Social Icons

Featured Posts

Rabu, 23 Oktober 2019

Lelah itu Ada

Bukan cinta yang salah,
Tapi aku yang sudah lelah.

Bukan waktu yang salah,
Tapi aku yang menyerah.

Mungkin besok, kita sudah kembali menjadi aku dan kamu.

Maaf untuk semua ucap yang menyakitkan.
Maaf untuk semua pinta yang tidak terlaksana.
Maaf untuk semua laku yang membuat pilu.

Aku memilih berhenti dari perjalanan yang cukup panjang ini.
Aku berhenti, karena aku merasa sendiri dalam perjalanan ini.
Perjalanan panjang yang terasa melelahkan bagiku.

Sekarang semuanya tidak lagi sama,
Tapi yang pasti kau dan aku masih akan terus bersama dalam membangun kebahagiaan.
Kau akan bahagia dengan kehidupanmu setelah ini.
Akupun begitu.

Kelak, orang yang sempurna itu akan datang kepadamu.
Jauh melebihiku.
Akupun begitu, akan ada sang Dewi yang mencoba menghiburku.

Kita sudah punya tiga harta yang sangat berharga.
Biarkan mereka dengan cintanya masing-masing kepada kita.

Aku tidak akan memaksakan mereka dengan siapa, karena yang jelas mereka sayang dan cinta sama kita.

Maaf untuk hati yang sudah tidak sama lagi.
Maaf untuk sayang yang sudah tidak sama lagi.

Izinkan si cicak ini pergi ke dinding yang berbeda.

Cilacap, 19 Oktober 2019









DETIK

02 Desember 2013

hari ini adalah hari pertama kami ( aku, istri, dan anak ) berada dalam ruang yang berbeda, butuh pemikiran yang cukup matang untuk memulai ini semua, aku hanya berharap rasa ini akan bisa aku lalui dengan biasa saja, karena sadar aku akui aku memang tidak pernah terbiasa untuk ini.
" bunda sayang, do'ain ayah di sini ya, ayah tau ayah pasti kangen sama bunda, tapi ini adalah jalan \tuhan yang saat ini harus kita jalani, ayah tidak tau, apakah jalan ini akan panjang atau tidak, yang jelas sepanjang apapun jalan yang Tuhan takdirkan untuk kita, ayah hanya ingin menjalaninya dengan segera mungkin, karena ayah ingin terus di samping bunda"

03 Desember 2013

sayang, semalem ayah sampai \rumah jam setengah sebelas malem, soalnya tadi malem di daerah kantor hujan gede banget, udah gitu tadi malem sehabis \magrib ayah langsung pergi nyari kontrakan rumah yang dekat kantor, tapi karena hujan dan ayah juga gak pake kendaraan kontrakan yang dicaripun tidak ketemu juga, dan hari ini badan ayah mulai terasa demam. Mudah-mudahan tidak keterusan ya bun sakitnya.

04 Desember 2013

sampai hari ini ayah belum juga dapet kontrakan rumah yang dekat kantor, karena kondisi badan juga sedang tidak fit, jadi ayah tidak terlalu maksain buat nyari kontrakannya, karena memang rata-rata kontrakan yang deket kantor udah pada penuh semua, tadi malem ayah langsung ke statsiun aja buat beli tiket pulang ke Tasik, karena ayah memang tidak bisa langsung jauh seperti ini, hari jum'at ayah pulang ya sayang.

05 Desember 2013

kondisi ayah makin tidak sehat aja bun, suhu ayah tadi kata dokter 39 derajat c, tadi juga ayah sempet di infus dulu pas di rumah sakit, kayaknya ayah pulang ke tasik hari ini aja bun, ayah pengen tidur sama bunda lagi,karena selama kita menikah bundalha yang merawat ayah ketika sakit, memeluk ketika khawatir, serta mencium kening ayah ketika ayah mau berangkat kerja, siang ini ayah mau istirahat dulu, ntar malem sehabis magrib ayah langsung pulang ke tasik, jadi hari jum'at besok kita bisa ketemu.


09 Desember 2013

dari semalem ayah terus-terusan nangis, setiap solat ayah gak kuat menahan tangis ayah, ayah merasa jadi bapak yang kejam, seorang bapak yang tega meninggalkan anaknya yang baru masuk rumah sakit hanya demi sebuah kerjaan, tapi bodohnya ayah tidak bisa melawan ini semua, sepanjang jalan di kereta ayah hanya merenung, apakah jalan yang sudah ayah tempuh ini adalah jalan yang benar, ahhhhh, sampai sekarangpun ayah tidak tau, baru tiga hari kemarin kita ketemu, tapi baru beberapa jam saja kita terpisah ayah sudah sangat cengeng, ayah tidak tau semua rasa yang menyesakkan ini adalah perasaan yang wajar atau berlebihan, yang jelas ayah begitu rapuh saat ini, bukan karena hangatnya pelukan bunda, bukan karena masakan yang selalu bunda hidangankan ketika ayah pulang kantor, bukan juga karena setrikaan bunda yang rapi, tapi ini jelas karena kelemahan ayah yang tidak bisa melawan emosi ayah sendiri, padahal suara hati ayah sendiri sudah sangat jelas menyuruh ayah untuk tetap tinggal bersama kalian, keluarga kecil ayah yang selalu memberi ayah banyak kebahagiaan, suasana kantorpun jadi terasa hambar bagi ayah, mungkin karena bukan pekerjaan yang menumpuk, karena bunda tau sendiri sebanyak apapun tugas yang ada, ayah pasti bisa selesaikan sebelum dead line, tapi hari ini rupanya bukan itu yang membuat ayah tidak bergairah di kantor, pikiran ayah tidak bisa terlepas dari kalian, istri dan anak yang sangat ayah sayangi dan ayah cintai, rupanya sekarang ayah sadar, sependek apapun jalan yang sedang tuhan siapkan untuk kita, kalau memang hati ini tidak bisa terlepas, semuanya akan selalu terasa panjang, semoga jalan ini segera sampai tujuan, sehingga kita akan kembali bersama seperti dulu, bersama saling menghangatkan, becanda dengan anak kita yang lucu, gantian ngasuh dia, karena bunda tau sendiri alky semakin lincah, semakin cerdas, semakin pintar, dan semakin membutuhkan perhatian dari kita, tapi disaat seperti ini disaat alky butuh ayah, disaat dia ingin ayah gendong, ayah malah tidak bisa bersamanya, mungkin di dunia ini ayah tidak sendirian menjalani jalan cerita yang sama seperti ini, tapi mungkin di antara ayah-ayah yang lain, ayahlah yang paling lemah, ayah kangen sama bunda.

10 Desember 2013

hari ini ayah ingin cerita banyak sama bunda, cuman ayah bingung mesti bagaimana nulisnya, terlalu banyak cerita yang ingin ayah ceritakan saat ini, karena seperti bunda tau, ayah lebih bisa cerita lewat ngobrol langsung sama bunda dibandingkan harus ditulis seperti ini, mungkin diantara kita berdua yang selama ini banyak bicara ya ayah, bahkan yang sering nangis juga ayah, ayah belum bisa sekuat bunda, bunda memang lebih tegar dan sabar, bahkan saat bunda tersakiti bunda lebih dewasa daripada ayah, secara fisik mungkin ayah lebih kuat, tapi secara mental bunda lebih dahsyat, dalam keadaan sibuk di rumah, kandungan yang yang harus dijaga, serta anak yang baru berusia 9 bulan, bahkan ditambah satu suami yang selalu sakit-sakitan, bunda tidak pernah sekalipun mengeluh, padahal selama ini ayah belum bisa ngasih apa-apa ke bunda, belum pernah sekalipun ayah beliin cin-cin atau perhiasaan apapun yang lazimnya seorang istri dapatkan dari suaminya, bahkan untuk memintapun bunda belum pernah, disaat ayah ulang tahun kita punya segudang acara untuk merayakannya, padahal disaat ulang tahun bunda, kita hanya mengdakan acara kecil-kecilan di rumah, apakah itu membuat bunda sedih, jelas tidak, ayah yang sedih, bunda selalu menunjukan rasa hormat bunda sama ayah, bunda udah ngasih ayah segalanya, bunda sudah rela untuk berhenti kuliah demi ngerawat anak kita yang baru lahir, bunda bahkan harus lost contact dengan semua teman-teman bunda, karena bagi bunda ayah saja udah cukup, tapi selama setahun lebih perjalanan hidup kita bahkan sudah hampir mau dua tahun selama itu juga ayahlah yang lebih banyak mengeluh, lebih banyak nangis dengan keadaan kita, tapi hebatnya selama ini bundalah yang selalu menguatkan ayah, padahal selama ini yang selalu punya mimpi besar adalah ayah, tapi ayah sendiri yang kadang ragu dengan semua impian itu, kembali bunda jadi penguat buat ayah, padahal terkdang impian bunda sendiri bunda abaikan, karena cenderung bunda lebih mendo'akan impian ayah untuk segera terkabul, hari ini, selasa ke dua di bulan desember 2013 ayah menjerit dalam hati, ayah kembali teringat akan semua hal yang sudah kita lewati bersama selama ini, kita suka ngopi bareng, nyari makan tengah malem, maen ke pantai, bahkan dulu sebelum anak kita lahir kita sering begadang ngabisin malem, sampai tiba waktu pagi, ahhhhh, semua memory itu hadir di siang ini, yang akhirnya kenangan itu membuat jemari ini bergetar, mulut ini kelu, dan hati berguncang, sampai kemudian air mata ini kembali meleleh, disaat semua orang fokus dengan pekerjaannya, ayah hanya bisa duduk tanpa suara yang terdengar hanya bunyi keyboard komputer di meja kantor ayah yang saat ini dipakai untuk ayah menulis semua cerita ini, cerita yang mungkin hanya ayah yg tau, karena memang inilah cara ayah melepaskan rasa rindu ayah yang sudah begitu besar bagi ayah, bunda sayang, ayah bingung harus bagaimana saat ini, karena bunda sendiri tau, kalau ayah keluar dari pekerjaan ini takutnya orang tua kita akan kecewa sama ayah, karena seperti bunda tau, mereka begitu antusias ketika tau ayah bisa kerja di tempat ini, padahal ayah sendiri sangat tidak mengharapkan ini semua, semata-mata ayah hanya ingin bahagiain kedua orang tua kita, padahal dulu ketika ayah aktif dagang kebutuhan kita lebih tercukupi, kita juga tidak perlu berpisah seperti ini, sekarang yang kata kedua orang tua kita kalau kita lebih enak hidupnya karena ayah bisa kerja kantoran malahan bagi kita ini sangat menyiksa, kita tidak seharusnya terpisah seperti ini, kita tidak seharusnya jauh seperti ini, walaupun disini rame banyak temen-temen, banyak orang-orang tapi disini ayah punya dunia sendiri, ya dunia ayah adalah bunda dan anak kita, disini ayah lebih asyik menyendiri menikmati rasa rindu ini, dengan terus berdoa'a di musholla kantor, membuat air mata ini mengalir, kata-kata demi kata ayah adukan kepada Tuhan, karena saat ini hanya telinga Dialah yang pasti mendengar semua keluhan ayah ini, bahkan satu-satunya hal yang mengetahui ayah saat ini sedang menulis rangkaian kata ini ya hanya Tuhan, Tuhan yang tau setiap tetesan air mata ini, tuhan yang tau suara lirihan hati ayah saat ini, karena kita berpisah saat ini juga pasti karena campur tangan Dia.
Ada pelangi yang Tuhan siapkan untuk kita, pelangi yang indah yang selama ini belum pernah kita lihat, dan pelangi itu akan Tuhan hadirkan kepada kita sebentar lagi, sabarlah sayang, tabahlah cinta, aku yakin Tuhan merencanakan ini semua hanya sebentar, kalau Tuhan sudah berkehendak jangankan taun depan atau bulan depan, minggu depanpun kalau Dia sudah mengiyakan ya kita akan kembali bersama setiap waktu, atau kalau perlu esok hari, tapi mungkin Tuhan lebih bahagia kalau kita bersabar dulu untuk ini semua, karena seperti kita ketahui selama ini kita selalu mudah untuk mendapatkan segala sesuatu, sekarang saatnya kita untuk bersabar, sabar dalam menjalani rencana Tuhan ini, sabar dalam beriman, sabar dalam merindu, sabar dalam berdo'a dan yang paling penting adalah sabar di dalam sabar. 
Di bulan safar ini begitu banyak perjalanan yang sudah kita lakukan, padahal bulan ini baru berputar selama 6 hari, masih banyak sisa putaran yang belum dilewati, apakah selama bulan safar ini kita akan terus berjalan dari satu tempat ke tampet lain, seperti halnya ayah yang saaat ini mengandalkan kebaikan Tuhan untuk sekedar berbagi belahan buminya yang teduh untuk ayah tinggali, sebuah tempat yang nyaman, dan layak, serta tentunya sesuai dengan kebutuhan ayah, mungkin ayah terusir dari satu tempat ke tampat lain, tapi itu tudak mengapa, karena seperti yang ayah yakini, Tuhan sedang mempersiapkan pelangi terindah bagi kita.
Bunda sayang, bagaimana kabarmu sekarang, tadi ayah dengar kalau alky sudah bisa pulang dari rumah sakit ya, syukurlah mungkin berkat do'a darimu jadinya anak kita cepet sembuh, terimakasih ayah ucapkan untuk Tuhan yang selalu memberikan kesempatan demi kesempatan untuk kita senantiasa bersyukur, karena Dia selalu cepat dalam memberi pertolongan, bahkan sampai detik ini pertolongannyalah yang membuat ayah senantiasa selamat dalam setiap perjalanan yang terasa panjang ini.
Dua hari yang begitu melelahkan bathin ini, dua hari yang begitu banyak menguras tenaga emosional, dua hari yang senantiasa membangkitkan energi spritual yang lebih nyata, dua hari dimana Tuhan sedang terus-terus dan terus menggemgam jemari ini, memeluk diri ini, dua hari yang terasa ke intiman dengan Tuhan semakin jelas terasa, " Tuhan maafkan aku yang selalu lalai selama ini, hambaMu yang hina ini senantiasa mengharap pertolongan darimu, karena seorang hamba yang ini sadar kalau dia terlalu banyak berdosa, terlalu banyak menyia-nyiakan waktu yang bermanfaat, terimakasih untuk semua kesempatan ini ya Tuhan, terimakasih kau masih memberiku kesempatan untuk masih bisa bersama istri saya, anak saya, serta seluruh keluarga saya, padahal mereka semua sudah aku sakiti, istri yang belum aku bahagiakan, anak yang aku tinggalkan, ayah yang aku repotkan, ibu yang aku bohongi, mertua yang kubuat menangis, kakak yang aku pecundangi, adik yang selalu aku manfaatkan, serta sodara-sodara yang seringkali aku buat mereka malu, , tapi mereka masih sangat sayang padaku, bahkan semakin sayang, aku yang pantas dihinakan ini, aku yang pantas ditinggalkan ini merasa sangat malu dengan semua sikap mereka, karena sampai saat ini mereka masih sangat setia padaku.
Tuhan maafkan aku kalau air mata ini kembali menetes, padahal kau sendiri yang menyuruhku untuk tidak sedih , tapi maaf tuhan, sungguh air mata ini sangat tidak bisa aku bendung, tuhan tolong beri aku jalan yang lain dalam menjemput rejeki darimu, seperti dulu saat aku dan istriku bersama, karena di tempat ini hidupku terasa sia-sia."
11 Desember 2013

10.55 WIB

Hallo bunda, apa kabar kamu hari ini? Tadi pagi pas ayah bangun tidur, ayah sudah sedikit lega perasaannya, kondisi jiwa ayah sudah mulai stabil, tadi ayah sudah mulai bisa menahan gejolak yang akhir-akhir ini sering ayah rasakan, mungkin berkat do'a bunda juga kali ya, makasih bunda sayang.
Hari ini di kantor sedang banyak banget kerjaan, jadi ayah juga belum sempet nelpon bunda, pokoknya nanti pas lunch break ayah telpon bunda ya sayang, semalem ayah capek banget, jadi pas nyampe kantor ayah langsung tidur, Insha Alloh hari ini ayah udah bisa dapet kontrakan, biar tidak tidur di kantor lagi seperti beberapa hari terakhir ini, oh iya semalem bunda nanya apakah ayah masih ada duit atau enggak ya, masih ada kok sayang, harusnya yang nanya itu kan ayah ke bunda ya bukan malah bunda ke ayah, dalam keadaan seperti inipun bundalah yang selalu punya perhatian lebih ke ayah, makasih sayang, maaf kalau ayah malah terus-terusan nyusahin bunda.
Bagaimana kabar anak kita, dia masih sakit kah, atau udah agak mendingan, ayah tidak pernah menghawatirkannya (bukan karena ayah tega atau gak sayang sama dia) ayah merasa tenang soal alky karena dia dirawat oleh ibu terhebat seperti bunda, itulah kenapa ayah yakin kalau dengan bunda alky pasti baik-baiak aja, walaupun sekarang dia lagi sakit mungkin itu karena daya tahan tubuh dia yang masih lemah bukan karena kelalaian bunda sebagai seorang ibu.
Bunda sayang jangan telat makan ya kamu, susu hamilnya jangan lupa diminum, supaya bunda dan Raina bisa terus sehat. Terus berdo'a semoga kita bisa punya usaha seperti dulu lagi, kita dagang lagi, biar kita tidak harus berpisah seperti ini, kelak kita akan punya ruko dan di ruko itu kita akan tumbuh bersama dengan anak-anak kita, dan kelak ketika anak-anak pergi bersama pasangan hidupnya masing-masing, kita akan tumbuh tua disana, bersama-sama terus bersama-sama.

WIB

bunda sayang, ayah kembali nangis, ternyata jiwa ayah masih lemah bun, ayah semakin merasa sesak dengan semua ini, bukan karena pekerjaan yang menumpuk, bukan karena pekerjaan yang belum bisa ayah kerjakan, tapi ayah terus-terusan kepikiran bunda, barusan ibu nelpon, dia bilang coba aja terus bertahan di sini, tapi ibu tidak tau psikologis ayah saat ini bagaimana? Ibu hanya ingin ayah kerja dan kerja, padahal hati ini sedang tidak menentu, bunda sayang do'ain ayah ya,  semoga Tuhan segera memberi jalan keluar dari ini semua, karena ayah takut ayah akan semakin kacau disini, ibu juga tadi bilang ayah tidak perlu mikirin keadaan di tasik sana, karena kebutuhan di tasik sana bisa ibu handle, tapi justru bukan itu, ayah lebih ingin kita bersama, dalam keadaan apapun, ayah sudah gak sanggup begini terus, ayah ingin kita selalu bersama, dalam keadaan yang bagaimanapun, ayah dari dulu memang tidak bisa menjanjikan apa-apa buat bunda, tapi dengan kita menjalani semuanya bersama ayah yakin kita akan bisa terus bahagia, karena percuma juga kalau ayah punya duit setiap bulan tapi keadaan psikis ayah rusak seperti ini, kegilaan ini semakin menjadi setiap harinya, hati ayah seakan tidak bisa menerima hal lain, selain ingin terus bersama bunda, entah harus berapa tetes lagi air mata yang harus keluar, tetesan yang bukan memberi rasa ringan malah semakin menyesak, ayah tidak bisa nahan dengan sempurna setiap bendungan air mata ini, selalu ada yang berhasil mengalir di pipi ayah, mungkin kata orang kantor ayah cengeng, tapi ayah sudah tidak peduli dengan itu semua, ayah sudah gak bisa ngontrol diri ayah sendiri saat ini, seandainya ayah boleh meminta sama tuhan, ayah akan mohon untuk diberikan hati yang baru, hati yang tidak mudah pecah, hati yang lebih kokoh, dan hati yang lebih bisa mengerti, karena saat ini hati yang ayah punya sungguh sangat gampang rapuh, entahlah apa maksud dari semua ini, yang jelas dengan kerapuhan inilah semuanya terasa nyata, cinta ayah ke bunda, rindu ayah ke bunda, sayang ayah ke bunda, terasa nyata dengan kerapuhan ini, mungkin dengan hati yang lebih kuat ayah akan bisa lebih tegar, tapi mungkin juga dengan ketegaran itu ayah malah tidak bisa merasakan ketersesakan rindu yang seperti ini, ayah bersyukur dengan hati yang ayah punya saat ini, karena semua ini membuat ayah mengalirkan untaian do'a yang lebih khusyuk dan lebih berharap, semoga setiap kata yang terlantun dari semua do'a ayah bisa dengan segera mengetuk hati Tuhan yang mungkin saat ini Tuhan masih ingin mendengar do'a ayah, Tuhan mungkin masih ingin melihat hambanya ini merengek-rengek, persis ketika seorang ayah yang tersenyum manis ketika anak gadisnya merengek meminta sesuatu, yang bahkan seorang ayah itu sendiri pati memberikannya, dia hanya ingin menguji seberapa seriuskah anak gadisnya itu menginginkan hal itu, dan ayah yakin Tuhan sedang bersikap seperti itu sama ayah, : " Tuhan, seandainya ini masih sangat panjang, semoga aku bisa dengan mudah menjalaninya, namun seandainya ini akan segera berakhir, semoga hal ini bisa menjadi sebuah pelajaran yang nyata bagiku sehingga ketika kelak ada hal yang sama menimpaku aku sudah bisa lebih siap dalam menghadapinya, sekali lagi aku Ucapkan, terimakasih Tuhan untuk semua kenikmatan ini, kenikmatan dalam berdo'a, kenikmatan dalam merindu, kenikmatan dalam mencinta, serta kenikmatan dalam beribadah kepadamu, semoga kelak kita bisa berjumpa di Syurga-Mu yang indah, amin"

12-12-2013

WIB
 selamat siang bunda, tadinya ayah mau cerita pas tadi pagi, cuman tadi belum ada waktu, ini ayah baru ada waktu, hari ini pas solat dhuha tadi ayah sedikit nangis lagi, tapi alhamdulillah ayah bisa lebih ngontrol emosi ayah, ayah masih percaya pada rencana tuhan yang indah ini, percaya kalau kelak akan ada setitik cahaya yang sanggup menyinari semua kehidupan kita, tidak akan ada lagi kesedihan seperti ini, hidup kita akan lebih berwarna karena pelangi yang Tuhan siapkan untuk kita pasti sangatlah indah.
Bunda sayang, hari ini ayah gak bisa puasa seperti kamis-kamis sebelumnya, padahal minggu kemarin udah gak puasa ya gara-gara ayah masuk rumah sakit, padahal kalau kamis kayak gini biasanya pas pulang kerja bunda udah nyiapin makanan kesukaan ayah di rumah, ntah itu soto daging atau pecel ayam yang biasa kita beli di depan kontrakan kita, ah sungguh nikmat kalau membayangkan itu.
Hari ini tepat setahun yang lalu pas tanggal 12-12-12 kita dengan rencana dadakan pergi ke detos buat nonton film 5cm, padahal duit kita waktu itu pas-pasan ya, tapi kalau sama bunda sepas-pasannya duit kita pasti selalu cukup untuk kita makan makanan yang bergizi, beda dengan sekarang sebanyak apapun duit yang ayah dapetin malah selalu abis percuma, malah terasa kurang berkah, tapi pastinya bukan karena hal yang tidak halal, tapi mungkin cara menikmatinya yang tidak kayak dulu, soalnya kalau dulu kan berapapun yang kita dapetin kita nikmatin sama-sama, kalau sekarang kita nikmatin berdua tapi gak sama-sama, sungguh beda banget essensinya. Tahun kemarin di tanggal yang sama juga kita bisa beli tiket buat fun dive di sea world, taun sekarang boro-boro beli itu semua, malah untuk pulangpun masih kurang duitnya, ya walupun ada hal lain yang kita dapetin, tapi ayah yakin lebih menyenangkan dulu saat kita bersama, iya gak?

WIB

Selamat sore bunda sayang, hari ini ayah udah semakin stabil emosinya, semoga ini bertahan selama kita berpisah ya sayang, karena kalau dipikir-pikir lagi ya buat apa ayah sedih, buat apa ayah cengeng, yang penting hati kita tetep satu, yang penting bunda masih milik ayah dan ayah masih bisa meluk bunda, wajah ayah tiba-tiba selalu berseri, gak tau kenapa ayah jadi lebih semangat seprti ini, mungkin Tuhan ngabulin do'a ayah, dan mungkin ini jalan yang sekarang tuhan tunjukan buat ayah, jalan yang tenang walau sejauh apapun jalan yang ayah lewati saat ini.
Kalau boleh ayah share, tadi pas ayah solat ashar, di rakaat ke tiga tiba-tiba aja ayah malah keinget akan sesuatu, yaitu ketika ayah baca-baca kisah para sahabat rasulullah, pas solat tadi ayah keinget ketika mereka para sahabat hijrah ke madinah, mereka bukan hanya meninggalkan anak dan istri mereka, tapi mereka meninggalkan semuanya, demi sebuah kebaikan, demi sebuah cita-cita yang besar, dan saat salam ayah langsung terhentak, mereka terpisahkan lebih jauh dari ayah, bahkan waktu yang mereka tempuh lebih lama dari ayah, tapi mereka ikhlas karena mereka tau kalau ini adalah yang tuhan ridhoi, maka tadi ayah langsung ngeuh, selama ini mungkin ayah belum ikhlas, makanya hati ayah selalu sesek, dan do'ain aja semoga ayah semakin ikhlas dan ikhlas, sehingga kelak ketika kita bertemu kita bisa melepaskan semua rasa rindu kita dengan menggebu.
Pokoknya sekarang ayah sadar kalau kita akan bisa terus bahagia dimanapun kita berada, karena bagi ayah sekarang kunci dari semuanya adalah ikhlas dan sabar, ayah menyerahkan semuanya sama tuhan, karena dia yang ngasih kita jalan seperti ini, berarti dia juga yang akan mengrahkan kita kemana nantinya, sekarang kita hanya berusaha menjadi pesera tour yang baik di perjalanan dunia yang sementara ini, kita ikutin arahan panitia, kita jalanin apapun yang panitia rencanakan, dan panitia itu adalah tuhan, karena seperti dalam tour yang ada setiap peserta yang mengikuti arahan dengan benar maka peserta itu akan mendapatkan segala sesuatu yang dirahasiakan panitia, apakah rahasia itu baik atau tidak, yang jelas setiap panitia selalu memberikan hasil perjalanan yang indah bagi para pesertanya, kita tidak tau akan mengikuti tour inui seberapa lama, biarlah panitia yang mengatur. Kita ada dalam tour yang sama kita ada dalam peserta yang sama yang beda hanyalah tempat perjalanan kita, karena setiap tour selalu menyediakan bus berbeda, dan sekarang bus kita yang beda, tapi kita punya arah tujuan tang sama, semoga kita jadi peserta tour yang baik ya sayang, yang ikhlas mngikuti run down acara yang panitia siapkan. 
Oh iya ayah mau cerita soal ayah dihari ini, ayah semalem tidur dikantor lagi, karena semalem temen yang ngejanjiin buat nyari kosannya gak jadi jemput, mungkin dia kecapean, ya udah ayah gak apa-apa, tidur di kantor pun gak jadi masalah sebenarnya bagi ayah, cuman ibu suka khawatir kalau ayah tidur disini, karena memang ayah disini tidur sendirian, (padahal dikosan juga ayah tidur sendirian ya), tadi ayah sarapan sama nasi uduk, karena tadi kebetulan ayah masih kebagian jatah nasi uduk (walaupun tetep bayar sih) tapi biasanya ayah kebagian karena suka ada yang nyarter duluan nasinya, terus siangnya malah ayah laper lagi, padahal kemarin gak makan dari pagi terus makan-makan malem ayah biasa aja gak ngerasa laper, tapi tadi malah laper, malahan seharian ini ayah ngemil-ngemil biskuit kelapa, tadi ada temen yang bawa ke kantor, ya ayah ikut nyicipin aja, hehehe.
Tadi pas bunda nelpon katanya lky udah sehat bener ya, syukurlah kalau begitu, semoga dia seterusnya bisa sehat, padahal sebentar lagi dia ulang tahun ya bun, ah, semoga saja ayah bisa membelikan hadiah buat dia ya, dan yang penting ayah bisa ketemu sama alky, sebentar lagi dia juga bakalan punya adik ya, yang tadi kata bunda gerakannya diperut sudah semakin lincah aja, semoga saja dia lahir dengan selamat dan sehat, dan cantik ya bun, kabayang nanti kita punya sepasang anak yang lucu-lucu, kita liat mereka tumbuh dengan baik, karena mungkin mereka akan bertumbuh kembang bareng-bareng. Semoga nanti setelah adiknya alky lahir, ayah sudah punya usaha sendiri yang omsetnya bisa mencukupi semua kebutuhan kita, insyaallah. 

13-12-2013
13;38 wib
udah hari jum'at aja nih bun, ntar malem pokoknya ayah usahain pulang ya, do'ain aja moga dapet tiket keretanya, soalnya kalau pake kereta bisa tidur pules, gak goyang-goyang kayak naek bus, hehehe.
Tadi pas jum'atan khotibnya keren banget, dia bilang kalau setiap jalan pasti ada singgahnya, kita hanya perlu menikmati perjalanan itu, apa yang dikatakan khotib itu sama persis dengan apa yang ayah katakan kemaren, semuanya pasti berganti, tidak ada yang abadi, semuanya sepaket, selama kita masih di dunia ini  gak ada kebahagiaan yang terus-terusan, dan gak ada kesedihan yang selamanya, dan itu memang benar adanya, mungkin sekarang ini kita sedang ada dalam kesedihan, tapi bunda jangan khawatir Tuhan itu kalau udah berjanji pasti ditepati, pasti itu, ayah juga sudah tidak khawatir lagi sekarang, ayah pokoknya akan terus melangkah sampai kapanpun perjalanan ini disediakan Tuhan untuk ayah, karena pasti semuanya akan berakhir, ketika bahagia kita tidak boleh terlena dan ketika bersedih kita tidak terlalu meratap, sama halnya ketika kita sedang diperjalanan, ada turunan dan ada tanjakan, tidak selamanya jalanan itu naik, dan tidak selamanya jalanan itu turun, dengan ayah lebih ceria sekarang ini ayah yakin kalau tuhan sedang menimang ayah saat ini, tuhan sedang memanjakan ayah saat ini, dan kemudian ketika nanti ayah bermurung lagi, mungkin tuhan sedang ingin becanda dengan ayah, sedang ingin menggelitik ayah, mencubit dengan lembut walau rasa sakitnya tetap ada, pokoknya apapun yang tuhan berikan ke ayah, ayah yakin itulah yang terbaik, karena semua yang diberikan tuhan itu pasti baik, jadi ayah sempat berpikir apakah ayah gak usah minta sesuatu yang baik lagi ya ke tuhan, tapi minta yang kita ingin aja kalau gitu, karena kalau itu tidak baik mungkin tuhan tidak akan mengabulkannya, tapi kalau memang baik pasti tuhan mengabulkannya, makanya sekarang mah ayah kalau minta ke tuhan tuh ya minta aja apa aja, biar tuhan nanti yang memilah-milah mana yang baik buat ayah dan mana yang tidak baik, bahkan saat ayah tidak terpikirkan untuk meminta sesuatu, tapi hal itu baik bagi ayah dengan sembunyi-sembunyi tuhan memberikan kebaikan itu kepada ayah, ah tuhan begitu romantis sama ayah, karena terkadang dia juga ya begitu memberikan apa yang kita butuhkan dan menghindarkan kita dari segala sesuatu yang tidak baik bagi kita, dia menjaga ayah seperti hanya ayah satu-satunya hambanya, padahal kita tau, hambanya begitu banyak di alam raya ini, tapi tuhan selalu membuat ayah merasa special dihadapannya, ah tuhan memang penuh pengertian, tuhan memang baik ya, maka tidak heran kalau terkadang di setiap status bbm temen-temen ayah suka pada bilang : Tuhan , Kau Maha Baik", itu memang sesuatu hal yang tidak berlebihan, bahkan hal itu masih sangat kurang untuk sekedar memuji dia, karena tuhan memang maha oke bagi ayah, kenapa ayah bilang kalau tuhan itu maha oke, karena setiap apa yang ayah minta ke tuhan, ayah pastiin kalau jawaban tuhan adalah oke, contohnya : 
Ayah : " Tuhan berikan aku sebuah Mobil Nissan Frontier Navara Sport Version new edition yang warna putih dengan velg racing serta semua accesorisnya"
Tuhan : "Oke"

nah tuhan cuman jawab seperti itu saja kan, karena apa sih yang enggak bagi dia?gak ada kan,hehehe

16;35 wib
bunda di jakarta sekarang lagi hujan besar nih, mungkin tuhan ingin ayah untuk berdo'a dengan khusyuk kepadanya, tadi sehabis solat ashar ayah berdo'a aja yang banyak sama tuhan, karena seperti yang kita tau, kalau tuhan akan mengabulkan do'a hambanya diwaktu hujan besar, antara ashar dan mgarib, dan di hari jum'at, nah semua kategori itu ada semua di saat ini, makanya ayah gak sia-siain aja semua kategori ini untuk berdo'a sama tuhan , ayah berdo'a sama tuhan supaya segera diberikan modal untuk ngembangin usaha kita lagi, supaya kita bisa merintis usaha yang baru yang lebih besar dan lebih berkah, biar nanti kita gak perlu ngandelin asuransi dari kantor ayah, biar kita nanti yang bayar sendiri asusransinya ya, ayah juga berdo'a sama tuhan semoga ayah jadi nasabah dengan saldo tabungan terbesar di BRI Syariah, ya gak apa-apa kan ayah minta ini,sama tuhan, ya dia maha kaya, dia juga kan maha oke, lagian apa sih yang enggak uat tuhan, ya ayahnya juga harus tau diri juga, tapi ayah yakin dengan banyak merayu sama tuhan lewat amalan-amalan yang baik, masa iya kan tuhan tidak tergerak hatinya untuk ngasih ini semua, pokoknya ayah sekarang prinsipnya minta apa aja sama tuhan, sebanyak apapun, segede apapun, untuk soal baik atau engggaknya b iarlah tuhan yang memliha-milahnya, nanti juga kalau baik pasti tuhan kasih, kalau enggak ya tuhan ganti dengan yang lebih besar atau tuhan tunda dulu sampai sesuatu itu baik bagi kita.
Ayah sekarang mau otw ke statsiun ya, mudah-mudahan dapet ya tiketnya biar ayah bisa pulangnya pake kereta, sampai jumpa di tasikmalaya bunda sayang,  maaf ya ayah gak bisa bawain oleh-oleh buat bunda, soalnya ini juga buru-buru, gini nih kalau jadi pegawai susah banget ngatur jadwal, semuanya sudah serba teratur, tapi masa bodo deh, yang penting selama loyalitas ayah masih ada untuk perusahaan ini, maka selama itu pengabdian ayah akan selalu tercurahkan, karena untuk saat ini, ya inilah tanggung jawab ayah yang nyata, selain tanggung jawab untuk kalain anak dan istri ayah.



