadi 4 bulan. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pengaturan pakan.
Belut yang dipanen rata-rata berbobot 400 g/ekor. Itu artinya sama dengan bobot belut yang dihasilkan peternak tradisional, cuma waktu pemeliharaan yang dilakukan lebih singkat 3 bulan.
Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih rendah. Selain menekan biaya produksi, panen dalam waktu singkat itu mampu mendongkrak ketersediaan pasokan.
Untuk pengelolaan Belut Intensifikasi hanya mengeluarkan biaya kisaran Rp8.000 untuk setiap kolam berisi 200 ekor. Padahal, biasanya para peternak tradional paling tidak menggelontorkan Rp14.000 untuk pembesaran jumlah yang sama. Semua itu karena menggunakan media campuran untuk pembesarannya.
Media campuran
Belut akan cepat besar jika medianya cocok. Media yang digunakan terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk Bokashi, dan mikroorganisme stater/Probiotik SOT dan SOC. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater SOT. Berikutnya kompos/bokashi setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur Bokashi sebanyak 5 kg.
Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam.
Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit dimasukkan.
Pakan hidup
Sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor.
Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, dapat dimasukkan hingga 10.000 bibit.
Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi.
Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.
Probiotik Plus SOC diberikan tiap 2 minggu sekali, sebagai perangsang nafsu makan sekaligus untuk menambah microorganisme pengurai agar kotoran yang dikeluarkan belut bisa secepatnya terurai.
Hujan buatan
Selain pakan, yang perlu diperhatikan kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan.
Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.
Kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali.
Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Penggunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal.
Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati.
Jika tidak bisa membuat hujan buatan, dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat, hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen.
Sabtu, 26 Desember 2015
Analisa Sederhana Budidaya Kambing PE
Analisa Usaha Kambing Etawa
1. Masa produktif kambing betina dan pejantan adalah 5 tahun. Pembelian kambing etawa adalah kambing yang tergolong dara atau kambing yang siap untuk beranak. Jadi waktu penantian peternak tidak terlalu lama.
2. Waktu pemeliharaan adalah 5 tahun.
3. Upah tenaga kerja atau gaji berdasar hitungan apabila kita membeli pakan ternak
4. Induk dapat beranak 3 kali dalam 2 tahun. Dan dalam sekali beranak dihitung rata-rata 2 ekor per kelahiran. Kelahiran 1 dan 3 ekor per kelahiran diabaikan.
5. Jumlah cempe yang akan di hasilkan selama 5 tahun adalah : 15 ekor x 22 induk = 330 ekor cempe.
6. Angka kematian 10%, sehingga diperkirakan kematian maksimal adalah sebanyak 33 ekor.
7. 1 (satu) ekor kambing etawa diperkirakan menghasilkan 7,5 kg pupuk kandang per bulan. Kotoran dari cempe di kesampingkan. Asumsi harga pupuk kandang di pasaran Tasikmalaya yaitu Rp 1000/kg
8. 1 (satu) ekor kambing etawa diperkirakan dapat menghasilkan urine sebanyak 30 liter per bulan, dengan asumsi harga urine di pasaran Rp.3500/liter.
9. Harga cempe mengacu pada kriteria kambing standart yang terjadi di pasaran Tasikmalaya. Harga cempe kepala hitam istimewa dikesampingkan. Karena harga tersebut tidak dapat dijadikan acuan dalam perhitungan ini. Harga patokan di ambil kisaran bulan juli 2015.
10. Hasil analisa ini masih belum memperhitungkan hasil penjualan susu pada saat induk kambing etawa bisa di perah selama masa menyusui .
Analisa ini hanya berdasar pengalaman yang saya terapkan dilingkungan peternakan As-Salam
A. INVESTASI TETAP
# Kambing betina 22 ekor @ Rp. 4.000.000
25 ekor x Rp. 4.000.000
= Rp. 100.000.000
# Kambing jantan 2 ekor @ Rp. 7.000.000
2 ekor x Rp. 7.000.000
= Rp. 14.000.000
# Kandang 4 unit @ Rp. 5.000.000
4 unit x Rp. 5.000.000
= Rp. 20.000.000
# Peralatan kandang Rp. 1.000.000
Total investasi tetap:
Rp. 100.000.000 + Rp. 14.000.000 + Rp. 20.000.000 + Rp. 1.000.000
= Rp. 135.000.000
B. BIAYA PRODUKSI
# Biaya pemeliharaan kambing induk (27 ekor)
- Gaji Karyawan dan Pakan = Rp 200.000/hari
Total biaya pemeliharaan induk per 5 tahun adalah
Rp. 200.000 x 5 tahun x 12 bulan x 30 hari
= Rp. 360.000.0000
C. PROYEKSI PENDAPATAN
# Penjualan cempe
320 ekor x Rp. 1.500.000
= Rp. 450.000.000
# Penjualan induk afkir
24 ekor x Rp. 1.500.000
= Rp. 36.000.000
# Penjualan pupuk kandang
7,5 kg x 12 bulan x 5 tahun x Rp. 200 x 24 ekor
= Rp. 2.160.000
# Penjualan urine
30 liter x 12 bulan x 5 tahun x Rp. 1500 x 24 ekor
= Rp. 64.800.000
D. REKAPITULASI PENDAPATAN
1. Biaya-biaya:
- Biaya investasi Rp. 115.500.000
- Biaya pemeliharaan selama 5 tahun Rp. 86.400.000
Total biaya Rp. 201.900.000
2. Pendapatan;
- Penjualan cempe Rp. 450.000.000
- Penjualan induk afkir Rp. 36.000.000
- Penjualan pupuk kandang Rp. 2.160.000
- Penjalan urine Rp. 64.800.000
Total pendapatan Rp. 552.960.000
Keuntungan yang bisa diperoleh adalah sbb:
Rp. 552.960.000 – Rp. 201.900.000
= Rp. 351.060.000
Penghasilan per bulan
Rp. 351.060.000: 5 tahun : 12 bulan
= Rp. 5.851.000
Dengan 22 ekor betina kita per bulan mendapatkan penghasilan sebesar Rp. 6.211.00 Estimasi keuntungan tersebut belum termasuk kalau hasil cempe yang di keluarkan berkualitas super. Karena pada dasarnya harga cempe yang bener-bener super itu tidak ada batasannya. sebagai gambaran, penulis pernah menjual cempe jantan umur 3 bulan dengan harga 7,5 juta seekor.
