Social Icons

Jumat, 27 Januari 2017

4 ever

Hari ini seperti biasa dari tahun ke tahun, kalau kita masuk ke Mall yang gede gede udah berasa kita lagi di Shanghai, semua dominan merah.
Kalau kita lihat kalender juga hari ini juga hari merah, bukan karena ini hari Minggu, tapi ya hari ini emang hari libur. Tapi saya jujur, saya fokus bukan ke sebab kenapa hari ini merah dan itu berarti libur, saya fokus ke Tanggal yang ada di kalender hari ini.
Yap, hari ini adalah tanggal 28 Januari 2017, dimana tanggal ini saya resmi menjadi seorang ayah, ayah yang saat itu belum punya kebanggaan apapun yang bisa dilihatkan ke anak pertamanya.
Hari ini, anak itu sudah berumur empat tahun, saya bahagia saat pertama kali melihat wajahnya, tapi saat itu juga hati saya menjerit, karena bagi yang tau kondisi saya saat itu begitu tidak layak untuk dibanggakan.
Anak itu sudah empat tahun bersama saya, anak yang baik, anak yang sangat butuh akan kasih sayang, tapi kasih sayang itu mungkin terasa kurang bagi dirinya.
Selalu menetes air mata ini kalau ingat akan dirinya.
Awal kelahiran dia, anak itu saya panggil dengan panggilan Autar, tapi para tetangga manggil dia dengan sebutan Rama, dua bulan dari itu kami ganti memanggil dia dengan Alky.
Masih inget pertama kali dia nangis, masih ingat pertama kali dia dimandikan, masih ingat pertama kali dia datang ke rumah.
Saat itu, dirumah yang kami tinggali belum ada apa-apa, hiburan saya dan istri saya hanya bercanda tawa saja ngobrol yang seru-seru. Tapi dengan kedatangan dia, rumah ini jadi lebih hangat, walau dia gak rewel, walau dia selalu anteng dengan tidurnya, walau Rumah selalu sepi karena itu, tapi bagi kami dia tetap hiburan kami.
Allah menghibur kami dengan adanya dia.
Hari ini di usianya yang ke empat, dia sudah punya dua adik, saya liat cemburunya dia pada dua adiknya, saya liat rindunya dia dengan pelukan ayah dan bundanya, dia udah berani tidur sendiri di kamarnya, walau terkadang di tengah malam dia terbangun dan datang ke kamar saya, di mana di kamar itu ada saya, istri saya dan dua adiknya.
Sekarang dia udah berani main sendiri ke luar rumah, sekarang dia udah bisa bergaul dengan teman-temannya, baik itu di depan rumah atau pergi berkeliling mengitari kampung.
"Abang", ya itulah panggilan dia sekarang, semua orang sekarang manggil dia abang.
Ayah sayang abang, abang yang sabar ya.
Nanti kalau abang udah gede, abang yang bakalan gantiin ayah jagain bunda dan adik-adik.
Maaf ya, ayah ngasih beban yang banyak buat abang. Sekarang abang udah empat tahun, kelak kalau abang udah bisa baca, dan abang baca tulisan ayah ini, maafin ayah ya, karena emang begini kondisi kita sekarang. Bahkan kondisi pas awal abang lahir, tapi terimakasih ya, adanya abang, jadi penguat buat ayah dan bunda.
Saat ini ayah sedang ikut pelatihan IB, Insha Allah nanti ilmunya ayah share ke abang, ayah yakin abang akan cepat bisa, abang kan orangnya pinter, maaf ya, gak ada lagi hadiah ulang tahunnya, tapi yang jelas, ayah bakalan terus berusaha bahagiain abang.
Ayah masih inget, ketika ayah berdoa, abang dateng ke ayah dan nangis, karena saat itu ayah juga sedang nangis, abang gak tega kalau liat ayah nangis. Sampai-sampai abang nyuruh ayah berhenti dari doa ayah, bukan karena do'a itu yang buat abang ngeberhentiin ayah berdoa4, tapi karena ayah sedang nangis.
 Malam itu abang langsung peluk ayah, dan abang bilang "abang, sayang ayah".
Sejak itu sampai sekarang setiap abis sholat, abang selalu datang pada ayah, dan meluk ayah, kemudian bilang, abang sayang ayah.
Sekali lagi, terimakasih nak, ayah sayang abang.
Allah selalu menjaga abang, Insha Allah.