16 Desember 2013
13;48 wib
selamat siang bunda, hari senin seperti biasa ayah selalu nangis, tapi tidk seheboh minggu lalu, hari ini ayah hanya sedih karena kita terpaksa ngejual cincin bunda lagi, udah tiga cincin yang ayah jual demi urusan ayah sendiri, jujur ayah sedih banget, seharusnya ayah nambah cincin bunda, ini malah ayah jual satu demi satu, makasih sayang, kamu udah memberikan lebih ke ayah, do'ain semoga ayah bisa segera gantiin semua yang telah bunda korbankan untuk ayah.

Dua hari kemarin kita ketemu, rasa-rasanya hanya beberapa menit saja ayah menjalaninya, karena sampai sekarang ayah masih gak percaya kalau ayah udah dikantor lagi, karena pas hari jum'at ayah gak kebagian tiket kereta, jadinya ayah pulang pergi ke tasik pake bus, tapi ternyata itu lebih mengasyikan, kita malah jadi lebih lama ketemunya, ayah jadi punya ide, untuk nanti ayah pulang dari tasiknya pake bus aja, karena lebih santai dan lebih produktif waktunya, nah berangkatnya ke tasik baru deh pake kereta. Sayang hari ini di kantor ayah banyak banget hal-hal yang luar biasa, bunda tau kan ayah gak ada uang, the tiba-tiba ada temen ayah yang nraktir ayah makan, ya lumayan lha, walaupun ditraktir itu adalah sesuatu yang hina bagi ayah, tapi ayah terima aja, karena memang ayah juga di ajak, gak baik juga kan kalau nolak rejeki.
Minggu ini ayah gak pulang dulu ke tasik, karena ada urusan di sekolah, gak enak dua minggu ini ayah gak ngajar, kemarin ditanyain sama kepala sekolah, tapi ayah udah ngasih tau alasannya,dan bu kepala nerima alasan ayah, tapi jangan khawatir, tanggal 24 nya ayah baru pulang, soalnya mudah-mudahan aja ayah dapet liburnya dua hari,padahal sih pengennya sabtu ini pulang, karena pa hari sabtu nanti ibu kan ultah, sedih banget gak bisa ngecup kening ibu disaat ultahnya. Titip rindu buat ibu ya.
Semalem pas ayah pergi dari tasik, ayah sedih banget soalnya liat alky kayak yang gak ridho gitu ayah pergi ke jakarta, tapi gimana lagi ayah harus ngejalanin kewajiban ayah saat ini, yang bikin sedihnya lagi, ayah lupa ngecup kening dia, ahhh, alky bikin ayah kangen.
Bunda jangan khawatir soal ayah ya, disini ayah baik-baik aja, ayah disini gak bakalan kelaparan, walaupun ayah disini gak ada duit dan gak ada rumah, yang jelas disini ayah masih makan yang bergizi, dan bisa tidur nyenyak, bunda jangan pernah berpikir hal-hal yang aneh aja, soalnya ayah disini punya teman-teman yang baik, yang perhatian sama ayah, yang jelas selama bunda masih ngedo'ain ayah, ayah pasti selamat dimanapun ayah berada, walaupun ayah lebih ingin sama bunda sih, tapi tetep ayah gak  bisa egois, kemarin pas ngobrol-ngobrol sama ibu, ibu begitu punya kebanggan tersendiri dengan ayah kerja disini, ibu seolah-olah menangkap sinyal kalau ayah pengen brenti dari kantor ini, tapi ibu dengan menggebu-gebu selalu ngedukung ayah, padahal ayah faham maksud ibu, ayah pura-pura ngerti aja, padahal sebelum ibu bilang juga ayah sudah ngerti dan faham.
Bunda sayang, kalau jauh kayak gini, rasanya banyak banget yang ingin ayah bicarain sama bunda, dari mulai ayah ngapain disini, makan apa disini, bagaimana ayah nyiapin semuanya sendiri, pokoknya banyak deh yang ingin ayah bicarain, tapi pas ayah denger suara bunda di telpon, rasanya semua itu hilang, serasa bagi ayah pas denger suara bunda semua yang ingin ayah obrolin sudah semua ayah ungkapin, apalagi kemarin pas kita ketemu, rasanya sudah hilang semua kata-kata yang sudah ayah siapkan untuk bunda, cukup dengan memeluk bunda aja, karena kata para motivator-motivator ulung yang ada di indonesia, pelukan itu lebih bermakna dari seribu nasihat, makanya ayah lebih ingin banyak meluk dan nyium bunda dibandingin harus nyerocos ngalor ngidul buat nasehatin bunda, bagi ayah malah gak ada artinya sama sekali, soalnya coba aja perhatiin  banyak orang yang jago ngomong eh pas sama istrinya malah cuek, ke orang lain sering ngasih nasihat, eh istri dan anaknya malah begitu, bahkan ada yang lebih extreme lagi ada yang bilang " biasanya pempimpin baik selalu punya keluarga yang suram" bagi ayah itu hanyalah statement gila, emang sih banyak yang seperti itu, banyak yang berpikir menyelamtkan rakyat lebih hebat meskipun keluarganya berantakan, tapi enggak bagi ayah, ayah lebih baik tinggal dihutan belantara sama bunda, mengisi hari-hari indah berdua, nyari makanan sendiri, naif sih tapi itu pilihan ayah, ayah gak perlu berkomunikasi dengan orang lain, asal ada bunda di samping ayah, bagi ayah udah cukup buat berkomunikasi, kita ibadah bareng, kita menjalani semuanya berdua, laksana adam dan hawa, walaupun mereka pernah berbuat salah, tapi karena kesalahan itulah mereka malah semakin merasakan arti cinta, perpisahan yang panjang membuat mereka tersiksa dengan rasa rindu yang berlebih, dan mungkin ini karena kesalahan kita pada awalnya, sehingga kita harus terpisah sementara saat ini, karena kelak kita akan menemukan sendiri jabal rahmah kita, entah itu dimana yang jelas, di jabal rahmah itulah kita akan membangun seuah monumen cinta kita berdua, yang kelak akan bisa ngalahin pesona taj mahal yang ada di india, kita akan bangun cinta kita seluas langit dan bumi, laksana tuhan menciptakan alam raya ini, kenapa ayah berpikir seperti itu, karena berkat cintalah semuanya ini bisa tercipta. Jadi ketika cinta kita bisa kita kategorikan seluas langit dan bumi, mungkin setiap detik akan bertambah luas lagi, karena seperti kita tau kalau alam raya ini tidak permah statis, tetapi selalu berkembang, syurgapun tuhan ciptakan dengan seluas langit dan bumi, jadi ketika cinta kita juga tercipta seluas langit dan bumi bukan sesuatu yang mustahil kan,
ayah sayang bunda selamanya, usia kita mungkin masih muda, tapi bagi ayah dengan kemudaan kita inilah rasa cinta ini akan semakin lama semakin bersemi, kita cuekin aja kata orang yang selalu bilang kalau cinta kita akan berubah karena kebosanan, kita buktikan aja kalau kita mampu, toh sampai saat ini juga kan kita mampu, banyak yang bilang juga kalau usia akan merubah segalanya, bagi ayah itu benar, karena bagi ayah dengan bertambahnya usia ayah dan bunda, semuanya akan berubah, cinta ayah ke bunda yang awalnya hanya sebatas aku cinta kamu sekarang berubah menjadi aku butuh kamu, sayang ayah ke bunda yang pada awalnya hanya sekedar aku sayang kamu sekarang berubah aku ada karenamu, tidak berlebihan, karena bagi ayah, menjalani hal yang seperti ini justru kebahagiaan yang tuhan ciptakan bagi ayah.
Kelak kalau usia kita sampai ke kakek nenek, ayah ingin kita tetap bersama, sampai nanti perut ayah buncit dan kembali kurus, gigi ayah ompong, rambut ayah mulai rontok, pokoknya kita harus selalu bersama, perpisahan kita hanyalah maut, tapi bunda jangan khawatir kita kelak akan kembali bersama lagi di syurga, berkumpul kembali dengan anak-anak kita, saudara-saudara kita, ayah dan ibu kita, serta yang kelak akan paling membahagiakan kita akan berkumpul denmgan nabi jungjungan kita dan tentunya bertemu dengan yang maha indah, yang sampai saat ini DIA masih terus dan terus menjaga kita, menjaga dengan buaian rindu, menjaga dengan air mata kasih sayang, menjaga dengan cinta yang tak terbatas, kita kelak akan membuat iri semua pasangan di dunia dengan keromantisan kita, kita kelak akan membuat semua orang ingin seperti kita, karena sejauh apapun kita dan selama apapun itu kita akan terus saling menjaga dan saling mencinta, tidak butuh jutaan pulsa tidak butuh ribuan sms atau ratusan chat, yang jelas kita akan terus bersatu dalam do'a, kita akan terus bersatu dalam satu hati, karena hati kita sama, hati kita tidak terisi oleh apapun selain tuhan, dan dengan hati inilah kita akan terus bisa bertahan, cinta yang akan menguatkan kita, cinta yang selalu menyatukan kita, dan cinta yang akan selalu membuat kita bertahan, inget kan kata-kata yang pernah di ucapkan oleh artis ftv waktu itu, "inget ketika pertama kali jadian ketika kita saling membenci, inget ketika kita susah ketika kita goyah, inget ketika kita saling menopang ketika salah satu dari kita mulai terasa lelah dengan perjalanan ini" kalimat itu selalu menjadi jimat bagi kekuatan cinta ayah ke bunda, ketika timbul rasa benci ayah selalu inget dengan semua kebaikan bunda, ketika bunda nyetrikain beju ayah, masakin sarapan buat ayah, ngerawat ayah ketika sakit, dan yang paling penting ketika bunda setia disaat ayah menyakiti. Dan itu mungkin tidak akan pernah ayah dapatkan kalau ayah bersama wanita lain, bagi ayah bundalah kesempurnaan yang tuhan ciptakan, bagi ayah bundalah tujuan hidup ayah, tujuan untuk kebahagiaan, tujuan untuk mencapai syurga, dan tujuan untuk bertemu dengan nabi dan tuhan kita, semua itu akan bisa ayah dapatkan ketika ayah membahagiakan bunda, ayah tidak berharap apa-apa lagi ketika kita sudah bersama, yang ayah harapkan hanya satu apapun dan bagaimanapun ayah, tetaplah cintai ayah sepenuh hati bunda, seperti ayah yang mencintai bunda, dan tolong temani ayah sampai tua.

17-12-2013
12;20 wib

udah hari selasa aja nih bun, gak kerasa ya, udah gitu sekarang harusnya jadwal ayah shaum pertengahan bulan safar, cuman ayahnya lagi kurang enak badan, padahalmah yah jangan jadi halangan, cuman karena iman ayah masih lemah kali ya, jadi ayah dengan gampangnya ninggalin shaum yang biasa ayah jalani.
Hari ini ayah mau cerita apa ya, sebenarnya sih banyak, dari mulai kemarin sore ayah pulang ke rumah kita yang dulu di tidar, semuanya malah keinget lagi, mesjid yang biasa ayah pake buat berjamaah, pas semalem ayah solat disana semuanya kembali terbayang, saat-saat ayah ngadu sama tuhan tentang keluarga kita, saat semua do'a terkabul, saat kita pas mau hari puaa pertama gak punya uang sepeserpun dan gak punya apa-apa buat sahur pertama, tapi kemudian tuhan dengan keajaibanya ngirim malaikatnya untuk ngasih rejeki b uat kita, dan akhirnya kita bisa beli lauk buat sahur pertama kita, dan cukup membuat air mata kita waktu itu menetes, kita waktu itu bener-bener ngadu sama tuhan soal anak kita, soal ayah dan bunda, dan ternyata tuhan menunjukan kebaikannya pada malam itu juga, pas ayah nerima uang itu ayah langsung belanja beras dan lauk di pecel ayam depan rumah kita yang dulu, pecel ayam yang sudah jadi langganan kita, bahkan si mas nya udah sangat hafal dengan pesenan kita, terus tukang mie goreng yang biasa kita beli disana, semalem semuanya ayah kunjungi, dan mereka nanyain kamu bun, nanyain bagaimana kita sekarang, pas ayah cerita kalau ayah udah kerja di kantor ini, mereka langsung berpikir wah, padahal justru kita lebih bahagia dulu ketika tinggal di kontrakan yang sederhana, semalem pun ayah ketemu dengan tetangga-tetanngga kita yang dulu, tetangga yang baik yang sampai sekarang masih suka pada arisan, dan waktu itupun kita suka ikutan arisannya.
Pas ayah solat di mesjid yang biasa dipake buat ayah jum'atan, ayah langsung bergetar bibirnya, padahal ayah udah nyoba untuk bisa tegar, tapi akhirnya ayah malah nangis sejadi-jadinya, membuat aneh semua orang, tapi ayah gak masalah yang penting ayah bisa nyurhatin semua ini sama tuhan, biar tuhan denger, ya walaupun tuhan pasti denger sih, cuman semalem ayah gregetan aja, kenapa ayah masih suka galau seperti ini, menjelang jam delapan malem akhirnya ayah mutusin untuk kembali ke kantor, soalnya takut kemaleman seperti minggu lalu, tapi ternyata semalem malah hujan gede banget, ya lumayan basah-basahan sih, tapi cukup hangat karena sepanjang jalan semalem kita terus telpon-telponan, bunda cerita soal alky, cerita soal semuanya yang bunda alamin di tasik, soal bunda yang cerita kalau bundaudah kangen lagi sama ayah, ya jangankan bunda, ayah juga sama seperti bunda.
Bunda sayang, tadi pagi kan ayah mau sarapan, pas ayah mau pesen nasi uduk eh taunya si tukang nasi uduknya gak ada, ya udah ayah makan gorengan aja, nah pas udah beli gorengan, tiba-tiba dia dateng, dia bilangnya nasi uduknya udah pada diserbu di luar, cuman sisa dua lagi tadi tuh, ya udah ayah beli aja satu, padahal waktunya mepet banget ayah makan aja buru-buru, soalnya takut keburu briefing pagi.
Ayah di kantor semakin menyendiri aja, ayah berusaha asyik dengan orang-orang, cuman kalau ayah udah punya prinsip ya ayah pegang prinsip itu, ayah bersikap menyendiri disini, tidak peduli dengan urusan orang, tapi ayah tidak bersikap dingin juga, karena takutnya banyak orang yang curiga, pokoknya ayah bertekad senyaman mungkin disini taanpa harus ngebaur dengan orang-orang kantor, karena ayah juga tidak punya niatan buat lama-lama disini, ayah ingin bersikap seadanya aja, tidak berlenihan dan tidak seenaknya juga, pokonya ngukur diri aja, biar nanti ayah tidak merasa ada beban dengan kantor ini, yang jelas ayah disini hanya untuk ortu dan mertua ayah, karena bunda juga tau sendiri walaupun disini ayah punya gaji, bunda lebih tau kalau ayah lebih nyaman berdagang, dagang apa aja, yang penting bisa mencukupi kebutuhan kita setiap hari, dagang sesuatu yang di ridhoi tuhan, dan bunda juga tau sendiri meskipun uang yang dulu kita punya selalu pas-pasan tapi kita selalu makan enak, kita gak pernah kalah dengan orang lain yang punya duit banyak, kita tetep bisa liburan ke tempat yang kita ingin, kita bisa makan di tempat yang kita ingin, yang semua orangpun gak nyangka bagaimana sulitnya kita, karena semua orang taunya kita selalu bahagia, tapi memang itu kan kenyataannya, kita selalu bahagia, tapi pas kayak gini kita malah selalu aja ada yang membuat ngeganjel di hati.
Bunda, hari ini ayah di uji kesabarannya sebagai pegawai baru, tapi ayah mah masa bodo, kenapa? Karena ayah ngerasa gak salah, awalnya ada OB yang tiba-tiba songong ke ayah, gara-gara ayah abis makan di pantry gak ayah beresin, padahal yang makan di pantry itu gak ayah aja, tapi ada bapak pimpinan juga, ayah sih ngaku ayah salah karena yah mungkin emang gak seharusnya ayah bersikap seperti itu, cuman yang ayah gak terima itu ya kenapa dia cuman berani bilang ke ayah, kenapa ke bapak pimpinan dia gak bilang, atau ke temen-temen yang lain yang tadi makan di pantry, dia pikir ayah orangnya bakalan iya-iya aja, sampai pada akhirnya dia kaget karena ayah ngeladenin omongan dia dengan lebih songong, dia kaget taunya ayah berani, sampai pada akhirnya dia langsung pergi gitu aja, pas ayah bilnga : "tanya aja sana sama pimpinan kenapa abis makan gak dibuang sampahnya, ngapain nanya gue?" dia langsung ngedmuel gitu aja. 
Terus pas abis makan ada juga karyawan yang minta cuti, padahal jatah cutinya udah abis, ya gak ayah kasih, soalnya malah ayah jadi dosa nantinya, terus mereka ngambek, karena menurut mereka, mereka masih punya jatah cuti, ya ayah liatin aja data kantor yang ada, merekapun akhirnya ngedumel, ayah mah ya masa bodo toh ayah bicara fakta bukan sesuatu yang asal-asalan, sebelum ayah kebukti kalau ayah salah, ya ayah pertahanin pendapat ayah itu. Mungkin mereka gak tau ya, kalau ayah itu orangnya emang nyebelin, bahkan ayah bisa sangat nyebelin tanpa peduli mereka mau ngebenci ayah kayak gimana juga, seorang nabi pun tidak semuanya menyukai kan, karena seorang nabi itu mempertahankan apa yang dia punya, karena apa yang dia punya mutlak dikasih oleh tuhan, urusan benci dan tidak urusan ummat, yang penting para nabi sudah menyampaikan setiap perintah tuhan, nah ayah juga seperti itu, selama apa yang ayah yakini benar, sebenci apapun mereka sama ayah, ya biarlah itu urusan mereka, jadi ayah mah sekarang hanya ngejalanin apa yang ayah yakini.
Oh iya ayah belum cerita ya kalau hari ini makan sate kambing lho, biasanya ayah makan sate kambing sama bunda ya. Nanti kalau ayah ke tasik, kita makan sate bareng lagi ya.

17;25 wib
sayang, tiap jam segini pasti ayah galau, kantor udah sepi, semuanya udah pada pulang bun, tinggal ayah sendiri disini dengan beberapa OB, pas lagi sendiri kayak gini, ayah pasti ngerasain hal-hal yang sama seperti kemarin-kemarin, perasaan yang sama selama dua minggu terakhir ini, ayah suka menjerit dalam hati, sejerit-jeritnya, ayah selalu  nyalahin diri ayah yang hina ini, yang membuat kita susah kayak gini, maafin ayah sayang, kalau bukan karena ke egoisan ayah dulu, mungkin kita gak kayak gini, tapi justru dengan kayak gini kita jadi tau bagaimana perasaan kita yang sebenarnya, yang ternyata memang tidak sedikit, rasa cinta ayah ke bunda ternyata gede banget, dan itu ayah rasain setelah kita pisah kayak gini, ayah sedih dengan perpisahan ini, tapi disamping itu ayah bersyukur dengan ini semua, karena dengan perpisahan ini, rasa cinta kita semakin bertambah, bahkan langsung beratus-ratus kali lipat rasa tambahnya, yang terkadang membuat dada ayah sesak, dan kemudian membonbgkar bendungan air mata yang selama ini ayah bangun, serasa bendungannya itu sudah rusak, karena setiap hari airnya selalu mengalir dengan deras, terimakasih tuhan, kau sudah menakdirkan kita seperti ini, berkat dirimulah sekarang kami semakin bahagia, terimakasih tuhan semoga takdir selalu menjadikan kita pasangan yang luar biasa, yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang, pasangan yang saling mengerti, pasangan yang saling mencintai karena cinta itu sendiri, tanpa alasan dan tanpa keterpaksaan, cinta adalah cinta, dan bundalah cinta yang tuhan ciptakan untuk ayah, bundalah keindahan yang tuhan ciptakan untuk ayah, sosok masa depan yang tuhan persiapkan untuk ayah, seseorang yang ditakdirkan untuk menemani ayah sampai tua nanti, seorang bidadari yang kelak menemani siang dan malam ayah di syurga, dan seorang ratu di kerajaan syurga yang tuhan ciptakan untuk ayah.
Semakin kita lama berpisah, cinta ayah semakin bertambah bagi bunda, orang lain menganggap ini sederhana, tapi bagi ayah hal ini malah membuktikan suatu hal yang luar biasa dari tuhan, dalam kesendirian seperti ini ayah hanya bisa cerita lewat  ini ke bunda, karena ayah belum sanggup dan belum terlalu kuat untuk cerita langsung ke bunda, cukup lewat ini saja, dan cukup bunda rasakan kasih sayang dan cinta ayah lewat sikap ayah ke bunda, bibir yang selalu berdo'a mengucap namamu, hati yang selalu beriman dan menjaga cinta untuk bunda. Semoga malam ini semuanya kembali menjadi lebih baik, Insyaallah.

18;30 wib
 ayah baru selesai solat magrib nih bun, bunda juga pastinya udah kan ya, tadi sehabis solat ayah sempet do'a kalau ayah ingin kita nanti pergi ke suatu tempat yang dimana tempat itu adalah tempat yang baru bagi kita, gak ada teman satupun dari kita disana, pokoknya nanti kita di tempat itu ngerintis semuanya berdua, pokoknya harus seperti itu, kemana-mana kita berdua, kalaupun ayah harus kerja ya ayah kerja, kalaupun dagang ya ayah dagang, pokoknya semuanya kita kerjain berdua, ayah sih pengennya kita berdua nanti tinggal di kota malang, nanti ayah cari-cari dulu perumahan di daerah sana, kalau udah dapet, kita jual aset kita buat persiapan hidup disana, pokoknya setelah kita punya rumah disana, kita langsung pindah kesana ya, tapi kita tunggu anak-anak gede dulu, supaya bisa tenang, minimal mereka udah usia 10 tahun lha ya. Pokoknya dari sekarang ayah rencanain semua itu.
Ayah bakal nyiapin semua kebahagiaan buat bunda, pokoknya apapun itu, jangan sampai ada lagi kesedihan diantara kita, kelak ketika waktunya tiba, ayah juga tidak tau kapan, apakah setelah semua impian di dunia kita capai, atau sebelum itu, atau bahkan esok maupun lusa, itu hanya tuhan yang tau,saat dimana ayah sudah tidak ada disamping bunda, ketika ayah sudah bisa ngasih kabar lagi ke bunda, saat kita sudah terpisah ruang dan waktu, percaya dan yakinlah kalau ayah benar-benar tulus cinta dan sayang sama bunda, apapun bentuknya, semua yang sudah ayah lakukan untuk bunda semata-mata semuanya buat kebahagiaan bunda, kalaupun bunda belum merasakan kebahagiaan yang coba ayah ciptakan buat bunda, ayah minta maaf ya sayang.

18-12-2013

16;25 WIB
 sayang, ayah baru sempet cerita nih sama bunda, hari ini dari semalem pokoknya rasanya kayak naek bianglala, kadang naik kadang turun, pas kita telponan ayah seneng banget, cuman karena harus istirahat ayah tutp telponnya, biar gak sakit kitanya, semalem juga ayah baru sempet makan mangga yang bunda titipin ke ayah, karena emang sengaja biar mateng banget mangganya.
Tadi pagi ayah gak sempet ngabarin bunda, soalnya hp nya mati, pas ayah charge ayahnya udah masuk kerja, gak enak kalau ayah megang hp terus pas kerja,hehehe
hari ini ayah baru makan nasi uduk aja, soalnya emang sengaja, gak ada duit lagi ayahnya, tapi alhamdulillah gak laper-laper banget sih ayahnya juga, bunda mah di tasik jangan telat-telatan makannya ya, soalnya kan tenaga bunda disana dipake buat ngasuh alky dan jaga kondisi kehamilan bunda.
Hari ini ayah ditugasi bapak pimpinan buat nyusun jadwal pembicara pas briefing, ayah urut aja semuanya, eh ternyata banyak yang nge request minta di daftarin paling akhir, ya ayah gak bisa, jadi dengan otoritas ayah aja ayah masukin semuanya, ayah sendiri kebagian bulan pebruari, entah ayah masih kerja disini atau enggak, hahaha.
Terus tadi ayah kebetulan buang air kecil bareng sama pimpinan, dia di sebelah ayah, bunda tau sendiri ayah kadang kalau kencing suka ngeden-ngeden gitu, eh taunya ayahn malah kentut tadi, udah gede sampai tiga kali lagi, bapak cuman ngelirik-lirik aja tadi, ya kalau ayah mah cuek-cuek aja, gak jadi masalah.
Bentar lagi kantor bubar nih, ayah sebentar lagi juga bakalan sendiri, tapi biarlah, justru ayah lebih enak seperti itu, sendiri terus berdo'a sama tuhan semoga kita segera kembali. Karena pas ayah pikir-pikir ya kita bisa kok bahagia, walaupun tinggal dirumah yang sederhana, ayah yakin kita pasti bahagia karena kita pernah menjalani itu semua, dari awal kita nikah kita tinggal di kontrakan segitu-gitunya, tanfa fasilitas apapun, tanpa ini dan itu, bahkan tanpa kendaraan, kita hanya mengandalkan apa yang kita punya aja, tapi terbukti kan dulu kita selalu bahagia, bahkan tetangga-tetangga kita banyak keliatan iri sama kita, padahal mereka lebih punya segalanya daripada kita. Terus kalau nanti kita tinggal bersama lagi, daan kita tidak punya cukup uang untuk beli makanan yang enak dan bergizi, ayah juga yakin kita akan bisa tetap bahagia, karena ya dulu kita pernah mengalami hal yang sulit ketika stock makanan selama seminggu hanyalah mie rebus, bahkan kita pernah juga gak punya apa-apa, untuk sekedar beli gas aja kita gak punya uang, padahal harganya cuman 16.500 rupiah, terus apakah kita sedih waktu itu, enggak kan, kita tetap bahagia, alky juga tetap sehat karena waktu itu dia masih asi, justru yang hebat adalah kamu bun dengan supplai makanan yang seadanya kamu masih bisa bertahan dengan kesehatan kamu padahal waktu itu kamu harus menyusui alky yang lagi kenceng-kencengnya nyusu, kamu memang wanita yang luar biasa bun, ayah beruntung dapetin kamu, makanya ketika ada orang-orang yang bilang kamu beruntung dapetin ayah, justru mereka bodoh banget, kalau ayah kasarin lagi ya mereka bego banget, karena yang pasti di antara kita yang beruntung itu adalah ayah dapetin bunda, bunda rela menikah ayah yang saat itu pengangguran, bunda mau nerima ayah yang baru bunda kenal, dan bunda juga ikhlas saat ayah ngajuin mas kawin bunda dengan uang yang seadanya, yang sekarang uang itu masih dipajang di rumah orang tua bunda di jambi, uang yang mungkin tidak ada nilainya sama sekali, dan bahkan ayah malu sendiri sama tuhan karena ayah "beli" bunda dengan harga yang murah, padahal bagi ayah bunda pantas mendapatkan harga yang lebih dari itu, tapi bunda ikhlas menerimanya, jadi kelak kalau kita tinggal bersama lagi, ayah yakin kita pasti bahagia, dimanapun kita berada, dalam keadaan apapun, pokoknya nanti pas kita bersama lagi ayah tidak bisa banyak menjajikan apapun buat bunda, ayah hanya akan selalu berusaha untuk terus membahagiakan bunda semampu ayah ya.
Kelak ketika kita tinggal bersama lagi, apakah kita akan hidup mudah atau hidup susah kita harus terus bahagia ya, pokoknya bunda jangan sungkan bilang apapun ke ayah, dan kalaupun ayah harus bersikap secara extreme ketika bunda tidak bisa bahagia dengan ayah, ayah rela bunda mencari kebahagiaan diluar sana selain dengan ayah, yang penting bagi ayah adalah kebahagiaan bunda, ayah pokoknya gak bakalan egois, karena dulu ayah pernah bilang ke temen ayah kalau pada pasangan kita tidak boleh egois, jangan kita yang nuntut kebahagiaan pada pasangan kita, tapi kita yang harus membahagiakan mereka, makanya ayah minta maaf banget, kalau selama ini yang bahagia hanyalah ayah, kalau bunda belum bisa bahagia tapi hebatnya bunda masih mau bertahan dengan ayah, bunda masih mau merawat ayah, memperhatikan ayah, menjaga ayah, dan masih selalu mendo'akan ayah, bahkan bunda selalu khawatir akan keadaan ayah, bunda tenang aja di tasik, ayah disini baik-baik aja kok. Makasih ya sayang, makasih banget.
Makanya sudah ayah prediksi ayahlah yang pasti susah ketika bunda tidak ada, karena bunda segalanya bagi ayah di dunia ini, kebuktiannya sekarang, baru pisah dua minggu aja ayah udah kesusahan seperti ini, gimana kalau selamanya, ayah gak berani bayangin semua itu, pokoknya bunda harus selalu percaya sama ayah, kalau ayah selalu sayang bunda, sejauh apapun kita ayah bakalan tetap kembali sama bunda.
Disini ayah selalu berdo'a buat bunda, buat anak-anak kita, dan yang penting buat keluarga kita, kita jaga ini semua selalu utuh sampai kapanpun.
Pokoknya kita harus tetap sabar, karena kalau tuhan sudah berkeendak, kita tidak perlu nunggu taun depan, bulan depan bahkan minggu depan, kalau tuhan sudah meng iyakan besok ataupun lusa semuanya bisa terjadi, kita bisa kumpul bersama seperti dulu lagi, seperti impian kita selama ini, seperti cita-cita selama ini, ayah jagain bunda, ayah lindungin bunda, ayah berusaha untuk bunda, dan bunda berdo'a buat ayah. Semuanya itu kita lakukan bersama. Dengan sabar dan ikhlas, dan tentunya dengan penuh rasa syukur.

