Social Icons

Senin, 30 Maret 2015

Pergi sebagai Nelayan, Pulang Seperti Nahkoda

Sebelum saya nulis postingan malam ini, sebelumnya saya ingin bercerita dulu soal seorang nelayan yang selalu diperhatikan oleh seorang nahkoda ketika dia memancing!
Singkat ceritanya seperti ini :
Di kampung nelayan yang namanya disembunyikan terdapatlah seorang nelayan yang kalau memancing dia selalu membawa tongkat.
Kalau tongkat itu tidak dia bawa, dia urungkan niatnya untuk memancing.
Tanpa dia sadari, ketika dia memancing ada seorang nahkoda kapal yang sering melihat dia bertingkah aneh.
Mungkin tidak hanya si nahkoda itu, melainkan semua orang yang melihatnya juga merasakan hal yang sama.
Apakah keanehan itu?
Jadi setiap dia memancing kemudian kailnya dimakan ikan, terus ikan itu diangkat selanjutnya dia ukur dengan tongkat yang wajib dia bawa itu, kalau panjang ikan kurang dari tongkat itu, maka ikan itu dia masukan ke dalam wadah untuk dibawanya pulang ke Rumah, tapi kalau hasil tangkapannya melebihi panjang tongkatnya, ikannya itu langsung dia buang kembali ke Laut.
Hal ini dia lakukan setiap hari ketika memancing.
Saking gemasnya, akhirnya si nahkoda itu bertanya kepada si nelayan itu :
"Kenapa kamu melakukan hal seperti itu?"
"Saya melakukan itu karena, saya mengukur diri saya tuan, tongkat itu sama panjangnya dengan kuali yang ada di rumah saya, sehingga kalau saya mendapatkan ikan yang lebih pendek dari tongkat yang saya bawa ini, maka saya akan dengan mudah memasaknya, beda kalau ikannya lebih panjang, saya akan kerepotan karenanya"
Si nahkoda itupun mengerti dan langsung meninggalkan si nelayan itu.

Ceritanya udahan dulu ya, sekarang saya mau nanya ke temen-temen, ada gak di antara kita yang seperti nelayan itu?
Pasti ada,
Kita terkadang tidak pernah menyadari kemampuan yang kita miliki hanya karena benda yang kita punya.
Kita kadang ragu untuk menempatkan kita di posisi yang sebenarnya kita inginkan, cuman karena kita minder dan merasa gak bisa akhirnya kita terus seperti ini.
Mungkin selama ini kita selalu hidup enak tanpa resiko dan selalu dimudahkan, tapi apakah itu membuat kita menjadi lebih baik, jelas tidak kan. Malah kita semakin terlena dan semakin menjadi pribadi yang tumpul. Sampai-sampai ketika kita mendapatkan sesuatu yang lebih besar kita merasa tidak layak.
Kalau menurut saya sih, ubahlah pemikiran seperti itu, supaya hidup kita naik kelas, naik drajat, supaya ketika kita mendapatkan sesuatu yang besar kita tidak mengeluh, tapi kita semakin semangat dan semakin pintar dalam mencari jalan keluar, tidak seperti nelayan itu, karena tidak mau repot dia rela mengorbankan tangkapan ikan besar yang sering dia dapatkan.
Apakah kita ingin seperti itu, ketika ada kesempatan untuk mengembangkan diri, harus dibuang begitu saja karena merasa tidak mampu atau tidak sanggup.
Kalau saran saya sih,cobalah lebih bijak dalam menjalani hidup, jangan manja jangan lenje. Jangan terlena dengan apa yang sudah kita dapat, padahal itu sama sekali tidak ada apa-apanya di mata Tuhan.
Dari cerita itu, saya juga terinspirasi untuk menaikan kualitas diri saya, disamping mengambil hikmah dari cerita itu, saya juga ingin merasa diri saya sebagai diri yang kekinian, hehehehe
Seperti yang kita tau kalau Beberapa Bulan ini lagi seru dengan gemboran naik disana sini.
Emang iya sih naik sana sini, tapi bagi saya yang seorang petani rasanya gak terlalu berasa kenaikannya, ya karena IQ saya mungkin lebih ok dari mereka. Hehehehe
Sebagai Petani saya juga ingin naik, yap bukan naik dokar atau traktor, tapi naikin kualitas hidup.
Yang tadinya makan asal ada, sekarang makan pas asal pengen.
Ya pokoknya naikin segalanya lha, termasuk naikin istri kali ya, dari sekali sehari jadi 3x sehari, hahahhahha
Pokoknya seperti temen-temen tau, saya gak bakalan mosting sesuatu di Blog saya ini kalau sesuatu itu gak penting bagi saya.
Saya yakin ini penting, pentingnya di sini bukan berarti sesuatu hal yang luar biasa, tapi lebih ke sebagai pengingat saja, biar saya gak berani lagi untuk menurunkan kembali kasta yang saya geluti sekarang ini. Hehhehehe
Ok saya mulai dari status di KTP :
1. Di KTP saya asalnya berprofesi sebagai Wiraswasta, saya naikin kelasnya menjadi Petani
2. Dari mulai penjualan produk Agri Trimurti yang asalnya hanya 10 dirham saya naikan menjadi 25 dirham.
3. Belanja bulanan yang dari biasanya 40jenis, saya tambahin jadi 55 jenis
4. Family Time yang tadinya seminggu sekali di double menjadi 3 hari seminggu
5. Jenis ternak yang dikelola Agri Trimurti saya tambahkan 4 jenis
6. Bersepeda yang asalnya 50KM/3minggu, saya naikin jadi 50KM/2minggu
7. Lari yang asalnya cuman asal-asalan saya naikin drajatnya jadi rutin 10km/minggu
8. Sedekah dari 5%/bulan saya tambahin sampe 15%/3minggu
9. Tambah hafalan Qur'an minimal 15 ayat/3minggu
10. Menabung dari yang asalnya cuman 10dirham/bulan jadi 10dirham/3minggu
11. Naikin kebutuhan sehari-hari yang asalnya 50ribu/hari jadi 75ribu/hari.
12. Kendaraan Pribadi Saya Selalu di isi dengan Pertamax.