Dan estimasi ini termasuk kalo kita asumsikan membeli pakan sendiri satu ekor kambing dengan harga Rp 1,500/ ekor perhari walaupun pada kenyataanya saya sendiri untuk biaya pakan ternak hanya membutuhkan uang Rp 20.000.jadi barometer penghasilan tersebut di atas adalah harga yang paling bawah (rp.1,5jt)
Puyuh
Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah menikmati sedapnya telur puyuh. Jenis unggas yang dikenal sebagai Gemak merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Burung puyuh cukup mudah dibudidayakan. Dengan tingkat kebutuhan pasar yang tinggi menjadikan budidaya burung puyuh ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
Berikut ini adalah serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan sejarah singkat burung puyuh, sentra budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, manfaat burung puyuh, persyaratan lokasi budidaya burung puyuh, pedoman teknis budidaya burung puyuh, hama dan penyakit burung puyuh dan lain-lain.
SEJARAH SINGKAT
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.
SENTRA PETERNAKAN
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah
JENIS
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica
MANFAAT
1. Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
2. Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
3. Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman
PERSYARATAN LOKASI
1. Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
2. Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran
3. Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
4. Bukan merupakan daerah sering banjir
5. Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
TEKNIS BUDIDAYA BURUNG PUYUH
Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Secara rinci akan kita bahan lebih lanjut satu persatu.
PENYEDIAAN SARANA DAN PERALATAN
1. Persiapan kandang
Untuk budidaya burung puyuh, persyaratan kandang yang baik perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Sehingga kondisi kandang tidak lembab.
Dalam mempersipkan kandang burung puyuh ini, kita mempunyai 2 alternatif yang biasa diterapkan peternak puyuh, yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Sedangkan ukuran kandang yang digunakanumumnya untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.
Ada beberapa tahapan dalam budidaya burung puyuh. Masing-masing tahapan idealnya memerlukan persiapan kandang yang sesuai, yaitu :
* Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2.
* Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
* Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Jenis kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Sebaiknya kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (ukuran ini cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).
* Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Jenis kandang berikutnya, bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.
2. Kelengkapan kandang
Perlengkapan yang diperlukan dalam kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
PENYEDIAAN BIBIT
Seperti sudah diainggung diatas, penyediaan bibitmerupakan tahapan yang penting dalam budidaya burung puyuh. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
1. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
2. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
3. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.
PEMELIHARAAN
Setelah kita dapatkan bibit yang baik, selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah pemeliharaan puyuh, meliputi :
* Kebersihan/Sanitasi dan Tindakan Preventif
Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
* Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.
* Pemberian Pakan
Pemberian pakan merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan beternak burung puyuh dengan hasil yang maksimal. Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematukmatuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan diberikan terus-menerus.
* Pemberian Vaksinasi
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).
HAMA DAN PENYAKIT
Seperti usaha pada umumnya, budidaya burung puyuh ini mengalami beberapa hambatan, umumnya serangan hama maupun penyakit. Untuk pencegahan ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis hama ataupun penyakit yang sering menyerang unggas ini.
1. Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.
2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yangspesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
* menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang
* pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.
3. Berak putih (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.
4. Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayoco
5. Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.
6. Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.
7. Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh mengalami
gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.
8. Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang
Cerita Pertama Saat Menetaskan Telur Puyuh
Hari-hari Pertama Menetaskan Telur Puyuh
Sekitar jam 05: 30, tanggal 17 April 2015 pagi saya masuk ke tempat penetasan telur puyuh. Terdengar suara halus dari dalam telur puyuh yang sedang ditetaskan. Ini adalah hari ke 17 atau ke 18 puyuh di dalam mesin tetas semi otomatis (menggunakan termostat dan termometer) serta 8 lampu 5 watt merk Eterna. Kapasitas mesin sekitar 650 butir.
Suara-suara dari dalam telur itu pertanda telur akan menetas. Jam 10.30 pagi, tetasan pertama mulai keluar dan berturut-turut bermunculan. Saya cukup sibuk memindahkan telur yang akan menetas ke tempat telur menetas yang sudah disiapkan. Agak bingung juga menanganinya, maklumlah ini adalah penetasan pertama kali.
Tanggal 17 April 2015
Jumlah telur yang menetas semakin banyak, mulai dari jam 10.30 pagi sampai sore hari sudah sekitar 300 – 400 butir yang menetas. Ramai benar bunyi cit-cit-cit yang keluar telur tetas. Hari pertama ini, anak puyuh yang masih kecil-kecil dibiarkan saja berada dalam ruang penetasan. Kebanyakan masih basah ketika keluar dari telur, sebagian masih berjuang keluar dari telur. Temperatur masih tetap sama dengan saat penetasan, yaitu 38-39 derajat Celcius.
Tanggal 18 April 2015
Anak-anak puyuh yang sudah kering badannya, dipindahkan dari mesin tetas ke ruang inkubator (ruang pemanas) yang sedikit lebih luas dari ruang penetasan. Menampung kira-kira 100-150 ekor puyuh yang baru menetas. Tiap meter perseginya disediakan pemanas dengan lampu Eterna 5 watt. Temperaturnya sekitar 37 derajat.
Minum, diberikan air minum dicampur gula merah. Tidak diberikan makan.
Tanggal 19 April 2015
Ada 1 ekor mati, lalu diambil. Ada 5 yang tampaknya lemas, tapi dibiarkan tetap dalam mesin tetas. Masih ada sekitar 90 lebih yang belum menetas. Beberapa diambil lalu didengar suaranya dengan cara telur diambil dan didekatkan ke telinga.
Pada hari ketiga ini disimpulkan yang pada hari ketiga tidak ada tanda-tanda akan menetas, diambil kemudian direbus (untuk kemudian akan digunakan sebagai campuran pakan).
Hari ketiga ini mulai diberikan makan, yaitu BR 511 (pakan starter ayam pedaging) yang ditumbuk lagi agar lebih halus, hampir sama dengan tepung. Pakan diberikan dengan cara disebarkan di atas alas koran.
Tanggal 21 April 2015
Mati 3 ekor di kandang perbesaran (inkubator), 7 yang tampaknya lemah dipelihara di kandang terpisah.