19-12-2013
14;29 wib

bunda sayang, tadi aku denger kamu sakit ya, kamu sakit apa bun? Kamu jaga kesehatan ya, jangan sering-sering naek tangga ya, kan bunda lagi hamil, udah gitu bunda kalau naik tangga suka sambil gendong alky, udah bunda banyak istirahat aja ya sayang, ayah disini baik-baik aja.
Hari ini ayah ngerasa biasa aja di kantor, gak banyak kerjaan, ayah juga lagi ditemenin sama sekretaris bapak yang lama, tapi bunda tau sendiri kan, kalau ayah itu orangnya kalau kerja enaknya sendiri, gak bisa rame-rame, kalau rame-rame ayah malah jadi kebanyakan nyuruh, gak tau deh mungkin karena tipikal ayah yang selalu jadi pemimpin kali ya, soalnya dulu ayah pernah punya statement yang ayah tulis di status bbm ayah, kalau suatu daerah ada 100 mujahid, ayah ada di antaranya, dan kalau ada 10 orang mujahid ayah pemimpinnya, dan ketika ada satu orang mujahid, maka ayahlah sang mujahid itu, nah maka dari itu, ayah disini kalau bisa ya sendiri aja di bagian ayah, karena bunda tau sendiri kan sebanyak apapun kerjaan ayah dulu selalu selesai tepat waktu, bahkan ya sebelum waktunya suka udah selesai.
Bunda sayang minggu ini ayah gak pulang ya, soalnya hari sabtunya ayah harus ngebagiin rapot murid-murid ayah, kasihan mereka kalau ayah pulang, minggu kemarin ayah sengaja pulang karena emang minggu kemarin ayah lagi labil-labilnya, bener-bener gak ada semangat, keinget bunda terus, justru kalau minggu kemarin ayah gak pulang ayah pasti bakalan sakit, minggu ini juga ayah gak pulang karena hari rabu dan kamisnya ayah libur natalan, jadi sengaja ayah minggu ini gak pulang dulu.
Sayang, tadi pagi kamu sms kalau bunda kangen sama ayah, ayah juga sama, ayah kangen sama bunda, pokoknya bunda sabar ayah pasti menemukan jalan agar kita bisa bersama.
Nanti malem ayah mau ikutan ngaji di kebon jeruk, sengaja daripada bengong di kantor mending ayah kesana aja, lumayan sampe tengah malem.
Ayah juga kangen sama anak-anak santri yang dulu sering maen ke rumah kita, yang bahkan mereka kadang suka ngasih sesuatu sama kita, ntar malem semoga ketemu mereka, mau minta do;anya mereka, karena do'a orang yang lagi menuntut ilmu itu selalu dikabulkan, ayah gak minta yang besar-besar, ayah hanya cukup minta modal aja sama tuhan, modal untuk beli ruko impian kita yang ada di depok, semoga taun depan bisa terrealisasikan ya bun, insyaallah. Pokoknya kita nanti tinggal bersama lagi deh ya.
Ayah baru makan sekali nih, sengaja biar nanti malem ayah bisa makan enak, kan orang yang laper biasanya makannya suka enak walaupun makan dengan apa aja, hehehe.
Bunda sayang, nanti pas ayah pulang ke tasik, insyaallah ayah bawa ya celengan sama bantal pesenan bunda, tapi nanti masukinnya uang 20 ribuan aja, seperti biasa, kayak dulu kita nabung, tapi duit yang dulu malah abis ya bun, dulu ayah gak mau kerja keras sih ya, jadi aja kita sekarang kayak gini, maafin ayah ya yang selama ini selalu males-malesan, pokoknya mulai sekarang ayah kerja ya kerja aja, anggap aja sama bunda ayah lagi pergi perang, ayah disini kerja ya untuk ibadah aja, karena yang namanya ibadah juga kan kata bunda bukan hanya solat dan ngaji tapi hidup dengan penuh kesabaran, rasa ikhlas dan selalu bersyukur itu semua udah jadi ladang amal yang luar biasa, pokoknya ayah disini gak peduli mau gaji berapa, syukur-syukur gede, karena tujuan ayah disini nyenengin ibu, dan tentunya nyenengin kamu juga, karena mungkin ibu lebih seneng pas ditanya sama orang " pandu kerja dimana?" ya ibu dengan semangat jawab kalau ayah kerja di kantor ini, beda dengan jawaban ibu dulu ketika ada nanya hal yang sama sama dia, ibu cenderung malu, nah disini ayah berusaha nyenengin hati ibu, karena soal rejeki tuhan sudah atur semuanya, ya kita tau sendiri lha, bulan kemarin ayah gajian, tapi keperluan kita melebihi dari gaji itu, dan ajaibnya semua keperluan itu bisa terpenuhi sama kita, kalau dipikir-pikir ya aneh, tapi itulah tuhan dengan semua keromantisannya dia selalu memberi kejaiban bagi kita, kalau kita itung-itungan ya tau sendiri lha, biaya ayah bolak-balik tasik-jakarta setiap minggu, susu alky, biaya alky ke rumah sakit, biaya ayah ke rumah sakit, beli susu bunda, terus bunda kemarin juga beli hp, ya kalau kita itung-itung pengeluaran kita hampir lima kali lipat dari gaji ayah, tapi ajaibnya tuhan selalu mencukupi itu semua, karena ayah yakin disamping nama-nama tuhan yang selalu kita baca, ada satu nama yang cocok untuk mengungkapkan perasaan ayah sama tuhan, yaitu Tuhan maha Mencukupi.

20-12-2013
09;07 WIB

HOORREEEE udah hari jum'at nih bun, tapi minggu ini ayah gak pulang ya, hehehe, pulangnya nanti hari selasa.
Bun tadi pagi di kantor ada acara kesan dan pesan pegawai yang mau resign, tau sendiri ayah mah orangnya melow, jadi aja tadi mewek sendiri, padahal orang yang resign itu yang sering banget bantuin ayah, dia orang yang pertama kali nyambut ayah di kantor ini, orangnya ramah, sikapnya baik, pokoknya cinta pada pandangan pertama deh, tapi bukan cinta yang itu tapi cinta yang sesuai dengan suara hati kagum, karena sampai hari ini dia banyak banget bantu ayah, dia yang sering gantiin ayah jaga telpon pas ayah lagi solat, dia yang suka beliin ayah makanan, dia yang dengan rajinnya ngsih ayah minum setiap hari, tapi sekarang dia udah gak disini, ayah ya melow, ayah mah mau berapa lama kenal sama orang, kalau udah sreg ya sreg aja, tanpa terkecuali, ya walaupun orang itu anggap ayah biasa aja, tapi bagi ayah semua orang yang ayah kenal ayah anggap luar biasa, mau orang itu bersikap baik ataupun bersikap kurang baik, karena ketika dia baik kepada ayah berarti ayah punya pahala untuk memuliakan dia, dan ketika dia kurang baik terhadap ayah berarti ayah diajarkan rasa sabar, karena dalam hidup ayah cuman ada tiga nilai yang harus ayah jalani di luar nilai-nilai yang lain, yaitu bersyukur, sabar, dan ikhlas. Bersyukur ketika masih bisa bertahan hidup dengan nyaman, masih bisa seperti ini, masih selalu dijaga dalam iman yang terkadang naik turun, bersyukur dengan semua yang ayah punya saat ini, ada bunda, ada alky, ada saudara yang sayang sama ayah, orang tua dan mertua yang luar biasa, semuanya bisa ayah dapetin, padahal siapa ayah, seorang mahkluk yang sangat kecil, yang sangat minim dalam beribadah, tapi selalu di istimewakan, rasa syukur yang tidak akan pernah berkurang sedikitpun, karena apa yang tuhan beripun tidak pernah kurang, bahkan malah ayah yang terkadang kurang bersyukur karena dibandingkan dengan ibadah ayah yang masih sedikit ayah masih banyak mintanya daripada ibadahnya, kemudian setelah bersyukur ayah juga senantiasa bersabar, sabar dalam menunggu jawaban dari tuhan akan do'a-do'a ayah, sabar dalam menghadapi segala apa yang terjadi disetiap perjalanan hidup ayah ini, sabar dalam menanti setiap keinginan yang kelak dikabulkan oleh tuhan apakah itu sesuai keinginan, apakah itu lebih dari yang dinginkan, atau tuhan ganti dengan sesuatu yang lebih baik dari yang di inginkan, karena seperti yang ayah bilang tadi, kalau tuhan itu tidak pernah kurang dalam memberi apa yang kita butuhkan, dan semoga saja setiap apa yang kita inginkan menjadi sesuatu yang memang kita butuhkan, dan tuhanpun meng iyakannya, kemudian hal ketiga yang menjadi prioritas ayah dalam menjalani setiap nilai hidup ini adalah rasa ikhlas, ikhlas ketika apa yang kita inginkan ternyata menurut tuhan bukan itu yang kita butuhkan, ikhlas menerima setiap rute jalan yang tuhan siapkan untuk ayah, serta ikhlas menghadapi setiap hal yang menjadi landasan ujian bagi ayah, karena ayah takut ketika ada sesuatu yang kurang baik menimpa ayah, ayah takut itu bukan ujian, melainkan adzab dari tuhan bagi ayah, adzab dari setiap dosa yang ayah lakuin selama ini, dan ayah memang harus ikhlas dalam menerimanya, karena itu konsekuensi yang harus ayah terima, tapi semuanya selalu kembali ke yang pertama yaitu bersyukur, yaappp ayah bersyukur karena adzab yang tuhan datangkan kepada ayah ditimpakan ketika ayah masih hidup di dunia ini, ketika masih ada kesempatan untuk berubah menjadi yang terbaik, ketika masih ada kesempatan untuk menjadi sosok seorang hamba yang menjadi kebanggaan tuhan dan nabinya, dan sampai pada akhirnya ayah menjadi sosok yang dicintai semua orang, walaupun itu tidak terjadi, asalkan Tuhan dan Nabinya ridho sama ayah, itu sudah sangat cukup bagi ayah, karena untuk menuju syurga itu tidak perlu kesempurnaan, karena syurga tau kalau ayah hanyalah manusia biasa, tapi kalau tuhan ridho ya apa boleh buat, syurga mau tidak mau harus rela masukin ayah kedalamnya, karena syurga sadar siapa penciptanya, jadi sekarang tekad ayah hanya terus dan terus menjadi sosok yang terbaik di mata tuhan, sehingga kelak tuhan tersenyum menyambut kedatangan ayah di syurga, Insyaallah.


23-12-2006
07;30 wib

selamat pagi bunda, hari ini tepat tiga minggu kita berpisah, ya walaupun setiap week end kita ketemu, tetep aja itu hanya sebatas selingan saja, hari ini ayah bakalan banyak nyerita sama bunda, dari jum'at sampai hari minggu kemarin, pokoknya semuanya bakalan ayah ceritain hari ini, yang pertama hari ini ayah awali semuanya dengan penuh haru, yang ayah memang belum bisa untuk bersikap tegar sepenuhnya, masih perlu banyak latihan untuk bener-bener ikhlas dalam perbedaan ruang dan waktu kita ini, semuanya masih harus dalam satu helaan nafas, helaan nafas yang besar, yang ketika menghirupnya terasa memenuhi dada, dan ketika melepaskan semuanya terasa kosong, dan hal itu terjadi semakin sering, terkadang tanpa menghiruppun dada ayah sudah terasa sesak, sehingga helaan nafas yang besar itu harus selalu ayah ayah lakukan dalam hitungan menit, ntar berapa menit sekali yang jelas semuanya terasa sering, dan itu mulai menjadi hal yang biasa bagi ayah. Dan hari inupun walaupun matahari terlihat cerah, tetap saja ada rintik-rintik hujan yang sudah turun dari tadi subuh, mungkin alampun mengikuti apa yang ayah rasakan, dibalik kecerahan ayah yang selalu tersenyum, ada sebuah rintikan yang tidak bisa ayah tahan ketika ayah sendiri, ada sebuah rintikan yang sampai sekarang ayah belaum tau cara untuk mencegah sehingga dia tidak sampai turun, dan rintikan itu yang selalu berubah menjadi sebuah aliran yang deras, tidak lama sih, tapi cukup membuat tenggorokan ini tercekat, sehingga ayah semakin sadar ayah memang tidak bisa tanpa bunda, ayah tidak pernah berpikir untuk coba melatih diri agar biasa terbiasa tanpa bunda, karena bagi ayah pikiran itu jelas konyol, ayah hanya ingin berlatih diri untuk selalu meyakinkan diri kalau semua ini hanyalah sementara. Karena rasa takut itu selalu ada, apapun bentuknya.
Bunda sayang, sesuai apa yang ayah bilang minggu kemarin, kalau minggu kemarin ayah gak pulang dulu ke tasik, karena emang ayah harus ngajar, soalnya dua minggu ini ayah gak bisa ngajar, kasihan anak-anak kalau ayah terus-terusan tidak ngajar. Padahal rencananya ayah mau ikut pulang bareng bi ai sama om subhan ke tasiknya, tapi ya  apa boleh buat, renacanya tidak berhasil, makanya pas hari jum'at ayah mampir dulu ke rumah bi ai, buat nitip sebagian barang kita yang tertinggal, barang yang menjadi saksi kebersamaan kita selama setahun kebelakang ini, barang yang hampir setiap hari menjadi yang kita butuhkan, siang malam kita menggunakannya, ya barang itu adalah kasur lipat kita, kasur yang menjadi satu-satunya alas bagi kita untuk tidur, karena tabungan kita untuk membeli kasur yang lebih layak selalu terpakai oleh hal-hal yang bagi kita lebih penting dari kasur, dikasur itu kita bercanda, kita ngasuh alky sama-sama, kita tidur dengan berpelukan, yang terkadang tidur itu terganggung oleh rengekan kecil dari alky yang haus ditengah malam, sayang pas malam sabtu itu ayah mengankat kasur itu dengan bergetar, karena disana ayah pernah membuat bunda nagis, disana kita mendengar ketawa alky yang selalu bikin gemes, malam sabtu itu ayah benar-benar lemas secara bathin, karena rasa susah yang orang lain lihat waktu itu adalah rasa yang penuh bahagia bagi kita, ayah bengong aja, walau sesekali tersenyum mendengar obrolan bi ai dan om subhan, tapi hanya sekedar senyuman biasa yang ah tak ada artinya sama sekali. Kemudian pas malem jum'at itu ayah rencana mau nginep di bi enung, tapi karena ayah nyampe rumah bi enungnya ke maleman ayah tidur di mesjid yang depan rumah bi enung itu, karena hujan-hujanan sebelumnya kepala ayah agak psuing, jadi ayah langsung tidur saat itu, walaupun ngantuk dan pusing, tapi ayah akui tidur ayah tidak tenang, mimpi ayah aneh-aneh, karena jelas ayah mikirin bunda dan ibu waktu itu, ayah sedih karena hari sabtu kemarin pas tanggal 21 desember 2013 itu ibu ultah yang ke 48 tahun, ayah semakin sedih karena sudah dari tahun 2011 ayah belum pernah bisa ketemu ibu pas ulang tahunnya, padahal dulu ayah yang selalu rajin bikin sureprise buat ibu, hari sabtu itu ayah lalui dengan banyak tidur, karena emang sisa pusing semalem masih terasa, dan anehnya lagi kondisi tubuh ayah sekarang jadi gampang nge drop, kalau kena ujan walau dikit juga, ya semoga aja bukan pertanda buruk, sorenya ayah ngajar, anak-anak pada kangen sama ayah, mereka semua khawtir pas dengar ayah sakit, ayah seneng sekaligius sedih, karena ayah takutmya sudah gak bisa ngjar mereka lagi, soalnya bunda tau sendiri setelah kerja di kantor ini, banyak waktu produktif ayah yang hilang, waktu yang harusnya menjadi pengembangan diri ayah sesuai passion ayah, sekarang hilang dengan bengongan yang tak berarti di depan layar lcd komputer di meja kerja ayah. Ayah ngajar sampai magrib dari ashar, sepulang dari sana ayah hanya bisa sms-an sama bunda yang waktu itu lagi mgerayain ultahnya ibu sama keluarga besar di sana, bunda bilang bunda sedih karena gak ada ayah disana, bunda jga bilang ibu nanyain ayah terus, padahal di jakarta waktu itu ayah lebih sedih dari kalian, ayah hanya bisa menghibur diri seadanya, berusaha untuk tidak nangis di rumah bi enung yang waktu itu mereka lagi sibuk mempersiapkan barang untk pergi liburan ke yogya, dan ayahpun tertidur sangat larut waktu itu, menjelang subuh ayah bangun, dan subuh itu hujan lumayan besar, padahal pas hari minggu ayah udah bela-belain gak pulang ke tasik juga karena pas hari minggu itu ayah ada rencana mau ke menara 165, niatnya mau alumnian training esq, tapi tuhan berkehendak lain, ayah disuruh di rumah aja, cuman ada hal yang bikin ayah harus hujan-hujanan dipagi itu, hal itu karena bi enung yang dari semalem udah punya niatan mau berangkat ke statsiun pake taxi berubah pikiran menjadi naik motor, ntah apa yang ada dipikiran bi enung, katanya sih macet padahal subuh-subuh begitu di hari minggu ya gak macet sama sekali, kepaksa ayah jadi hujan-hujanan nganterin bi enung ke statsiun, hehehe.
Hari minggu kemarin juga bertepatan dengan hari ibu, dalam hujan ayah gak mikirin soal gak jadi ke menara, ayah gak mikirn soal hujan-hujanan nganterin bi enung, karena bagi ayah ya merasa asyik aja kalau bantu orang , yang bikin ayah nyesek adalah, kenapa ayah pas malem minggu gak pulang aja ke tasik, banyak banget tanda tanya yang membuat ayah semakin bingung dengan cara tuhan, ayah yakin dibalik rencana tuhan selalu ada kasih sayang yang dia selipkan disetiap kejadiannya, tapi ayah masih belum tau itu apa? Biarlah waktu yang jawab ini semua.
Dua hari hari istimewa di week end kemarin ayah lewatkan begitu aja, yang pertama pas hari sabtu ayah ngelewatin hari ultah ibu, dan minggu kemarin ayah gak bisa ketemu ibu di hari ibu, yang mana dua orang anaknya ada disana dekat dia, sedangkan ayah menyendiri dalam dingin, spanjang hari ayah hanya meratap, sampai tadi malam ayah masih nangis, saat semuanya sudah terasa sepi ayah nangis sejadi-jadinya, ayah aduin semua sama tuhan, ayah banyak-banyak terimakasih sama tuhan, karena ayah sudah terlahir di dalam lingkungan keluarga yang baik, ayah ibu yang sholeh dan sholehah, kakek nenek yang baik, kakak adik yang baik, paman bibi, sepupu, serta semua saudara-saudara yang luar biasa baiknya, dan bukan hanya itu tuhan juga sudah menempatkan ayah dalam lingkungan pergaulan yang baik, sahabat yang setia, sahabat yang mulia, dari dulu sampai detik ini, selalu ada sahabat yang mulia, yang bergaul sesuai ajaran nabi, kemudian tuhan memberikan ayah semua kebutuhan yang ayah inginkan, tercukupi dalam segi ekonomi, ayah diberi sifat yang selalu menggembirakan orang lain, diberi keimanan yang baik,walau terkadang keimanan ayah naik turun, tapi ayah bersyukur karena walaupun naik turun keimanan itu masih ada dalam hati ayah, dan disamping semua keberkahan itu tuhan masih memberi hadiah lagi ke ayah, yaitu dengan dijadikan bunda sebagai istri ayah, istri yang ayah sayangi, istri yang ayah cintai, istri yang ayah harapkan dari dulu, dan istri yang tuhan pilihkan untuk ayah memang sesuai yang ayah harapkan, istri yang baik, taat, dan tulus, selalu menjaga suami dengan do'a-do'anya, walaupun sampai saat ini ayah selaku suami bunda belum mampu sempurna dalam membahagiakan bunda, ayah malu sama tuhan karena dengan semua kebaikan yang udah dia berikan pada ayah, kayaknya masih belum sebanding dengan upaya ayah membalas semua kebaikan itu, bahkan rasa syukur yang terucap atau rasa syukur dalam bersikap masih sangat kurang, saking baiknya tuhan sama ayah, terkadang ketika tuhan sudah memberikan sesuatu kebaikan pada ayah, dan ayah sendiri belum sempat untuk menysukuri itu semua, tuhan sudah memberikan kebaikan yang selanjutnya, yang pada akhirnya hutang syukur ayah kepada tuhan semakin bertambah, makanya mulai sekarang ayah akan mencicil rasa syukur itu, ya walaupun ayah akui cicilian ini tidak akan pernah lunas sepenuhnya, cuman se enggaknya ayah yakin, upaya ayah ini akan tuhan sambut dengan senyuman, upaya kecil yang ayah harap bisa menjadi hal besar dalam penyelamat kehidupan ayah di akhirat kelak, karena nanti hanya hal-hal kecil inilah yang akan menemani keseharian ayah di akhirat, sekecil apapun ini, ayah yakin semuanya akan terbayar lunas oleh tuhan, rasa syukur yang tidak sebanding, hari ini ayah mengakui itu semua, karena selama ini ayah hanya meminta, khususnya dalam tiga minggu perpisahan kita ini, setiap hari yang ayah lakukan hanyalah meminta dan meminta, berdo'a untuk meminta, solat untuk meminta, semua kebaikan yang ayah lakukan hanya untuk meminta, sungguh tidak ada rasa malu dalam diri ayah kepada tuhan, selama tiga minggu ini tidak pernah sekalipun ayah bersyukur, padahal disaat ayah galau tuhan langsung menghibur ayah dengan caranya, apapun itu, makanya hari ini ayah memulai untuk shaum lagi, karena selama tiga minggu perpisahan kita ini, ayah tidak pernah sekalipun shaum, bahkan ayah tidak tau apakah shaum ini bentuk syukur atau bentuk permintaan lagi, ntahlah yang jelas saat ini hanya ini yang bisa ayah lakukan untuk membahagiakan tuhan, menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang lebih berguna, yang kelak setiap orang yang kenal sama yaha, akan merasa beruntung karena sudah bisa kenal sama ayah, seperti ayah yang beruntung dengan diperkenalkan dengan mereka, sehingga kelak kehadiran ayah menjadi sumber kebanggan dan kebahagiaan bagi mereka yang mengnal ayah, dan pada akhirnya tuhan dan nabipun akan merasa bangga dengan ayah sebagai hamba dan ummatnya yang taat.
Hari ini ayah shaum, semalem ayah sahur dengan goreng ayam, biasanya pas sahur itu bunda yang nyiapin makan sahurnya ayah, tapi tadi malem ya ayah nyiapin semuanya sendiri, semalem sahur sambil nonton bola klub kesayangan ayah, Inter vs Ac Milan, dan dengan baiknya tuhan memberikan kemenangan bagi inter, seneng banget lha, karena selama kita pisah di liga Inter baru kali ini menang, ya semoga aja ini jadi pertanda baik bagi kehidupan kita selanjutnya, karena ayah yakin, semuanya selalu tuhan gariskan beda, tapi setiap garis itu selalu berujung pada kebahagiaan, asalkan kita menjalani ini semua pada jalur yang telah tuhan siapkan, bukan jalur yang se enaknya kita ciptakan. Dari pertandingan semalem itu, ayah jadi lebih optimist, kalau mulai hari ini, senin 23 desember 2013, setelah tiga hari kita lewati dengan special, dari mulai hari jum'at yang penuh berkah, sabtu di hari ulang tahun ibu, dan minggu di hari ibu, dan semalem senin di awali dengan sahur dan kemenangan inter, ayah jadi yakin, tuhan semakin baik sama ayah, dia berbuat baik dengan caranya, dia memanjakan ayah dengan caranya, karena tuhan selalu memberikan sesuatu yang indah dalam hidup ini, tidak pernah terlambat, dan tidak juga terlalu cepat, tapi kebahagiaan itu selalu datang tepat pada saatnya, karena tuhan maha penepat janji.

13;45 wib
gak tau kenapa ya bun, walaupun besok liburnya cuman dua hari, tapi ayah begitu sabar buat segera pulang ke tasik, mungkin karena ayah udah lama gak pulang kali ya, karena emang ayah kangen banget sama bunda, tapi emang kalau setiap senin ayah suka ngerasa di kantor itu lama banget, mungkin karena tidak ada gairah kali ya, harusnya mah jangan begitu ya, tapi ya gimana lagi, emang keadaannya kayak gini kok, ya namanya juga kerja dengan paksaan, hahaha, coba kalau kerjanya sesuai passion yang ada, kayak dulu bunda liat ayah di kandang kambing, ayah begitu semangat nyari pakan buat kambing, ngemandiin kambing, ngasih vitamin buat kambing, walaupun hujan-hujanan, bahkan sampai telat makan tapi ayah ngerasa tetap sehat aja, beda dengan sekarang, walaupun kebanyakan duduk gak ngapa-ngapain gak ada beban yang gede, terus setiap bulan dapet gaji rutin, tapi serasa biasa aja, gak ada ke wah-an yang ayah dapet, tapi disamping ini semua ada setitik kebanggan dari orang tua, ada secarik do'a yang ibu sampaikan buat ayah, disitulah sekarang kekuatan ayah, dalam do'a kebanggan ibu, dalam tetesan ari mata ibu yang mungkin terkadang sedih dengan sikap ayah, tapi dia selalu ceria, dia selalu gembira, sengerepotin apapun ayah pada ibu, ibu selalu menghadapinya dengan sabar, makanya ayah bertahan kerja disini, hanya demi uang yang tidak seberapa, tapi tetep ayah syukuri, karena ayah yakin rejeki ayah bukan hanya terpatok dari gaji ayah ini, walaupun dalam logikanya penghasilan ayah cuman dari ini, tapi terlalu sederhana kalau ayah anggap tuhan hanya ada di kantor ini sehingga rejekinya pun hanya di kantor ini, jelas itu terlalu rendah dalam menilai tuhan, tuhan tidak akan pernah lupa dengan hambanya yang sedekah, tuhan tidak akan pernah lupa dengan hambanya yang selalu berdo'a padanya, dan intinya tuhan selalu tau apa yang dibutuhkan hambanya, mau hambanya berpola hidup hemat ataupun jor-joran dalam menjalani hidup, tetap dia tidak akan berhenti memberikan rejeki buat hambanya, ketika hambanya mendapatkan, kemudian hambanya itu dengan segera menghabiskan, apakah besok lusa dia tidak akan mendapatkan rejeki lagi, tentu tidak, dia pasti akan mendapatkan rejeki dengan jalan yang lain, satu-satunya jalan untuk menghentikan rejeki itu adalah kematian, pokooknya selama hambanya itu hidup, maka rejekinya masih tersimpan dengan baik oleh tuhan, pertanyaannya cuman satu, apakah banyaknya rejeki itu akan menjadi manfaat bagi dia di akhirat kelak, atau hanya sebatas pemuas kesenangan sesaat di dunia ini saja, itu tetap kembali ke pribadi hambanya masing-masing, yang pasti ayah akan selalu mempergunakan setiap rejeki yang ayah dapet untuk keperluan ayah, keperluan di berbagai bidang, keperluan untuk membahagiakan bunda, keperluan untuk mencukupi kebutuhan anak-anak ayah, keperluan ayah untuk berbagi dengan sodara, keluarga dan orang tua, serta keperluan untuk mensejahterakan bangsa, walaupun sedikit yang penting berguna, seperti prinsip ayah, menjadi yang berguna di atas yang terbaik, pokoknya setiap ayah mendapatkan sesuatu dengan segera mungkin harus ayah lepaskan, karena sejatinya sesuatu yang di ikat cenderung selalu menjadi milik orang lain pada akhirnya, beda dengan sesuatu yang dilepaskan, dia akan selalu kembali pada kita sebagai pemiliknya, kita ibaratkan kambing, ketika dia masih menjadi kambing yang selalu harus di ikat, dia cenderung selalu berontak ingin lepas, tapi semakin kita khawatir untuk melepaskannya semakin kambing itu berontak, tapi ada kalanya seekor kambing dilepas di alam bebas, tanpa di ikat biar dia mencari makannannya sendiri, kalau kita yakin itu milik kita, menjelang sore kambing itu akan kembali kekandangnya sendiri, karena cenderung kambing yang diikat adalah kambing yang siap untuk dijual, nah ayah juga seperti itu, pokoknya setiap mendapatkan ayah lepaskan, kalau dapet uang dengan segera ayah belanjakan, ntah itu untuk keperluan dunia ataupun keperluan di akhirat nanti, pokoknya habiskan dengan segera, biar tuhan juga dengan segera menurunkan rejeki yang lain buat ayah, pokoknya bunda jangan takut rejeki kita akan habis sebelum kita meninggal ya, ayah pastiin kita sekeluarga akan bisa hidup enak di dunia dan di akhirat, semacam kita potong rambut, kalau ingin terlihat lebih cepat panjang kita harus mencukur habis semua rambut dikepala kita, kita akan liat dengan hitungan hari percepatan pertumbuhannya, tapi beda dengan rambut yang dibiarkan selama berbulan-bulan, pas kita ngaca kita merasa rambut kita segitu-gitu aja, pas giliran udah panjang dan kita merasa indah memandangnya, eh kita jadi makin sayang sama rambut kita, jadi kita males buat motong rambut kita, sama dengan harta, biar terasa harta itu cepat perputarannya, ya kita harus dengan segera melepaskannya, ntah itu buat sedekah atau buat keperluan kita, biasanya besok lusa suka dapet gantinya, beda dengan harta yang selalu ditumpuk, semakin banyak kita jadi semakin sayang untuk melepaskannya, sampai pada akhirnya kita meninggal dan harta itu masih tetap menumpuk, terus apakah di akhirat kita akan berjumpa lagi dengan harta kita itu, jelas tidak, karena harta yang ditumpuk itu berubah jadi milik orang lain, bisa jadi milik istri, anak, orang tua, sodara, atau siapapaun, dan yang lebih parah harta kita tidak ada yang memiliki, sehingga dia di akhirat berontak meminta pertanggung jawaban kita karena harta kita merasa jadi tidak berguna, mereka marah, yang pada akhirnya bukan malah membuat kita tenang atau merasa seanang, malah mereka akan jadi pemberat dalam dalam kehidupan kita di akhirat, makanya ayah mah mulai sekarang, membiasakan diri untuk bersikap, dapatkan lepaskan, karena seperti yang kita tau, jenggot yang dicukur akan tumbuh kembali dengan cepat, jadi intinya, dicukur tumbuh lagi, dicukur tumbuh lagi,dicukur tumbuh lagi, begitulah seterusnya.


