Singkat ceritanya seperti ini :
Di kampung nelayan yang namanya disembunyikan terdapatlah seorang nelayan yang kalau memancing dia selalu membawa tongkat.
Kalau tongkat itu tidak dia bawa, dia urungkan niatnya untuk memancing.
Tanpa dia sadari, ketika dia memancing ada seorang nahkoda kapal yang sering melihat dia bertingkah aneh.
Mungkin tidak hanya si nahkoda itu, melainkan semua orang yang melihatnya juga merasakan hal yang sama.
Apakah keanehan itu?
Jadi setiap dia memancing kemudian kailnya dimakan ikan, terus ikan itu diangkat selanjutnya dia ukur dengan tongkat yang wajib dia bawa itu, kalau panjang ikan kurang dari tongkat itu, maka ikan itu dia masukan ke dalam wadah untuk dibawanya pulang ke Rumah, tapi kalau hasil tangkapannya melebihi panjang tongkatnya, ikannya itu langsung dia buang kembali ke Laut.
Hal ini dia lakukan setiap hari ketika memancing.
Saking gemasnya, akhirnya si nahkoda itu bertanya kepada si nelayan itu :
"Kenapa kamu melakukan hal seperti itu?"
"Saya melakukan itu karena, saya mengukur diri saya tuan, tongkat itu sama panjangnya dengan kuali yang ada di rumah saya, sehingga kalau saya mendapatkan ikan yang lebih pendek dari tongkat yang saya bawa ini, maka saya akan dengan mudah memasaknya, beda kalau ikannya lebih panjang, saya akan kerepotan karenanya"
Si nahkoda itupun mengerti dan langsung meninggalkan si nelayan itu.
Ceritanya udahan dulu ya, sekarang saya mau nanya ke temen-temen, ada gak di antara kita yang seperti nelayan itu?
Pasti ada,
Kita terkadang tidak pernah menyadari kemampuan yang kita miliki hanya karena benda yang kita punya.
Kita kadang ragu untuk menempatkan kita di posisi yang sebenarnya kita inginkan, cuman karena kita minder dan merasa gak bisa akhirnya kita terus seperti ini.
Mungkin selama ini kita selalu hidup enak tanpa resiko dan selalu dimudahkan, tapi apakah itu membuat kita menjadi lebih baik, jelas tidak kan. Malah kita semakin terlena dan semakin menjadi pribadi yang tumpul. Sampai-sampai ketika kita mendapatkan sesuatu yang lebih besar kita merasa tidak layak.
Kalau menurut saya sih, ubahlah pemikiran seperti itu, supaya hidup kita naik kelas, naik drajat, supaya ketika kita mendapatkan sesuatu yang besar kita tidak mengeluh, tapi kita semakin semangat dan semakin pintar dalam mencari jalan keluar, tidak seperti nelayan itu, karena tidak mau repot dia rela mengorbankan tangkapan ikan besar yang sering dia dapatkan.
Apakah kita ingin seperti itu, ketika ada kesempatan untuk mengembangkan diri, harus dibuang begitu saja karena merasa tidak mampu atau tidak sanggup.
Kalau saran saya sih,cobalah lebih bijak dalam menjalani hidup, jangan manja jangan lenje. Jangan terlena dengan apa yang sudah kita dapat, padahal itu sama sekali tidak ada apa-apanya di mata Tuhan.
Dari cerita itu, saya juga terinspirasi untuk menaikan kualitas diri saya, disamping mengambil hikmah dari cerita itu, saya juga ingin merasa diri saya sebagai diri yang kekinian, hehehehe
Seperti yang kita tau kalau Beberapa Bulan ini lagi seru dengan gemboran naik disana sini.
Emang iya sih naik sana sini, tapi bagi saya yang seorang petani rasanya gak terlalu berasa kenaikannya, ya karena IQ saya mungkin lebih ok dari mereka. Hehehehe
Sebagai Petani saya juga ingin naik, yap bukan naik dokar atau traktor, tapi naikin kualitas hidup.
Yang tadinya makan asal ada, sekarang makan pas asal pengen.
Ya pokoknya naikin segalanya lha, termasuk naikin istri kali ya, dari sekali sehari jadi 3x sehari, hahahhahha
Pokoknya seperti temen-temen tau, saya gak bakalan mosting sesuatu di Blog saya ini kalau sesuatu itu gak penting bagi saya.
Saya yakin ini penting, pentingnya di sini bukan berarti sesuatu hal yang luar biasa, tapi lebih ke sebagai pengingat saja, biar saya gak berani lagi untuk menurunkan kembali kasta yang saya geluti sekarang ini. Hehhehehe
Ok saya mulai dari status di KTP :
1. Di KTP saya asalnya berprofesi sebagai Wiraswasta, saya naikin kelasnya menjadi Petani
2. Dari mulai penjualan produk Agri Trimurti yang asalnya hanya 10 dirham saya naikan menjadi 25 dirham.
3. Belanja bulanan yang dari biasanya 40jenis, saya tambahin jadi 55 jenis
4. Family Time yang tadinya seminggu sekali di double menjadi 3 hari seminggu
5. Jenis ternak yang dikelola Agri Trimurti saya tambahkan 4 jenis
6. Bersepeda yang asalnya 50KM/3minggu, saya naikin jadi 50KM/2minggu
7. Lari yang asalnya cuman asal-asalan saya naikin drajatnya jadi rutin 10km/minggu
8. Sedekah dari 5%/bulan saya tambahin sampe 15%/3minggu
9. Tambah hafalan Qur'an minimal 15 ayat/3minggu
10. Menabung dari yang asalnya cuman 10dirham/bulan jadi 10dirham/3minggu
11. Naikin kebutuhan sehari-hari yang asalnya 50ribu/hari jadi 75ribu/hari.
12. Kendaraan Pribadi Saya Selalu di isi dengan Pertamax.
Yang pasti itu aja dulu, yang lainnya pasti saya naikin kok, ini yang pasti-pasti aja dulu.
Temen-temen juga harus naikin dong taraf hidupnya ya, biar bisa menjadi Manusia yang dicintai Allah SWT, karena Orang yang lebih baik dari hari sebelumnya adalah orang yang beruntung, kalau sama dia adalah orang yang rugi, dan kalau berkurang maka dia adalah orang yang celaka.
Jangan sampai kamu-kamu-dan kamu kemudian kamu juga, menjadi seperti nelayan yang diceritakan oleh saya di awal postingan ini, karena nelayan-nelayan yang seperti itu sekarang ini bukannya hanya ada, melainkan banyak, saking banyaknya kita terkadang tidak sadar kalau nelayan itu adalah kita.
Sent from BlackBerry® on 3