Pakan diberikan dengan tambahan bubuk kunyit yang dicampurkan pada pakan.
Tanggal 25 April 2015
Ada lagi yang mati sebanyak 7 ekor.
Kegiatan makan tampak mulai rakus.
Tanggal 27 April 2015
Ada lagi yang mati sebanyak 2 ekor.
Tanggal 28 April 2015
Direncanakan akan divaksin untuk pencegahan terhadap ND. Bibit puyuh tidak diberikan minum selama satu jam sebelum diberikan vaksin ke dalam minuman, lalu alas kandang tempat makan dan kotoran dibersihkan.
Hari ini ada yang mati 6 ekor. Mungkin matinya malam sebelumnya hanya diambilnya pagi hari sewaktu akan mengganti alas kandang.
Vaksin diberikan melalui tempat minum.
Tanggal 30 April 2015
Ada yang mati lagi 2 ekor.
Minuman untuk puyuh hanya air putih.
Pakan diberikan dicampur dengan susu probiotik kefir.
Masih ada sekitar 550 bibit puyuh yang menuntut perhatian, terutama pakan dan minum serta jangan sampai kedinginan. Tingkat keberhasilan penetasan ini sekitar 75 persen. Dari 90 telur puyuh yang tidak menetas, kurang lebih 30-40% nya memang tidak ada bibitnya (embrio)nya. Jadi wajar tidak menetas. Sebagian lagi memang tidak menetas.
Memang sewaktu akan masuk penetasan, umur telur tetas bervariasi mulai dari umur satu hari sampai 10 hari. Menurut kata ahli, sebaiknya yang ditetaskan berumur kurang dari 7 hari sejak puyuh bertelur.
Saya belum menghitung berapa persen jantan dan betina yang berhasil ditetaskan ini. Yang jelas, sewaktu memilih telur, saya gunakan saran beberapa peternak : Yang bulat adalah betina, yang lancip jantan. Saya usahakan pilih hanya yang betina saja.
Beternak Puyuh dari Hari ke Hari
Cara Beternak Burung Puyuh Dari Hari Kehari
Untuk memudahkan kita semua dalam membudidayakan ternak burung puyuh berikut akan kami buatkan time schedule untuk cara beternak burung puyuh dari hari kehari. Mari belajar bersama, jika ada kekeliruan dalam tulisan kami kali ini mohon dikoreksi, kami segera akan memperbaikinya sehingga tulisan ini nantinya bisa memberi manfaat bagi pembaca, terutama bagi peternak puyuh pemula.
Cara beternak puyuh dari hari ke hari.
Sebelumnya tulisan ini mengasumsikan bahwa kita semua telah memiliki kandang puyuh baik yang sederhana sekalipun, dan juga telah memiliki pakan burung puyuh baik untuk starter, grower, dan layer (puyuh berproduksi).
Hari pertama; DOQ (day old quail/ anak burung puyu) datang, kita asumsikan akan memelihara 1000 ekor puyuh. Anak puyuh ini harus kita pisah dengan puyuh grower ataupun layer, sebab puyuh memiliki sifat kanibalistik yang cukup tinggi. Anak puyuh ini akan dipelihara di kandang anakan selama 3 minggu. Pada hari pertama anak puyuh datang segera beri air gula, cara pemberian cukup mencelupkan paruh anak puyuh kedalam air gula aren, setelah itu letakkan dalam kandang anakan yang berpenghangat. Penghangat untuk anak puyuh cukup dengan lampu pijar 25 watt. Untuk hari pertama ini pakan belum begitu penting untuk DOQ, jadi pakan cukup ditebar sedikit dalam kandang anakan. Setelah semua anak puyuh masuk kandang segera turunkan terpal penutup kandang (usahakan suhu stabil di kisaran 33 – 35 derajat celcius.
Hari kedua – 1 Minggu; Hari kedua di pagi hari periksa suhu kandang, puyuh pada umur ini sudah dapat beraktivitas dengan baik pada kisaran suhu 31 derajat. Cara mengetahui apakah puyuh kepanasan atau kedinginan cukup sederhana yakni dengan memperhatikan pola perilaku anak puyuh tersebut, jika banyak anak puyuh mengerumuni lampu pijar dalam kandang berarti suhu kandang terlalu dingin, dan sebaliknya jika anak puyuh semuanya menjauh dari bola lampu berarti anak puyuh kepanasan. Jika anak puyuh menyebar secara merata dalam kandang anakan berarti suhu kandang sudah stabil dan cocok untuk anak puyuh. Pada hari ini tingkatkan sedikit pemberian pakan, pakan pelet anak ayam bisa digunakan untuk anak puyuh juga dengan cara menggiling (menghaluskan) pakan tersebut terlebih dahulu. Pada hari ke dua ini air minum anak ditambahi dengan vitamin dan antibiotik yang khusus untuk anak puyuh (tanyakan ke poultry shop).
Jika anak puyuh kepanasan naikkan terpal sedikit, dan jika kedinginan ganti bola lampu dengan wat yang lebih besar atau bisa juga dengan menurunkan bola lampu atau menyempitkan kandang puyuh anakan dengan sekat. Setiap hari pantau suhu kandang berdasarkan perilaku puyuh hingga umur satu minggu. Pakan tetap diberikan secra menaburkan di lantai kandang hingga anak puyuh berumur 4 atau 5 hari, air minum bervitamin tetap diberikan. Pada saat umur puyuh sudah mencapai 5 hari lakukan vaksinasi tetes.
Pada umur delapan hari terpal penutup kandang sudah bisa dibuka sepenuhnya, dan menutup separo di malam hari, bola lampu tetap dihidupkan sebagai pemanas. Saat ini puyuh sudah mampu memakan pelet seukuran pelet anak ayam. Air minum tetap diberi antibiotik atau vitamin. Pada umur 9 hari perlakuan sama dilakukan dengan puyuh umur 8 hari.
Hari ke sepuluh puyuh sudah bisa dipindahkan ke kandang grower, saat ini air minum tidak lagi ditambahi dengan vitamin atau antibiotik. Pakan yang digunakan seukuran pelet untuk anak ayam tanpa harus dihaluskan. Hal ini dilakukan hingga umur puyuh mencapi 14 hari. Adapun kadar pemberian pakan dapat anda lihat di sini.