24-12-2013
10;30 wib

selasa yang sangat panjang bagi ayah, karena hari selasa ini memang ayah nanti-nanti dari minggu kemarin, dan akhirnya datang juga selasa ini, pengennya sih langsung pulang, karena di kantor juga ayah lagi gak ada kerjaan, dri kemarin juga telpon yang masuk jarang-jarang, udah gitu bos ayah juga lagi cuti, makin gak ada kerjaan aja lha ayah disini, tapi emang dasar karyawan rendahan ayah mah, jadi ya mau gak mau ya ngikut aturan kantor , ya semuanya juga gitu kayaknya, hehehe.
Ntar sore ayah dari kantor langsung pulang ke tasik, udah kangen banget soalnya, ayah paling berangkat abis magrib dari sini, biar gak buru-buru kayak kemarin, ayah jadi kena magrib di jalan, hari ini mah ayah mau solat dulu di kantor, abis itu baru deh, langsung pulang, tapi gak tau nih, apa ke kp.rambutan apa ke bkn, pokoknya pulang aja, ntar ayah nanya yang mana yang lebih enak.
Ayah semalem buka puasa sama pecel ayam bun, sambelnya enak sih, tapi goreng ayamnya kering, padahal ayah udah bilang jangan terlalu goreng ayamnya, eh malah kelupaan si abangnya, udah gitu pas lagi makan, tiba-tiba ada ibu-ibu lagi makan dia gak tau dia terlalu semangat atau apa, dengan kagetnya ayah teriak, soalnya si ibu-ibu itu numpahin air the panas ke paha ayah, walhasil basahlah celana ayah sampai ke dalem-dalemnya, udah gitu panas lagi, si ibu itu takut kali kalau ayah marah, padahal ayah juga gak kenapa-kenapa, ya udah ayah langsung nyebut dalam hati, semoga ini pertanda baik Insyaallah, dan ternyata benar bun, pas nyampe rumah, di rumah udah ada j.co sama salak dan mangga, ternyata hanifah yang beliin j.co buat ayah dan bang eful yang beli mangga sama salak, terus ada pepaya juga, pokoknya enak bangetlha, udah gitu semalem juga ayah curhat sama bang eful, ternyata kehidupan dia sebelum sekarang mah lebih menyedihkan daripada kita, kita mah kasarnya msih serba enak, bang eful mah dulu enggak, dari situ ayah semakin yakin, kalau ayah kelak akan sukses, karena tuhan itu tidak pernah tidur, soalnya bang eful aja yang katanya lebih susah dari ayah sekarang dia bisa hidup enak, bahkan assetnya sampai milyaran, punya rumah dimana-dimana, sawahnya luas-luas, dan itu semua berkat kesetiaan istrinya dan dukungan dari istrinya, makanya sekarang ayah yakin, dengan terus berdo'a sama tuhan serta dibantu dengan do'a dari bunda, ditambah lagi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh ayah yakin tidak akan lama lagi kesuksesan itu ada di kehidupan kita, intinya sekarang ya bersyukur, sabar dan ikhlas.
Tadi pagi ayah berangkat ke kantor dari subuh, eh pas nyampe halte trans jakarta, ayah kebelet pipis, ya sudah satu jam lebih ayah nahan pipis, karena emang bener-bener gak bisa pipis sepanjang perjalanan, mana bawa tas yang full isinya, ayah sepanjang jalan nyanyi-nyanyi aja biar lupa sama kebeletnya, eh malah makin menjadi, hahaha. Ya udah untungnya ayah selamat sampai kantor, tanpa kecipirit dan kebeseran, nyampe kantor, taro tas, buka jaket, langsung deh ke toilet ccceeeuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.
Bulan lalu kan ayah pernah bilang, kalau gajian bulan ini mau ayah beliin gadget baru, tapi pas ayah pikir-pikir mendingan nyicil hutang dulu deh, gadget mah ayah juga masih ada, makanya rencananya untuk bulan ini ayah bakalan bayar hutang ke robie sama reza dulu, soalnya dulu kita make uang mereka yang robie mah buat bayar arisan, yang reza buat bayar jersey, mereka sih gak nagih, cuman malu aja kalau kelamann, bulan depan baru deh ayah bayar ke kak risman yang waktu itu kita pake buat bayar kontrakan, kak risman sih gak masalah uangnya kita balikin atau enggak, tapi ayah kan judulnya minjem jadi ayah wajib buat ngegantinya sama halnya ke apanji, ke apanji malah gede banget, dulu kita make duit dia buat tiket pulang ke jakarta dari jambi ke jakarta, dulu kita terpaksa minjem karena ayah udah gak enak sama bapak yang udah niat jemput ke bandara, kalau kita gak pulang hari itu juga, gak enak sama bapak dan ibu nungguin di bandara, udah jauh-jauh berangkat dari tasik, masa harus pulang lagi karena kita gak jadi pulang, makanya ayah kepaksa minjem ke apanji, padahal katanya apanji juga perlu buat bayar cicilan mobilnya, ayah sampai gak enak hati pas ayah gak bisa ngeganti uangnya pas apanji mau bayar mobilnya, ayah juga gak tau apanji dapet uang darimana lagi buat bayar cicilan mobilnya, makanya kalau sampai gak di kembaliin ayah bakalan ngerasa berdosa banget, makanya tadi pagi ayah sehabis dhuha meniatkan diri ayah buat bayar semua hutang-hutnga itu, walaupun mereka gak nagih dan ngerasa semua itu ngasih buat kita, tetep karena ayah judulnya minjem ya harus di balikin, beda lagi urusannya kalau ayah minta, karena ayah gak mau kalau nanti hanya gara-gara uang yang gak seberapa ayah jadi punya beban yang berat di akhirat kelak, karena ayah juga sadar hidup ayah gak lama lagi, bisa besok atau lusa, yang namanya umur siapa yang tau kan. Jadi sekarang priorotas ayah ke hutang-hutang ayah dulu. Karena jangankan hutang yang jelas-jelas hutang, sekedar ucapanpun yang sering disebut sebagai janji, kalau tidak dibayar (ditepati) tetep akan ada penagihan di kahirat kelak. Jadi intinya tidak ada ngeo-ngeoan dalam berhutang, pokoknya jangan sampai pake istilah sedekah, kalau sedekah, berikan lupakan, kalau hutang jangan sampai seperti itu, berhutang lupakan, salah besar itu mah. Pokoknya ayah pastiin ini semua adalah hutang terakhir kita, kita gak akan pernah berhutang lagi, sesulit apapun kalau emang rejeki kita tuhan pasti ngasoh dengan caranya, tanpa kita harus berhutang terlebih dahulu.

27-12-2013
08;40 wib

ayah gak nyangka udah jum'at lagi, soalnya baru aja kemarin hari rabu, pertemuan kita yang kemarin, ayah akui kurang maksimal, ayah bikin bunda cemberut, maafin ayah ya sayang.ayah kemarin emang lagi capek banget, udah gitu pas beli bubur kemarin itu sebenarnya ayah cepet, cuman ibu yang ngambil, ayah pikir ibu langsung ngasih ke bunda, taunya enggak ya, ayah juga kemarin gak jadi makan bubur dokarnya, soalnya ayah belinya kurang, harusnya pas ayah pulang itu ngasih kesan yang baik ya bagi bunda, biar setiap pertemuan kita yang singkat itu bisa maksimal kualitasnya.
Bunda sayang, ayah gak ngerti dengan diri ayah sendiri, terkadang ayah bisa tegar, terkadang juga ayah suka galau, ayah serasa terombang ambing, kadang tenang, kadang melonjak, kadang menurun, ayah sadar setiap ketersesakan itu tidak pernah ada satupun yang sanggup membuat dada ayah pecah, tapi sekali lagi ayah juga sadar kalau ayah hanyalah manusia biasa, ntar sore ayah pulang lagi ke tasik, ayah ingin memperbaiki pertemuan kita yang kemarin, ayah sedih belum bisa ngajak bunda nonton, belum bisa ngajak bunda makan di pizza hut, masih banyak pokoknya keinginan bunda yang belum bisa ayah penuhi, maaf ya sayang, bukan ayah gak mau, tapi keterbatasan waktu yang kita punya, dan kewajiban kita sebagai orang tua yang masih punya anak kecil usia 11 bulan, besok anak kita genap 11 bulan, udah banyak hal yang dia biasa, dia semakin cerdas, semakin lincah, semakin lucu, anak kita semakin luar biasa, tadi pas ayah solat dhuha ayah ngeliat wajah dia dalam solat ayah, tak terasa ayah kembali meneteskan air mata, ayah keinget tatapan dia semalem, tatapan mata yang sangat merindukan kasih sayang seorang ayah, tatapan seorang anak yang mungkin kalau kita tau bahasa dia kita akan mendengar dia bilang : "ayah, jangan pergi, alky masih kangen sama ayah, alky sengaja gak mau lama-lama digendong ayah, alky sengaja gak mau sering-sering manja sama ayah, karena alky takut bikin ayah capek, alky hanya butuh ayah ada di sini, di dekat alky, mungkin alky sesekali minta digendong sama ayah, karena alky juga kangen sama pelukan ayah, maafin alky kalau alky sering membuat tangan ayah tremor karena gendongin alky yang udah mulai naik timbangan berat badannya, ayah, cepet kembali, alky disini selalu rindu sama ayah", mungkin itulah kata yang ingin alky ucapkan sama ayah, dia tidak pernah rewel sama ayah, dia selalu mau dikasih ke orang lain sama ayah ketika tangan ayah mulai tremor pas ngegendong dia, alky memang anak yang penuh pengertian, dari semennjak lahir sampai sekarang, dia selalu bisa bikin hati ayah seneng, dia paling bisa menghibur ayah, dia tidak pernah ayah kasih apapun, bahkan sebatas kasih sayangpun ayah masih belum optimal dalam menyalurkannya kepada alky, tapi sampai sekarang dia tidak pernah mengeluh, bahkan ayah sempat berpikir, kenapa alky begitu lengjet sama bapak, apa mungkin alky butuh sosok seorang ayah yang luar biasa, dan karena ayah belum bisa ngasih itu, jadi dia lebih milih bapak, terbukti sekenceng apapun alky nangis, selalu langsung diam kalau bapak udah ngegendong dia,ah ayah semakin ngerasa gak ada guna bagi kalian,  kadang ayah berpikir, kenapa ayah begitu egois selama ini, ayah lebih sering mementingkan keinginan ayah dibandingkan dengan kebutuhan kalian, ayah janji, mulai saat ini ayah bakalan berubah, ayah malu sama apanji yang sangat capek dan sangat lelah, tapi semua itu apanji lakukan dengan bahagia, karena itu buat anak istrinya, sedangkan ayah masih ada ke egoan kalau semua ini untuk kebahagiaan ayah, padahal kebahagiaan sejati itu ada ketika membahagiakan orang lain, terlebih orang lain itu adalah anak dan istri kita, atau kedua orang tua kita, atau kakak dan adik kita, ayah sangat kagum sama apanji yang udah bisa seperti itu, selalu perhatian sama keluarga, selalu ngedukung, tidak pernah ada rasa iri, dia selalu ada untuk keluarga, bahkan alky pun dia perhatiin laksana anak sendiri, ayah belum bisa seperti itu, ayah kadang masih minta ke ibu. Makanya ayah bersyukur bisa terpisah seperti ini, karena ayah jadi sadar ini cara tuhan membuat ayah menjadi dewasa, dengan keterpurukan secara psikis, ketersakitan rindu, dan yang paling penting rasa diri ketika sendiri, karena pada kenyataannya ayah tidak bisa tanpa kalian, ayah masih sangat lemah untuk bisa hidup sendiri, ayah masih sangat tidak bisa untuk itu. 
Hari ini kembali ada seorang karyawan di kantor ayah yang pamitan, seorang karyawan yang ayah segani, ntah kenapa setiap ada karyawan yang ayah udah suka banget sama orang itu tiba-tiba atas izin tuhan dia pamitan, minggu kemarin ada jaya, dan minggu ini bapak pinca yang pamitan, ketika semua orang berkata yang kurang baik tentang beliau, ayah malah berpikir sebaliknya, dia selalu ramah ke ayah, dimanapun, ketika di mesjid kadang dia juga suka becanda, dibalik sikapnya yang dingin ada perlakuan yang hangat dari dia, dari cara dia bekerja, cara dia memimpin, dan cara dia bertutur kata, semuanya rapi, semuanya apik, tidak terkesan sombong, tidak terkesan angkuh, kalaupun ada orang yang menilai beliau kurang baik, mungkin orang itu hatinya tidak bisa terbuka, karena selama ini ayah kenal dengan beliau, dia baik-baik aja orangnya, tapi tadi pagi dia pamitan, ada sedikit rasa haru yang dari setiap ucapannya, bahkan matanya yang sembab tidak bisa dia sembunyikan, dari nada bicaranya yang biasa lantang tadi pagi agak terbata-terbata, mungkin sebagai pimpinan dia ingin menunjukan kalau dia kuat dan tegar, dan ayah liat langsung dengan jelas tadi pagi. Dia dengan jiwa kepemimpinannya mampu meninggalkan sesuatu yang berguna bagi kantor ayah ini, khususnya buat ayah, dia mengajarkan ayah akan sikap disiplin walaupun dia tidak mengajarkan secara langsung, tapi dia ajarkan dengan cara dia bersikap, dari awal ayah ada disini, dia tidak pernah sekalipun datang terlambat, bahakn satu jam sebelum masuk pun beliau udah ada di kantor, dia masuk ke ruangannya, mempersiapkan diri untuk hari yang akan dia lalui di kantor ini, kemudia sejenak dia luangkan waktu sebelum briefing dimulai untuk melaksanakan solat dhuha 4-6 rakaat, dan itu ayah liat sendiri, pemimpim yang penuh dengan rasa tanggung jawab, buktinya hari ini di sela-sela waktunya yang terakhir di kantor ini dia masih memikirkan kantor ini, dia ingin meninggalkan jejak yang baik di kantor ini, karena pemimpin yang baik bukan hanya pemimpin yang bisa disayang atau dipuja, tapi pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa dicintai, dicintai oleh pengikutnya, dirindukan ketika dia tidak ada, dan kehilangan ketika dia pergi, laksana rasulullah dulu, semasa hidupnya beliau begitu dicintai oleh para pengikutnya, dan ketika beliau meninggal, semua pengikutnya sedih, bahkan sampai ada yang tidak percaya kalau beliau sudah wafat, saking cintanya mereka sama beliau,tapi pada akhirnya mereka sadar kalau rasulullah juga manusia biasa, yang punya batasan umur, dan ketika umurnya sudah mencapai batasnya, beliaupun dengan siap untuk kembali kepada tuhannya, kesadaran itu mereka yakini dengan adanya penerus/kader dari rasulullah, bukan penerus sebagai nabi, karena jelas rasulullah adalah nabi yang terakhir, yang mereka teruskan bukanlah sosok sebagai nabinya, tapi yang para kadernya teruskan adalah visi dan misinya, ajaran agama yang disampaikan oleh rasulullah, kalau diceritakan secara gamblang mungkin sampai jari ini patahpun kisah soal rasulullah tidak akan ada habisnya, pokoknya yang jelas, ayah bercita-cita kelak jadi pemimpin yang baik dan beanr, tidak perlu menciptakan peradaban baru, yang jelas ayah bisa menjadi sosok yang kelak akan dikenang dan kemudian dirindukan, insyaallah.

13;20 wib
ayah baru selesai jum'atan nih bun, tadi juga langsung makan, ayah makan sama lontong sayur, lumayan bergizi bun, soalnya ada telor rebus dan juga tahu, sedikit-sedikit ayah udah mulai nyicil hutang yang ayah punya, maaf ya sayang kalau untuk beberapa bulan ke depan kita jajannya agak dikurangin, soalnya ayah pengen semuanya lunas dulu, gara-gara ayah punya hutang bunda jadi kebagian juga imbasnya ya, ayah minta maaf ya sayang, do'ain aja moga tuhan juga ikut bantu dalam penyelesaian hutang kita, biar hutangnya cepet lunas juga ya sayang, pokoknya untuk pulang rutin ke tasik tiap minggu ayah pasti usahain, soalnya kalau seminggu ayah gak pulang bukan kalian yang sakit tapi ayah yang sakit, makanya ayah pengen setiap minggu pulang, biar kita bisa ketemu terus, walaupun cuman sehari, minimal jarak waktu perpisahan kita tidak begitu lama.
Sore nanti ayah mau langsung pulang dari kantor, soalnya kendaraan yang ke terminal cepet nyampe, jadi ayah bisa solat di terminal, mudah-mudahan malem ini mah ayah nyampenya gak kayak kemarin ya, mepet ke subuh, soalnya kemarin mah ditambah macet sih, insyaallah malem ini mah ayah nyampenya cepet, maksimal jam 2 pagi lha ayah udah nyame rumah ya.
Di kantor kalau jum'at kayak gini udah mulai sepi bun, ada yang pergi ke nasabah, ada yang cuti, ada yang masih makan siang, tapi ayah mah lebih nyaman di meja kantor ayah aja, disini ayah bisa cerita banyak ke bunda, mau geje atau enggak cerita ayah ini, yang jelas dengan ngungkapin semuanya lewat tulisan ini, ayah serasa lebih lega, ayah serasa lebih bisa menikmati ini semua, karena pas kemarin kan ayah liburan natalan terus ayah baca-baca artikel gitu tentang agama kristen,dan ada satu tema yang menarik, dimana kalau di agama kristen kan ada yang namanya istilah penebusan dosa, jadi ritualya itu kalau digambarkan seperti ini, ada dua bilik kamar, yang satu tempat pendetanya, yang satu lagi tempat si pendosa, nah dari bilik itu si pendeta mendengar semua curhatan si pendosa, namun ada yang lebih menarik, di sebuah gereja ada yang melakukan riset, dengan cara dibikin dua pasang bilik, jadi bilik pertama sama kayak tadi, cuman nah yang ke dua ada bilik buat si pendosa, namun di bilik ini si pendosa selain harus bercerita secara lisan, dia juga harus bercerita secara tulisan, intinya semua hal yang bagi dia itu sebuah dosa dia tulis semuanya disana, dengan tetesan air mata, dan pokoknya ditulis sebanyak-banyaknya, al-hasil ternyata si pendosa yang curhat melalui tulisan lebih tenang jiwanya dan lebih bergairah dalam menjalani kehidupan selanjutnya, dibandingkan dengan yang cerita hanya lewat tulisan, dan hal ini pernah juga ayah dapetin di acara training esq kelas mcb, jadi pas hari ke dua sam trainer ayah di suruh menulis suatu hal yang selama ini memberatkan hidup ayah, ayah tulis dengan tangan bergetar, pokoknya semua ayah tulisin, dan ternyata emang lebih tenang setelah itu, ayah baru ngeuh tadi, pas baca artikel kristen kemarin, dari awal kita pisah, setiap masuk kantor ayah tidak pernah absen seharipun buat nulis,ayah curhatin semuanya disini, hal-hal yang mungkin geje, disini ayah tidak peduli dengan huruf kapital atau bukan, gak peduli dengan tanda baca, gak peduli dengan ejaannya, pokoknya apapun yang melintas di kepala ayah, ayah tulis dengan tidak memperdulikan perhatian orang lain, mungkin orang mikirnya ayah sedang ngelakuin pekerjaan kanor, padahal disini ayah dengan penuh semangat nulis segala hal yang terjadi selama kita pisah, dan ternyata ritual semacam ini baru ayahsadari hari ini, karena awalnya ayah hanya ingin nulis-nulis biasa aja, ternyata tanpa ayah sadari tuhan menuntun ayah untuk mengobati rasa takut ini dengan membimbing ayah untuk menggerakan jemari ayah ini buat nulis, sebelum ayah tau akan metode itu tuhan sudah menyuruh dari awal untuk ayah melakukannya, dan pas ayah pikir-pikir lagi ternyata benar, awal-awal pas kita pisah setiap ayah nulis pasti ayah nangis, nangis yang bener-bener nangis, sampai minggu ke dua ayah selalu seperti itu,pas masuk minggu ke tiga, ayah mulai stabil, walau kadang ketika lagi sendiri suka juga terlintas rasa kangen sama bunda dan alky, mungkin karena efek baru ketemu sehari sebelumnya, jadi pas hari berikutnya ayah selalu galau, kayak tadi, tiba-tiba aja ayah jadi sedih keinget alky, padahal baru semalem ketemu, dan besok juga ketemu lagi, tapi kalau urusan sedih ya sedih aja, ayah paling tidak bisa nahan air mata buat netes, pasti aja netes, dan seperti biasa ayah nikmatin aja semuanya, karena ayah yakin ketika ayah berdo'a dalam nangis, tuhan akan jauh lebih cepat untuk mengbulkan do'a-do'a ayah, disamping itu do'a ayahpun terasa nikmat, pas lagi seperti itu yang ayah rasa hanyalah antara ayah dan tuhan, tidak ada siapa-siapa lagi, pokoknya ayah manfaatin moment itu sebaik-baiknya, ayah minta apapun yang ayah inginkan, pokoknya semuanya, karena menangis bagi ayah sangatlah susah dibandingkan tertawa, makanya ayah merasa bahagia banget kalau tuhan ngizinin ayah buat nangis disaat ayah sedang berdo'a. Dan semoga dengan tangisan itu hati yang sudah sekeras batu ini bisa menjadi lembut dan semakin lembut,sehingga ayah bisa lebih peka dengan apa segala rahasia yang tuhan tentukan bagi ayah. Sampai kelak saatnya tiba si bodoh dan si lemah ini (ayah) bisa lebih baik dalam memaknai hidup. Insyaallah 


07-01-2014

udah lewat tahun baru aja nih bun, dari terakhir ayah masuk kantor, ini ayah baru masuk lagi, seminggu kemarin kita puas-puasin ketemu, walau ayah dalam keadaan sakit, makanya ayah belum bisa cerita dulu soal hari ini, mungkin ayah mau cerita soal kemarin pulang dari tasik pas hari minggu, ternyata karena itu puncak selesainya liburan, otomatis perjalanan ke jakarta kemarin di warnai oleh kemacetan yang lumayan panjang, al-hasil ayah nyampe terminal malem banget, dan resikonya gak dapet angkutan deh, adanya yang ke depok, ya udah ayah ke depok aja, tujuan ayah bukan ke rumah bi ai, tapi ke pesantren, jujur pas ayah liat kontrakan kita yang terakhir, ayah langsung nangis, semuanya kembali hadir, gimana ayah pertama kali berangkat kerja dari kontrakan itu, terus kita sering bawa belanjaan bareng, si warung depan juga nanyain kabar kita, ternyata kita pada dikangenin sama orang sekitar, bu haji yang dulu ngasih opor ayam juga nanyain kabar, ah, semuanya bikin ayah terharu, mereka ngeraa kehilangan pas kita gak pernah keliatan, dan memang waktu itu kita gak sempet pamitan sama mereka pas kita mau pindahan. Pas ayah di gerbang rumah kontrakan kita, ayah sempet berlama-lama dulu disana, mengingat semua kejadian yang pernah terjadi antara kita, saat dimana ayah pulang malem berangkat subuh, saat ayah gendong alky pas mau berangkat kerja dan dia gak mau dilepas, saat sepatu ayah rusak dan ayah kepaksa harus ngantor pake sepatu gunung, seharian kemarin ayah disana, dan maaf ayah bohong sama bunda kalau kemarin ayah ngantor, padahal enggak, karena emang nyampe terminal malam banget, mau berangkat dari pesantren ya makin susah, ya udah kemarin ayah di pesantren aja, nangis sendirian di mesjid, maafin ayah udah bohong sama bunda. Dari kedatangan ayah kemarin ke kontrakan terakhir kita, ternyata yg ini lebih membuat ayah sesak, padahal setiap minggu ayah sering ke kontrakan yg lama, tapi rasanya biasa aja, di kontrakan baru kita lebih hebat perjuangannya soalnya, dari ayah yg lebih banyak jalan kaki kalau mau kemana-kemana (karena keadaan ekonomi kita kurang waktu itu), dan di kontrakan itulah ayah pertama kali kerja, yg pada akhirnya kita terpisah seperti ini, ayah sedih karena dulu kita pernah sebahagia itu, kita bener-bener bahagia, kita sering jalan kaki kalau mau beli baso dan mie ayam, semuanya terlintas, ternyata benar apa yang dulu pernah ayah tulis, kalau suatu keadaan dan tempat akan bernilai bukan karena ada apa ditempat itu tapi bersama siapa kita saat itu disana, ya karena saat sama bunda, dan akhirnya ayah tau kalau dalam keterbatasan kita waktu itu kita sangat-sangat bahagia, disana kita pernah nangis sambil pelukan, dan saat itu alky yg membuat kita kembali tersenyum, ah anak itu semakin cerdas saja sekarang, dan beberapa hari lagi dia akan genap satu tahun, sungguh perjalanan yang lumayan panjang bagi kita, walaupun ini belum seberapa, tapi bagi ayah ini udah luar biasa, semoga di tahun 2014 ini kita bisa berlari kencang, sehingga kita bisa segera sampai finish, dimana finish itu adalah tercapainya target impian kita.
 Tadi pagi pas ayah baca semua chat bunda dari semalem ayah sedih banget, karena emang kalau tingga sama ortu akan terus merasa tidak nyaman, dan ayah sadari itu, bunda pengen ayah resign dari kerjaan ini, ayah sih mau-mau aja, cuman masih bingung gimana ngobrolnya ke bapak sama ke ibu, karena jujur ayah juga disini walaupun menyenangkan, walaupun orang-orangnya baik, tapi disini ayah gak betah, kemarin aja pas ayah gak masuk selama seminggu mereka tidak apa-apa, yg penting kerjaaan ayah beres, tapi tetep aja semua kesenangan itu tidak membuat ayah betah, ayah ke inget bunda terus.
Ayah janji tidak lama lagi kita akan bisa kembali bersama, kita akan tinggal di tasik, ayah gak tau apakah kita akan susah atau mudah hidup disana, yang jelas kita akan bahagia, selama kita bersama, semuanya gak jadi soal, semuanya akan bisa kita hadapi, semoga ini baik, Insyaallah.

08-01-2014
14;35 wib
 selamat sore bun, ayah baru bisa nulis jam segini nih, soalnya tadi emang lagi banyak kerjaan, maaf semalem ayah bohongi bunda, ayah bilang ke bunda semalem ayah nginep di kantor, padahal ayah nginep di kosan temen, sengaja ayah bilang gitu ke bunda, karena jujur ayah gak enak kalau mesti pulang ke bi enung, disana rada kurang nyaman suasananya, mungkin itu cuman perasaan ayah aja, tapi ya namanya juga perasaan gak bisa dibohongi kan, makanya ayah semalem bilang nginep di kantor aja, biar bunda gak khawatir sama ayah, di kantor keadaan baik-baik aja, ayah sudah mulai terbiasa dengan suasana kantor yang seperti ini, gak tau udah mulai terasa betah atau emang udah merasa ikhlas, tapi tetep kalau lagi sendiri ya ayah kepikiran bunda.
Dari tadi pagi sampai sekarang di sekitaran kantor hujan deras bun, rasa-rasanya akan jadi banjir nantinya, pas hujan itu ayah banyak-banyak berdo'a sama tuhan, biar tahun ini kita punya rumah jakarta dan bunda udah punya mobil, pokoknya ayah do'a terus, gimanapun caranya ayah harus punya rumah di jakarta tahun ini, ya walaupun kecil pokoknya ayah harus punya, walaupun nantinya bakalan jarang ditempati ya gak salah juga kan kalau kita punya investasi di jakarta, biar nanati kalau kita liburan dari tasik ke jakarta ya gak perlu tinggal di hotel, cukup tingggal di rumah kita aja.
Hari ini ayah gak bakalan banyak cerita sama bunda, karena emang gak ada yg special ataupun luar biasa di hari ini dan kemarin, semuanya nge-flat biasa aja, pokoknya ayah selalu berdo'a semoga bunda bisa terus sehat disana, walaupun dalam keadaan mengandung dan tentunya ngasuh si lincah dan si cerdas alky, I love you bunda.

09-01-2014
15;45 wib

sore sayang, ayah hari ini ngerasa asing banget di kantor, ntah kenapa kayaknya ayah emang ada salah buat kantor ini, gak tau perasaan ayah aja atau bukan yang jelas mungkin yang namanya firasat selalu ada, ayah emang dari awal kita pisah ingin resign dari sini dan kembali berkumpul sama bunda di tasik, tapi walau begitu ayah tidak pernah sama sekali meningalkan pekerjaan ayah, bahkan apa yang ayah kerjakan ya sesuai dengan arahan yang diberikan sama yang pernah ngajarin ayah, walaupun kadang ada salah tapi itu karena ayah gak tau dan ayah gak bisa nanya, soalnya emang gak ada yang bisa ditanya, setiap orang punya kesibukannya sendiri, hari ini ayah juga sampai bingung mau nulis apa hari ini, ayah hanya bisa berdo'a dan berusaha, untuk masalah kerjaan ayah kerjakan sebaik-baiknya, dan untuk masalah selanjutnya ayah serahkan semuanya sama tuhan, karena mungkin ini jawaban dari do'a ayah pas awal-awal ayah pisah sama bunda, disaat ayah pengen resign dari kantor dan bingung bagaimana caranya, mungkin inilah cara tuhan suka supaya ayah resign dari kantor ini, tapi ntahlah ayah sudah terlalu sering mendahului kehendak tuhan dan berprasangka, sekarang biar aja berjalan seperti apa adanya.
Oh iya semalem ayah kan berniat mau ke itc mau ngebenerin hp nya apanji dan hp ayah, dan otomatis ayah harus pake kereta, namun ternyata tuhan berkehendak lain, soalnya kereta yang ayah tumpangi tidak bisa melanjutkan perjalanan dan berhenti di pertengahan antara st. pasar minggu dan st. pasar minggu baru, hampir se jam lebih ayah kejebak dalam sesakan kereta, dan apada akhirnya pintu kereta terbuka dan ayahpun loncat aja bareng penumpang yang lainnya, ayah sadar kalau pergi gitu aja nantinya pas mau naok kereta lagi akan kena penalty tiket, tapi biarin aja, nanti juga ada rejekinya.
 Pas nyampe rumah bi enung, bi enung cerita sama ayah, katanya ngapain pulang terus tiap minggu kayak banyak duit aja, kayak punya kondisi badan yang sehat aja, terus kemarin ngapain bolos sampai gak masuk kantor sampai seminggu lagi, ayah gak jawab apa-apa, ayah diemin aja, dan ayah juga tau kalau emang bi enung sayang sama ayah, tapi yang bikin ayah gak nyaman kenapa mesti harus langsung menyimpulkan, mungkin setiap orang emang beda dalam menilai orang lain, jujur duit ayah tidak banyak, kesehatan ayah juga sering terganggu, dan bunda tau sendiri seminggu kemarin ayah gak masuk karena sakit, tapi bi enung dengan tidak tau apa-apa dan dengan sotoynya bilang kalau ayah gak jujur sama kantor, kalau ayah menghianati kantor, katanya sekalinya berkhianat tidak kan bisa dipercaya lagi, masih jelas terekam dalam memory ayah dengan ucapan bi enung kalau ayah mnasih tergantung orang tua, jujur ayah kadang masih minta ke bapak atau ibu, tapi kenapa berasninya cuman ngomong sama ayah, apa karena ayah diam, apa karena ayah tidak berontak dan ayah gak bisa ngejawab semua statement mereka yang anggap ayah seperti itu, ayah diam bukan karena ayah tidak punya alasan, tapi karena ayah lebih baik diam, toh mereka juga akan capek sendiri kalau ayahnya hanya diam, mungkin malah jadi ngedumel, si oandu mah dibilangin tuh bla,bla,bla......, mereka tidak tau alasan ayah stiap minggu pulang karena mereka beda perasaannya, ayah kangensama bunda, dan emang kalau boleh milih ya kita tetep di jakarta, tapi gak bisa juga kayak begitu, ayah sadar kadang kita minta sama orang tua, tapi kankalau mereka sadar, apakah rejeki orang tua berkurang, tidak kan, karena tuhan itu kaya, tuhan ngasih rejaki seluruh alam semesta aja sanggup, apalagi cuman sekedar kita, memang kita diwajibkan untuk ikhtiar, tapi ketika ikhtiar kita jawabannya bukan diterima oleh kita ya tidak apa-apa, tuhan itu tau sekecil apapun usaha kita, dan mungkin saaat ini tuhan masih percaya kalau perantara rejeki yang tuhan berikan buat kita tuhan titipkan pada orang tua kita, kita lihat aja, apakah dengan membiayai kehidupan kita orang tua kita jadi jatuh miskin, tidak kan, justru malah semakin berada, itulah hebatnya tuhan, tapi dalam hati kecil ayah juga ingin kalau setiap rejeki yang tuhan berikan untuk kita tuhan kirim langsung ke tangan kita, biar cemoohan orang lain sama kita bisa terjawab, hidup mandiri itu bukan hanya sekedar punya materi yang banyak hasil usaha sendiri, karena bisa jadi usaha kita itu walaupun menghasilkan materi yang berlimpah, tapi tidak berkah.
Ayah sadar tulisan ini apabila dibaca orang lain akan sangat banyak yang tidak setuju, karena kebanyakan orang punya pikiran yang berbeda, ayah hanya berusaha menjadi anak yang sholeh, dan akan terus mendo'akan orang tua kita semakin lancar rejekinya, karena jujur ayah selama ini udah kebanyakan dosa. Yang jelas setiap orang berkata, kalau mereka itu tidak mengerti cara pikir ayah, dan cenderung menggampangkan segala sesuatu, padahal bukan menggampangkan, tapi meyakinkan diri sama tuhan, karena yang namanya kejaiban itu memang ada, tapi keajaiban itu cenderung berujung pada kelupaan diri, seperti umat-umat sebelum zaman Rasulullah, mereka dimanjakan dengan banyak mukjizat, mereka terbuai dengan banyaknya keajaiban, Adam dengan syurganya, Nuh dengan kapalnya, Daud dengan kekuatannya, Sulaiman dengan Kekayaannya, Musa dengan tongkatnya, Isa dengan Menghidupkan orang mati, tapi setelah itu umatnya kembali ingkar, berbeda dengan para sahabat Rasulullah, mereka memilih bersikah zuhud, padahal mereka dalam segi ekonomi sangatlah kaya, mereka memilih bertahan dengan keyakinan iman, mereka tidak terbuai dengan mukjizat dan keajaiban, tapi pada ujungnya keyakinan itu berbuah keajaiban, maka dari itu ayah dari dulu selalu menetapkan sikap yakin, yakin akan tuhan yang selalu memberi, selalu menjaga, dan selalu mempermudah segalanya, dan terbukti selama ini ayah hidup dengan penuh keajaiban, disaat semua orang meragukan ayah, ayah bisa membuktikannya, dari situ ayah sadar kalau keyakinan yang ayah punya akan selalu menjaga ayah dalam kehidupan ini, intinya bukan karena keajaiban kita menjadi yakin, tapi karena keyakinanlah keajaiban itu akan datang, Insha Allah.