Yang pasti itu aja dulu, yang lainnya pasti saya naikin kok, ini yang pasti-pasti aja dulu.
Temen-temen juga harus naikin dong taraf hidupnya ya, biar bisa menjadi Manusia yang dicintai Allah SWT, karena Orang yang lebih baik dari hari sebelumnya adalah orang yang beruntung, kalau sama dia adalah orang yang rugi, dan kalau berkurang maka dia adalah orang yang celaka.

Jangan sampai kamu-kamu-dan kamu kemudian kamu juga, menjadi seperti nelayan yang diceritakan oleh saya di awal postingan ini, karena nelayan-nelayan yang seperti itu sekarang ini bukannya hanya ada, melainkan banyak, saking banyaknya kita terkadang tidak sadar kalau nelayan itu adalah kita.
Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 22 Maret 2015

22 Maret 2015

Kalau dirasa-rasa emang tidak berasa, tapi emang dasar watak dari hati saya yang lemah ternyata malam ini udah jadi malam ketiga saya gak tidur di kamar saya di rumah.
Pengen rasanya segera sampai ke Rumah, tapi apa daya setiap perjalanan selalu membutuhkan waktu untuk sampai ke tujuan. Semoga Allah memperpendek jarak waktu, supaya saya bisa segera sampai ke kamar tercinta.
Keadaan ini persis banget dengan keadaan tahun lalu, dimana saya waktu itu dengan tergesa-gesa nyari bus untuk segera pulang ke rumah. Cuman bedanya dulu saya dari Jakarta sekarang saya dari Yogyakarta.
Yap, dulu saya terburu-buru pulang karena mendengar istri saya sedang berjuang untuk lahiran anak saya yang ke dua.
Dan hari ini, tepat tanggal 22 Maret 2015, anakku yang baru punya gigi seri, genap 1th.
Ahhhhhh, rasa-rasanya ini menjadi tradisi saya sebagai seorang ayah, karena de javu ini kembali terulang ketika anak saya yang pertama genap satu tahun, saat itu saya tidak bisa ada di hari specialnya itu.
Dan ini juga terjadi pada anak ke dua saya.
Apakah saya termasuk Ayah yang buruk.
Karena saya ke Yogyakarta ini bukan karena ingin pergi wisata atau hiburan, tapi untuk menjemput Ilmu yang kelak menjadi kendaraan penjemput rejeki yang Allah siapkan untuk aku dan semua keluargaku.
Anakku yang ke dua,
Naimar Robby Al-Karim
Yang berarti Anugerah Tuhan yang Mulia.
Ya, dia adalah anugerah Tuhan yang Mulia bagi saya, anak yang cerdas dan mau berbagi dengan kakakknya. Anak yang punya keunikan berbeda dengan kakakknya.
Sekarang dia satu tahun, tidak ada kue tart yang aku siapkan untuknya, tidak ada kado special untuk menggembirakan hatinya, sebenarnya aku ingin, tapi apalah daya, saat ini aku seperti ini keadaannya.
***