Hari ke 15 pindahkan puyuh ke kandang layer (puyuh dewasa/ berproduksi), hanya saja di malam hari tetap menggunakan penerangan sebagai pemanas tambahan. Kontrol sudah bisa dikurangi ketika puyuh berumur 15 hari dan seterusnya, pemberian pakan dapat anda atur sendiri, namun menurut pendapat saya semakin sering memberi pakan dalam jumlah sedikit demi sedikit lebih baik bila dibandingkan memberi pakan yang banyak sekaligus di tempat pakan, hal ini karena dengan memberi pakan yang sedikit demi sedikit pakan akan selalu segar sehingga pakan yang terbuang bisa dikurangi.
Hari ke 16 dan seterusnya perawatan sama saja dengan perawatan pada hari ke 15, lakukan pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan harian puyuh. Sesekali tambahkan vitamin kedalam air minum puyu, ketika musim penghujan tambahkan sedikit antibiotik. Pada masa umur puyuh sudah mulai bertelur sangat disarankan mengurangi kebisingan, karena puyuh gampang stress, dan ketika stress tinggi puyuh bisa berhenti bertelur.
Cara Membuat Fermentasi Kering
BAHAN yang perlu dipersiapkan :
• 1000 Kg jerami padi ,yang sudah kering
• 20-25 Lt Molase/Gula pasir yg dilarutkan
• 1 botol :Suplemen Organik Cair (SOC)
• 250-300 Lt. : Air untuk melarutkan SOC dan MOLASE/15Lt untuk jerami basah
pakan ternak
PERALATAN:
• Terpal/Plastik/Gelaran
• Alat pemotong sabit atau sejenisnya atau bisa menggunakan mesin pencacah jerami
• Ember atau timba, gembor, terpal plastik atau karung plastik
CARA MEMBUAT
Bahan-bahan kering yang telah ada dipotong-potong dengan ukuran kurang lebih 25 cm ditumpuk Sediakan Terpal/Plastik/Gelaran
Larutkan tetes serta probiotik dengan air menjadi satu sesuai perbandingan bahan-bahan di atas.Siapkan terpal plastik untuk alas mencampur antara jerami dengan campuran SOC,Molase dan air.
Jerami padi yang sudah dipotong ditaruh di atas terpal sedikit demi sedikit sambil disiram larutan air tetes dan starbio sesuai perbandingan di atas sampai merata dan jerami kelihatan basah.
Setelah jarami benar-benar telah disiram rata dengan larutan tersebut, jerami ditutup ke dalam Terpal/Plastik/Gelaran sedikit demi sedikit sambil dimampatkan/diinjak-injak supaya padat. Setelah mampat (padat) silo ditutup hingga rapat betul
Setelah 7 hari jerami tersebut baru dapat mulai diberikan pada ternak kambing sesuai dengan kebutuhan dan selama bahan tersebut belum habis setelah mengambil bahan dari tempat penyimpanan supaya ditutup kembali dengan rapat, terhindar dari genangan air, terhindar dari terik matahari dan air hujan
jerami pakan sapi
CARA MEMBERIKAN:
Pemberian diberikan dua kali pagi dan sore dengan ukuran: bobot kambing x 3% pakan kering (jerami yang telah difermentasi)
Ditambah makan tambahan berupa katul yang baik (kualitas I) sebanyak 0,5 kg/ekor
KETERANGAN:
Apabila waktu petama kali tenak diberi pakan fermentasi tersebut tidak langsung mau supaya dilatih sedikit demi sedikit sampai mau makan dengan lahap
Agar ternak kambing cepat gemuk perlu diberi makan lain yang kadar proteinnya tinggi seperti pemberian katul/ konsentrat/complet feed
Air minum supaya tetap tersedia (jangan sampai telat), ada baiknya airnyaditambahkan SOC
JERAMI HANYA SEBAGAI PAKAN SERAT SAJA, UNTUK MENDONGKRAK PERTUMBUHAN HEWAN, HARUS MEMBUAT PAKAN KONSENTRAT!!!
Cara Membuat Pakan Fermentasi Basah
1. Persiapan Peralatan
- Terpal, sebagai alas untuk pencampuran bahan.
- Timbangan, untuk menimbang bahan.
- Gelas ukur plastik. Kemarin saya pakai yang 1000 ml, gelas ukur plastik. (Gunanya ya untuk ngukur berapa liter air yang dibutuhkan. Alat lain bisa dipakai, misalnya pakai gayung ukuran 1 liter. Saya lebih senang pakai ini karena skala volume-nya lebih jelas.)
- Ember plastik kapasitas minimal 5 liter.
- Sekop atau alat apa saja yang fungsinya untuk membantu saat pencampuran bahan.
- Sprayer, saya memakai sprayer dengan kapasitas 5 liter. Sudah dilengkapi pompa biar ga pegel tangan. Fungsinya biar nanti larutan SOC bisa tersebar merata.
- Tong plastik atau kantong plastik, untuk tempat fermentasi bahan-bahan.
- Golok, atau pisau, atau parang, terserah anda, fungsinya nanti untuk mencacah atau mengiris gedebog pisang.
2. Persiapan Bahan
Siapkan bahan-bahan sesuai tabel berikut. Untuk pembuatan pakan dengan jumlah yang berbeda, jumlah takaran bahan-bahan bisa disesuaikan.
- Pohon Pisang 100 kg
- Ampas Tahu 15 kg
- Dedak/katul 3 kg
- Gula Pasir 100 gram
- Garam 250 gram
- SOC HCS 30 cc (3 tutup botol SOC)
3. CARA PEMBUATAN
- Hamparkan terpal di tempat teduh, maksudnya biar kita tidak kepanasan selama pengerjaan, dan mengurangi resiko rusak atau matinya inokulum.
- Di atas terpal tadi, dengan beralaskan kayu, pohon pisang dipotong-potong sampai ukuran kurang lebih 3 x 4 cm
- Kemudian campurkan ke dalam pohon pisang yang sudah dipotong-potong tadi masing-masing ampas tahu dan dedak. Campur dan aduk sampai merata.