13-01-2014
09;29 wib

udah hari senin aja, dan hari jum'at kemarin ayah gak bisa nulis apa-apa, karena ada urusan di kantor, hari ini ayah mau cerita banyak sama bunda, soal keseharian ayah selama tiga hari ini, banyak banget hal yang membuat hati naik turun, terutama pas hari jum'at kemarin, ayah kesiangan terus hari jum'at kemarin juga hari pertama bos ayah yang baru mulai ngantor di sini, sebenarnya gak ada yang aneh sih sampai jam-jam menuju solat jum'at, tapi pas mau berangkat tiba-tiba ada temen ayah dari tim lain dengan tiba-tiba bilang ke ayah kalau katanya ayah mau resign, nah ayah kaget, soalnya rencana ayah mau resign sama sekali belum pernah ayah bicarain selain sama bunda disini, terus ayah tanya dia tau darimana, dia bilang ada aja yang ngomong katanya, ayah gak tau juga siapa yang ngomong dan ayah juga tentunya gak mau nerka-nerka siapa yang ngomong, yang jelas dari situ ayah ngeih, mungkin ada seseorang yang gak suka disini, tapi ayah berat kalau harus suudzon sama orang lain, tapi ya sudahlah, kita liat aja ke depannya ayah dikantor ini kayak gimana hanya Tuhan yang tau.
Hari ini ayah gak mau banyak cerita soal kantor, ayah hanya ingin bicara soal seseorang yang bagi ayah dia itu orangnya munafik, karena di deoan orang dia baik, di belakang dia ngatain, nah itu terjadi beberapa hari ini, jadi ada orang yang dengan sengaja ngata-ngatain bapak di depan ayah sendiri, langsung aja ayah kaget, dia malah ngebanding-bandingin ayah dengan apanji dan satria, katanya apanji sama satria mah enak banyak dikasih fasilitas dan modal beda dengan pandu, disitu ayah marah sama dia, tapi emang pada dasarnya ayah mah orangnya gak bisa marah, jadi ayah diemin aja dia mau ngomong apa juga, ayah dengerin aja dia mau sampai mana ngomongnya, ayah sama sekali gak nanggepin, sampai pada akhirnya dia ngungkit-ngungkit soal kesalahan ayah, mungkin karena bt omongannya gak ayah tanggepin, karena sampai kapanpun ayah mah gak baklan benci sama bapak, bapak udah banyak ngasih sesuatu yang berharga bagi ayah, bapak sudah banyak berjasa bagi ayah, vapak udah terlalu sbar ke ayah, bapak yang dulu sering jemput ayah ketika ayah pingsan di sekolah, bapak yang dulu nemenin ayah ngambil rapot karena takut ayah ngedrop kalau ayah gak masuk ipa, bapak yang sampai detik ini selalu ngasih kebahagiaan sama ayah, sampai-sampai alky pun lebih deket ke bapak daripada ayah, karena emang bapak punya hati yang lembut, walaupun wataknya keras, tapi hatinya lembut, bapak yang sering berlinang air matanya kalau ayah pergi, ya walaupun selalu dia tahan tapi semua itu terlihat jelas di mata ayah, ayah sayang sama bapak, karena bagi ayah bapaklah satu-satunya contoh yang ingin ayah tiru, dia sayang sama keluaerga, dia hormat sama orang tua, dia bisa jadi pemimpin yang baik, dia yang selalu jadi panutan di masyarakat, tapi kemarin tiba-tiba ada orang yang dengan otak dangkalnya menghina bapak, sungguh ayah ingin ngebunuh dia saat itu juga, tapi ayah gak bisa, hati ayah hanya bisa bergemuruh marah, ayah mengumpat sebanyak-banyaknya, dan sampai akhirnya dia bosan sendiri karena gak ada tanggepan dari ayah, sampai dia mancing lagi emosi ayah dengan ngungkit dosa-dosa ayah, ayah sadar dia lebih berakhlak daripada ayah, dia lebih beriman, tapi apakah benar orang yang beriman itu seperti itu, yang seolah-olah semua orang itu salah dimata dia, yang seolah-olah dia itu selalu benar, orang yang sampai sekarang masih membuat hati orang tuanya menangis karena perilakunya, apa itu ciri-ciri orang yang beriman, orang yang terkadang selalu cari muka karena emang selama ini tidak ada yang memperdulikannya, bagi ayah dia adalah orang yang munafik, di bulan yang baik ini, bulan dimana lahirmya nabi kita, sebenarnya ayah gak mau merusak momment ini, tapi apa daya, ayah hanyalah manusia biasa, yang jauh dari kesempurnaan, yang masih bisa marah, yang masih suka menyimpan dendam, sampai-sampai seumur-umur ayah baru kali ini nyumpahin orang sampai kayak gini, sebenarnya jujur dalam hati ayah kalau sikap ayah ini salah. Gak seharusnya ayah ngotorin hati ini dengan urusan sepele kayak gini, tapi rasanya ayah udah gak kuat lagi, makanya ayah selalu berdo'a nanti kita akan pergi jauh dari keluarga, kita tinggalin semua keluarga kita, kita mulai hidup baru, tempatnya masih ayah cari, pokoknya do'ain aja biar semua ini cepat berlalu, tanpa halangan dari apapun, besok kantor libur, dan besok juga peringatan maulid nabi, semoga dengan momment maulid kita bisa mulai kehidupan yang baru, yang lebih cerah laksana purnama yang lahir 1400 th yang lalu, ketika catatan sejarah dimulai di tanggal itu, maka mulai besok ayah akan memulai hidup baru dalam suasana yang berbeda, susah atau mudah kehidupan ayah setelah ini, ayah tidak tau, yang jelas mulai besok ayah bakalan menjadi pribadi  yang baru yang lebih positif, dan lebih enerjik, pandu yang baru, yang selalu ceria, tapi ttetap mengadu pada tuhan, pandu yang akan membawa bunda dan anak-anak ke tempat yang paling membahagiakan yaitu syurga, bertemu dengan Allah dan Rasulnya, amin.

16;30 wib
sore bun, seharian ini ayah gak ada kerjaan, karena perangkat kerja punya ayah ada gangguan teknis, jadi ya ayah bengong aja dari tadi, bunda seharian ngapain aja di sana, katanya bunda bete ya disana, iya sih ayah juga ngerasain hal yang sama, bete juga. Tadi ayah cerita sama ibu, dan emang ibu gak mau kalau ayah resign dari sini, dan ayah juga tak kuasa menolak keinginan ibu, ayah besok libur, rencananya ayah mau nyuci, tai dipikir-pikir bawa ke laundry aja deh, soalnya males juga kalau nyuci, emang sih ayah mah disini bener-bener gak bisa kalau gak ada bunda, ntar malem ayah mau nginep di sony bun, sahabat ayah yang selalu ayah puji karena emang prestasi dia begitu luar biasa, dia yang dulu  dipandang biasa, malah sudah keliling dunia, semua impiannya hampir semua sudah dia dapatkan, ayah mah jauh di belakang dia, tapi dia emang rajin orangnnya, dulu aja selama sekolah dia selalu dapetin rangking pertama, padahal orangnya emang gak rajin, banyak maen sama kayak ayah, karena emang kita bareng-bareng terus, banyak banget jasa dia buat ayah, dia yg dulu suka ngerawat ayah ketika ayah sakit, hampir tiap hari dia ke rumah ayah, mastiin kondisi ayah, samapai sekarangpun gitu, bahkan dia sahabat satu-satunya yang menghadiri pernikahan ayah sama bunda, sungguh sahabat yang baik, dengan kondisi yang seadanya, karena dari kecil udah kehilangan sosok orang tua, tapi diantara 4 orang yang suka bareng-bareng, dialah yang paling sukses, makanya ayah yakin, dia aja yang gak punya ortu bisa sukses, apalagi ayah yang masih punya ortu, yang masih bisa meminta do'a ortu, masa iya kalah, walaupun sekarang ayah jauh dibelakang dia, tapi ayah yakin, yang namanya tertinggal masih bisa menyusul, dan ayah pasti bisa menjadi sosok yang paling sukses di antara enmpat orang sahabat ini, ayah yakin karena ayah masih punya ortu, punya anak yang lucu, dan tentunya punya bunda yang selalu ngedukung ayah, terimakasih sayang.

15-01-2014

10;30 WIB
Hai bunda, apa kabar, rasanya sudah sangat lama banget ayah gak ketemu bunda, di kantor juga lagi gak ada momment yang luar biasa, cenderung biasa aja dengan orang-orang yang ada, cuman bedanya hari ini banyak banget yang gak masuk dan kesiangan, soalnya emang hari ini hujan dan banjir sedang melanda jakarta, dari hari senin malam ayah ada di rumah sony, tempatnya sih enak, soalnya semacam residence gitu, cuman dibalik kenyamanan itu ada satu sisi yang membuat ayah menjerit, ayah sedih ketika sosok sony yang dulu jadi guru ngaji bagi ayah, jadi tempat ayah nanya soal agama, bahkan sony yg dulu pernah jadi guru di sekolah agama, tapi kemarin pas ayah ketemu dia, ayah begitu prihatin dengan jiwanya, dibalik semua kemewahan yang dia punya, dia sekarang kayak tidak mengenal lagi tuhannya, dia yang dulu rajin tahajud dan dhuha sekarang yang wajib pun dengan mudahnya dia tinggalkan, ayah gak mau banyak komentar soal spritualitas dia, karena itu semua pilihan dia, cuman ayah sebagai sahabat yang bahkan sudah menjadi saudara, ngerasa kalau dia salah, ini hanya pendapat ayah semata, karena sebagai saudara kelak ditanya pertanggungjawabannya di akhirat, ayah hanya bisa mendoakan dia supaya bisa kembali seperti dulu, sony yang ceria dengan keadaannya walau serba kekurangan, sony yang selalu jadi imam ketika solat, ntah kenapa dia berubah? Dibalik itu posisi dia di keluarga juga sangat prihatin menurut ayah, sebagai anak bungsu, dia seolah jadi tulang punggung bagi kakak-kakaknya dan keponakannya, tapi ayah yakin dia bisa bertahan dengan kondisi apapun, cuman yang ayah khawatrikan sekarang dia mulai sering mabuk-mabukan, ibu semalam bilang contohlah sony, karena dia walaupun hidup sendiri tapi bisa mandiri, kemudian ayah berkata dalam hati, :" ah ibu seandainya ib tau keadaan sony yang sebenarnya, mungkin ibu tidak akan menyuruh aku untuk tidak  lagi bergaul dengannya, ", tapi ayah gak sanggup bicara seperti itu, karena ibu sudah terlanjur bangga dengan sony, ayah gak mau ibu kecewa aja, dibalik kemewahannya sony ada satu sisi yang mungkin ibu gak suka, padahal kalau boleh jujur ayah sangat sedih kalau ibu selalu membandingkan ayah dan anak-anaknya yang lain dengan orang lain yang secara fisik lebih sukses daripada anak-anaknya, padahal ayah begitu sakit hati dengan pernyataan ibu itu, jujur ayah memang belum bisa membanggakan ibu bahkan bapak, tapi apa harus ayah dibandingkan dengan orang lain, apa gak ada satupun dari diri ayah yang bisa membuat ibu bangga, sampai-sampai ibu selalu iri dengan anak lain, selalu dengan jelas bilang " coba anak ibu seperti dia, seperti anu, seperti siapa aja yang ibu suka' kadang ayah suka nangis sendiri ngeluh sama Tuhan, ya tuhan apa aku ini anak yang benar-benar tidak bisa berbakti sama orang tua, anak yang hanya bisa meminta dan menyusahkan orang tua, padahal aku sudah sangat berusaha untuk itu, apa karena kesalahannku sehingga semua perbuatan benarkun tertutup oleh itu semua, tuhan bantulah aku supaya kedua orang tuaku bangga dengan anak-anaknya, supaya kelak yang dia bicarakan hanyalah aku, ketika bertemu dengan siapapun dia tidak bangga dengan orang lain, tapi bangga dengan anak-anaknya, karena jujur tuhan hati ini begotu sakit, ketika aku harus dibandingkan dengan orang lain, apapun caranya bantu aku tuhan supya ibu atau bapak mau bangga dengan akau dan adik kakakku, tuhan aku titipkan ayah dan ibuku padamu, karena jujur aku bangga dengan mereka, bangga dengan ibu yang selalu sabar, bangga dengan bapak yang selalu tegar, maafkan aku yang belum bisa bahagiakan mereka, maafkan aku yang masih selalu membuat mereka susah, tuhan tolomh aku untuk terus menjaga mereka, apapun caranya, bagaimanapun caranmya, tunjukan aku jalan untuk bisa membuat mereka bangga, walau hanya sekali seumur hidupku, sehingga kelak aku bisa tenang ketika meninggalkan dunia ini, tuhan jadikan aku sebagai ayah yang kelak menjadi panutanb bagi anak-anakku, karena jujur bapak sudah menjadi panutan hidupku, karena dulu dia lebih sulit daripada aku, karena dulu dia lebih bersusah payah dari aku, tapi dia bisa, tapi bapak sanggup menjadi kebanggan ibunya, bapak bisa menjadi andalan bagi keluarganya, bahkan bukan cuma orang tua dan adik dan kakaknya, tapi hampir semua keluarganya dari paman dan bibi, dari cucu dan ponakan, semuanya mengandalkan bapak, tuhan aku juga ingin seperti bapak, mengayomi seluruh keluarga dengan kemampuannya, bantu aku tuhan karena sampai detik ini aku belum bisa menjadi apa-apa, walaupun aku selalu bercita-cita ingin menjadi yang berguna, tapi sampai saat ini aku masih belum bisa seperti itu, jangankan untuk orang, untuk diri sendiripun ayah masih menggantungkan diri sama orang lain, belum bisa menjadi kebanggan diri sendiri, maafkan aku tuhan bila aku belum bisa menjadi hambamu yang berguna, padahal engkau sering bilang, kalau sebaik-baiknya hambamu adalah hamba yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain, yang kelak ketika hambaku itu tiada maka dia akan dikenangn dan dirindukan, dan semua orang akan terus membicarakan kebaikannya. Maafkan aku tuhan, sekali lagi maafkan aku, kalau kelak aku meninggal, tidak ada satupun kebaikan yang aku tinggalkan di dunia ini, kebaikan yang akan menjadi kebanggan orang lain, maafkan aku, semoga saja sebelum aku meninggal, ada satu hal yang akan membuat orang merindukanku, apapun itu, semoga engkau meridhoinya, amin.

13;35 wib
siang sayang, sebelumnya ayah mau minta maaf sama bunda, kalau ayah emang bener-bener belum jadi sesuatu yang bermanfaat bagi bunda, wajar ayah ngomong bilang kayak gini, soalnya barusan pas bunda bilang pengen pulang ke jambi ayah gak bisa beliin tiket pesawat buat bunda, sakit banget hati ayah, kok ayah sampai segininya sama bunda, lagi-lagi mamah yang jadi korban karena ketidakberdayaan ayah, lagi-lagi mamah yang beliin bunda tiket buat pulang ke jambi, sayang, kalau bunda udah gak bisa lagi sama ayah, ayah ikhlas sayang, jujur ayah gak mau bunda terus menderita kayak gini, ayah gak tega liat bunda yang harus hidup pas-pasan, pokoknya apapun yang bunda inginkan dari ayah, ayah usahain mengabulkannya, ayah gak bakalan sekalipun ngelarang bunda buat pulang, cuman yang bikin ayah sedih, ayah gak bisa bantu bunda sedikitpun, ayah merasa jadi suami yang paling begi di dunia, karena udah bikin istri sebaik bunda menderita, harusnya bunda dengan semua yang bunda miliki bisa bahagia setelah menikah, bukan malah jadi susah, bunda sudah jadi istri yang baik, sholehah, rajin dan juga selalu semangat, selalu ngehibur ayah, sedangkan ayah hanya mengeluh dan mengeluh, gak tau gimana jadinya kalau ayah gak nikah sama bunda, jujur ayah suka gak gak seneng kalau ibu selalu ngungkit-ngungkit soal pernikahan kita, ibu yang selalu bilang : "coba aja pandu gak burur-burur nikah, coba aja pandu gak cepet-cepet punya anak, coba aja kalau kemarin langsung kb, semuanya pokoknya bla bla bla bla,....." ayah sedih, kenapa ibu selalalu ngungkit masalah yang sudah, kenapa ibu gak henti-hentinya menyesali semua yang ayah kerjakan, mungkin maksud ibu biar ayah mikir lebih dewasa dan lebih hati-hati lagi, tapi apa harus diingetin setiap hari, junur ayah sesek banget kaau ibu setiap ketemu setiap nelpon yang dibahas selalu itu, ayah gak mau nyalahin ibu, ayah gak mau benci sama ibu, tapi kenapa ibu selalu begitu, ibu yang selalu ngungkit masalah tanah yang dijual buat acara pernikahan kita, ayah sedih seolah-olah pernikahan ayah itu salah dan kalaupun emang pernikahan ayah salah, apa gak bisa ibu stop brenti ngomong soal itu, apa ibu gak mau ngomong soal masa depan, bukan terus-terusan ngomong coba aja dulu gak gitu, coba aja dulu gak gini, tapi ayah sebagai anak gak bisa marah sama ibu, karena ayah masih butuh pertolongannya lewat do'a, ayah masih selalu butuh ibu, karena ayah sadar kalau ibu adalah segalanya bagi ayah, ayah ngomong kayak gini bukan karena ayah benci sama ibu, ayah hanya ingin ibu stop ngomongin itu semua, ayah hanya ingin ibu berpikir semua iitu adalah anugerah dari Tuhan, kalau emang pernikahan kita salah, ayah terima dan ayah minta maaf yang sebesarnya sama ibu, tapi adanya alky, terus nanti sebentar lagi lahir adiknya alky, ayah ingin ibu anggap itu anugerah tuhan, bukan sesuatu yang menjadi beban bagi ibu ataupun bapak, ayah udah sangat sakit dan sesek banget kalau ayah denger ibu uangnya abis gara-gara ngebiayain alky, ayah sadar ayah belum mampu membiayai semua kebutuhan alky dan bunda, tapi kalau emang ibu gak ngerasa susah buat semua itu, biarlah ibu bilang ke ayah buat nanti ayah ganti semuanya, daripada harus dibicarakan terus-terusan soal susahnya ibu nyari uang, karena itu sama aja membuat ayah sakit hati, kalau emang ibu gak sanggup, ayah ikhlas kita pergi dari rumah ibu, karena ayah yakin tuhan adil, tuhan janji setiap yang bernyawa pasti diberi rejeki, dan ini kita masih bernyawa, kalaupun emang nanti pas kita keluar dari ibu, kita meninggal, bukan soal salah kita karena gak ada uang atau apa, tapi emang rejeki dari tuhan sudah habis, setiap hari ayah selalu berdoa supaya rejeki kita tetap mengalir deras, terus-terus dan terus, bukan hanya ada tapi berkelimpahan, kita harus terus berdoa sama-sama ya sayang, minta rejeki yang banyak dari tuhan, minta ke tuhan supaya rejeki kita didatangkan dengan cepat, yang jauh didekatkan, yang di atas langit segera di turunkan, yang dibawah bumi segera dikeluarkan, yang haram di halalkan, dan yang gak ada segera ada.
Mungkin terkesan maksa, tapi tuhan kalau gak digituin akan ngerasa kita gak butuh, biar tuhan tau kita sekarang butuh itu semua, karena ayah yakin tuhan bisa, bagi tuhan semuanya mudah, bagi tuhan semuanya bis, ayah minta sesuatu yang besar bukan pada sesuatu yang kecil tapi ayah minta ini semua pada yang maha punya, pada tuhan yang maha besar, pada tuhan apabila dia berkata iya maka iya, bila berkata tidak ya tidak, tapi terkadang kalau emang kita dengan sungguh-sungguh minta sesuatu sesuai kehendak kita, dn kita minta dengan sepenuh hati, kita minta semuanya dengan benar-benar minta, minta sesuatu dengan merendahkan diri pada tuhan, tawakkal tapi tetap berharap, biar tuhan benar-benar tau kalau kita emang perlu, kita butuh rumah, kendaraan, dan semua hal yang ongon kita punya, orang lainpun tuhan beri, orang lainpun tuhan kaya kan, orang lain pun diberi keberlimpahan, nah masa kita enggak, kata guru ayah juga semuanya boleh diharapkan, semuanya boleh diminta, asal berharapnya sama tuhan, asal mintanya sama tuhan, nah dari dulu juga ayah selalu mintanya sama tuhan, dan ayah yakin, besok ataupun lusa kejaiban itu akan ada, asal kita yakin seyakin-yakinnya, kita meminta dengan tangisan sendu, sesendu-sendunya, ayah akan ikhlas memelas sama tuhan, sampai suatu saat ketika ratapan dan rintihan kita sudah terasa cukup bagi tuhan, maka semuanya akan menjadi mudah, semuanya akan muncul dengan sendirinya, harapan kita, impian kita, keinginan kita, dan kebutuhan kita akan tuhan datangkan dengan cara apapun, dari jalan manapun, karena ketika tuhan bilang semua itu harus jadi, maka jadilah, kun fayakun, Insha Allah.

16-01-2014
12;51 wib
siang bun, apa kabar? Hari ini suasana hati ayah agak cerah mendung, jadi maksudnya kadang cerah kadang mendung, mungkin mendungnya karena sampai saat ini ayah belum mampu ngasih rumah buat bunda, padahal ayah tau bunda udah gak betah tinggal di rumah bapak, bukan karena suasana disana yang gak baik atau gimana, tapi ayah juga rasain sendiri, kalau numpang itu rasanya gak enak, makanya sangat wajar kalau bunda ingin pindah dari rumah bapak, bunda lebih baik ngontrak daripada disana, emang sih bun enaknya juga begitu pokoknya sekarang mah kita sabar dulu, kita ikutin maunya ortu kita dan maunya tuhan sama kita, karena setiap kejadian itu selalu ada jawaban yang menyenangkan, jadi bunda bertahan dulu ya, pokoknya maksimal sampai ayah usia 25th , ayah janji bulan Juli kita udah punya rumah sendiri, Insha Allah.
Hari ini banyak hal yang menarik bagi ayah, karena mulai dari tadi malam ayah udah resmi jadi anak kosan, hal yang sama sekali baru bagi ayah, karena seumur-umur ayah belum pernah kayak gini, tinggal sendiri dalam sebuah rumah, tapi kesan pertama ayah ya rumahnya nyaman, walaupun sempit, tapi kalau untuk dihuni sendiri nyaman lha, cuman ya namanya juga baru, jadi banyak banget yang harus disiapkan, dari peralatan makan, mandi sama perlengkapan tidur, cukup seru juga sih, tapi ya lumayan menguras tenaga sisa kerja nih, hehehe,
terus pas tadi ayah mau berangkat ngantor, pertama ayah bangun kesiangan (ntah karena kasurnya bikin betah, atau emang karena kelelahan semalem) jadi pas mau berangkat eh tiba-tiba kepeleset di tangga, jatuh sampai anak tangga paling bawah, lumayan nyeri tapi gak apa2 ternyata, kemudian lanjut ke halte busway, ayah sengaja beli tiket kopaja ac, biar lebih cepet  nyampe karena biasanya penumpang busway kalau udah jam-jam segitu selalu desek-desekan, tapi ternyata pas ayah udah beli tiket kopaja yang notabenenya lebih mahal, eh dengan wajah tanpa dosa si busway yang kosong datang dengan anggun kayak ngeledek gitu ke ayah, assseeeeemmmmmm, giliran kopajanya yang lama, tapi emang lebih cepetb sih, dan tidak sumpek, ya itu dia kendalanya ongkosnya lebih mahal. 
Serunya ayah tadi pergi ke kantor gak keujanan, padahal semalem ujan sampai malem banget, rencana ayah hari ini mau belanja buat perlengkapan kosan, duitnya sih pas-pasan, tapi kalau gak gitu ya masa ayah cuman bayar sewa kosan doang, isinya gak ada, cuman kasur doang.
Besok udah jum'at lagi, tapi ayah gak ada duit buat pulang ke tasiknya, insha allah akhir bulan ini ayah pulang ya, udah kangen banget sama alky dan bunda, udah gitu sekalian juga mau bawa sebagian perlengkapan dari tasik buat di kosan, ayah mau absen dulu sebagiannya, biar gak kurang dan gak lebih, pokoknya perlengkapan kosan yang minimal dah, karena di kosan juga ayah gak tiap hari dan tiap jam, cenderung cuma buat naro barang aja, soalnya dari pagi sampai isya ayah tinggalin, baru pas jam sembilanan baru di tempati, pokoknya, doain aja biar semuanya lancar ya, rejeki bagi kita selalu mengalir dengan deras, pokoknya terus ngalir deh kayak sungai amazon, walaupun ngalirnya kayak pelan-pelang tapi volume air setiap bergeraknya banyak banget, nah itu gambaran dari rejeki kita besok, meskipun kayak pelan dan gak keliatan pergerakannya, tapi saldo yang dibawanya banyak banget, bahkan kalau ada orang yang mau bawa tetep aja rejekinya masih banayk, ayah sih gak terlalu berharap kayak alirannya air zam-zam, terlalu hebat kalau rejeki ayah ngalirnya laksana air zam-zam, tidak pernah surut tidak pernah berhenti mengalir dan tidak pernah tercemar, karena ayah sadar diri kalau ayah gak setabah ismail, gak setegar siti hajar, ayah kadang sebagai manusia timbul rasa putus asa, beda dengan siti hajar yang selalu semangat, selalu yakin, keimanannya selalu tumbuh kuat, tidak pernah suudzon dengan apa yang tuhan kehendaki, dalam hal yang mungkin sangat sulit sekalipun dia tetap merasa yakin akan rejeki tuhan, dia tetap sabar, makanya ayah mah rejekinya kayak sungai amazon aja, karena sesuai dengan yang ayah kerjakan, ada pasang surutnya, ada rintangannya, ada ganjalannya, ya walaupun ayah belum pernah ke amazon, tapi disana katanya ada banyak ikan buas kejam dan besar, nah hal-hal seperti yang mungkin nanti ada dalam rejeki ayah, tapi kalau si rejekinya udah sekuat sungai amazon, maka apapun yang masuk kedalamnya, mau itu ranting kayu, hewan buas, pokoknya apapun itu, tidak akan pernah nampak di permukaan, orang lain tudak akan tau kerasnya sungai amazon kita, orang lain tidak akan pernah tau seramnya sungai amzon kita itu, yang mereka liat hanyalah ketenangannya dan kebesarannya, karena yang tau sulitnya rejeki kita hanya tuhan, dan kita tidak akan menunjukan ke siapapun susahnya kita.

17-01-2014
08;50 wib

sudah jum'at ke dua setelah kita ketemu yang terakhir ya bun, tapi ayah tetep belum bisa pulang, padahal ayah penegn banget pulang, tapi kalau pulang malah bikin ibu ngomong yang gak macem-macem lagi, ayah bukan mau nyalahin ibu ataupun ngebela bunda, karena emang kewajiban ayah hormat sama orang tua, tapi kalau ayah di teken mulu malah jadi gak enak hati, ayah tau ibu ikhlas udah bantu ngerawat alky sama bunda, tapi apa ikhlas itu harus disebut-sebut hampir setiap hari, kadang kalau ayah boleh milih alky lebih baik minum air gula daripada penuh dengan gizi tapi setiap ibu beli susu atau pampers ibu selalu bilang, jujur ayah akui ayah belum sanggup untuk melakukan apa yang ibu lakukan sama alky dan bunda, bahkan pas bunda bilang bunda ingin melahirkan di jambi aja ayah gak kaget karena jangankan bunda ayah saja sebagai anaknya ibu ngerasa pana hati dan panas kuping ngedenger gimana nanti kalau aky punya adik, gimana nanti kalau rebutan susunya, gak pernah ayah denger satupun tanggapan positif dari ibu, padaghal setiap hari ibu bilang, ibu mah ikhlas, ibu mah ikhlas, tapi kalau disebut-sebut terus ayah jadi meradang juga, makanya kalau bunda mau ke jambi aja ayah ikhlasin bunda buat kesana, walaupun sebenarnya ayah gak mau, tapi ayah juga gak bisa egois, karena yang terpenting adalah kebahagiaan bunda, jadi buat apa kita tinggal ditasik yang serba ada dan serba enak, tapi terkadang membuat hati merasa sesak, ayah juga rasain hal yang sama, apalagi pas ibu bilang, ngapain ayah pulang ke tasik, kalau di tasik juga cuman hanya tidur, gak pernah bantu apanji, ayah tau apanji capek, setiap hari banting tulang, ngebantu bapak, tapi ayah juga capek, ayah hanya ingin ketemu bunda, meluk bunda, ayah sakit hati pas ibu bilang kalau mau tidur mah mending gak usah pulang aja, istirahat di kantor / kosan, apa selalu itu yang ibu pikirkan, apa ibu tidak pernah merasakan kehilangan bapak, apa ibu tidak pernah sayang sama bapak, apa ibu tau rasanya kalau bapak gak ada, padahal ayah bener-bener gak bisa kalau jauh dari bunda, makanya ayah pengen walau sehari dalam seminggu ketemu sama bunda, meluk bunda, manja-manjaan sama bunda, tapi ibu mikirnya ayah kalau ke tasik hanya buang-buang duit buat ongkos, bahkan yang bilang gitu juga bukan hanya ibu, tapi bi enung dan keluarga yang lainnya, mereka taunya ayah boros, ayah sadar mereka niatnya baik buat nasehatin ayah, tapi apa mereka tau gimana kangennya ayah sama bunda, terkadang ayah yang hina ini mengumpat dalam hati dan terkdanag menyumpuhai mereka-mereka yang sangat sholeh itu, mereka yang sangat rajin beribadah itu, mereka yang sangat banyak beramal itu, maaf tuhan kalau aku seperti itu, tapi hamba sudah cukup lelah dengan omongan mereka, semoga mereka yang sangat soleh itu pada masuk syurga, karena mereka yang soleh itu sudah sangat yakin bakalan masuk syurga, dengan terus menasehati aku yang banyak salah ini, dengan terus mengungkit-ngungkit salah aku yang banyak, karena aku tau maksud mereka menasehati aku karena mereka benar dalam ucapannya, karena mereka serba tau dalam ucapannya.
Pergilah sayang ke jambi, mungkin di jambi kamu bisa lebih tenang, setenang waktu kamu lahiran dijakarta tahun kemarin, disana kamu bisa lebih bisa mendapatkan apa yang kamu mau, nanti kalau ayah sudah punya rumah buat kita tinggali, ayah jemput kamu pulang ke rumah kita, tunggulah ayah di jambi dengan sabar, dan ayah yakin itu bukanlah waktu yang sangat lama, karena ayah juga gak berani lagi pulang ke rumah bapak sebelum ayah sukses, karena ayah yakin, selama ayah masih gini-gini aja, yang terkadang masih minta uang ke ibu, bakalan denger lagi nnasehat yang sama yang itu-itu lagi, yang akhirnya kembali ke masa lalu ayah, dan ngungkit lagi soal kesalahan ayah, yang ujung-ujungnya, coba aja pandu gak nikah dulu, coba aja gak punya anak dulu, coba aja alky gak punya dik dulu, coba aja nurut sama ibu dulu langsung kuliah S2, pasti gak bakalan kayak gini, kadang ayah ingin ngebalikin ucapan ibyu, walau hanya satu kalimat ayah ingin bilang ke ibu, biar ibu gak lagi-lagi menyesali ini semua, walau ibu sering bilang ibu mah ikhlas dengan semua yang terjadi, ya ngapain terus dibahas, kayak gak pernah selesai semua ini, rasa-rasanya yang di ingat ibu dari ayah hanyalah itu lagi itu lagi, cuman sayang ayah belum punya kekuatan buat bilang ke ibu, biar pas nanti ibu bilang coba gak gini coba gak itu, ayah hanya ingin menimpali ; "coba dong ibu berhenti ngucapin itu semua sama aku" 

14;30 wib
siang bun, sebenarnya ayah emang gak setuju kalau bnda harus lahiran di jambi, tapi ayah juga harus ikhlas kalau bunda bisa bahagia dengan itu, sampai pada akhirnya ayah berdoa sama tuhan, tuhan sebenarnya aku gak mau istriku lahiran di jambi, tapi kalau itu yang terbaik maka aku ikhlas,' sampai pad akhirnya tadi sehabis jumatan tuhan menjawab doa ayah, dan bunda gak bisa naik pesawat buat ke jambi karena usia kandungan bunda sudah cukup tua, jadi dengan terpaksa bunda lahiran di tasik nanti, dan ayah pikir inilah yang terbaik dari tuhan untuk kita, tadi ada tiga doa yang ayah panjatkan sama tuhan, ayah minta hutang ayah segera lunas, kita punya rumah dn semoga bunda bisa lahiran di tasik, ayah udah sangat ingin pulang ke tasik, udah kangen, pokoknya kalau besok ayah ada uang buat ongkos pulang pergi ke tasik dan juga ada uang buat jajan disana, ayah pasti pulang, tapi sabar aja dulu ya, biar nanti tuhan yang menjawab, kalau emang yang terbaik ayah pulang ke tasik, ayah pasti nemu jalan buat pulang ke tasik, karena jujur ayah sudah sangat ingin pulang, semoga tuhan memberikan jalannnya, Insha Allah.