Maafin Ayah ya sayang, ayah gak pernah bisa jaga kamu dengan sempurna, selama 3bulan usia pertamamu, ayah tidak bisa merawat kamu, karena kondisi ayah sebagai karyawan Bank saat itu, dan kita terpisah jarak yang begitu jauh.
Rasa kasih sayang ayah ke kamu tidak bisa sepenuh rasa kasih sayang ayah ke kakak kamu, karena dulu di Rumah cuman ada kakak kamu, dan satu tahun kebelakang ini, kita ada berempat. Ayah, Bunda, Abang, dan Ade. Ayah harap kamu mengerti kondisi keluarga kita.
Maaf ayah tidak bisa mengecup kening kamu di hari kebahagiaanmu ini, ingin rasanya ayah gendong kamu, meluk kamu, kemudian ngajak kamu nyanyi bareng Lagu Pazza Inter Amala.
Tapi apa daya ayah gak bisa sayang.
Ayah hanya berdo'a buat kamu nak,
Jadi anak yang Tangguh, teruskan perjuangan ayah untuk menciptakan negara kita sebagai Lumbung Pangan Dunia dengan Pola Organik yang 1th ini ayah selalu kampanyekan.
Ayah yakin kamu akan menjadi pemimpin Dunia. Kelak di Tahun 2050 kamu akan menjadi tokoh berpengaruh di Indonesia dan dunia.
Ini do'a ayah khusus buat kamu.
Kelak kamu akan punya ade dan ayah yakin kelak Abang, Kamu dan mungkin nanti ada ade kamu kalian akan saling bersinergis.
Kalian akan selalu saling mengingatkan.
Kelak Allah akan menurunkan Hidayahnya untuk kamu, sehingga kamu akan selalu terarah hidupnya.
Teruskan perjuangan Rasulullah SAW.
Kelak kalau ayah harus pergi duluan menghadap Allah SWT.
Ayah titipkan Negara ini sama kamu.
Itu mandat ayah buat kamu.
Sekecil apapun perjuanganmu untuk mempertahankan Indonesia, itu akan selalu berdampak besar untuk kamu.
selamat Ulang Tahun sayang.
Selamat mimpi indah, ayah selalu dan akan selamanya sayang sama kamu.

Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 21 Maret 2015

Melayani dan Dilayani

Udah malam minggu aja nih,
Kalian malam Mingguannya dimana?
Nongkrong sama temen2 jomlo kalian, apa berdua mesra di kamar sama pasangannya masing2? Terserah deh dimanapun juga, yang jelas malam ini saya lagi malam mingguan di Kaliurang Yogyakarta.
Bukan sengaja saya malam Mingguan di sini, tapi emang lagi ada acara khusus petani dan peternak kayak saya ini.
Saya di sini udah dari tadi siang, serentetan acara sudah saya ikutin.
Dari mulai perkenalan sesama peternak petani, saking banyaknya (karena hampir 155orang) saya udah lupa lagi nama2nya, tapi wajahnya masih inget lha dikit2, kemudian lanjut sharing soal peternakan pertanian organik, dan beberapa games.
Dari serentetan acara tadi, ada satu hal yang menarik bagi saya, yaitu pas game terakhir menjelang makan siang.
Nama gamenya adalah Self Service or Not?
Saya gak tau apa artinya itu, cuman saya bakalan mendeskripsikan beberapa point dari permainan tadi.
Jadi ceritanya kita disuruh memilih pasangan diantara 155orang tadi, kita milih secara acak, setelah terpilih, kita tentukan siapa yang A, dan siapa yang B.
Saat itu, saya terpilih menjadi agen A.
Awalnya bingung, hal apa yang harus saya lakukan sebagai agen A, karena panitia pelaksana telah menyiapkan selembar kain dengan panjang 50cm dan lebar 10cm.
Sesuai kesepakatan, agen A menjadi agen yang ditutup matanya.
Kemudian si agen B menjadi sosok yang wajib melayani semua keinginan agen A.
Dari mulai keluar ruangan, kemudian naik tangga menuju kamar hotel, kemudian makan siang, semua itu dilayani oleh agen B.
Kita sudah sepakat, tidak adak kecurangan dari permainan ini, jadi kita dengan sepenuh hati mengikuti game ini dengan baik, tanpa kecurangan.
Kita hanya boleh membuka tutup mata, ketika hendak berwudhu dan solat saja.
Setelah itu keadaan agen A kembali ditutup matanya.
Ada kejanggalan dalam diri saya ini, ketika hidup harus serba dilayani, padahal hidup kita sudah terjamin dengan pelayanan teman saya.
Tapi kok malah jadi gak enak ya, makan susah karena mesti disuapin, kemana-mana tergantung dengan teman saya.
Disitu saya sadar, ternyata melayani dan dilayani itu lebih membahagiakan melayani.
Sama halnya dengan sedekah, yang diberi dan yang memberi akan sama-sama bahagia, tapi diyakini kalau yang memberi itu kebahagiaannya lebih2 dari yang diberi.
Dan itu saya rasakan tadi, hidup dengan pelayanan orang lain, itu sangat menyiksa. Kita tidak bebas membentuk diri kita menjadi apa yang kita mau, semuanya tergantung orang lain.
Makanya saya heran, kenapa ada orang yang begitu nyaman atas pelayanan orang lain, padahal hal itu tidak menjadikan dia pribadi yang baik.
Dari situ saya bertekad, saya akan mengabdikan hidup saya untuk menjadi pelayan Makhluk Tuhan yang lain, tentu setelah menjadi Pelayan Tuhan yang sepenuhnya.
Karena selama ini, saya selalu dilayani oleh yang lain, termasuk Orang Tua, Istri, Saudara, bahkan oleh Hewan Peliharaan saya juga.
Semua pengabdian itu akan saya bayar dengan pelayanan terbaik saya untuk mereka.
Semoga teman-teman juga bisa berpikiran yang sama dengan saya, sehingga kita semua akan saling berlomba-lomba untuk melayani bukan bermalas-malasan hanya karena ingin dilayani.
Insha Allah
Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 20 Maret 2015