- Buat larutan bibit fermentasi dengan cara : 30 cc SOC HCS (3 tutup botol SOC) dimasukkan ke dalam 1 (satu) liter air, tambahkan 100 gram gula pasir lalu diaduk sampai larut. Larutan ini kemudian didiamkan selama 15 menit.
- Setelah 15 menit, larutan bibit fermentasi tadi dimasukkan ke dalam 10 liter air (pakai ember).
- Aduk sampai larut.
- Larutan baru tersebut kemudian masukkan ke dalam sprayer dan disemprotkan ke dalam bahan pakan (potongan pohon pisang dkk.) secara merata sambil diaduk.
- Kemudian taburkan 250 gram garam ke dalam bahan sambil diaduk secara merata.
- Langkah terakhir, masukkan bahan pakan tersebut ka dalam tong plastik atau kantong plastik dan ditutup rapat (kedap udara) selama 1-3 jam.
- Setelah selesai, pakan hasil fermentasi tersebut siap diberikan pada ternak kambing atau domba.
4. KETERANGAN
Sebelum pakan buatan diberikan pada ternak, terlebih dahulu bersihkan ternak (mandi) dan kandangnya.
Bila perlu, ternak diberi vitamin B terlebih dahulu atau dicekok/dicontang dengan 2-3 cc (1 tutup botol) SOC HCS agar nafsu makannya meningkat.
Masukkan kambing atau domba ke dalam kandang dan biarkan dulu untuk adaptasi dan JANGAN DIBERI MAKAN
Untuk proses adaptasi, pertama-tama berikan pakan buatan dicampur dengan pakan biasa yang telah disemprot SOC HCS.
Selama 1 – 7 hari, tiap pagi ternak diberi pakan seperti biasa yang telah disemprot SOC HCS, sore harinya diberi pakan buatan agar terbiasa. Selanjutnya akan normal dengan pakan buatan.
Pengalaman saya, kecepatan adaptasi kambing atau domba berbeda-beda.
Ada yang pada saat pertama diberi langsung menyukai pakan buatan ini, namun ada pula yang perlu waktu sampai 2 hari untuk adaptasi sampai benar-benar berpindah ke pakan buatan.
Satu hal lagi, atur kadar air jangan terlalu tinggi. Bila terlalu tinggi atau basah, hasil fermentasi tidak optimal dan kurang tahan lama.
5. MANFAAT PAKAN HASIL FERMENTASI BASAH
Pakan hasil fermentasi akan lebih mudah dicerna sehingga penyerapan nutrisi bisa optimal
Dengan pola ini, kebutuhan nutrisi dalam pakan sudah terpenuhi sehingga pertumbuhan ternak akan lebih cepat dibandingkan dengan diberi pakan biasa (rumput), biasanya pertumbuhan 2 – 4 kali meningkat dibandingkan pakan biasa. Rata-rata 2,5 – 14 kg/minggu, sedangkan tanpa SOC rata-rata 2,5 kg/bulan.
Daging ternak tidak banyak mengandung lemak karena komposisi pakan sudah ideal
Nutrisi pakan berupa vitamin tercukupi dengan adanya kandungan SOC HCS dalam pakan
Limbah kotoran ternak tidak bau seperti kalau diberi pakan biasa. Dengan demikian lingkungan akan tetap sehat. Silahkan bandingkan….
Menghilangkan kebiasaan mencari rumput atau ngarit dan angon.
Apa itu Growbox
APA ITU GROWBOX?
Growbox adalah sebuah kotak berisi bibit jamur tiram yang bisa dikembangbiakan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Kita dapat merasakan pengalaman baru untuk memiliki pertanian jamur kecil sendiri.
MEMBUTUHKAN WAKTU BERAPA LAMA HINGGA TUMBUH JAMUR?
Rata-rata sekitar 2-4 minggu jamur ini akan tumbuh
1 BOX INI BISA DIGUNAKAN UNTUK BERAPA LAMA?
Growbox ini digunakan untuk 4 bulan
SELAMA 4 BULAN, BISA BERAPA KALI TUMBUH?
3-4 kali tumbuh tergantung kondisi lingkungan dimana dia berada, seperti suhu dan kelembapan.
LALU, TEMPAT IDEAL UNTUK MENYIMPAN GROWBOX?
Simpan di tempat yang teduh dengan suhu 24 C-32 C dengan kelembapan yang cukup (70%) dan tidak terkena sinar matahari langsung, karena jika terkena sinar matahari langsung, media tanam Growbox akan kering. Mungkin kamu bisa menyimpannya di Ruang Tamu, Kamar Tidur, Ruang Keluarga, dll.
JIKA SAYA TINGGAL DI KOTA YANG PANAS DAN KERING APAKAH GROWBOX MASIH TETAP BISA TUMBUH?
Growbox didesain untuk dibudidayakan di kawasan urban, untuk mengantisipasi udara yang kering, Growbox dilengkapi dengan botol semprotan yang cukup kamu beri air, untuk menyemprot Growbox setiap hari.
BERAPA KALI DALAM SEHARI GROWBOX HARUS DISEMPROT?
Semprot Growbox mu sehari 2-3x dengan air, tidak perlu terlalu banyak, yang penting lembap. Jamur ini tidak seperti tumbuhan yang membutuhkan banyak air, dia butuh air hanya untuk melembapkan saja.
BAGAIMANA CARA PANEN JAMUR DARI GROWBOX?
Cabut jamur mu sampai ke akarnya. Pastikan jangan ada batang jamur yang tertinggal ya! Karena jika ada, bisa menghalangi jamur lain yang akan keluar. Setelah dipanen, rawat lagi jamur mu dengan menyemprot sehari 2-3x lagi.
BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN GROWBOX UNTUK PERTAMA KALI?
Buka segel box, sayat media tanamnya dengan menggunakan pisau atau gunting, spray media tanam setiap hari, sabar menanti hingga tumbuh ya!
KENAPA JAMUR KU TIDAK TUMBUH-TUMBUH?
Apabila jamur mu tidak tumbuh-tumbuh, coba perhatikan lima hal berikut ini:
Tidak cukup lembap, pastikan jamur kamu tidak mengalami kekeringan dengan menyemprot air setiap harinya.
Terlalu lembap, jangan biarkan terlalu banyak air menggenang di dalam media karena dapat menyebabkan tumbuhnya mold.