16;30 wib
dari pas ashar tadi ibu nlp terus ke ayah, cuman gak ayah angkat, ibu emang selalu nlp, dan nanya kabar ayah, kadang suka becanda juga sama ayah, tapi dalam candaannya suka terulang kata-kata yang itu lagi itu lagi, walaupun ayah tersenyum, tapi hati ayah ini bener-bener menjerit, ingin berkata, stop bu jangan ngomong itu lagi, pengen banget ayah minta maaf ke ibu, karena ayah udah gak angkat tlp dia, " bu maaf ya udah gak angkat tlp ibu, pandu belum siap untuk denger nasihat ibu yang selalu bijak itu, nasihat yang selalu ibu bilang kalau pandu harus kayak sony, pandu harus contoh sony, sony aja bisa bertahan, sony aja kalau punya keinginan slalu kuat, gak plin plan kayak pandu, atau coba aja pandu dulu gak ke jakarta, langsung kuliah, coba aja nurut sama ibu, cukup bu, cukup, udah hampir dua tahun ini ibu selalu bilang kayak gitu sama pandu, pandu tau maksud ibu baik buat pandu, tapi apa ibu tau, hati pandu sakit, awal-awal pandu berusaha tegar, tapi ternyata pandu rapuh juga, pandu nangis juga, pandu selalu ngerasa kalau pandu belum bisa bahagiain ibu, memang benar pandu belum bisa bahagiain ibu bahkan bapak, tapi apa pandu harus selalu dibandingkan dengan orang lain, apa selama 24 th ini gak ada satupun hal yang pandu buat yang bisa buat ibu atau bapak bahagia, sampai-samapi yang pandu dengar dari ibu hanyalah penyesalan dan penyesalan, maaf kalau pandu ngedumel kayak gini, tapi memang itu yang pandu rasa, kalau emang pandu gak ada guna bagi ibu, atau bahkan nmalah selalu bikin beban karena pandu selalu bikin salah sama ibu, pandu minta maaf, dan ijinkan pandu pergi, pandu gak mau terus-terusan bikin ibu selalu ngerasa gagal ngedidik pandu, jujur ibu dan bapak udah jadi orang tua paling baik bagi pandu, ibu dan bapak udah jadi orang tua yang sukses membuat pandu menjadi orang yang berkarakter, tapi maaf pandu belum bisa menunjukannya pada ibu dan bapak, pandu bakalan selalu bangga sama ibu yang selalu mencukupi kebutuhan pandu, mungkin pandu nanti belum bisa kayak ibu dalam mendidik alky dan adiknya, ibu sanggup ngajak pandu umroh, ibu sanggup beliin pandu mobil atau motor, bahkan gadget kesukaan pandu, mungkin wajar ibu selalu berharap pandu jadi anak yang membanggakan, karena ibu udah ngasih semua fasilitas yang pandu inginkan, dibandingkan apanji sama de ari, pandu lah yang paling banyak minta sama ibu, apa karena banyaknya permintaan itu ibu jadi malu sama pandu yang masih belum berhasil ini, pokoknya ibu harus percaya sama pandu, kelak pandu akan jadi anak ibu yang paling membanggakan, pokoknya ibu harus percaya, semua anak ibu bakalan sukses di dunia dan akhirat, walau sekarang di mata semua orang pandu banyak melakukan kesalahan, tapi untuk masuk syurga tidak cukup amalan yang banyak, karena syurga tau pandu tidak sempurna, tapi kalau tuhan ridho sama pandu, syurgapun akan bersedia meneria pandu buat masuk ke dalamnya, Insha Allah" .
Tuhan tolong sampaikan semua yang ku ucapkan tadi pada ibuku dengan caramu, karena hamba benar-benar tidak punya kekuatan untuk langsung ngomong sama ibu hamba, sekali lagi aku mohon padamu Tuhan, sampaikan isi hatiku ini sama  ibuku, dan tolonglah jaga dia di sisa umurnya ini.. amin


20-01-2014
13;38 wib

siang sayang, apa kabar? Gak nyangka ya kemarin kita bisa ketemu, padahal ayah udah nyangka kita gak bisa ketemu, tapi emang dasar tuhan si punya rencana yang terbaik, dengan izinnya kemarin kita bisa ketemu, ya walaupun cuman sehari aja, tapi se enggaknya kita bisa ketemu, ayah bisa liat bunda sama alky sehat, alky juga begitu kangen sama ayah, sampai-sampai pas dia bangun tidur langsung senyum pas liat ada ayah disampingnya, ah ayah juga kangen banget sama dia.
Semalem ayah enak banget pulangnya, walaupun dapat posisi duduk paling belakang, tapi semalem mah ayah ngerasanya nyaman, bahkan sebelum bus berangkatpun ayah langsung tertidur lelap, bangun cuman pas bayar karcis doang, sisanya ya tidur lagi, nyampe terminal jam 4 pagi, langsung berangkat ke kosan, nyampe kosan menjelang subuh, waktu yang begitu optimal dalam pemanfaatannya, padahal ayah mikirnya hari minggu kemarin bakalan ayah isi dengan tidur sepanjang hari, ternyata engggak, tuhan lebih milih ayah ketemu sama bunda dibandingkan ayah berdiam saja di kosan, karena mungkin kalau ayah stand by terus di kosan malah bakalan terjaid hal-hal yang aneh, jadi tanpa rencana apapun pas malam minggu sepulang ayah ngajar ayah langsung inisiatif aja pulang ke tasik, padahal saat itu lagi hujan gede banget di jakarta, sedikit takut juga sih, tapi hati ayah diberi ketenangan sama tuhan, ya sampailah ayah di tasik.
Hari ini di kantor seperti biasa ayah gak ada kerjaan, kadang ayah mikir, wajar banget kalau gaji ayah disini paling dikit, soalnya kerjaan ayah juga gak ada sama sekali, apaplagi setelah ganti sama pimpinan yang baru, makin gak ada kerjaan aja ayah disini, paling bantu-bantu temen ngerjain tugasnya, soalnya ya daripada bengong makan gaji melek, hehehe,
semoga minggu ini dengan izin tuhan kita bisa ketemu lagi ya bun, insha Allah.

21-01-2014
13;41 wib
 siang bun, walaupun siang-siang gini, disini mah kayak pagi aja,soalnya emang mendung mulu sih, setiap hari hujannya gede banget, jadi ya pantaslah kalau di jakarta  ini banjir, apalagi ayah semakin gak ada kerjaan aja, hari ini aja udah baca dua koran, tapi katanya tadi kata temen ayah mulai besok ayah bakalan punya kerjaan baru, ya ayah mah iya-iya aja, selama di ajarin ayah mah pasti belajar, soalnya daripada kayak gini terus, tiap hari bengong, cuman ngabisin uang buat ongkos sama makan aja, ya intinya sih ya plus plos, tapi setelah pulang dari kantor ini ya ayah gak punya apa-apa, selali gelar mantan karyawan di kantor ini, karena disini ayah kurang mendapatkan ilmu, ya satu-satunya ilmu yang ayah dapatkan ilmu bisnis aja dari group wm165, walaupun group dunia maya, tapi sangat cukup buat investasi ilmu bagi ayah, disamping itu ayah juga banyak perencanaan bagi masa depan kita, ya walaupun pada ujnung-ujungna biar tuhan nanti yang menentukan, tapi kan kita sebagai manusia berhak juga punya perencanaan, ya kali aja tuhan saking malesnya bikin perencanaan buat kita, ya dia iyain aja semua rencana kita, kan enak tuh, jadi ya gak ada salahnya kan kita bikin perencanaan hidup kita sendiri, biar kita juga ada target, biar kita juga ada hal buat usaha, sekarang mungkin ayah masih gini-gini aja, tapi nanti sebelum ramadahan taun ini, ayah bakalan punya segala yang ayah inginkan sebagai laki-laki, ya mungkin gak segalanya sih atau semuanya, tapi target minmal laki-laki bahagia yang Ulama sampaikan bisa ayah raih sebelum usia 25 tahun, yaitu empat hal yang ulama targetkan pada setiap laki-laki muslim yaitu yang pertama adalah Istri yang sholehah, Rumah yang lapang, Kendaraan yang Nyaman, Serta Tetangga yang baik, nah dari ke empat itu mungkin satu udah ayah miliki, yaitu istri yang sholehah kayak bunda, pokoknya untuk rumah dan mobil ayah pastiin sebelum bunda ulang tahun kita udah punya ya, kalau untuk yang ke empat, kita berdoa aja semoga bisa dapet rumah yang lapang dengan kondisi lingkungan yang baik, tentunya rumah yang lapang itu lengkap dengan isinya, walau isinya baru yang wajib-wajib aja, gak apa-apa kan ya, yang penting setelah selelsai di kantor ini, ayah udah punya banyak rencana, do'ain terus ya sayang, semoga usaha untuk mendapatkan itu semua tuhan lancarkan dan tuhan mudahkan.
Tuhan itu maha pemalu, dia selalu malu bila tidak mengabulkan doa-doa hambanya, makanya setiap waktu ayah selalu berdoa pada tuhan biar doa yang ayah panjatkan segera terkabul, karena bisa jadi tuhan bosan dengan doa yang selalu ayah panjatkan, doa uang isinya itu-itu aja, sehingga tuhan akhirnya mengabulkan doa kita, mungkin kalau tuhan bisa langsung ngomong ke ayah, dia bakalan ngomong : "kamu berdoa itu-itu mulu, ya udah nih saya kasih dan saya kabulkan doa-doa kamu itu, mulai besok ganti doanya ya, minta yang lebih bagus lagi dari ini ya, sekarang selamat menikmati semua ini".
Ya mungkin itulah ilustrasinya, jadi sebelum doa kita dikabulkan sama tuhan mintalah terus sampai tuhan bosan mendengarnya, sehingga kita akan mendpatkan semua yang kita impikan, setelah itu kita siapin lagi rencana kita selanjutnya, yang nanti bakalan tuhan kabulkan juga, amin.

22-01-2014
13;45 wib

sayang, apa kabar? Aku denger alky sakit ya, dan dia nangis terus, pasti kamu bete ya, sabar ya sayang, ayah juga bingung mesti gimana, yang jelas kalau kita sudah ikhtiar buat nyembuhin alky, ya sisanya usuran tuhan, kan kata dokter juga kalau dokter itu hanya mengobati yang menyembuhkan hanyalah tuhan yang bisa, jadi apalagi kita yang hanya manusia biasa, bunda aja yang ahli dibidang kesehatn bingung, apalagi ayah.
Kurang dari smeinggu lagi alky ulang tahun, ah rasanya baru kemarin dia lahir, sekarang dia udah mau setahun aja, bahkan dia mau punya dik juga, rasanya tuhan udah sangat baik sama keluarga kita, ayah sadar penghasilan ayah kalau diliat dari kasat mata sangat tidak bakalan cukup ntuk kebutuhan kita, tapi pas di itung-itung selama setahun kemarin aja ternyata penghasilan dan pengeluaran kita sangat terbanding jauh beda, ya kalau bukan dari tuhan dari siapa lagi, makanya dari situlah ayah yakin, kalau tuhan itu maha romantis, karena sesuatu yang tidak kita mintapun dengan diam-diam tuhan kasih sama kita, apalagi sesuatu yang kita minta, tuhan pasti ngasih.
Ayah di kantor rasanya makin enak aja, gak banyak kerjaan, ya walaupun berbanding lurus dengan gaji sih, tapi gak apa-apa lha, yang penting kebuthan selalu tercukupi ya sayang.
Makanya ayah bingung nanti kontrak ayah diperpanjang atau enggak, soalnya kalaupun harus diperpanjang rasanya ayah enggan untuk menandatangani, biar kerjaan ini ditempati oleh yang lebih membutuhkan, hehehe.
Di kosan ayah sebenarnya betah, suasananya hening, tapi ya itu dia, jadi gampang ngantuk, tau sendiri ayah mah, bengong dikit langsung pules, soalnya emang gak ada yang bisa dikerjain, biasanya paling lihat film di pc atau baca-baca berita, tapi ah rasanya males, jadi kadang kalau kita gak telponan ya ayah langsung pules aja.
Minggu ini ayah belum tau pulang ke tsik atau enggak, soalnya di sekolah jam ngajar ayah diperpanjang, ah seneng rasanya kalau harus ngajar karena bergaul dengan murid itu passion ayah bener-bener keluar, makanya kalau ayah boleh milih mah, dibandingin kerja kantoran kayak gini, mending ngajar aja, tapi untuk saat ini tuhan lebih asyik menempatkan ayay di posisi ini, walaupun ayah di posisi ini tapi saking baiknya tuhan, ayah masih di ijinin oleh tuhan untuk mengembangkan passion ayah, buktinya dari semua karyawan di kantor ini, yang punya double job cuman ayah, temen-temen  yang lain selalu ngeluh dengan capek, tapi saking baiknya tuhan sama ayah, dia nempatin ayah di posisi paling enak di kantor ini, udah gitu porsi ngajar ayah juga sesuai dengan bidang ayah, jadi ya hampir terkuasai aja semuanya, semoga semua kenikmatan ini adalah bentuk kasih sayang tuhan sama kita, amin. 

24-01-2014
10;25 wib

selamat hari jum'at sayang,
kemarin ayah gak sempet cerita soal kegiatan ayah, karena bukan gak sempet sih, cenderung ya gak ada anehnya, rutinitas yang biasa-biasa aja, jadi sengaja aja ayah kemarin gak nulis, nah kalau hari ini ada cerita seru nih yang mau ayah share ke bunda, jadi ceritanya kan tadi brifieng pagi, nah kebetulan ayah tadi berdirinya sampingan sama Pimpinan dari cabang lain dan pimpinan ayah sendiri, terus satu persatu dateng kan orang-orang yang mau ikut brifieng, nah pas dari tim ayah dateng pinca bekasi nanya ke ayah, "kok mereka seragaman gitu bajunya, ' ayah jawab gak tau mungkin mereka sengaja janjian atau mau jadi panitia acara kawinan kali pak, sambil becanda ayah jawabnya, dan si bapak itupun ketawa, eh dia nyeletuk lagi iya juga ya seragaman gitu kan biasanya buat anak sekolahan atau panitia acara, ya udah kita ketawaketawa aja, gak konsen sama brifiengnya, terus nanya lagi si bapaknya, emang itu tim apaan, ayah jawab aja itu tim operation, ohhh jawab dia, karena dia gak tau siapa ayah, terus dia nanya lagi nah kamu tim apaan, ayah jawab, sama pak saya tim operation juga, dia balik nanya, nah kok kamu beda sendiri, gak lu pake seragamnya ya, ayah jawab, saya gak punya pak, mungkin buat orang-orang tertentu saja, terus dia jawab lagi wah parah tuh, masa beda-bedain gitu, hehehehe
ya udah ngobrolnya gitu aja, selanjutnya kita khusyuk lagi sama brifiengnya.
Nah gara-gara tadi ayah ngobrol-ngobrol pas brifieng, eh pas udah selesai, tiba-tiba ayah diajak rapat sepulang kantor, rapat pertama ayah di kantor ini, gak tau apa yang mau dibahas, tapi ayahmah, apapun itu, tawakkal saja, yang penting ayah jalanin saja sesuai prosedur, soal hasil, Tuhan yang menentukan. Karena intinya, apapun hasil yang tuhan berikan, itu semua adalah kebaikan yang  nyata bagi ayah.
Oh iya ayah juga mau cerita sama bunda kalau tanggal lahirnya pak pinca kita yang sekarang sama dengan bunda, cuman ya pastinya beda di tahunnya, cuman tahunnya sama dengan bapak, jadi tipikalnya udah bisa ayah tebak, ya mungkin perpaduan antara bunda sama bapak, orangnya asyik dan penuh keajaiban, tadi aja dia ke kantor pake sepeda, padahal rumahnya cukup jauh juga sih, tapi hebat aja gitu.


27-01-2014
14;28 WIB

siang bun, udah senin aja ya, sabtu minggu kemarin ayah gak pulang ke tasik, soalnya emang pengen istirahat dulu di kosan, hari sabtu ayah seperti biasa ngajar, hari minggu ayah diem aja di kosan, kadang nangis, kadang diem, selebihnya ya bengong, kadang ayah bilang ke tuhan, sampai kapan tuhan aku seperti ini, udahan dong, gitu., gak boleh sih ya sebenarnya, tapi ya namanya juga manusia, ada lelahnya juga, kalau emang masih lama, ayah mah minta disabarkan selamanya, jangan sampai ayah nyerah, gitu aja ayah mah.
Besok alky ultah ya bun, ah, gak bisa ketemu dia, mungkin nanti kita rayainnya bareng sama ultahnya teteh pas tanggal 02 februari, ayah di kantor ya biasa-biasa aja bun, gk ada yang aneh, paling manager ayah yang katanya sakit, kena gejala typus, hehehe.semoga cepet sembuh aja deh buat beliau ya.

28-01-2014
16;03 wib

selamat sore bun, setahun yang lalu, jam segini kita masih di klinik aras ya, alky waktu itu lagi tidur, dan waktu itu masih kita panggil rama, tapi setelah ada ide dari satria, ya tercetuslah dari kaurama kalky autar jadilah sekarang kita manggil dia alky, dan semua orang yang kenal dia manggilnya alky juga.
Hari ini dia udah genap satu tahun, setahun ke belakang ini kita bertiga menghadapi hidup bersama, masih inget karena terbatasnya keuangan kita, pada saat alky nangis-nangis kelaparan dan yang kita punya hanya gula merah, kepaksa kita ngasih dia air gula untuk mengganjal perutnya yang lapar, sungguh sedih hati ayah waktu itu, ayah masih inget dalam tangis ayah sambil menggerus gula merah itu, kita masukin ke botol yang harusnya di isi susu, tetesan demi tetesan air mata  yang mengalir menjadi saksi jeritan ayah, ayah minta maaf pada tuhan karena takut salah dalam merawat anak, ayah juga minta maaf sama alky karena takut gagal menjadi ayah yang berguna bagi alky. Tapi sekarang dia udah setahun, dia udah sehat, udah tumbuh menjadi anak yang sangat cerdas dan pintar, anak yang selalu tersenyum, jarang nangis, bahkan semua orang heran kenapa dia jarang nangis, bahkan pas jatuhpun dia hanya tersenyum, sungguh anak yang luar biasa, mungkin jiwa kakaknya sudah tumbuh, berhubung beberapa bulan lagi dia akan menjadi kakak, selamat ulang tahun anakku sayang, selalu jadi anak yang cerdas dan hebat ya, jangan nakal kayak ayah, jadi kakak yang baik buat raina ya, ayah dan bunda selalu sayang sama alky, do'a ayah di nadimu.

29-01-2014
12;55 wib
siang bunda sayang, dari semalem hujan mulu bun di jakarta, hujannya udah lama gede lagi, eh tau-taunya pas ayah mau berangkat ke kantor malah lama, soalnya ayah mikirnya mau naek bus yang exe aja, biar cepet, jadi berangkat agak siangan, eh tau-taunya malah lama, soalnya macet parah, gara-garanya ya karena hujan semalem jadi jalanan menuju kantor kena banjir deh, padahal selama ada banjir di jakarta, daerah tempat rumah ayah gak kena bvanjir, tapi tadi mah malah kena, ya udah kepaksa kesiangan deh, berangkat kam 6 pagi nyampe kosan malah jam 10 siang, awalnya ayah mikir cuman ayah yang kesiangan, taunya pas nyampe kantor emang masih sepi, bahkan yang rumahnya di bekasi dan tangerang, lebih parah lagi kena banjir dan macetnya, ayah mah masih bersyukur, besok ayah pulang ke tasik, mudah-mudahan semua pesenanbunda bisa ayah bawain ya sayang, biar selama di tasik kita nanti banyak makanan, kan alky ultah, ayah nyari-nyari kado buat dia, tapi bingung nyarinya kapan, tapi emang kadonya udah banyak banget ya dari bapak, dari apanji juga katanya dapet sepeda ya dia, rejeki dia emang bagus, semoga bagusnya rejeki alky, bisa nular ke ayah dan bunda, dan raina, amin.

30-01-2014
16;29 wib
sore bun, besok imlek nih, jadi otomatis ayah libur dong, nah makanya karena besok libur, jadi ya ayah hari ini mau pulang ke tasik, ayah udah kangen sama bunda dan alky, pengen cepet-cepet ngucapin ulang tahun sam alky, besok kita maen-maen lha ya, ayah udah ngiler penegn makan bubur disana, kalau ada rejeki banyak mah, ayah pengen makan bubur zainal, ayah nanti sebelum raina lahiran, mau makan bubur zainal dulu lha, masa bodo mau harganya mahal atau gimana juga, yang penting pokoknya ayah makan bubur itu, tapi ya syukur-syukur ayah bisa makan bubr zainal walau tanpa harus bayar pake uang ayah sendiri, biar tuhan nanti yang bayarnya.
Bunda sayang, maafin ayah ya, gak kenapa ayah ngerasa banyak salah sama bunda, semalem ayah mimpi yang lumayan bikin ayah mikir dalem-dalem, jadi ceritanya semalem itu ayah mimpi pulang ke tasik, teruys ayah sakit, setelah itu dokter bilang ayah harus di operasi, dan operasi itu mengakibatkan kematian bagi ayah, di mimpi itu ayah bikin surat buat alky, terus ayah titipin ntah ke siapa, tapi akhirnya ayah keburu bangun, dan gak tau gimana kelanjutannya.
Kata orang kalu kita mimpi mati, pertanda bakalan ada hal yang kurang baik pada hubungan kita, tapi ayah yakin, kita akan baik-baik saja, ayah sadar ayah belum bisa bahagiain bunda, tapi ayah yakin, satu-satunya hal yang bisa misahin kita hanyalah kematian, soal duluan siapa yang bakalan meninggal itu urusan tuhan, yang penting sekuat tenaga ayah bakalan terus membuat keluarga kecil ini utuh dan bahagia, amin.


03-02-2014
08;45 wib
pagi sayang, gak kerasa ya, ini udah bulan ke tiga kita pisah, gimana kabarmu pagi ini?
Tiga hari kemarin kita ketemu ya sayang, tapi ayah sedih banget, soalnya banyak bangethal yang bunda pengen tapi ayah gak bisa ngasih, ayah terlalu banyak alasan buat bunda, padahal emang pada dasarnya ayah gak punya uang sayang, sampai pada saat ayah ngetik ini, air mata ayah gak pernah brenti ngalir, ayah semakin ngerasa gak bisa jadi suami yang baik bunda bunda, di saat bunda hamil tua kayak gini, ayah malah gak bisa ngasih apa yang bunda mau, karena ayah bingung, ayah bener-bener stuck gak ada cadangan uang lagi, maafin ayah sayang, sampai detik ini ayah masih menyesali itu semua, ayah yakin bunda pasti sedih atau bahkan kecewa, karena emang seharusnya kalau ayah pulang itu ya bunda bisa dapetin apa yang bunda mau, soalnya semua itu udah jadi hak bunda.
Rasa-rasanya apa yang ayah lakukan selama ini, belum bisa buat tuhan bangga, karena sekurang apapun kondisi kita, ayah yakin kita akan selalu dihibur olehnya, kalau saat ini kita masih galau kayak gini, ayah jadi mikir, mungkin ayah kurang bisa meluluhkan hati tuhan, padahal udah setua ini ayah masih jelek saja dalam beribadah kepadanya, ibadah ayah hanya serupa ritual biasa saja, sehingga tidak ada nilai keistimewaan di matanya, sudah tiga bulan kita pisah, tapi belum ada perubahan sedikitpun dari kehidupan kita, ayah yang salah, karena mungkin ayah terlalu menganggap mudah semua urusan kehidupan ini, padahal senyatanya semua hal di dunia ini memang tidak mudah, masih banyak hal yang harus ayah perbuat, tapi emang dasar ayah pemalas, jadi semua hal yang tuhan persiapkan belum sempat ayah terima, beda dengan apanji dan satria, mereka berdua begotu enerjik, mereka berdua sangat bisa diandalkan oleh keluarga, ayah serasa hanya jadi beban bagi keluarga, sebagai seorang anak ayah belum bisa bermanfaat bagi kedua orang tua, ayah hanya bisa minta dan minta, padahal sedikit sekali hal yang ayah perbuat bagi mereka, ayah malu sama satria dan apanji, karena selama ini merekalah yang bekerja keras, ayah malah yang ikutan nimbrung menikmati hasilnya, padahal disini ayah hanya berleha-leha saja.
Selama ini ayah yang paling banyak ngomong, yang paling banyak ide, padahal dari segi action ayah sendiri menilai diri ini sungguh hanya pandai berbicara saja, ayah selama ini hidup laksana tong kosong nyaring bunyinya, ayah yang selalu bangga dengan motto hidup ayah yang sering ayah sebut, yaitu menjadi yang berguna di atas yang terbaik, sampai saat ini jangankan jadi terbaik, untuk jadi seseorang yang berguna saja ayah belum bisa, ayah selalu gampang menyerah, ayah selalu mudah putus asa, ayah selalu cepat marah, yang seringkali merajuk, padahal di luar sana banyak sekali orang yang lebih susah dari ayah, tapi selalu ayah yang mengeluh, sungguh ayah malu, malu karena tidak bisa mencontoh apanji dan tidak bisa menjadi contoh bagi satria, pelajaran tiga hari kemarin membuat ayah sadar, kalau dunia ini tidak semudah yang ayah jalani.

05-02-2014
11;25 wib
bunda pasti kaget ya, kenapa nulis di tanggal lima ini, soalnya kemarin ayah gak masuk kantor, ayah sakit, jadi gak bisa juga maksain buat masuk kantor, jadi seharian kemarin ayah diem aja di kosan, maaf ya sayang ayah gak cerita sama bunda, soalnya ayah takutnya malah jadi bikin suasana gak baik antara kita.
Gak tau kenapa seharian ini ayah gak enak hati, dari semalem hati ayah terasa di ombang-ambing, ngerasa gak tentu arah, serasa takut buat ngelakuin ini dan itu, semoga tuhan selalu menjaga ayah, ayay sadar ayah banyak dosa, tapi ayah juga masih punya hak untuk dilindungi olehnya, bantu do'a ya sayang semoga tidak ada kejadian buruk yang menimpa ayah, ayah malu karena setiap hari ayah selalu berbuat dosa, padahal hampir setiap hari juga tuhan menegur ayah, kali ini tuhan menegur ayah dengan cara yang berbeda, dan cukup membuat ayah bimbang seperti ini, ayah susah lepasa dari perasaan ini, semoga saja perasaaan bimbang ini segera tuhan ambil, dan tuhan ganti dengan ketentraman dan kenyamanan.
Hati ayah semakin hari semakin keras laksana batu, ayah selalu berdoa sama tuhan, semoga batu ini segera hancur dan tuhan ganti dengan hati yang lain yang lebih lembut, lebih perasa, ayah gak mau jadi orang yang tidak tanggap lingkungan, ayah ingin bermanfaat dimanapun ayah berada, menjadi sosok yang selalu dirindukan, tapi pada nyatanya ayah belum jadi apa-apa, ketika ayah ngajar ayah hanya serasa jadi guru yang paling jelek di dunia persekolahan, kasian mereka para murid yang baik, murid yang cerdas tapi karena ayah gurunya semua potensi mereka itu tidak bisa berkembang, di kantor ayah hanya jadi beban rutin kantor, disini ayah serasa jadi benalu saja, sering sakit sering dibayar kantor kalau berobat, dan kerjapun seikit, padahal setiap bulan gaji ayah selalu penuh dan selaltu tepat waktu, sungguh ayah belum bisa membalas jasa-jasa instansi-instansi ini, karena bukan hanya ayah jarang masuk kantor, tapi ayah juga sering datang terlambat, walaupun di kantor ini gak ada yang negor, tapi rasanya ayah ditegor oleh nurani ayah sendiri, sungguh bagi ayah ini pendzoliman bagi kantor yang harusnya jadi ladang ibadah bagi ayah, dicari-cari apapun alasannya ya terlambat tetap terlambat, walaupun memang ayah punya alasan kenapa ayah terlambat, tapi itu semua serasa gak adil.
Udah beberapa minggu ini jakarta selalu hujan, dan tadi pagi rasanya hujan terbesar dan terlama yang ayah rasain, sampai-sampai daerah istana yang dari awal gak kena banjir, hari ini air ngegenang juga disana, rasanya kebesaran tuhan semakin jelas di mata ayah.
Bunda sayang, maafin ayah ya sayang, ayah udah tega sama bunda, tega dalam hal jasmani dan rohani, terimakasih bunda masih mau terus sama ayah, karena sampai kapanpun ayah ingin terus sama bunda, sampai kakek nenek, sampai salah satu dari kita mati, dan sampai nanti kita bertemu lagi di syurga, dan kita akan bahagia selamanya disana.
Dalam keadaan kita yang jauh kayak gini, rasanya rasa rindu ini tidak pernah surut, dilupa-lupakan malah semakin ingat, di cuekin malah semakin nyiksa, intinya ayah selalu sayang sama bunda, selamanya. 