Karena yang Disuka sudah pasti menarik Hati

Berawal dari kebutuhan hidup!!!
Kenapa saya sebut kebutuhan hidup, ya karena dari dulu kalau ada yang nanya buah favorit kamu apa?
Saya langsung jawab, pisang!
Hampir setiap hari sarapan saya adalah pisang, dan sampai sekarang saya tidak pernah bosen sama buah pisang.
Sampai keidean untuk jadi pengusaha pisang.
Ide menjadi pengusaha pisang sebenarnya dari dulu, karena selain mudah nanamnya, pisang ini bisa tumbuh di daerah apa aja.
Kalau gak percaya, coba aja cek, tiap daerah di Indonesia pasti kita nemu pohon pisang.
Semua orang tentu mengenal pisang, baik itu pohon maupun buahnya.
Pisang merupakan buah dengan kandungan kalori yang cukup tinggi. Hal ini membuat ia sangat cocok dijadikan pengganti makanan pokok. Bagi mereka yang sedang diet, pisang jelas sahabat terbaik. Kalorinya pas dan akan menjauhkan kita dari rasa lapar. Ada banyak varietas pisang. Masing-masing jenis pisang memiliki bentuk buah yang berbeda. Demikian halnya dengan karakteristik rasanya.
Setelah nyoba sharing-sharing sama keluarga, akhirnya di Bulan Desember kita mulai nyoba nanam sendiri pohon pisang kesukaan kita, hampir semua anggota keluarga setuju untuk nanam pohon pisang yang sering kita beli di supermarket.
Kita sih nyebutnya pisang cavendish, cuman dulu terkenalnya dengan nama sunprise atau sunpride.
Kita nyari-nyari dimana jual pohon pisang cavendish itu.
Saya searching via BC di WA, BBM, posting di Medsoc, akhirnya apa yang dicari ketemu juga.
Ada mahasiswa almamater kampus saya dulu nawarin, soal bibit pohon pisang, dia ngembangin pohon pisang cavendish dengan cara kultur jaringan.
Saya langsung pesan 25 pohon,
Pas saya liat bentuk pohonnya unik banget, bahkan kalau sepintas gak kayak pohon pisang.
Dari situ timbulah ide untuk ngembangin bibit pohon pisang ini.
Saya nanya ke mahasiswanya, katanya caranya mudah, cuman media untuk ngembanginnya masih minim.
Pas Bulan Januari kemarin, kita nyoba ngembangin 1000pohon dengan media yang tersedia di kampus, karena pas Januari itu saya buka stand pameran di acara Tasik Festival, disitu saya nyoba masarin bibit pisang Cavendish ini dan ternyata peminatnya sangat banyak, bahkan 1000 pohon itu habis dalam waktu 2minggu.
Sampai pada akhirnya saya ngasih modal ke para mahasiswa itu untuk numbuhin 1000pohon lagi, cuman sayang, sama pihak kampus sudah tidak dibolehkan.
Tapi saya tidak kalah semangat, saya dengan modal secukupnya didapatlah media dengan hasil 250pohon per bulan. Hal ini mendapat antusias yang banyak, setiap bulan 250pohon itu habis, sampai sekarang di bulan ke tiga juga sudah habis.
Bahkan saya sekarang sudah bisa melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.
Kalau sampai bulan 5 bisnis pohon kultur jaringan ini semakin menggiurkan, saya akan nyoba ke pohon yang lain.
Cuman untuk saat ini, saya fokus ke pisang Cavendish saja dulu.
Mungkin beberapa pembaca ada yang penasaran kenapa saya memilih Pisang cavendish, karena disamping saya suka pisang, pisang ini banyak sekali manfaatnya, berikut akan saya jelaskan beberapa alasan saya milih pisang cavendish.

Kenapa Pisang Cavendish? Iya Dari namanya kalian pasti mengira buah ini asli berasal dari luar negeri. Tak salah tapi juga tak mutlak benar. Memang selama ini, pisang Cavendish yang ada di supermarket merupakan buah impor. Hal ini patut disayangkan sebab jenis pisang Cavendish juga ada di Indonesia. Kita menyebutnya pisang Ambon Putih.


Berkenalan Dengan Si Cavendish

Pisang Cavendish sangat populer karena rasanya yang khas. Warnanya biasanya kuning cerah. Istimewanya, pisang ini tidak mudah rusak sebab kulitnya cukup tebal. Cavendish sangat populer dijadikan buah pencuci mulut sebab praktis dan nikmat. Pisang ini banyak dikembangkan melalui kultur jaringan ketimbang anakan. Hal ini bukan tanpa alasan. Pisang Cavendish yang dikembangkan melalui kultur jaringan jauh lebih tahan terhadap penyakit seperi layu moko dan juga layu panama. Pohon pisang jenis Cavendish memiliki tinggi maksimal 3 meter. Warna pohonnya hijau kehitaman. Sementara itu, daunnya memiliki warna hijau yang tua. Setiap berbuah, pohon pisang Cavendish menghasilkan tandan dengan panjang antara 60 sampai 100 cm. Setiap tandan biasanya dipenuhi 8 sampai 12 sisir. Dan tiap sisir terdapat kira-kira 12 sampai 23 buah. Cavendish ini memiliki karakter rasa yang unik sebab terdapat rasa asam yang tidak dominan dalam rasa manisnya. Warna daging buahnya putih sedikit kekuningan.