Tidak ada pertukaran udara, jangan simpan Growbox di tempat yang terlalu tertutup karena jamur juga membutuhkan oksigen.
Kondisi lingkungan yang tidak tepat, jangan simpan Growbox mu di tempat yang terlalu panas atau terlalu dingin.
Tidak Sabar, karena segala sesuatu itu butuh proses.
APA SAJA PRODUK GROWBOX SELAIN JAMUR TIRAM?
Untuk saat ini, kita baru mengembangkan Jamur tiram, namun Jamur tiram yang kita jual terdiri dari beberapa jenis, yaitu Jamur tiram putih, merah muda, kuning, coklat, abu-abu dan tentu saja semuanya bisa dimakan.
APAKAH GROWBOX MENGGUNAKAN BAHAN KIMIA BUATAN?
Tentu saja tidak. Kami tidak memberikan bahan kimia buatan ke dalam Growbox, terutama untuk jamur yang berwarna, mereka berasal dari spesies yang berbeda dan memiliki warna secara alami.
Beternak Puyuh
Dari kebun ke kebun, dari desa ke desa, akhirnya dari perjalanan jam 3 subuh, saya sampai di lokasi tepat jam 7 pagi, karena emang banyak brenti, (ngantuk cuy)
Dan akhirnya bertemulah kami kami ini,
Ilham, Agung, dan Pandu dan kami bukan Avengers,
Atas izin Alllah diperkenankan untuk bertemu, bertemu bukan asal bertmu, tapi punya visi dan misi yang sama bagi kesejahteraan Indonesia!
Kita berjuang di bidang pangan burung puyuh, kalau saya dulu pernah waktu SD, semacam flashback sih sebenarnya, karena sebelum PE saya berjuang dulu di burung puyuh ini!
Disini kita punya satu kandang, satu kandang punya 500 lokal, dan satu lokal berisi 200ekor puyuh.
Dengan kondisi seperti ini, kita malah kekurangan suplai pasar, untuk info di Jawa Barat ini ada pasar dengan permintaan 11,5juta butir telur puyuh/minggu, sedangkan Jawa Barat baru sanggup menyuplai 3,5juta/minggu, masih kurang 8juta butir, nah yang 8juta ini disuplai oleh peternak dari Jawa Tengah dan Jawa Timur,
Ayo saya mengajak rekan2 semua untuk turun aktif dalam menciptakan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2035, masih banyak banget peluang yang bisa dikembangkan di Indonesia ini, khususnya Jawa Barat.
Sekali lagi saya sebutkan kami bukanlah avengers, makanya kami ajak temen2 semua untuk sama2 berjuang mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia, bidangnya gak perlu Burung Puyuh, tapi apa aja, yang penting setia dan fokus!
Lebih hebat lagi dari pertemuan ini adalah, ternyata kami semua adalah Interisti!
Kalau ada yang mau info2 soal Peternakan Burung Puyuh bisa kontak langsung ke 08986799165
FYI : untuk yang pengen nyoba berjuang si burung puyuh dengan modal belakang rumah, saya list langsung modal awalnya ya:
1 lokal itu isinya 200ekor, jadi itungannnya,
1 lokal sangkar itu harga jadinya 850ribu
1 ekor burung siap telur itu 10ribu
Kalau di total sama pakan satu bulan 650ribu
Jadi
850ribu + (200×10ribu) + 650ribu
850.000 + 2.000.000 + 500.000
= 3.350.000
Itu langsung jalan aja, tidak menyita waktu banyak, cukup luangkan waktu beberapa menit saja : ngasih pakan, buang kotoran, ngasih minum, dan ambil telur (ini berlaku 1x sehari di setiap pagi) itu maksimal 1jam saja, selepas itu ditinggal aja kandangnya, ketemu lagi besok subuh sepulang dari berjamaah subuh.
Asumsi keuntungannya kayak gini nih :
Dengan modal 3,5juta
Kita baru panen itu di minggu ke tiga dengan asumsi 150 butir telur
Harga termurah telur puyuh itu 250 atau 350, kita ambil harga 275 aja
Mari kita berhitung
275 x 150 = 41.250 dipotong pakan per hari yaitu 17.000
Jadi
41.250 - 17.000
= 24.250/hari
Kalau kita itung bersihnya 20ribu
Berarti sebulan kita dapet 600ribu
Dengan asumsi 6 bulan kita udah balik modal,
Itu hasilan minimal dengan itungan boros sekali, karena si burung bisa bertelur maksimal sampe 100%
Gimana, mau ikutan gak?
Bertanam Jahe
Teknis Budidaya Jahe Merah
Mari kita pelajari teknis budidaya tanaman yang satu ini agar kita sama-sama mendapat gambaran umum yang lebih lengkap.
Banyak pola tanam yang bisa kita terapkan,
di sini saya akan coba bahas teknis budidaya organik jahe merah menggunakan pola HCS.
Namun sebelumnya coba kita pelajari secara umum karakteristik tanaman jahe berikut ini :
Syarat tumbuh :
Iklim :
Tanaman jahe memerlukan curah hujan antara 2.500-4.000 mm/thn.
Pada umur 2,5 – 7 bulan perlu cukup sinar matahari.
Artinya, tanaman ini harus berada di tempat terbuka agar cukup sinar matahari sepanjang hari.
Suhu udara yang optimal adalah 20 – 35 derajat Celcius.
Secara umum dapat tumbuh pada keasaman tanah dengan pH 4.3 – 7.4,
kecuali untuk jenis Jahe Gajah pada pH 6.8 – 7.0 Tumbuh baik pada tanah subur dan gembur, serta banyak mengandung humus.
Persiapan Bibit atau Benih Jahe Merah
Kita dapat melakukan penanaman dari bibit jahe merah yang sudah siap tanam atau sudah bertunas antara 5-10 cm.
Namun apabila tidak tersedia, kita dapat menyemaikan bibit dari bentuk rimpang.
Apabila menyemaikan sendiri, perhatikan kualitas rimpang yang akan disemaikan.
Rimpang untuk disemaikan haruslah berasal dari induk yang cukup tua umurnya, permukaan rimpang mengkilat dan tidak cacat serta tidak terlihat ada bekas diserang hama.