07-02-2014
16;30 wib
sore sayang, lagi-lagi ayah nyelang satu hari buat cerita sama bunda soal gimana ayah dikantor ya, eits tapi jangan salah, kemarin ayah gak cerita bukan karena ayah gak masuk kantor lagi, tapi karena flashdisk yang biasa dipake ayah buat ngesave tulisan ini ketinggalan dikosan, jadi aja kemarin ayah cuman bisa bengong aja di kantor.
Ayah sekarang sudah biasa pulang jam delapan malem dari kantor, biar enak, bisa solat dulu, bisa ngaji dulu, nyampe kosan tinggal makan terus tidur deh.
Bunda sayang, di tasik katanya lagi hujan gede ya, sampai-sampai rumah bapak kebanjiran gara-gara air dari sungai belakang rumah kita meluap, dulu-dulu juga pernah gitu sih, tapi kalau dulu seringnya bocor,  hari ini atasnya bocor juga ya, siapa yang ngepel, satria atau ibu?
Setiap hari juga di jakarta hujan gede mulu, tapi khusus hari ini hujan gedenya cuman sebentar, gak lama kayak kemarin-kemarin, lumayan mengguyur gersangnya jakarta deh.
Bunda sayang, ayah jum'at ini gak pulang dulu ya, besok ayah mau ngajar dulu, jadi pulangnya paling minggu depan, sepulang ngajar ayah langsung pulang, do'ain aja semoga ada rejekinya ya sayang.
Kemarin ayah dapet berita ada seorang balita yang meninggal karena paru-parunya rusak, ya ayah sih mikirnya karena ulah bapaknya yang dulunya perokok, walaupun bapaknya udah gak ngerorok lagi, tapi pas awal-awal lahiran bapaknya masih merokok, dan ayah mikir itu dari asap rokok yang anaknya hirup waktu bayi.
Ayah jadi keinget sama alky, makanya dari dulu ayah suka cerewet kalau alky deket sama orang yang lagi ngeroroko, ya walaupun masih banyak di dunia ini para balita yang bisa hidup sampai tua walaupun kondisi keluarganya perokok, pokoknya ayah mah gak liat itunya, ayah liat yang kejadaian kemarin, rasanya hati ayah tersayat-sayat denger cerita dari ibu anak itu, ayah pas liat alky di infus segitu aja udah kasian luar biasa, apalagi anak dari ibu itu, yang infusnya dimana-dimana, selang dimana-dimana, ah ayah bener-bener gak sanggup bayangin penderitaan fisik si anak dan penderitaan bathin si ibu.
Ayah pernah denger orang yang perokok membela diri dengan berkata, kalau masih ada ortu yang gak rela sama anaknya ngisep rokok, tapi apa bedanya dengan oertu yang membebaskan anaknya makan-makanan junkfood, itu kan membahayakan juga bagi si anak, bagi ayah itu adalah pernyataan paling bego dari seorang yang begitu banyak fans nya itu, kemudian ayah gak terima dengan pernyataan dia itu, ayah balikin aja ke dia, apa pernah ada kasus di rumah sakit seorang anak terkena penyakit karena dia sering liat temennya makan-makanan junkfood, kan belum ada, kecuali si anak itu makan sendiri, ya kalau liat kan gak akan sakit dianya juga, bahkan mungkin kalau ada kasus semacam itu ayah pasti orang pertama di dunia yang ketawa, karena gak akan mungkin, tiba-tiba dia kena obesitas karena sering liat temennya makan friench fries, padahal dia sendiri gak pernah, atau dia jadi sakit karena liat temennya makan burger, kalau dia ngiler ya mungkin aja, sekarang bandingkan dengan anak penghisap asap rokok, yang ngerokok siapa yang sakit siapa? Misalkan ada satu orang lagi ngerorok di dalam satu ruangan tertutup dengan jumlah manusia di sana ada 10 orang, ayah yakin sepuluh orang itu bakalan kena penyakit yang sama, punya gejala yang sama, ayah yakin itu, bandingkan dengan satu orang makan fries sama burger sama ayam goreng sama float, tapi yang 10 orang gak makan, apakah pas si satu orang ini sakit karena makanan-makanan itu si sepuluh orang lagi ikutan sakit? Kalau ngiler sih pasti, kalau nafsu pengen makan juga pasti, tapi kalau berdampak kayak orang ngisep roko kan menurut ayah itu gak akan mungkin.
Makanya ayah sangat gak suka (banget) sama orang yang ngerokok, karena emang ruginya banyak, terutama bagi ayah, masa bodo kalau ayah egois, ya pokoknya gak suka aja, guuru ayah tercinta aja, meninggal karena dia suka banget ngerokok, ayah dulu juga sering negor dia, dia suka gak denger, ya walaupun ada takdir tuhan disana, tapi bagi ayah, tetep ada jalan untuk kesananya.
Ayah sadar ayah sering sakit-sakitan, tapi dengan pola hidup kita yang sehat, mungkin umur kita akan diperpanjang oleh tuhan, karena yang namanya sakit itu bagi ayah adalah pelebur dosa, mungkin bukan dari apa yang ayah makan, mungkin semua sakit ayah ini adalah karena ayah terlalu banyak dosa, tapi bukan berarti orang yang selalu tampak sehat dosanya gak banyak, ayah bersyukur karena diberi sakit di dunia ini, karena ayah takut kalau malah tuhan ngelebur dosa ayah di akhirat, makanya ayah selalu bersyukur kalau ayah sakit, beda dengan orang-orang yang selalu menyemangati ayah, mereka mikirnya ayah makanannya gak dijaga lha, kebanyakan pikiran lha, atau apa gitu, padahal ayah sendiri punya dasar tersendiri, intinya segala yang terjadi adalah bagian dari apa yang pernah ayah lakukan sebelumnya, gitu aja.
Kenapa ayah bilang gitu, karena ayah tau, kalau tuhan sayang sama ayah, kalau tuhan gak mau ayah kesiksa di akhirat nanti, ayah menikmati semua kesusahan ini, walaupun kadang ngeluh, tapi itu kaarena fitrah ayah sebagai manusia biasa, dan itu hanya sementara, soalnya pas ayah ngeluh tuhan sudah nyiapin hadiah kejutan bagi ayah yang pada akhirnya buat ayah malu kenapa ayah malah ngeluh.
Ayah nangis karena rasa haru ayah akan kebaikan tuhan.
Bunda sayang, tetep setia sama tuhan ya, karena kelak di syurga kita akan bertemu denganNya, amin.



10-02-2014
10;45 wib

pagi sayang, apa kabar nih?
Kangen banget sama bunda dan alky, hehhe
dua hari kemarin pas ayah libur, ayah sedih banget deh bun, soalnya mimpinya ya gitu deh, pas malam minggu ayah mimpi eh mimpinya ayah sakit muntah darah banyak banget, sampai-sampai bangun tidurpun kesiangan, padahal hari sabtunya udah tidur enak banget, pas ngajar pun enjoy-enjoy aja, bahkan anak-anak muridnya semakin interaktif saja, semakin seru aja kalau pas ayah lagi ngajar, 
pas hari minggu ayah galau sendirian di kosan, malah gak kemana-mana sama sekali, keluar kalau hanya wudhu dan mandi serta buang air, karena ayah udah stok makanan di kosan jadi ayah gak banyak keluar kosan, diem aja di kosan sambil nonton-nonton film di laptop, sampai magrib rasanya lama banget, pas udah magrib kepala ayah pusing banget, makanya ayah paksain buat tidur aja, eh kebablasan sampai setengah tiga, ayah inet ayah belum solat isya, tapi pas waktu itu ayah mimpi ntah itu mimpi baik atau bukan, jadi ceritanya saking kangennya ayah sama ramadhan, ayah jadi mimpi kita lagi sahrur sekeluarga, ada alky dan keluarga dari cibinuang, tapi anehnya bunda sedih, padahal beberapa hari di mimpi itu kita akan lebaran, seneng banget bisa mimpiin suasana ramdhan, walaupun dimimpi itu ayah cuman kebagian sahur sama saur bayem aja, karena ceritanya ayah kesiangan sahurnya, tapi ayah rasanya enak banget walaupun cuman sahur sama sayur bayam, setelah itu ayah bangun, kemudian langsung solat isya lanjut tahajud, rasanya nikmat banget, ayah ngarep kita taun ini bisa menikmati ramadhan sama-sama kayak taun kemarin, mungkin taun ini akan beda karena ada satu lagi anggota keluarga kita yang baru dan insha allah dia akan lahir bulan depan pas tanggal 09 Maret 2014, kita mungkin akan lebih repot, tapi ayah yakin kerepotan itu adalah hal yang menyenangkan bagi kita.
Ayah rasanya tidak akan banyak bercerita soal kantor akhir-akhir ini, karena suasana kantor ya gini-gini aja, belum ada perubahan, semoga saja kantor ayah akan selalu berkembang menjadi llebih berguna dan lebih baik lagi, amin.

11-02-2014
12;37 wib

siang bunda, ayah sariawan lagi nih bun, tapi tetep aja mau sariawan mau enggak juga makan mah apa aja di hajar, rencananya semalam itu ayah mau niat sahur, cuman gak tau kenapa ngantuk banget, padahal udah bangun juga pas jam 3 pagi, tapi tetep aja mata mah gak bisa kebuka, setan ternyata lebih kuat dari iman ayah, dan sekali lagi ayah kalah sama dia, bahkan kalau dihitung-hitung ayah udah sering banget dikalahin sama dia, kalau menurut ayah sih bukan dianya yang kuat, tapi ayahnya saja yang udah nyerah duluan, pokoknya setelah ini ayah bertekad, seberat apapun, bakalan dengan sekuat tenaga ngalahin dia, ya minimal buat setan \bt deh, hehehe
ah rasanya untuk hari ini sangat tidak banyak hal yang harus diceritakan,karena hari ini berlalu sama aja seperti kemarin, tidak ada yang menarik, sungguh hidup yang membosankan bagi ayah yang dulunta adalah pengembala kambing, yang setiap hari punya pengalaman baru, punya hal baru buat diceritain, sekarang ketemunya dengan orang itu-itu aja dengan kegiatan yang itu-itu juga, kalau kambing kan beda, setiap harinya punya perilaku yang sama, ah rasanya orang-orang di kantor ini tidak lebih menyenangkan dari kambing-kambing ayah di tasik, kambing walaupun di ikat mereka masih bisa ber ekspresi dengan bebas, nah mereka di sini yang dibebasin suruh gerak gimana aja, malah diem gitu aja kayak kambing sakit, kayaknya emang ayah harus segera resign dari tempat ini biar bisa berekspresi seperti dulu lagi, doain aja sama bunda ya sayang.

12-02-2014
16;05 WIB

udah sore aja ya bun, bener-bener tidak bergairah ayah, yang jelas ayah masih bingung gimana nanti pulang, soalnya ayah bener-bener gak ada ongkos, ayah udah kangen banget sama kalian, bunda dan alky, semakin bunda bercerita tentang alky semakin rindu ayah sama dia, tapi ayah juga gak bisa apa-apa soalnya buat ongkos aja belum keliatan darimana, ayah lagi menguji keseriusan tuhan dalam memperlakukan hambanya, ayah pengen tau bagaimana cara dia bekerja, apakah dia tetap tega membiarkan ayah disini, apakah dia yang maha kaya itu bisa memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan buat ayah bertahan hidup dan bisa pulang ke tasikmalaya, soalnya jangankan buat pulang ke tasik, buat sehari-hari aja ayah gak kebayang punya duit darimana, tuhan itu maha baik, dan ayah yakin kebaikannya akan selalu ada pada diri ayah, ayah bilang gini bukan karena ngeluh atau tidak ya karena ayah ingin cerita aja sama bunda soal keadaan ayah, keadaan dimana ayah hanya mengandalkan tuhan, dan kita liat saja nanti, apakah tuhan akan berbuat banyak pada kita, atau hanya cukup sampai disini, kita lihat saja ya  bun.

13-02-2014
09;25 wib
hari ini ayah gak tau harus ngomong apa?
Ada sedikit hal yang bagi ayah menyesakkan, maafin ayah kalau emang ayah gak peka sama bunda selama ini, setelah ayah baca WA bunda semalam, jujur ayah sedikit marah, tapi bagi ayah ngapain marah, ayah diem aja, rasanya lebih nikmat menumpahkan semua amarah itu dalam catatan ini, marah sama diri sendiri, karena emang mungkin semua itu terjadi karena ayah yang dari awal gak mau berusaha untuk bisa bahagiain bunda.
Maaf kalau ayah gak bisa menilai baik perbuatan bunda sama ayah.
Ayah selalu saja negatif dengan hal yang bunda lakukan, ayah emang tidak bisa bersikap romantis, karena itulah ayah, selalu hidup spontan, tanpa rencana dan perhitingan, semuanya selalu mendadak.
Maaf kalau cara ayah selalu salah dalam memperlakukan bunda, karena memang masih banyak hal yang belum ayah pelajari, hidup ini emang tidak mudah, persis seperti yang dibilang orang tua kita, semuanya tidak semudah yang dibayangkan, butuh banyak hal, butuh sesuatu yang emang harus dikorbankan, dan ayah masih belum bisa bijak buat ngambil keputusan.
Ayah memang belum bisa menjadi nahkoda yang baik buat bahtera rumah tangga kita.



17-02-2014

10;25 wib

hello sayang, gak tau kenapa ayah tadi kepikiran sama bapak terus, sampai pada ahirnya tadi pas tidur ayah mimpiin bapak, ceritanya kita ber empat ( ayah, apanji, satria, bapak ) makan bareng di satu meja, kita awalnya cerita-cerita biasa aja, sampai pada akhirnya bapak ngomong sesuatu hal yang bikin ayah nangis, dan bahkan apanji pun yang selalu tampak tegar dia berusaha memalingkan wajahnya karena takut keliatan nangis sama bapak, ayah sampai sekarang mamsih inget-inget apa yang bapak ceritain, karena benr-bener lupa, jujur sebenarnya ayah kasian sama bapak, karena sebagai anak ayah juga ingin sekali ngebahagiain orang tuanya, karena emang orang tua ibu lebih mampu dari orang tua bapak, kadang ayah selalu sedih, kenapa ibu selalu ngomongin sikap bapak, emang sih gara-gara perhatian bapak ke keluarganya sangat berlebih mungkin membuat ibu jadi ngerasa gak enak, tapi bagi ayah itu hanya perasaan ibu aja, karena yang ayah liat bapak sangat peduli ke keluarga dan ke kita, mungkin karena ibu melihat keluarga yang lain enggak kayak bapak, justru ayah bangga dengan sikap bapak, toh selama bapak care sama keluarganya, kita yang di rumah tidak pernah kekurangan, ayah sampai udah bosan dengar semua keluhan ibu, ayah hanya terus berdo'a semoga ibu bisa ngerasa ikhlas, tapi ayah juga gak tau sebenarnya apa yang ada di hati ibu.
Ayah bangga sama bapak, karena bapak dengan sangat ikhlas pengen ngeberangkatin emak ke mekkah, dan ayah juga ingin seperti itu, ayah gak kebayang kalau sampai cita-cita bapak itu gak kesampaian, akan sangat sedih sekali perasaan bapak.
Karena ayah yang sebagai anak juga punya perasaan yang sama pada orang tuanya, yaitu ingin membahagiakan orang tua ayah, tapi boro-boro ngebahagian orang tua, ayah mah yang ada malah nyusahin mulu sama orang tua tuh, tapi beda dengan bapak, bapak dari dulu belum pernah nyusahin emak, bapak selalu mentingin kebutuhan emak, dan itu yang ayah kagum dari dia, soalnya sebagai seorang lelaki emang harus bersikap seperti itu, bapak mungkin sadar kalau ibu kadang kurang suka dengan cara bapak, tapi bapak lebih sadar lagi kalau syurga dia ada di telapak kaki emak, dan syurga istri ada di keikhlasan suami.
Makanya kadang ayah mah suka berlebihan kalau sudah ngebahas soal bapak, selalu muncul rasa sedih dan bangga, karena bagi ayah dia udah sangat bisa adil bagi istri, anak, dan orang tua, tapi mungkin ibu belum ngerasain, tapi coba aja liat, kalau ayah teliti lebih dalam, emang ibu nyari duit juga, atau bahkan gaji ibu lebih besar dai bapak, tapi mungkin di sana ada keridhoan bapak, dan penghasilan ibu menjadi berkah, ayah selalu sedih karena ibu selalu bilang kalau bapak belum pernah ngasih apa-apa ke ibu, bahkan ibu sering bilang, ah ibu mah pengen apa-apa juga pake duit sendiri ini, disatu sisi ayah bangga sama ibu karena ibu bisa mandiri, tapi di sisi lain ayah begitu sedih, apa segitunya bapak di mata ibu, terkadang ibu suka ngebandingin bapak dengan suami lain, ah sangat sedih rasanya, karena ibu gak sadar kalau anak-anaknya adalah laki-laki semua, yang pastinya akan berposisi sebagai suami, apa ibu gak bakalan sakit hati kalau anak-anaknya kelak akan dibandingin juga sama menantu-menantunya dengan suami lain.
Ayah sangat cinta sama ibu, dan dalam agama kitapun seorang ibu wajib kita sayangi tiga kali lebih banyak dari seorang ayah, dan ayah melihat contoh nyata itu dari bapak, bapak udah sangat sayang sama emak, dan ayah juga kelak akan berlaku seperti itu sama ibu.
Yang jelas, dibalik kelelahan bapak dan ibu, ayah ingin berbakti sama mereka, walaupun kecil tapi ayah ingin, ayah gak mau kalah sama satria yang udah banyak berjasa sama bapak dan ibu, dan ayah juga ingin terus mencontoh apanji yang memang sudah mampu menjadi imam yang baik dan anak yang berbakti.
Walupun ayah tidak akan persis sama dengan apa yang apanji lakukan dan bahkan ayah tidak akan mampu juga sekuat satria dalam berbakti sama orang tua, tapi ayah akan terus dan terus mencoba berbakti sama mereka, ayah juga ingin menjadi anak yang meringankan beban orang tua di dunia dan di akhirat, ayah juga ingin menjadi anak yang kelak akan berdampingan dengan orang tua di syurganya allah.
Usia ayah udah mau meginjak 25 th, tapi rasanya dengan usia ini ayah belum bisa jadi apa-apa bagia mereka, ayah ingin memberikan sesuatu yang menjadi kebanggan ibu dan bapak.
25 th ini entah udah berapa kali ayah membuat mereka sedih, membuat mereka nangis, membuat mereka kecewa..
pokoknya sebelum ayah meninggal, dan sebelum ayah dan orang tua berpisah, ayah ingin memberikan suatu kesan yang akan selalu ibu dan bapak kenang, walaupun itu hanya sekali. Insha Allah.

20-02-2014
08;30 WIB
beberapa hari ini ayah gak nulis ya bun, disamping emang gak ada hal seru yang bisa ayah ceritain ayah juga kemarin-kemarin lagi sibuk bun di kantor.
Akhirnya ayah ngerasa juga jadi karyawan, ternyata apa yang dibicarakan orang-orang soal jadi karyawan terasa juga akhirnya sama ayah, karyawan yang kata orang capek lha, duit suka gak cukup lha, kerja setengah mati gaji setengah hari, terus lagi ya gitu lha, mungkin kemarin-kemarin ayah disini serasa jadi benalu aja di kantor ini karena hanya numpang duduk dan gajian aja, tapi sekarang akhirnya ayah ada juga kontribusi nyatanya buat kantor ini, emang sih belum seberapa, tapi insha allah yang diliat berkahnya, amin.
Ayah hari ini paling pengen bercerita soal hal-hal yang bagi ayah aneh atau bahkan cenderung bikin ayah kaget, jadi ceritanya setelah waktu itu ayah mimpi gak enak, ternyata hampir tiap malam mimpi ayah selalu gak bener, pernah denger gak ayah cerita sering mimpiin mamah di jambi, taunya emang mamah kena musibah, walaupun duit segitu bagi sebagian orang biasa aja, tapi bagi keluarga kita uang segitu lumayan gede, bahkan uang itu mau dipake mamah buat berangkat umroh, ayah sampai nangis aja dapet kabar itu.
Selain itu ayah juga pernah mimpi dikerjain seseorang, eh taunya kemarin ayah tiba-tiba diancam sama orang ambon dituduh menyembunyikan orang yang dia incar, padahal ayah udah bicara jujur, dan banyak hal lain yang minggu ini bikin ayah gak nyaman, bunda do'ain ayah biar ayah di jakarta ini selalu sehat dan selamat ya sayang, dilancarkan terus rejekinya, tidak dikurangkan dalam segala hal.
Sayang, kemarin kamu cerita kalau tulang rusuk kamu sakit ya, maaf ya sayang selama kamu hamil kita belum pernah sekalipun meriksain kandungan kamu, insha allah nanti kalau ada uang kita periksain ya, ya minimal sekali sebelum lahiran, ayah disini hanya bisa berdoa buat keselamatan kita, bunda sayang nanti pas bunda lahiran ayah ingin seperti pas waktu bunda lahiran alky, ayah nemenin bunda dari awal sampai waktu alky lahir, bahkan ayah ngeliat alky lahir dengan mata kepala ayah sendiri, dan kali ini ayah juga harus seperti itu.
Ayah seminggu ini ngerasa hati ayah suka gak tentu, kadang nyaman, kadang gak enak hati, ayah bingung mungkin karena terlalu banyak dosa kali ya.
Karena kata orang, kalau ada seseorang yang hatinya tidak tenang, itu pertanda orang itu banyak dosanya, hal mudah untuk menenangkannya adalah perbanyak istigfar dan jalani hidup baru yang lebih menyenangkan dan lebih menggembirakan tuhan, insha allah.

11;55 WIB
 baru aja tadi pagi ayah cerita soal mamah, tapi dengan kagetnya ayah dapet kabar kalau uangnya mamah ada yang ngembaliin, karena yang namanya rejeki selalu kembali ke kita, bagaimanapun caranya, terbukti dengan kejadian uang mamah, yang penting ikhlas, ayah sempet gemeter juga dengernya, tapi itulah kehebatan tuhan yang kita tidak bisa membayangkan sedahsyat apa kekuatan yang dia punya.
Besok ayah mau berangkat outing bun, ternyata hadiahnya banyak, dan kebanyakan barang-barang yang pengen kita beli pas waktu kita ngontrak dulu, ayah sih gak ngarep lebih, kan seperti yang ayah sebut tadi, kalau rejeki gak bakalan kemana, dapet iPhone aja juga gak apa-apa ayah mah, hahahahaha, pokoknya kalau kata tuhan itu ya itu, gak bisa diganti ini, kecuali do'a kita emang serius pengen ini, jadi apa boleh buat tuhan dengan kepaksa ngasih apa yang kita mau, dan ayah yakin mungkin do'a-do'a ayah belum dikabul, karena ayah kurang yakin dan kurang memelas, yang jelas kapanpun itu, ayah sadar semua do'a yang ayah panjatkan bakalan terkabul, insha allah.

21-02-2014
11;15 wib
sebelum ayah berangkat jum'atan, ayah mau sekalian pamit sama bunda, ntar sore ayah mau berangkat outing sama temen-temen kerja ayah, awalnya sih ayah berangkatnya mau sabtu, tapi berhubung harus berangkat jam 6 pagi, wah kayaknya ayah kagak bisa, jadi ya berangkat sore ini aja, soalnya felling ayah kalau berangkat hari imi, akan lebih nyaman dan menyenangkan.
Ya seperti bunda tau, disini kan ayah karyawan baru, jadi belum terlalu akrab sama temen-temen yang lainnya, soalnya emang ayahnya sendiri sih yang milih gini, kurang berkecimpung dengan orang lain, lebih asyik menyendiri aja, lebih enjoy dan lebih bisa memutuskan segala hal dengan cepat.
Kemarin bunda abis periksa kandungan ya, terus kata dokter bayinya cowok, ya baguslha, mungkin kita ditakdirkan punya anak lebih dari dua kali, soalnya raina kapanpun itu dia harus lahir, kalau sekarang adiknya alky cowok ya gak apa-apa, nanti ayah siapin nama buat dia, biar keren.
Intinya, biar dia nanti pas nonton inter ada temennya, hehehe.
Ya udah ayah langsung pamit ya sayang, kalau nanti ada cerita baguis sebelum ayah berangkat ke tempat outing, ayahy pasti nyempetin buat cerita dulu sama bunda, I love you bunda.


24-02-2014
09;05 wib
pagi bunda sayang.
Duh, ayah pegel-pegel nih badannya, kemarin abis rafting kayaknya, ya tempatnya lumayan enak lha, nanti kalau bunda mau kita kesana, tapi kalau kata ayah mah sayang duit dan tenaga, soalnya tempatnya ya hampir mirip suasana di tasik bun, tapi yang bikin senengnya ayah dapet tv, bukannya ayah norak ya, soalnya kan bunda tau sendiri, pas ayah bilang kalau hadiah utamanya itu adalah LED Tv, maknya ayah yang selalu punya hasrat ingin dapet yang terbaik, ya berdo'a nya semoga aja dapet tempat dan hadiah yang terbaik, rupanya do'a ayah terkabul bun, ayah dapet kamar yang kelas 1, udah gitu, selain dapet fasilitas yang cukup mewah, ayah juga dapet waktu yang lama selama disana, dan setelah semua kepuasan itu ayah dapatkan eh ternyata ayah juga dapet hadiah utama, ya cukup lumayan lha, ibaratnya tuhan itu emang selalu denger do'a kita, dan emang gak ada yang kebetulan kan di dunia ini, ayah disini mungkin bekerja dengan pangkat paling rendah, atau dalam kemiliteran ayah itu sebagai kopral di kantor ini, tapi dalam hati ayah selalu ditanamkan rasa kalau ayah ini kopral tapi fasilitas jendral dan itu dari dahulu selalu terbukti, bukan ayah sombong ya, tapi itulah kekuatan keyakinan, ayah gak malu dengan gaji ayah yang mungkin sedikit, tapi untuk life style mungkin ayah disini paling beruntung, dan itu berlaku dari dulu, kekuatan ayah itu cuman satu, yaitu do'a, dan ayah yakin secara sadar kalau do'a ayah itu tidak pernah disepelekan oleh tuhan.
Kalau orang lain mungkin berpikir yang akan merubah kehidupannya hanya dengan bekerja secara serius dan sangat keras, tapi ayah tidak, karena ayah tau kalau ayah itu orangnya males, pengen enaknya aja, nah karena ayah orangnya males dan pengen enaknya aja, maka ya satu-satunya cara agar ayah bisa bertahan hidup dengan life style yang selalu ayah tanamkan, maka ayah fokus dalam berdo'a, karena yang namanya do'a itu ayah langsung berhdapan dengan sang pemilik keputusan, do'a itu secara tegas akan membuat kita kuat, bahkan kata ulama do'a itu senjatanya agama kita, jadi kalau kita udah punya senjata, yang ampuh dan hebat, mgapain nyari senjata di luar itu? Yang jelas orang lumpuh pun kalau dia berdo'a ingin bisa berjalan, dan do'a itu dia yakini bakalan terkabul, maka hal yang tidak mungkin pun menjadi mungkin dengan kehendak tuhan, kata orang yang bisa berubah hanya nasib, padahal yang namanya takdir juga bisa berubah, dan yang berhak merubahnya hanyalah tuhan, dan dengan do'a itulah semua takdir akan berubah, jadi cocok banget dengan ayah yang pemalas ini kan, karena seorang kopral yang selalu berfasilitas jendral ini telah ribuan kali membuktikannya, kalau do'a itu adalah senjatanya dalam menghadapi kehidupan ini.
Bekerja itu hanya sanggup merubah nasib, tapi kalau do'a sanggup merubah takdir. Insha Allah.

25-02-2014
14;45 WIB
siang sayang, hari ini ayah gajian yang ke empat kalinya di kantor ini, iya sih bgajinya emang pas-pasan, tapi kalau ayah perhatin selama kerja disini udah banyak banget yang ayah terima, walaupun ayah gak pandai bergaul di kantor ini, tapi ayah bersyukur disini orang-orangnya baik, jadi ya ayah ngerasa cukup aja gitu, tadi ayah abis bayar utang ke uphie, ya alhamdulillah lha udah mulai nyicil utang, walaupun kadang ngutang lagi kadang numpuk lagi hutangnya, tapi bersyukur aja selalu ada buat bayarnya.
Dari hari kemarin ayah shaum bun, soalnya ngerasa udah lama banget ayah gak shaum, ngerasa banyak banget hal yang udah ayah dapet tapi belum sempet ayah bersyukur akan hal itu, maka ayah sengaja aja shaum buat mensyukuri semuanya, dan hebatnya lagi, dari kemarin rejeki shaum ayah makin bertambah, kemarin pas buka ayah dibeliin makan sama temen ayah, dan hari ini ayah dapet makanan lagi dari temen ayah, kehebatan shaum emantg luar biasa, dari sini ayah akan terus fokus buat istiqomah dalam shaum ini, pokoknya minimal seminggu dua hari, maksimal ya ayah shaum daud dalam seminggu itu, ayah yakin, ayah bakalan sehat dengan shaum ini. Insha allah.
Oh iya sayang, ayah belum cerita ya kalau ayah udah dapet namabuat anak kedua kita, karena berhubung kemarin bunda bilang kalau adek nya alky itu cowok, maka otomatis ayah harus punya cadangan nama, ya seperti bunda tau, kalau yang udah siapin namanya ya nama buat cewek, karena kita taunya adeknya alky cewek, tapi kemarin kata dokter adeknya alky cowok ya udah ayah dengan sigap nyari nama cowok buat dia, dan akhirnya setelah ayah nyari-nyari nama, ya dapet juga, nanti namanya : Naimar Robbi Al-Karim, kenapa ayah ngambil nama itu, soalnya itu dari filosofi ayah sendiri ajajadi ringkasannya adalah :
Naima : Kenikmatan/ Anugerah
Ar-Robbi : Allah/Tuhan
Al-Karim : Yang Maha Mulia
nah, jadi Naimar Robbi Al-Karim itu artinya Anugerah Allah yang Mulia, jujur aja, kalau naimar terinspirasi dari neymar pesepakbola asal brazil yang ayah kagumi permainannya, nah kalau al-karim tentu itu diambil dari nama karim benzema pemain bola dari prancis yang ayah suka banget, jadi nanti ayah ngarepnya si naimar akan segesit neymar dan berwibawa laksana benzema, kalau ayah liat tipical permainan mereka berdua ya keren, gak bisa dinilai bareng, karena keduanya punya ciri khas khusus, ok semoga Naimar terlahir dengan selamat ya sayang. Insha Allah.

26-02-2014
14;03 WIB
udah hari ketiga nih ayah shaum, rasanya emang luar biasa, dan emang kayaknya ayah juga cenderung lebih bugar, tapi anehnya ayah terkadang suka sakit nih di pinggang bagian kiri, kata temen-temen sih ayah kurang minum, tapi ayah malahan minumnya cenderung banyak, ya gak tau lha ya, semoga aja bukan suatu hal yang membuat ayah sakit nantinya.
Hari ini mneu buka ayah ikan bakar bun, tadi kebetulan pas ayah jalan ke depan tukang ikan bakar yang udah jadi langganan ayah dia kembali dagang, padahal udah hampir dua minggu ini dia gak dagang, ya udah ayah langsung aja pesen, gak apa-apa lha dingin juga, orang ayah pengen, tapi cara ayah ini disebut makruh gak ya hehehhe.
Minggu ini insha allah ayah pulang ke tasik, udah kangen banget sama bunda dan alky.
Pulang kali ini mungkin pulang ayah yang istimewa, karena selama ayah di jakarta belum pernah bawa oleh-oleh ya bun, nah sekarang mah ayah bawa oleh-oleh nih, hehehe, walaupun ayah gak beli, ya bunda juga pasti tau apa yang bakalan ayah bawa, yup ayah kali ini pas pulamg ke tasik bakalan bawa tv, hadiah dari dorrprize kemarin, alhamdulillah, terus do'ain ayah ya sayang semoga ayah selalu beruntung dalam menjalani kehidupan ini, seperti ayah telah beruntung bertemu dengan bunda dan bunda telah menjadi jodoh ayah, di dunia dan akhirat, insha allah.

27-02-2014
10;32 WIB
Sayang, hari ini di jakrta hujannya luar biasa gede, dari subuh sampai siang gini masih aja hujan, sampai-sampai tadi ayah nyangkanya bakalan kesiangan, dan ternyata emang kesiangan, tapi ya cukup kaget juga sih, walaupun ayah kesiangan tadi, ternyata ayah yang pertama kali datang, bahkan udah beberapa menit ayah di kantor belum ada juga orang-orang yang dateng, biasanya jam setengahn 7 udah pada ngumpul, tapi ini sampai setengah delapan belum ada juga yang dateng, bahkan tadi ada yang nyeletuk kalau di kantor lagi ada cuti bersama dadakan, wajar sih dia nyebut gitu, ya udah hampir jam delapan belum juga ada yang dateng, eh tapi pas 10 menit lagi jam delapan, tiba temen-temen kantor pada datang serempak, ntah mereka janjia atau gimana entahlah, yang jelas mereka emang dateng jam segitu dan bareng gitu, langsung deh brifieng.
Sayang apa kabar sekarang, gimana keadaan hatinya, semalam bunda cerita ke ayah kalau hati bunda susah banget nerima nasehat dari orang lain, ayah juga sering ngalamin kayak gitu, cuman ayah mah ya positif aja, mungkin ayah saat itu sudah terlalu banyak dosa, makanya hati ayah menjadi keras, kemudian kalau hati ayah udah keras seperti itu, ayah minta sama tuhan biar tuhan menghancurkan hati ini sehancurnya-hancunrnya sampai berkeping-keping tanpa sisa, dan setelah itu ayah dimintakan hati yang baru yang lebih lembut dan lebih terbuka, ya mungkin ketika hati itu dihancurkan oleh tuhan akan terasa sakit sekali, tapi tidak ada luka yang tidak sakit kan, makanya ayah sadar selama sakit itu ayah terus memhon kesembuhan, setelah itu ayah tampil dengan hati yang baru, yang membuat kehidupan ayah berubah menjadi sosok yang lebih baik. Dan cobalah bunda meniru cara ayah itu, insha allah hati bunda akan kembali menjadi lembut lagi, amin. 