Manfaat Pisang Cavendish

Sama seperti jenis pisang lainnya, Cavendish juga mengandung sejumlah senyawa aktif yang baik untuk tubuh. Senyawa tersebut antara lain. Mencermati kandungan senyawanya yang lengkap, sangat wajar jika pisang Cavendish memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Adapun manfaat pisang Cavendish antara lain:
Sebagai sumber energi sebab kandungan karbohidrat sederhananya cukup untuk mengganjal perut. Kabarnya, para atlet mengkonsumsi pisang untuk menambah energi seketika saat sedang berkompetisi.
Menyehatkan jantung. Hal ini disebabkan kandungan kalium tinggi dan sangat ampuh mencegah tekanan darah tinggi yang merupakan biang serangan jantung.
Penyeimbang darah. Pisang Cavendish kaya akan vitamin B6 yang berperan aktif dalam pembentukan antibody dan juga hemoglobin di dalam darah. Vitamin B6 juga dikenal sebagai penyeimbang kadar gula di dalam darah kita. Jadi konsumsi Cavendish tentu menyehatkan!
Melindungi sistem syaraf dan menjauhkan potensi terkena stroke.
Sebagai mood booster. Sebab pisang mengandung senyawa triptofan yang berperan serotonin, zat yang bertanggungjawab atas perasaan bahagia dan rileks pada manusia.
Menjaga kesehatan ginjal. Sebab kalium pada pisang Cavendish bisa mengurangi eksreksi kalsium dalam urin.
Baik untuk kesehatan otak.
Menenangkan perut serta meredakan rasa perih akibat luka di dalam lambung.

Nah, segitu dulu ya pemaparan soal Cavendishnya, bagi temen-temen yang mau nyoba nanam atau nyoba masarin pohon pisangnya, bisa kontak admin Agri Trimurti di no HP 08986799165
Sent from BlackBerry® on 3

Selasa, 10 Maret 2015

Sebelum Semuanya Diambil

Agak berat sebenarnya kalau bercerita soal kejadian ini. Tapi jujur saya akui, dari kemarin bayangan kejadian itu selalu datang menghampiri saya, bahkan saya selalu berpikiran yang tidak baik akan kejadian itu, yang sampai-sampai membuat saya menangis hebat. Menangis karena menyesali diri ini yang begitu teledor.
Sebelumnya ijinkan saya sedikit menceritakan sedikit hal terkait kejadian ini.

Sudah bukan lagi rahasia kalau setiap anak kecil selalu suka dengan binatang, hal ini juga berlaku pada anak saya, baik Alky maupun Alka, khususnya Alky, dari semenjak dia belajar merangkak dia sudah sangat suka dengan film Finding Nemo, sampai-sampai setiap hari kami (ayah dan bundanya) selalu harus memutar film itu, itu terjadi sampai sekarang, bahkan 5 bulan ini, pemutarannya hampir gila-gilaan, bisa sampai 3x putaran dalam sehari. Sampai pada akhirnya bulan kemarin Alky sudah bisa nyebut tokoh yang ada di film tersebut "ikan memo, ikan momo, ikan emo, ikan nemo", ya itulah beberapa celotehan dia akhir-akhir ini, saking udah hafalnya dia sama tokoh nemo ini, pas jalan-jalan ke mall minggu lalu, sempet kaget karena waktu dia lari-lari, tiba-tiba dia belok, tak taunya ada boneka nemo di sana. Waktu itu sempet mau beliin langsung tapi kita mikirnya ah, ntar aja deh, takutnya kan cuman seneng sesaat aja, namanya juga anak kecil.
Tapi ternyata dia makin terus-terusan bilang "ikan memo, ikan memo, ikan memo", sampai akhirnya saya sama istri saya sepakat untuk beliin dia boneka nemo itu.
Jadilah kemarin selepas dzuhur kita berempat jalan-jalan bareng, cuman sebelum ke tempat yang jual boneka nemo, kita singgah dulu di tempat makan, karena emang udah waktunya makan siang, kita nyari tempat makan yang lokasinya gak jauh dari tempat jual boneka nemo itu, dipilihlah tempat makan lesehan pinggir jalan, yang memang suasanya enak banget.
Sampe beberapa waktu kemudian, makanan yang dipesan datang, Alky yang sekarang umurnya sudah 2th, dia lagi lincah-lincahnya, saya biarin aja, selama masih dalam pengawasan saya, sampai pada akhirnya dia lari begitu kencang, ke luar rumah makan, sampai di pinggir jalan, pas saya mau ambil dia, dia terus lari sampai ke bibir jalan, dari arah kiri saya lihat ada truk dengan kecepatan tinggi melaju ke arah Alky, saya was-was sampai tinggal selangkah lagi mungkin, saya teriak dengan sepenuh tenaga saya, " ALLLLLLLLAAAAAAAHHHHHH" "ALLLLKKYYYYY" dan itu serempak dengan sautan semua orang yang melihat kejadian itu, saat itu Alky langsung balik badan dan tersenyum sama saya, saya langsung peluk dia, Alky yang tidak tau apa-apa dia malah senyum-senyum aja, padahal beberapa detik sebelumnya dia hampir saja celaka, dan saya tidak sanggup bagaimana kalau itu terjadi.
Acara makanpun saya hentikan, saya bayar dan saya langsung kembali ke tujuan awal yaitu beli boneka nemo buat Alky, beberapa saat semuanya berjalan normal, sampai boneka itu terbeli, menjelang Ashar kita sampai ke Rumah.
Pas mau sholat Ashar saya kepikiran terus akan kejadian tadi siang, saya langsung tertunduk lemas, saya tidak kuat lagi menahan emosi saya, sampai pada akhirnya pecahlah tangis saya, sambil meluk Alky, saya ucapkan beribu-ribu maaf padanya, namun seperti biasa Alky hanya keheranan saja.