1. Teknik Persiapan Rimpang
- Rimpang yang akan disemaikan (tentunya setelah diseleksi), dibersihkan dan kemudian dijemur namun hati-hati jangan terlalu kering.
Kemudian....
- Simpan selama 1 – 1.5 bulan.
- Patahkan rimpang dengan tangan, yang mana setiap potongan tadi memiliki 3 – 5 mata tunas, kemudian dijemur kembali selama 1/2 sampai 1 hari (lihat cuaca).
- Masukkan potongan rimpang tersebut ke dalam karung.
- Buat larutan PHEFOC HCS, dengan dosis : 1 tutup botol PHEFOC dilarutkan ke dalam 14 liter air, kemudian ditambah 2 sendok makan gula pasir, aduk sampai rata dan biarkan selama 15 menit.
- Potongan rimpang yang sudah dalam karung kemudian dicelupkan ke dalam larutan PHEFOC selama 15 menit. Angkat dan tiriskan. Tujuan perendaman dengan PHEFOC adalah agar bibit terbebas dari patogen asal penyakit dan memiliki daya tahan lebih tinggi untuk mendapat serangan penyakit, ya mirip di-immunisasi dulu lah…
- Selama menunggu proses ‘pe-nirisan’, buatlah larutan SOT HCS dengan dosis : 5 tutup botol SOT dilarutkan ke dalam 14 liter air, dan ditambahkan pula 3 sendok makan gula pasir. Aduk hingga rata dan biarkan selama 15 menit.
- Setelah cukup ditiriskan, bakal bibit tadi kemudian direndam selama kurang lebih 6 jam dalam larutan SOT HCS yang telah dibuat tadi.
- Tujuan perendaman dengan SOT adalah agar nantinya bibit dapat tumbuh dengan baik dan sehat terutama pada saat-saat awal penanaman
- Setelah 6 jam, karung berisi benih tersebut kemudian ditiriskan sampai kering.
Dan benih sudah siap untuk disemaikan.
2. Teknik Penyemaian Rimpang
Beberapa cara dapat dilakukan untuk penyemaian bibit jahe dari rimpang ini.
Dengan menggunakan sistem kotak kayu atau dengan cara membuat bedengan.
Kali ini saya ulas penyemaian dengan memakai kotak kayu.
- Buat kotak kayu dengan ukuran misalnya 50 x 100 cm dengan tinggi 10 cm. Bentuknya seperti nampan. Tahu nampan kan ?
- Buat campuran tanah untuk media semai dengan bahan campuran : tanah dan pupuk bokashi (lihat cara membuat Pupuk Bokashi), perbandingannya adalah tanah : pupuk bokashi = 3 : 1
- Kemudian campuran tanah tersebut masukkan ke dalam kotak dan disebar secara merata
- Benamkan potongan-potongan rimpang jahe ke dalam tanah tersebut.
- Kemudian tutup tipis dengan tanah atau daun kering
- Lakukan perawatan dengan cara menyiram media semai tadi dengan air 2 kali sehari
- Waktu yang dibutuhkan untuk penyemaian berkisar antara 2-4 minggu. Sabaar…
Teknik Penanaman Jahe
Teknik penanaman jahe berikut yang saya pilih adalah dengan memanfaatkan media tanam dalam polybag atau karung. Di sini saya memilih karung karena kebetulan mudah diperoleh dan murah, meskipun katanya rada-rada rapuh kalau sudah lama, tapi coba saja lah.
Teknik memakai polybag atau karung ini banyak juga yang menyebut sebagai cara budidaya tanaman vertikultur, artinya budidaya tanaman secara vertikal atau bertingkat.
1. Alat dan Bahan
- Karung (disini saya memakai ukuran 40 x 100 cm), jumlah terserah anda. Saat ini saya siapkan 100 karung
- Sekop atau cangkul, untuk mengaduk
- Ember
- Pupuk Bokashi
- Tanah
2. Penanaman Bibit
- Buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3 : 1.
- Masukkan campuran tanah tersebut ke dalam karung dengan ketinggian kurang lebih 15 cm atau 1/5 tinggi karung.
Untuk memudahkan, sebelumnya tekuk dulu permukaan karung bagian atas.
- Ambil rimpang jahe hasil penyemaian, patah-patahkan rimpang jahe tersebut dengan tangan menjadi 2-3 ruas, yang mana setiap ruas minimal terdapat 2 mata tunas
- Bibit jahe kemudian ditanam 3-5 cm ke dalam tanah dalam karung tadi. -Setiap karung dapat diisi beberapa titik tanam, atur misalnya 2 – 3 titik tanam.
Rata-rata sih katanya kira-kira 200 gr bibit cukup untuk satu karung.
- Atur penyimpanan karung posisinya lebih tinggi dari permukaan tanah.
- Buat kolom gundukan tanah memanjang, setiap gundukan kolom bisa diisi 2-3 baris karung.
3. Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Jahe
Tahap berikutnya adalah perawatan dan pemeliharaan tanaman. Kegiatan ini meliputi penyiraman tanaman, pemberian pupuk dan penanggulangan penyakit
- Pada tahap awal, lakukan penyiraman air secara teratur dan rutin pagi dan sore selama kurang lebih seminggu, bertujuan agar tunas tidak kering dan layu
- Selanjutnya, penyiraman dilakukan sehari sekali kecuali pada kondisi kemarau sebaiknya penyiraman dilakukan dua kali
- Pada usia tanaman 2 – 4 minggu lakukan penyemprotan atau penyiraman dengan fermentasi SOT. - Sebelumnya lakukan fermentasi larutan dengan dosis : 5 tutup botol SOT + gula pasir 3 sdm + urine ternak 2 liter + feses ternak cair 2 liter.
- Fermentasi dilakukan selama 24 jam, kemudian larutkan dalam 15 liter air.