Rabu, 25 Januari 2017

Deteksi Kebuntingan Pada Ternak Ruminansia

Deteksi kebuntingan pada Ternak Ruminansia

Alat :
- Gelas ukur/ tabung reaksi
- Suntikan
- Plastik Sheat

Bahan :
- Asam Sulfat Pekat 95%
- Urine Ternak Ruminansia
- Aquadest/ air sumur

Cara uji :
1. Ambil 1ml urine ternak kemudian campurkan dengan aquadest 5ml
2. Ambil 1ml larutan urine dan aquadest kemudian tambahkan 0,5ml asam sulfat

Cara analisa :
Jika perubahan warna menjadi merah muda disertai gelembung yang naik ke permukaan, maka itu dinyatakan bunting (+), akan tetapi jika hanya terlihat salah satu tanda reaksi di atas baik itu perubahan warna atau timbulnya gelembung saja, maka dinyatakan tidak bunting (-).

Hasil uji lab di BBPKH Cinagara dengan peneliti ibu drh. Nia Setiawati, M.P. kemudian dilanjutkan dengan pengujian ulang oleh Pandu Rahayu

Senin, 09 Januari 2017

Pandu Rahayu wants to share a moment with you.

Path
Pandu Rahayu wants to share a moment with you.
icon
5 jenis bangsa Kambing: 1. Kambing Boer A. Asal Daerah Pengembangan Kambing Boer berasal dari negara Afrika Selatan, Namaqua Bushmen dan Suku-suku Fooku yang dikawin silangkan dengan kambing keturunan India dan Eropa terjadi pada awal tahun 1900'an di Easter, Cape. Setelah itu kambing boer juga dikembangkan dibeberapa infus Eropa. Pengambilan nama Boer berasal dari bahasa Belanda yang berarti petani, yang digunakan untuk membedakan antara kambing lokal dengan kambing angora. Sejak tahun 1970 kambing Boer dimasukkan kedalam Domba Nasional Mutton dan Skema Pengujian Kinerja Kambing dan menjadikan kambing ini berkembangbiak pertama dalam produksi pengujian produksi daging. B. Karakteristik yang Spesifik Kambing Boer pada umumnya memiliki warna tubuh putih dan pada bagian kepala cokelat tua kombinasi putih pada bagian moncong. Postur tubuh kambing Boer yang berbentuk seperti silinder, bulat dengan perototan yang kompak. Kambing ini tidak terlalu tinggi namun tubuhnya panjang,lebar dan dalam. Selain itu kambing jenis ini memiliki kaki yang pendek, berhidung cembung, serta bertelinga panjang menggantung. Pada kambing Boer jantan dewasa pada umur 2-3 tahun dengan berat badan 120-150 kg sedangkan pada betina dewasa pada umur 2-3 tahun dengan berat badan 80-90 kg. ciri khas lain pada kambing ini yaitu suka berjemur di siang hari, dengan memiliki kulit yang berwarna cokelat dapatmelidungi dirinya dari kanker kulit karena sengatan matahari secara langsung. C. Potensi Produksi Kambing Boer mempunyai tingkat pertumbuhan yang sangat cepat. Kambing ini dapat mencapai berat dipasarkan 35-45 kg pada umur lima hingga enam bulan, dengan rataan PBB antara 0,02-0,04 kg/hari. menghasilkan suku penyapihan lebih dari 160 %, pada kondisi pemeliharaan yang rendah mampu memiliki susu yang cukup dan mampu untuk membesarkan anaknya. Umur jantan dewasa/ matang bobotnya sekitar 110-135 kg, sedangkan untuk domba betina sekitar 90-100 kg. D. Sifat-sifat Unggul Kambing Boer sangat efektif dalam kombinasi berbagai ternak karena kemampuan dalam browsing dan dampak penutup rumput. Selain itu kambing Boer memiliki sifat jinak (mudah di handling) dan mudah dipelihara. Dengan kemampuan pertumbuhan yang sangat cepat kambing jenis ini dapat dikatakan sebagai kambing jenis pedaging unggulan. Kambing ini mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam hal pertambahan bobot badan, yaitu 200 gram/ hari pada penggemukan sedangkan standartnya adalah 150-170 gram/ hari. Pubertas/ tingkat kedewasaan dari kambing jantan sekitar 6 bulan sedangkan pada betina berkisar 10-12 bulan. Tingkat ovulasi kambing Boer berkisar dari 1-4 sel telur/ doe dengan rata-rata 1,7. 