Saya akan stop cerita itu sampai sana.
Mungkin beberapa dari rekan pembaca sempat membaca postingan saya sebelumnya, yaitu soal teman saya yang kehilangan HP terus dengan entengnya dia bilang itu sedekah,
Ya saya langsung berpikir ke arah sana,
Ya Allah, alangkah buruknya saya sebagai Ayah, yang hanya mementingkan diri sendiri, saya tidak pernah berdo'a untuk keselamatan anak-anak saya, saya hanya selalu berdo'a akan impian-impian saya, termasuk punya rumah impian dan Mobil Navara Sport Version.
Setelah solat Ashar kemarin, saya jadi lebih banyak termenung, Ya Allah kalau bukan karena engkau Alky mungkin sudah Kau ambil kembali, Terimakasih Kau masih percaya sama saya untuk menjaga Alky di Dunia ini.
Saya yakin kalau kemarin Truk itu sampai mengenai Alky, seluruh kekayaan Bumi ini apabila diberikan untukku sebagai penghibur karena kehilangan Alky, saya yakin itu tidak akan cukup, atau seandainya pabrik Nissan memberikan Hadiah Semua Produksi Navaranya untuk saya, saya juga yakin itu tidak bisa menggantikan Alky.
Disinilah makna memberi sesungguhnya, memberi apa yang kita punya dan kita sayangi, memberi apa yang menjadi impian kita, kalau bahasa sehari-harinya bisa disebut sedekah.
Ya, SEDEKAH, saya malu karena baru bisa sedekah setelah ada kejadian yang menimpa saya, saya putuskan untuk menyedekahkan semua hal yang saya impikan untuk dua impian saya itu yaitu DP Navara dan DP Rumah Impian.
Sebelum semuanya Allah Ambil, maka saya duluan yang menyerahkan semuanya sama Allah.
Dengan Alky masih menjadi titipan untuk saya dari Allah, itu sudah cukup.
Karena benar kata keluarga Cemara,
Harta yang Paling berharga adalah Keluarga.
Ya aku bahagia punya mereka, Istri dan Anak-anakku.
Walaupun bayangan kejadian itu selalu ada, tapi saya yakin itu teguran dari Allah supaya saya rajin sedekah, karena saya sadar kalau saya yang selalu diberi kemudahan, saya yang selalu diberi rejeki lebih, tapi sangat malas bahkan selalu berat untuk bersedekah.
Padahal di luar sana ada pasangan suami istri yang rela menyedekahkan hampir semua hartanya demi mendapatkan seorang anak.
Terimakasih Allah, Terimakasih untuk kejadian kemarin, semuanya membuat saya menjadi lebih terbuka.
Jaga anak dan istri hamba Ya Allah,
Bahagiakan mereka di Dunia dan Akhirat,
Jadikan Hamba sosok yang kelak bisa menuntun mereka bertemu Engkau dan RasulMu Muhammad SAW.
Insha Allah
Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 08 Maret 2015