- Kemudian baru digunakan untuk menyemprot atau menyiram
- Penyemprotan dengan SOT bergantian dengan PHEFOC dengan interval 2-4 minggu sekali
- Pada usia 2-3 bulan atau jika terlihat keluar rimpang jahe ke permukaan, lakukan penimbunan dengan campuran tanah dan bokashi (perbandingan tanah : bokashi tetap 3 : 1). kurang lebih setinggi 10 cm
- Selalu lakukan penyiangan media tanam dari hama berupa gulma/rumput agar tidak mengganggu pertumbuhan rimpang
- Penimbunan dilakukan terus secara berulang sampai tanaman jahe berusia sekitar 8 bulan atau sampai karung terisi penuh dengan tanah
- Rata-rata usia optimal penanaman jahe berkisar antara 8 – 10 bulan, ditandai dengan mulai mengeringnya daun
- Dengan pola tanam seperti ini, diharapkan hasil panen jahe per karung mencapai minimal 10 kg
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang paling sering menyerang tanaman jahe adalah kepik, ulat penggesek akar dan kumbang. Sedangkan penyakit berupa penyakit layu bakteri, busuk rimpang, dan bercak daun. Untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jahe merah ini, saya akan coba share dan ulas agak detail nanti di tulisan berikutnya….
Analisa Ekonomi Budidaya Tanaman Jahe merah
Analisa ini saya lakukan secara praktis berdasarkan rencana penanaman pada 100 karung media tanam.
Yang diperhitungkan adalah total biaya yang dikeluarkan meliputi modal awal dan biaya pemeliharaan dibandingkan dengan target pemasukan uang berdasarkan hasil penjualan tanaman jahe.
1. Biaya yang saya keluarkan meliputi :
- Karung :
100 karung x Rp. 900,- = Rp. 90.000,-
- Pupuk Bokashi:
Gratis (Karena punya ternak sendiri)
- Bibit Jahe :
100 karung x Rp. 1.000 = Rp.100.000,-
- Pupuk SOT dan PHEFOC = Rp.250.000,-
- Ongkos kerja :
Gratis, kerjain aja dulu sendiri.
- Kalaupun minta bantuan, mungkin cukup keluar uang Rp.100.000 untuk pengerjaan membuat campuran tanah dan memasukkan ke dalam karung
Lain-lain atau tidak terduga = Rp.500.000,-
TOTAL Biaya yang sudah dan akan saya keluarkan = Rp. 940.000
Hasil Penjualan Jahe Merah
Berdasarkan pengalaman di tempat lain dan informasi dari petani jahe merah yang sudah berjalan.
Rata-rata hasil panen jahe merah per karung atau polybag dengan cara di atas dapat mencapai 10-15 kg/karung.
Bahkan ada diantara salah seorang mitra HCS dapat mencapai produksi 20 kg/karung.
Di sini, saya berandai-andai panen per karung anggap saja hanya mencapai 5 kg/karung.
Jadi perkiraan total hasil panen
100 karung x 5 kg = 500 kg
Harga per kg Jahe Merah memang fluktuatif dikisaran Rp.10.000 – Rp.15.000,-
Tergantung pembeli dan kualitas tentunya.
Saya berandai lagi di sini, harga jual yang akan saya peroleh anggap saja rendah yaitu Rp. 6.000,-/kg (berdasar informasi pengepul minimal Rp.8.000,-/kg).
- Hasil penjualan :
500 kg x Rp. 6.000 = Rp. 3.000.000,-
- Keuntungan atau laba :
Rp. 3.000.000,- – Rp. 960.000,- =
Rp. 2.040.000,-
Rencana saya akan melakukan penanaman setiap bulan sekali. Kenapa akan saya lakukan seperti itu ?
Karena nantinya mulai pada 8-10 bulan mendatang, saya berharap bisa panen Jahe setiap bulan. Artinya, mudah-mudahan setiap bulan saya akan mendapat tambahan pemasrukan uang minimal Rp. 2.040.000,-/bulan.
Cara Membuat Bokashi
Kohe HCS
1. Bahan bahan :
- 800kg KoHe ( Kotoran Hewan yang sudah menggunakan Pola Ternak HCS/ Pakan Fermentasi).
- 50kg Dolomit.
- 50kg Katul/Dedak.
- 150kg Sek- Kayu Sengon/Abu Sekam.
- 0.25kg Gula pasir ( diencerkan ).
- 2L Suplemen Organik Tanaman HCS ( 4botol ).
2. Semua bahan dicampur merata.
3. di beri Air dicampurkan sampai mammel/ngepyur/setengah basah.
4. ditutup/difermentasikan dalam drum/gentong/terpal selama 3hari (3x24jam).
5. didinginkan.
6. digunakan/disebarkan dilahan anda.
Untk KoHe Non HCS
Harus diolah dahulu karena polar tinggi (menyebabkan gatal),
bibit uret/orong2, bibit rumput dan bakteri penyakit lainya terdapat di KoHe non HCS tersebut.
dengan cara :
- 800kg KoHe non HCS
- 3L PHEFOC ( tututp putih )
- 3sdm Gula yang diencerkan
Bahan2 tersebut ditambahkan Air sampai mammel/ngepyur/setengah basah.
ditutup/difermentasikan dalam drum/gentong/terpal selama 1hari ( 24jam ).
Catatan
Ciri ciri Fermentasi yang berhasil adalah menghasilkan panas.dan bau amoniak berkurang
Cara Membuat Pakan Lele
Bahan-bahan untuk membuat pakan pelet lele:
1. Kotoran ternak yang sudah pakai SOC : 30%
2. Ampas tahu/bungkil kedelai : 15%
3. Tepung ikan (bisa pakai kepala udang) : 10%
4. Katul/dedak halus : 25%
5. Terasi (direbus hingga mendidih) : 10%
6. Tepung daun (bisa pakai sisa sayuran pasar) : 5%
7. Bulu ayam (haluskan) : 5%
8. SOC HCS
9. Gula pasir
Cara Pembuatan :
Setelah didapat ukuran bahan baku yang pas tersebut di atas, campur semua bahan baku sampai tercampur benar.
Larutkan SOC 1 tutup (untuk 10 kg bahan) ke dalam air secukupnya dan tambahkan gula pasir sebanyak 2 sendok makan, lalu diamkan selama 15 menit
Lalu campurkan ke semua bahan sampai rata (gunakan semprotan/sprayer agar lebih merata)
Campur bahan sampai benar-benar merata dan dalam keadaan mamel , kemudian diteruskan proses fermentasi selama 24 jam.
Pakan siap diberikan pada lele.
Agar lebih awet cetak pelet dengan menggunakan gilingan daging dan dijemur sampai kering pada hari itu juga.