2. Kambing Etawah (Kambing Jamnapari) A. Asal Daerah Pengembangan Kambing Etawa berasal dari daerah Etawah, Utar Prades dinegara India. Banyak ditemukan di daerah yang hijau di sekitar sungai. Selain dipanggil etawa kambing ini juga bisa disebut sebagai Kambing Jamnapari, nama ini diambil dari negara asalnya, yaitu India. B. Karakteristik yang Spesifik Kambing Etawa memiliki ciri-cirinya postur tubuh besar, telinga panjang menggantung atau melambai ke bawah serta berekor pendek, bentuk muka cembung, bulu bagian paha sangat lebat, bentuk kepala sama seperti kambing biasa namun bagian hidungnya condong ke bawah dengan tanduk yang menghadap ke atas (hingga 26 cm), serta memiliki ambing yang besar (kambing betina). BB jantan mencapai 90 kg, BB betina 60 kg. produksi susu mencapai 235 kg/ms laktasi. Bentuk badan yang kokoh dan tinggi dengan leher yang kuat dan sedikit memanjang. Bentuk dan struktur tubuh hewan ini hampir sama dengan kambing pada umumnya, namun warnanya putih bersih, bulunya pendek (kecuali bagian paha). Kambing Etawa jantan dapat mencapai tinggi >100 meter dengan bobot ≥100 kg, sedangkan kambing betina sedikit lebih pendek dan lebih ringan dari kambing jantan. C. Potensi Produksi Kambing Etawa merupakan salah satu jenis kambing perah (penghasil susu) dengan kualitas yang tinggi. Produksi susunya hingga 3-4 L/hari. Selain itu, Kambing Etawa dapat digunakan sebagai kambing pedaging karena bobotnya yang tinggi bila dibandingkan dengan kambing perah lainnya. D. Sifat-sifat Unggul Kambing Etawa merupakan jenis kambing yang dapat dimanfaatkan sebagai jenis kambing perah dan pedaging karena memiliki postur tubuh yang besar dan kambing etawa juga memiliki tingkat produksi susu yang cukup tinggi dibandingkan kambing perah jenis lainnya. Selain itu kambing itu sangat mudah beradaptasi dengan kondisi iklim di Indonesia, tidak terlalu memilih-milih pakan sehingga mudah dikembangbiakkan di seluruh wilayah di Indonesia. 3. Kambing Anglo Nubian A. Asal Daerah Pengembangan Kambing Anglo Nubian beasal dari wilayah Nubia (Timur Laut Afrika) kambing ini memiliki nama lain yaitu Nubian (USA), dikembangkan diwilayah Inggris. Kambing Anglo-Nubian merupakan hasil persilangan kambing Afrika dengan kambing yang berasal dari India. B. Karakteristik yang Spesifik Kambing Anglo-Nubian mempunyai telinga yang panjang menggantung dekat dengan kepala, namun telinganya tipis/ tidak tebal. Mempunyai hidung yang terlihat jelas serta mempunyai bulu pendek yang halus dan mengkilap. Kambing ini mempunyai warna bulu yang berbeda-beda yaitu hitam, merah dan coklat dengan kombinasi warna putih ataupun dominan warna putih. Kambing jantan Anglo-Nubian biasanya mempunyai bulu pendek terutama dibagian punggung dan paha. Ambing pada Anglo-Nubian luas, namun terkadang lebih terjumbai daripada kambing Swiss. Kepala kambing Anglo-Nubian berkembang dengan baik, dengan profil wajah antara mata dan moncong sangat