Apa yang Kau Beri, Itulah yang Kau Terima

Hari ini Kesayanganku Ulang Tahun lho, hehehe.
Seperti biasa, akan ada postingan khusus kalau dia lagi ultah, tapi bukan di postingan ini saya bakalan ngucapin selamat ultah padanya, melainkan nanti, kalau gak siang ya malam.
Saat ini yang bakalan saya posting adalah sesuatu yang mungkin hampir semua orang pernah melakukannya, inget ya "semua orang", berarti dari bayi sampe kakek nenek, sesuatu hal yang apabila dilakukan akan langsung mendapatkan balasan yang setimpal, bahkan kalau dalam agama Islam, suatu hal ini akan mendapatkan balasan bukan hanya dari lawan mainnya, melainkan dari Allah juga, balasannya berupa derajat pahala, yaitu 70 untuk yang ngajak dan 30 untuk yang menerima.
Nah dari clue tersebut pasti tau, kegiatan apa yang saya maksud?
Kalau ada yang menjawab salaman itu tepat sekali, atau ada yang bilang jabat tangan bener juga.
Nah di sini saya ingin coba sedikit sharing dari kegiatan salaman ini, sampai-sampai Allah dengan mudahnya memberikan ganjaran pahal sama kegiatan yang mungkin sangat mudah dan sangat simple. Kemudian bukan hanya itu, hampir semua orang tua mengajarkan ini pada anak bayinya, sebelum anaknya diajarkan untuk berbicara, sebelum anaknya diajarkan untuk berjalan dan berlari, salaman inilah hal yang pertama saya ketahui dari setiap orang tua yang kemudian diajarkan pada anaknya, bahkan anak saya waktu masih 9bulan sudah bisa sun tangan.
Disadari atau tidak di dalam salaman itu terdapat banyak pelajaran dan sarat makna yang tidak semua orang ketahui.
Coba sekarang kita perhatikan, ketika ada orang ngajak salaman dengan tangan kanan, maka dengan otomatis si lawannya akan memberikan tangan kanannya juga, sebaliknya kalau yang ngajak ngasih tangan kiri ya lawannya juga pake tangan kiri, tapi terkadang juga ada orang yang ngasih tangan kanan dibalas pake tangan kiri, namun kejadian ini biasanya terjadi kalau si lawan sedang melakukan kegiatan lain seperti makan, tangan kanannya pasti kotor kemudian dia ngasih tangan kiri, apakah dia begitu saja ngasih tangan kiri, tidak, tapi dengan menundukan kepala dan ucapan maaf, biasanya "maaf tangannya kotor" (ini berlaku bagi yang punya dua tangan)
Terus apa hubungannya dengan judul postingan ini,
"Apa yang Kita Beri, Itulah yang Kita Dapat"
Pernah gak kita dengar pepatah, apa yang kau tanam itulah yang kau tuai,
Nah disinilah kuncinya, apapun yang kita berikan sadar atau tidak maka hal yang kita terima adalah sesuatu hal yang sama, bisa dilihat dari nilai atau jenisnya, yap seperti hal nya kita membelanjakan uang 50ribu, maka kita akan mendapatkan barang seharga 50ribu, nilainya sama tapi jenisnya beda.
Nah ini sama dengan salaman tadi, kita ngasih kanan dapet kanan, kita ngasih kiri ya dapet kiri. Tapi ketika kita ngasih kanan kemudian dapet kiri, jangan sedih karena kita tau keadaan orang yang sedang diajak salaman sama kita.
Intinya, tanamlah kebaikan dimanapun, sama siapapun, dan dengan apapun, nisacaya kelak kita akan mendapatkan kebaikan yang sama bahkan lebih, karena secara tidak langsung kita sudah dilatih untuk itu semenjak kita kecil.
Jangan khawatir akan balasannya, ya masa iya kalau hidup baik, pemberian kita juga baik, amalan kita baik, masa kita dapet buruk, bukan gak mungkin lagi tapi menurut saya itu mustahil, karena hal itu sudah di sepakati oleh Allah, kalau kau baik masa iya Allah gak baik, karena pada dasarnya Allah itu sebagaimana prasangka hambanya.
Nah sebaliknya, kalau kita menebar keburukan, berperilaku buruk, ya masa iya kita dapet yang baik, sesuatu yang gak mungkin juga kan.
Sebenarnya sih hal ini tidak perlu diajari lagi, karena saya yakin orang yang bisa baca seperti temen-temen pasti sudah tau, disini saya cuman menganalogikan sesuatu hal yang Allah ajarkan kepada kita. Dan itu membuktikan setiap hal yang datang dari Allah, bahkan hal yang mungkin sepele tapi disitu terdapat berkah pahala yang besar, bahkan sampai menggugurkan dosa, disitu saya berusaha mencari makna lain dari salaman, ternyata terdapat pendidikan karakter yang luar biasa, dan itu baru saya sadari sekarang-sekarang ini.
Allah emang maha Oke.
selamat hari senin semuanya, selamat beraktifitas,
Dan selalu inget.
Kanan dapat kanan, kiri dapat kiri
Sent from BlackBerry® on 3

Kamis, 05 Maret 2015

Pengambilan Hak Angket

Lama banget ya gak jamah si kesayangan ini (blog), harap maklum, kalau pengangguran ya kayak gini, duit gak seberapa, tapi kesibukan banyak (semacam pegawai Pemerintahan lha)hehhe
Ngebet pengen nulis sih sebenarnya dari pas bulan Januari kemarin, tapi apalah daya, otak yang biasanya diajak jalan2, sekarang kebanyakan diemnya, jadi seperti kena penyakit baru, semacam melambat begitu (bisa dibilang telmi kali ya,hehe).
Baru malam sekarang ini lah saya bisa nulis lagi, tapi jangan mentang2 ntar malem itu pas dengan malam Jum'at ya, terus saya bakalan nulis kiat2 kepuasan malam Jum'at, oh tentu tidak, tapi ada cerita unik yang akhir2 ini atau bahkan udah sering saya alami dari dulu.
Jadi ceritanya itu, kemarin saya silaturahim ke temen yang udah lama gak jumpa, eh tiba2 dia cerita kalau dia abis kena tipu, gegaranya dia belanja online gitu, tapi sama si penjualnya barang yang dikirim itu gak dikirim, soalnya pas udah ditunggu2 sekian lama, barang yang dibeli gak kunjung datang juga, pas dia kontak terus si penjualnya tiba-tiba dia di delcon gitu aja, sehingga dia menyimpulkan kalau dia itu kena tipu. (Saya skip dulu ceritanya, lanjut ke cerita lainnya)
Gak lama dari itu saya baca2 status temen saya yang ada di medsoc, kebetulan lagi, pas saya kepoin mereka, eh ada salah beberapa temen saya yang curhat kalau hp nya hilang, terus ada lagi yang bilang kalau uang di atm nya gak bisa diambil terus ke debet, yang terakhir saya baca ada orang yang kehilangan motornya waktu solat berjamaah di mesjid.
Dari serangkaian cerita itu, dengan mantapnya di akhir cerita atau diakhir kalimat, mereka kompak menyimpulkan kalau itu sedekah, saya langsung mikir, kok semudah itu sih sedekah bagi mereka,
Yang pertama bilang, Alhamdulillah saya udah sedekah 2,5jt kemarin, (padahal dia ketipu pedagang Onliney
Terus yang lainnya bilang, gak apalah ilang juga, itung2 sedekah, (gubrraaakkkk, kecopetan, kecurian, kemalingan kok disebutnya sedekah)
Maaf ya, maaf banget, kalau ada yang kesinggu soal ini, karena bagi saya makna sedekah itu adalah memberi, sedekah itu ada ijab qabulnya, mau ijab qabul sama yang diberi kek, atau sama yang dititipkan itu mah bebas, atau ijab qabulnya langsung sama Tuhan, ya itu lebih bagus, bukan setelah apa yang kita punya diambil Paksa sama Tuhan, terus dengan entengnya kita sebut itu sedekah, mungkin kalau Tuhan bisa kita liat wajahnya, dia akan ketawa sinis, sambil bilang, "enak aja, maen bilang2 itu sedekah,itu mah saya ambil dengan paksa cuy, nah kamunya aja itumah ke pedean",
Kebayang gak Tuhan bilang gitu,
Sedekah itu kalau menurut saya, disiapin dulu barangnya, terus dipikirin siapa targetnya, terus untuk keperluan apa, setelah fixed baru deh di shoot, bukan karena kita kehilangan.
Mungkin ada beberapa dari teman2 gak faham maksud tulisan saya ini, kalau gitu mari saya ilustrasikan :
Ada orang ngumpulin hartanya terus pas udah ngumpul dia sisihkan untuk disedekahin, tujuannya biar apa yang dia kumpulkan bisa berkah, karena dia tau ada hak orang lain di dalam harta yang dia kumpulkan itu, terus di akhir bulan (dia ngumpulinnya sebulan), dia sedekahin lha tuh si harta tadi yang udah di sisihkan, kemudian dia dibayar cash oleh Tuhan, jadi sedekah yang dia kirimkan atau dia berikan itu menjadikan dia lebih kaya, karena dengan campur tangan Tuhan, sedekah yang dia berikan itu Tuhan ganti sampe 700x lipat.

Kemudian ada lagi orang yang ngumpulin hartanya selama sebulan, pas di akhir bulan dia tujukan si harta yang terkumpul tadi untuk memenuhi apa yang dia inginkan selama sebulan ini, tanpa menyisihkan sedikitpun untuk disedekahin, sampai akhirnya harta yang dikumpulkan itu sudah memenuhi target untuk dibelikan atau ditukar dengan benda impian dia, tapi tak dinyana, ditengah jalan harta yang dia tujukan untuk beli benda impian itu hilang, disebabkan di curi atau dimaling, anggap aja dia ikhlas ya, terus dia bilang, biar saja itu jadi sedekah saya bulan ini, benda impiannya biar saya beli bulan depan.
Mungkin sepintas kita liat ini benar atau baik, karena ada keridhoan dan keikhlasan dari dirinya, tapi coba kita perhatikan, apakah benar itu menjadi sedekah dia, siapa tau itu diambil paksa sama Tuhan oleh Malaikatnya yang menyamar jadi pencuri, siapa tau Tuhan marah karena dia udah sombong dengan mengumpulkan harta tanpa menyisihkan sedikitpun untuk sedekah, padahal dalam mengumpulkan hartanya itu pasti selalu ada campur tangan Tuhan di dalamnya.
Nah temen2, semoga menjadi mikir ulang ya kalau kena musibah seperti itu jangan buru2 bilang, biarin lha itung2 sedekah, please jangan ya, karena siapa tau Tuhan lagi marah sama kita, syukur2 itu cuman ujian, gimana kalau peringatan?
Inget kita itu tidak boleh mendahului Allah dan Rasulnya, karena Allah itu selalu punya rencana, perbanyaklah muhasabbah, perbanyak instropeksi diri.
masih untung Allah ambil paksanya di dunia ini, gimana kalau Allah ambil paksanya di akhirat nanti, bisa rugi seumur2.
Terakhir, semoga Allah senantiasa melindungi dan menjaga Kita semua.
Sadar akan Adzabnya, dan Yakin dengan Ujiannya

Sent from BlackBerry® on 3

 
Blogger Templates