cembung. C. Potensi Produksi Anglo-Nubian dikembangkan untuk tujuan produksi daging, susu dan produksi yang tersembunyi. Kambing ini bukan termasuk penghasil susu paling bagus, namun susu yang dihasilkan mengandung lemak cukup tinggi yaitu 4-5 %. D. Sifat-sifat Unggul Anglo- Nubian mampu hidup dalam kondisi yang panas, sering pula dijadikan sebagai program penelitian di negara tropis untuk meningkatkan potensi penghasil susu dan daging. Potensi yang tersembuyi dari kambing ini adalah mempunyai badan yang relatif besar untuk ukuran kambing perah, gagah/ terlihat menyenangkan serta penampilan anggun serta mempunyai musim kawin yang lebih lama dibandingkan keturunan Swiss, sehingga memungkinkan untuk menghasilkan susu sepanjang tahun. 4. Kambing Saane A. Asal Daerah Pengembangan Kambing saanen berasal dari lembah Saanen Switzerland, selain itu kambing saanen merupakan kambing terbesar di Swiss. Kambing Saanen masuk Indonesia pada tahun 1978 melalui perusahaan Tri S Tapos yang mengimpornya dari Australia. B. Karakteristik yang Spesifik Kambing Saanen memiliki ciri-ciri warna bulu putih dank rem pucat muda pada hidung dan telinga. Serta memiliki bentuk hidung lurus, muka berbentuk segitiga, dahi lebar, sedangkan pada ambing berwarna hitam, Telinganya sederhana dan tegak ke sebelah dan ke depan. Ekornya tipis dan pendek. Pada jantan dan betina memiliki tanduk. Berat badan janta mencapai 68-91 kg sedangkan betina 36-63 kg. C. Potensi Produksi Kambing Saanen merupakan salah satu jenis kambing perah (penghasil susu) dengan produksi susu yang cukup tinggi. Produksi susunya dapat mencapai 740 kg/masa laktasi. D. Sifat-sifat Unggul Kambing Saanen merupakan kambing yang produksi susunya terbaik di Swiss. Kambing Saanen memiliki kekurangan yaitu sulit berkembang di wilayah tropis (seperti Indonesia) karena kepekaannya terhadap matahari sangat tinggi. 5. Kambing Kacang A. Asal Daerah Pengembangan Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia, salah satu ras unggul kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. B. Karakteristik yang Spesifik Kambing Kacang memiliki tubuh kecil dan pendek, jantan dan betina memiliki tanduk, tinggi gumba pada kambing jantan 60-65 cm, sedangkan yang betina 56 cm. Bobot pada kambing jantan bisa mencapai 25 kg, sedang yang betina seberat 20 kg. Telinganya tegak berukuran sedang, pendek dan tebal, punggung agak melengkung, ekor kecil dan tegak, berbulu lurus dan pendek (kambing betina) dan agak panjang untuk yang jantan. Warna bulu bervariasi, dari mulai hitam, coklat dan kombinasi keduanya. Kambing Kacang jantan maupun betina memiliki dua tanduk yang pendek. leher. C. Potensi Produksi Kambing Kacang merupakan jenis kambing tipe pedaging. Daging yang dihasilkan Kambing Kacang merupakan daging yang bermutu tinggi dan sangat digemari oleh masyarakat (khususnya masyarakat Indonesia). D. Sifat-sifat Unggul Memiliki keunggulan komperatif (sering terjadi kelahiran cempe kembar), memiliki tempramen gesit, serta terampil dalam mencari pakan (jika digembalakan). Kambing Kacang dapat tahan hidup terhadap kekeringan dan mempunyai daya adaptasi yang tingi pada padang pengembalaan yang kurang memadai.
cover
Check it Out
Join Path to see more of Pandu's moments and share your own.
 
Blogger Templates