03-03-2014
14;45 WIB
 sayang, beberapa hari ini ayah makan siang selalu sama ikan, temen-temen ayah sampai kaget dan heran kok ayah makannya itu itu mulu, soalnya dibilang mahal enggak, dibilang murah ya enggak juga, ya seperti bunda tau, ayahmah kalau udah suka sama satu hal ya sampai kapanpun suka, masa bodo orang mau bilang apa, gak tau karena lidah ayah yang jelek apa selera ayah yang biasa-biasa aja, yang jelas ayah cuman punya prinsip, kalau udah tau yang ini enak kenapa nyari yang lain yang belum tentu enak, ya walaupun kadang ayah juga nyicipin hal baru, tapi itu cuman sekedar ngetes rasa penasaran aja,.
Itu berlaku untuk semua hal, untuk inter, untuk pakainan, untuk makanan, dan dari dulu gak akan berubah, sama dengan cinta ayah ke bunda, gak akan berubah, gak akan berkurang, sama kayak makanan mau harganya naik ya kalau udah cinta ya tetep dibeli, kayak inter walaupun prestasinya menurun kalau udah cinta ya tetep disanjung, itulah cinta ayah ke bunda, mau bunda gimanapun jga, ya ayah bakalan tetep cinta dan sayang sama bunda, walau terkadng biaya hidup kita bertambah, ya tetep aja ayah yakin akan ada jalan lain dri tuhan buat mencukupi semua kebutuhan itu. Terus berdo'a buat ayah ya sayang, ayah cinta bunda.

05-03-2014
10;47 wib
bunda apa kabar, kemarin bunda pengen donat mocco ya, maaf ya gak bisa ngebeliin soalnya kan ayahnya lagi di jakarta.
Ayah sekarang kalau makan udah punya pilihan bun, walaupun selalu ikan bakar, tetapi jenisnya selalu beda-beda tiap harinya, disini ada lima jenis ikan bun, tapi yang bener-bener jadi favorit ayah ada tiga ikan, yaitu ikan ayam-ayam, ikan krapu, dan ikan kakap, walaupun kadang ada ikan guramenya juga, tapi itu additional aja.
Ayah makan siang dengan menu itu bukan berarti belagu, tapi biar terkesan makan yang berkelas, tapi terjangkau ya makanan itu bun, walaupun harus berebutan dengan pelanggan lain, tapi ayah mah sekarang sudah punya siasat tersendiri, yaitu pesen via tlp, jadi si mas nya udah nyiapin ikan bakar ayah sebelum ayah ngambil.
Bunda sayang, akhir bulan ini kita jalan-jalan yuk, kemarin kan kita abis dari galunggung, tapi belum sempet foto-foto ya, nah kita nanti pas akhir bulan ke pantai dan ke sungai, semoga aja kandungan bunda masih kuat ya.
Tapi ayah bingungnya nanti alky gimana ya? Diajak atau enggak ya enaknya, pokoknya nanti kita liat sikon dulu, kalau emang memungkinkan insha allah kita bawa alky.
Semalam ayah nginep di sony, seneng sih, tapi kadang gak enak juga, ayah cuman butuh temen aja, soalnya di kosan ayah suka bete gak ada temen, kalau lagi sendiri gitu ayah suka sedih, makanya daripada sedih ayah nyari hiburan aja, dengan nginep di sony, bukan disana serba ada bun, tapi emang mumpung sony masih di indonesia aja, dia kan bulan oktober mau pindah lagi ke jerman, mungkin dalam jangka waktu yang lama, karena bagi ayah sony ya satu-satunya temen ayah dari dulu, walaupun sony punya temen lain selain ayah, gak tau kenapa ya bun, walaupun ayah gampang bergaul sama orang, tapi untuk memilih teman ayah agak susah, makanya dari dulu ya yang deket cuman si sony aja, hehehe.
Kelak ketika sony gak ada, ayah masih ada bunda, karena bagi ayah bunda bukan cuman istri bagi ayah, tapi bunda juga teman yang nyata dan sangat dekat bagi ayah, yang kelak akan terus mendengarkan cerita ayah, yang kelak akan terus ngerawat ayah, semoga ini baik, Insha Allah.

07-03-2014
16;30 WIB
 Bentar lagi ayah pulang kantor nih, dan besok libur, tapi ayah gak pulamng ke tasik, dan ayah juga gak tau sampai kapan ayah gak pulang, karena emang ayah belum ada dana buat ke tasik, do'ain aja ya bun, moga ayah segera dapet duit buat ke tasik.
Week end ini ayah mau nginep di bi ai, soalnya udah lama juga ayah gak nginep di bi ai, selain itu juga katanya bi ai udah pindah rumahnya, ya ayah selain mau nginep ya sekalian mau tau aja sekarang rumahnya dimana,
di tasik apa kabar, katanya bapak lagi sibuk kampanye ya bun, bapak emang gitu bun, kalau menjelang pemilu gini bapak emang suka aktif, padahal kalau emang diliat-liat bapak tuh jarang dapet hasil yang memuaskan dari hasil pemilunya, soalnya mau mennag atau enggak yang bapak dukung, ya udah lepas gitu aja.
Bapak niatnya cuman membantu, gak pernah minta imbalan ini itu, pokoknya kalau bapak udah percaya sama orang, bapak bakalan dukung terus, sama kayak ayah sih, asal ayah tau orangnya gimana, terus visi apa, misinya gimana, kalau cocok sama ayah ya ayah dukung, dari dulu ayah terlibat politik, dan sekalipun ayah belum pernah berharap imbalan dari siapapun, hehehe.
Makanya pas sekarang bapak kembali kayak gitu, ya bagi ayah itu wajar, karena toh ayah juga pasti seperti itu kalau kelak ayah sudah semakin dewasa, atau bahkan ayah yang bakalan terjun langsung ke poltik, kita liat saja nanti, ya maksimal 15th dari sekarang lha, saat indonesia memperingati hari sumpah pemuda yang ke 100, insha allah.


10-03-2014
10;00 WIB
Hari ini di jakarta hujan gede banget, dari tadi ayah berangkat, sampai sekarang hujannya belum reda juga, week end kemarin ayah pergi jalan ke rumah bi ai yang baru, dan rumahnya emang lebih nyaman dan lebih luas, ayah juga lebih beah di sana, tapi meskipun betah ayah gak mau juga lama-lama di sana, takutnya malah jadi gak baik, ayah sekarang kesana hanya sekedar berkunjung aja, gak lebih, karena tetiba aja ayah keinget dengan kasusu wak emip, padahal kurang apa kita ke dia, tapi emang mungkin maksud hati yang tidak b isa ditebak, tanpa alasan yang jelas dia pergi begitu aja dari rumah ayah, sampai-sampai dua malam ini bahkan mungkin sampai tigsa malam ini ayah selalu mimpiin dia, jujur aja sih ayah khawatir sama wak emip, tapi ya apa boleh buat, banyak juga yang mungkin kurang setuju dengan ayah, ayah juga gak bisa apa-apa, wak emip pengenya pergi dari rumah ayah ya itu pilihan dia.
Kemarin sore setelah pulang dari rumah bi ai, ayah janjian sama imang, dan kemarin ayah nemuin mobil yang ayah cari dari dulu, dan ternyata harganya emang mahal, hahahaha.
Beberapa bulan ini ayah di jakarta hanya hidup sendiri, hal yang sama sekali tidak pernah ayah lakukan sebelumnya, kalau satria sama apanji udah pernah, apanji waktu dia jadi mahasiswa di bandung, sedangkan satria pas dia lagi kursus bahasa inggris di pare, kalau ayah belum pernah sama sekali, baru beberapa bulan ini aja, ayah banyak mikir dan banyak merenung, dan kemudian ayah berpikir apakah ayah di keluarga itu cuman jadi beban aja ya, karena setau ayah di keluarga itu yang paling nyusahin ya ayah, beda pas apanji, banyak kebanggan yang dibuat olehnya, apanji dari zaman sekolah udah bisa bresprestasi, sampai sekarang prestasi dia selalu ada, dia selalu juara satu dalam kontes kambing, dan itu setiap tahun, sedangkan ayah hanya sekali-kalinya dan itu juga juara ketiga, apanji dulu pas udah bisa sesuatu selalu dia ajari ayah, tapi ayah malah tidak pernah sekalipun ngajarin satria, ayah kayaknya hanya bisa ngabisin duit ibu dan bapak aja, pas masuk smp ayah kecelakaan motor, dari kecil ayah selalu sakit-sakitan, asma, liver, mag, beda dengan apanji dia selalu sehat, rajin olahraga, dan selalu juara, ayah gak bisa ngikutin jejak apanji, padahal ayah pengen banget kayak dia, tapi ayah gak bisa, ayah gak serajin dia, ayah gak seulet dia, apapun yang dia kerjakan selalu baik dan selesai, beda dengan ayah, apanji dulu jadi atlet lari, sepak bola, tae kwon do, bisa ngerakit sepeda, bisa cepet belajar, beda dengan ayah, dan ayah sadari sekarang, ayah malu karena sudah sangat banyak biaya yang bapak ibu keluarkan buat ayah, tapi sampai sekarang semua biaya itu belum berarti apa-apa bagi mereka, jujur aja dulu pas sebelum satria lahir ayah sama apanji masih hidup sederhana tapi pas satria lahir keadaan ekonomi di rumah berubah, banyak yang bilang lahirnya satria adlah pembawa keberuntungan buat keluarga, dan itu ayah rasakan memang benar adanya, dia menjadi penyemangat bagi bapak, dengan usia yang lebih muda dari ayah dia sudah banyak prestasinya, kadang ayah minder sama panji dan satria, karena jasa mereka bagi keluarga begitu banyak, ayah malah belum sama sekali, pas smp ataupun sma dibandingkan dengan ayah, mereka lebih banyak membuat sekolah bangga, sampai mereka disayang oleh teman dan guru, padahal dari sd-sma kita sekolahnya sama, apalagi pas zaman sma, ayah bukan dikenal karena prestasinya, tapi ayah dikenal dengan orang yang sakit-sakitan, mungkin bapak sama ibu malu, dan ayah juga memnag malu, kadang kalau ayah liat ibu dan bapak lagi tidur, ayah suka sedih dan nangis, ayah pengen meluk mereka dan minta maaf karena udah sangat sering nyusahin mereka, dari kecil ayah udah nyusahin mereka, ayah udah sangat nakal dari kecil, sampai-sampai semua tetangga tau kenakalan ayah sampai sekarang, yang mereka kenang dari ayah ya hanya kenakalan ayah saja, kadang ayah mikir kok aku seburukj itu ya allah, tapi empa orang itu sangat baik sama ayah, bapak ibu apanji dan satria, dikeluarga yang selalu dipentingkan adalah keinginan ayah, padahal dalam segi membantu jelas ayah tidak ada gunanya.
Dan semua itu membuat ayah sadar, kalau ayah terlahir di keluarga itu cuman jadi beban keluarga.
Tapi ayah yakin, kapanpun itu, ayah pasti membuat keluarga bangga sama ayah,
mungkin apanji terlahir ke dunia dengan membawa kebanggan buat keluarga, dan satria membawa keberuntungan, ayah juga pasti bisa untuk itu, membuat ibu dan bapak kelak berkata sama semua orang dan khususnya ayah, kelak ayah pasti akan mendengar ibu bicara : "ibu tidak menyesal melahirkan pandu ke dunia, terimakasih telah membuat ibu bangga." dan bapak berkata pada ayah : "bapak sungguh tidak peduli berapapun biaya yang telah bapak keluarkan buat pandu, karena sekarang semua dunia tau kalau pandu sudah menjadi kebanggan bagi kota dan negara ini, bapak sayang pandu."
mungkin sekarang belum pantas ayah mendapatkan ucapan-ucapan dari kedua orang yang mulia itu, tapi nanti, pasti, pasti, ayah akan mendengarnya secara pantas.
Karena untuk saat ini, ayah ngerasa belum pantas mendapatkan penghargaan itu dari bapak dan ibu.

12-03-2014
14;14 WIB
hari ini ayah mau cerita soal yang ntah itu emang kebetulan atau emang setiap ucapan itu adalah do'a, ayah juga gak ngerti cuman ayah mau sedikit share aja, jadi kemarin itu ayah ada yang ngajak ngobrol, ya intinya rada bikin ayah gak enak lha, soalnya dia ngomong gak enaknya di depan umum gitu, ayah mah orangnya gimana ya, mau salah ataupun enggak serasa kurang enak aja kalau ditegor di depan umum, ayah sih gak apa-apa padahal ya, tapi ayah sih dulu pernah ngomong sesuatu hal dalam diri ayah, siapapun orang yang sampai bikin ayah sakit hati atau bikin ayah gak nyaman lha ya, orang itu akan sakit keras secara tiba-tiba atau orang itu akan kena suatu hal yang kurang baik, dan semua itu selalu dibalas tuhan gak lama dari kejadian, buktinya kemarn orang itu katanya kena musibah apa gitu, ayah pas denger beritanya, langsung menghela nafas, dan bicara dalm hati : "ya Allah, kejadian lagi rupanya,"
walaupun gak kenapa-kenapa tapi apa mungkin itu dulu ucapan ayah dulu kali ya, ntahlah, yang jelas kalau emang kebetulan masa hampir setiap ayah ngerasa gak nyaman atas perlakuan orang lain terhadap ayah, orang itu selalu kena suatu hal yang kurang baik, ayah gak mau syirik, tapi ayah juga gak faham semua itu selalu terjadi, bukan hanya puluhan kali, melainkan sampai ratusan kali, dari zaman smp sampai sekarang, dan anehnya semua itu berlaku bagi setiap orang, tanpa kecuali, siapapun dia, kenapa ayah ngomong gitu, karena emang kejadiannya ya kayak gitu.
Semoga aja setiap kejadian itu menjadi ibroh bagi ayah dan bagi sipelaku, insha Allah.

14-03-2014
16;30 WIB
udah Jum'at aja ya bun, bener-bener gak kerasa ya bun,
mulai senin depan ayah mau nyoba posisi baru bun, yaitu mulai turun ke lapanga, gak di kantor terus, lagian udah bosen di kantor terus, pinggang udah pegel banget karena duduk terus.
Ayah kayaknya gak pulang bun, dana lagi tipis bun, hehehe,
insha allah ayah pulang ke tasiknya pas udah gajian ata pas bunda nanti lahiran, sayang sehat-sehat aja ya disana, kita harus terus saling mnguatkan dengan do'a.
Mulai bulan depan kita akan punya dua anak, tentunya rejeki akan semakin banyak mengalir sama kita, insha allah.
Ayah yakin, walaupun gaji ayah saat ini cenderung kurang, tapi ayah usahahin ayah punya penghasilan yang akan mencukupi semua kebutuhan kita, kebuthan lahir dan bathhin kita, rumah ayah sekarang kosong ya, kalau dulu kan ditempati oleh sodara, sekarang sodaranya udah punya tempat lain, jadi otomatis rumah kita sekarang kosong, tapi bunda tetep tinggal di rumah ibu dulu ya, biar rame aja, dan biar ada yang jagain alky, bunda dan adiknya alky.
Tadi ayah makan siang dengan gurame bakar bun, enak sih, tapi kalau sama bunda pasti makin enak, seminggu ini menu makan siang ayah beda-beda bun, kalau kemarin-kemarin kan ayah makan sama ikan laut bakar terus, nah kalau minggu ini beragam ada sama rendang, sate kambing, soto betawi, dan terkahir tadi sama gurame bakar, tadinya mau ngirit eh malah makin boros ya.
Ayah udah kangen makan jengkol nih, di sini ada sih yang jualan jengkol, tapi ayah gak berani makannya, menghargai temen yang lain, takutnya kebauan, hehehehe.
Ayah sayang bunda, I love you bunda.


26-03-2014
10;25 wib
udah hampir 10 hari ayah gak cerita  disini sama bunda ya, iya terakhir udah hampir dua minggu yang lalu ya bun, minggu kemarin ayah full kerja di lapangan bun, dan hari ini ayah udah masuk bulan ke enam dalam kerja ayah di kantor ini, banyak hal yang udah berubah dan berganti, seminggu kemarin banyak hal baru juga yang ayah pelajari, sungguh hal yang luar biasa yang allah kasih buat ayah, dan puncaknya kemarin pas tanggal 22, ayah resmi jadi punya dua anak, bunda udah berjuang, melahirkan anak ke dua kita, dan adeknya alky terlahir dengan sempurna, dengan tangis yang luar biasa, alkypun sampai terkaget-kaget denger suara tangis adiknya itu, ayah hanya bisa berdoa buat keluarga kita ini, gak banyak yang bakalan ayah ceritain, karena selebihnya udah terpanjat dalam do'a ayah.
Ayah hanya ingin mengucapkan banyak terimakasih sama bunda, terimakasih banyak ya sayang, I love you.

27-03-2014
13;32 WIB
siang bun, gimana kabarnya, semalam kepala ayah pusing banget, mual-mual gak jelas, kayaknya efek minyak rambut deh bun, soalnya tau sendiri ayah udah lama gak pernah pake minyak rambut, kemarin make lagi, jadi ngerasa pusing.
Alky sakit lagi ya bun, ayah suka sedih kalau bayangin dia sakit, rasanya dia selalu bertahan dalam keaadaan kita yang kayak gni, dibalik keceriaan seorang bocah, ayah yakin dalam hatinya dia punya hal yang ingin dijeritkan, dia sabar dengan kondisi ayah bundanya, dia yang jadi penghibur buat kita dikala kita tinggal dikontrakan yang sempit, harusnya kita yang hibur dia, tapi ini malah dia yang hibur kita.
Belum sempat ayah bahagiain alky, dia harus udah sabar dan rela dengan bertambahnya anggota keluarga kita, dia gak marah sama adiknya yang baru lahir, bahkan cenderung dia selalu ingin ngeliat dia, ngajak maen ke adeknya, disaat kita khawatir dia bakalan ngeremes adeknya, rupanya dia hanya ingin berbaring tidur bareng adeknya itu, sungguh kita orang tua yang gak peka dengan kondisi anak kita, dengan umur yang sangat muda itu, alky nunjukin kalau dia udah bisa dewasa, sikap dia dalam megang alka, nyium alka, sungguh terpancar rasa kasih sayang dari seorang kakak ke adeknya.
Ayah yakin mereka akan akan jadi sodara yang baik, saling faham laksana hasan dan husein, laksana musa dan harun, akan saling bersinergi, ayah yakin bahkan sangat yakin mereka akan bersama-sama jadi pemimpin dunia, akan dikenal di dunia dengan cara mereka sendiri, kalau ayah dikenal dengan kambing etawanya, mereka akan punya cara sendiri buat dunia mengenal mereka, insha allah.

04-04-2014
16;30 wib
sore sayang, udah lama banget ya ayah gak nulis di sini, soalnya ya emang kehidupan ayah berjalan biasa-biasa aja sekarang, besok pagi mamah datang ke jakarta dari tasik pake kereta, padahal ayah baru sebentar ketemu mamah, gak enak juga sama mamah, ayah sebagai menantunya gak bisa nemenin dia, ngajakin maen, ngajakin belanja, pengen minta maaf tapi malu. Hehehe.
Besok semoga semua rencananya lancar ya bun.
Mamah besok langsung ke jambi ya, nanti kalau udah ke jambi mamah kapan ya ke tasik lagi, tapi semoga aja kita segera dapat banyak rejeki yang cukup buat beli tiket pp tasik-jambi, biar gak ngerepotin mamah, ya udah, nanti kita ketemu ya, soalnya kayaknya ayah pulang ke tasik dua mingguan lagi.
Dua minggu lagi murid-murid ayah pada un, do'ain semoga un nya lancar dan pada lulus ya bun.
Soalnya banyak banget jasa mereka buat ayah, kemarin aja pas ngurus surat pindah ayah dari jakarta ke tasik mereka yang bantuin, sampai tadipun yang bawain hasil suratnya mereka yang bawain, semoga semua murid ayah yang ikutan un besok lulus, amin.

10-04-2014
09;55 wib
pagi sayang, lagi apa nih? Ayah denger bunda suka cape ya ngurus alky sama alka, ayah faham dan ayah juga ngerti, ayah juga ngerasain, tapi ayah minta maaf ya sayang, ayah belum bisa ngasih solusi terbaik buat kita, bunda sabar ya sayang, tuhan selalu sayang sama bunda, punya dua anak dengan kondisi kita yang sekarang ini, dua anaka yang cuman selisih satu tahun, pasti tidak mudah, tapi yakin aja, tuhan itu tidak pernah salah, tuhan tau kita bisa, dan kita memang harus bisa, sekarang sabar aja dulu ya sayang ya.
Kemarin ayah harusnya nyoblos, tapi karena ktp ayah udah ditahan sama kelurahan otomatis ayah gak bisa nyoblos, jadi gak apalah ya, yang penting ayah berdo'a untuk kebaikan pemilu kali ini.
Sayang, minggu ini ayah kemungkinan gak pulang lagi ke tasik, soalnya sabtunya ayah harus ngisi jadwal ngajar terakhir sebelum anak-anak murid ayah un, jadi otomatis ayah gak bisa pulang dulu, kasian mereka kalau ditinggal.
Insha allah minggu depan ayah bisa pulang ke tasik, do'ain aja moga ayah ada ongkosnya ya sayang, keuangan kita bulan ini sedang diuji sama tuhan, disamping biaya kelahiran alka, kita juga punya kewajiban rutin tiap bulan bayar sisa hutang-hutang kita, jadi bulan ini kita harus bener-bener sabar.
Waktu malam rabu ayah nginep di rumah bi ai, tapi ayah suka sedih, kalau liat azka di sana, emang sih om subhan sama bi ai sangat sayang sama azka, tapi cara om subhan nakut-nakutin azka biar jadi anak yanag disiplin sangat bertengtangan dengan ayah, suka sedih kalau denger om subhan ngebentak azka, padahal kalau disadari udah berapa ratus syraf neuron azka yang udah putus karena bentakan-bentakan itu, pas ayah denger dari bi ai, itu adalah cara terbaik dalam mendidik azka, biar azka gak ngelunjak, biar azka bisa diatur, rasanya ayah sudah muak dengan cara orang tua yang seperti itu.
Ayah sadar ayah belu, mjadi orang tua yang bener, bahkan masih panjang jalan ayah buat ngedidik anak, tapi ayah tegaskan dalam diri ayah, ayah harus sesuai dengan apa yang rasul ajjarkan, walaupun tidak sama persis tapi minimal menyerupai, jangankan ayah, para nabipun tidak semua anak-anaknya soleh, ada nabi nuh dengan kan'an nya, apakah nabi nuh suka marah-marahin kan-an, setau ayah tidak pernah, urusan dia jadi anak soleh atau tidak itu urusan allah, tigas orang tua hanya mendidik dan terus mengajari, mengajari dengan cara yang benar, liat nabi yaqub, apakah semua anaknya jadi anak yang baik laksana yusuf, enggak juga kan, padahal nabi yaqub tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang pada semua anaknya, tapi karena memang setiasp anak punya karakter yang berbedz, ya nabi yaqub bisa apa, walaupun pada akhirnya mereka bisa saling menghargai sesama anggota keluarganya.
Ayah masih jauh dari kata bener dalam mendidik anak, jadi bener aja belum apalagi baik, baik aja belum apalagi sempurna.
Ayah kemarin langsung aja pergi dari rumah bi ai ke rumah sony, karena daripada muak liat hal yang seperti itu ayah lebih baik menghindar, ayah tidak punya kekuatan untuk melarang, jadi daripada ayah selalu ngerasa bersalah, mending ayah gak ada di tempat itu, sama hal nya pas di rumah siapapun, barang siapa yang mendidik anaknya dengan cara yang extreme kayak om subhan atau kayak siapa aja, yang suka membentak anak bayinya, demi allah ayah gak pernah suka, walaupun dalam al-qur'an ada suruhan buat tegas sama anak, tapi itu dilakukan nanti, setelah anak itu sekolah, atau usia dia di atas 7 tahun, kalau masih dibawah 7 tahun ayah sama sekali gak pernah tega buat marahin anak, bagi ayah sungguh dosa besar kalau sampai ayah tega mnarahin anak dibawah 7 tahun. Bahkan dulu pernah ayah marahain anak orang yang bandel banget, setelah itu ayah menyesal, bahkan ayah sampai solat taubat demi ngilangin rasa bersalah itu, apakah hilang, tidak, sampai sekarangpun semuanya masih teringat jelas. Ayah sampai mikir, ayah aja yang marahnya sampai sekarang masih inget, gimana dia yang dimarahin, ayah yakin dia masih mengingatnya, sungguh ayah suka sedih dan nangis sendiri kalau inget itu.
Sekarang giliran ayah dalam mendidik dan merawat alky dan alka, mereka akan jadi hasan dan husein modern,  walaupun hasan dan huesin meninggal dengan keadaan tragis, tapi ayah yakin mereka sudah menjadi para pemuda yang hebat.
Bukan soal kita meninggal dengan cara apa, tapi kita hidup dengan bagaimana?
Itu yang penting.
Bagi ayah, sekarang seperti itu, meninggal itu urusan allah, tapi untuk hidup ayah sendiri yang menentukan, apakah kelak ayah akan dikenang orang atau dilupakan begitu saja. Semua itu adalah tugas ayah buat menentukannya.
Titip alka dan alky ya syang, ayah sayang bunda.

17-04-2014
13;50 wib
siang sayang, ini udah masuk minggu ke tiga, perpisahan paling lama yang pernah kita lakukan, biasanya maksimal ayah dua minggu sekali pulang ke tasik, tapi ini nyampe tiga minggu ayah gak pulang ke tasik, disamping ayah disini ada kewajiban buat ngurus anak-anak un, ayah juga lagi gak punya uang buat ke tasik, bukan gak punya sih, taapi uangnya emang pas-pasan.
Insha allah hari ini ayah pulang ke tasik, bareng awing, soalnya besok ayah libur kantor, jadi ayah sempetin aja ntar sore buat pulang.
Minggu depan alka udah sebulan ya, gak kerasa ya, udah sebulan aja.
Ayah udah kangen banget sama dua jagoan kecil ayah itu, alky dan alka, ayah udah ngebayangin aja kalau nanti pas kita ada rejeki buat bisa nonton inter langsung di italia, mereka pasti sedang lucu-lucunya.
Ayah berdo'a semoga sebelum mereka masuk SD ayah bisa ngajak mereka dulu ke italia buat nonton inter milan maen, gak peduli lawan siapa juga, yang penting itu pertandingan resmi. Hehehe.
Kalau sekarang buat ke italia juga gak mungkin, soalnya alky aja masih setahun, jadi tunggu dia sampai usia tujuh tahun aja, jadi pas tuh, alky 7th dan alka 6th, berarti ayah ke italia buat nonton Inter Milan maen itu maksimal bulan april 2020. amin amin amin.


22-04-2014
08;45 WIB
selamat pagi sayang, hari ini adalah hari kedua ayah di kosan ayah yang baru, sebenarnya sih ini hari pertama, tapi karena dimulainya tadi malem, ya jadi sekarang hari kedua.
Kosan ayah yang sekarang emang sih lebih mahal, tapi tempatnya berkali-kali lebih nikmat dari yang kemarin, lebih luas, lebih lengkap fasilitasnya, dikelola dengna baik, beda dengan yang kemarin kamarnya kayak di diemin gitu aja, semua masalah dituntasinnya sama yang ngekos, kayak mau nerima duit aja, makanya ayah males, maklum sih kalau yang dulu itu kosan warisan jadi karena yang ngelola anaknya ya otomatis dia ngelolanya juga asal-asalaan, kalau yang sekarang beda, cenderung lebih rapi, bahkan sebelum ayah masuk di rapihin dulu kamarnya, kalau yang kemarin dari awal sampai akhir ayah yang rapihin, bahkan sampah sisa penginap sebelumnya harus ayah yang rapihin, awalnya sih ayah cuek aja, karena kamrnya cuman buat naro baju aja, tapi dipikir-pikir malah nyika diri, kasur yang udah gak layak, gak ada bantal, bahkan kasurpun harus dilipat karena gak muat, bulan pertama masih gak berasa efeknya, dan ayah juga banyak acara di kantor, bulkan kedua masih biasa juga karena ayah sering nginep di sony, pas bulan ketiga ayah mulai jengah, karena nyamuknya banyak banget udah gitu ventilasinya gak baik, intinya ayah gak nyaman, ternyata prinsip dulu yang cuman buat naro baju aja, buyar karena ternyata ayah juga perlu istirahat dengan baik dan layak, sampai akhirnya ketmu juga kosan ini berkat bantuan dari tukang pecel ayam, kasurnya baru lemarinya baru, lebih enak lebih gede, buat solatpun nyaman bahakan bisa berjamaaah kalau ada temen ayah ke kosan.
Harga yang dikasih dengan fasilitas yang ada, bener-bener bikin ayah puas, semoga ini tempat banyak ngasih keberkahan buat ayah.
Dan emang bener setelah naimar lahir banyak keberkahan yang kita dapatkan, dari awal alky lahir keberkahan itu muali terasa sekarang ditambah oleh naimar, maka keberkahannya semakin banyak dan nyata.
Bulan ini adalah bulan terakhir ayah gajian di kontrak kerja ayah yang pertama,a ayah belum tau apakah kontrak kerja ayah akan diperpanjang atau enggak, yang jelas ayah gak peduliin itu, pokoknya kalau tuhan masih percaya ayah kerja disini ya ayah terima, kalau enggak berarti tuhan sudah mneyiapkan tempat mencari nafkah yang baru buat ayah. Intinya ayah ingin sekali bersikap seperti umar, dia tidak pernah mengeluhkan kondisi dia, karena baginya kondisi baik atau kurang baik adalah sama saja, karena umar tidak tau diantara kondisi itu yang mana yang Allah ridhoi, dan itu juga berlaku buat ayah, apapun kondisinya ayah bakalan terima, karena ayah yakin kondisi yang ayah jalanin saat ini dan nanti adalah kondisi yang allah ridhoi, insha allah.

25-02-2014
15;30 WIB
hello bun, akhirnya gaji terakhir ayah di kontrak kerja ayah yang pertama udah ayah terima, belum ada kepastian apakah ayah masih diperpanjang kontraknya atau enggak, yang jelas ya ayah udah selelsai pengabdiannya di kontrak kerjsa yang pertama ini, banyak hal yang ayah dapet dan ayah pelajari, dan ternayata ayah memang masih sangat bodoh dalam dunia ini, banyak hal yang belum bisa ayah lakukan, tugas terakhir ayah tadi adalah jadi petugas di pameran yang diadain kantor ayah, luamayan seru sih, walaupun sebelum pameran sempet ada masalah dikit, ceritanya ya yang ayah ceritain semalem via tlp itu.
Oh iya bun, gak tau kenapa kepala ayah sakit terus dari tadi pagi, kurang istirahat kayaknya, ntar malam minggu ayah pulang ya, sekalian mau ketemu bapak yang lagi ultah, ayah gak mau nyesel kedua kalianya, pas ibu ultah ayah gk sempet pulang, makanya ayah mau bela-belain pulang pas nanti bapak ultah.


28-04-2014
10;15WIB

sengajabanget ayah nulis pagi-pagi aja, karena disamping lagi gak ada kerjaan, ya ayah juga pengen cerita sesuatu ke bunda, soal keluarga kita, ayah akui keadaan ekonomi keluarga kita belum baik, tapi kebutuhan keluarga kita saat ini memamng benar-benar banyak, uang buat susu alky, peralatan mandi dan semua keperluan makannya, serta semua yang dia butuhkan dari perhatian orang tua, kasih sayang orang tua dan semua yang alky butuhkan untuk menunjang pertumbahan fisik dan psikis dia, itu semua gak ada bedanya dengan alka adiknya, bahkan alka masih sangat lebih butuh perhatiaan dari apapun, semua itu sudah ayah sadar dari awal, bahkan dari sebelum alka lahir, akan banyak hal yang harus odcari mulai saat ini, dari mulai nafkah dan tenunya tenaga, karena smeua itu kita memiliki sangat terbatas jatah tenaganya.
Apalagi bunda karena disamping harus nyiapin makan, dan baju mereka bunda juga harus nyiapin tenaga buat nyusuin keduanya, sampai pada akhirnya bunda bilang bunda capek dengan semuanya, karena gak ada bantu bunda sama sekali, ayah gak kaget bunda bilang gitu, karena mungkin kalau ayah jadi bunda, ayah gak bakalan sekuat bunda yang masih bisa bertahan dan kuat sampai saat ini, tapi hebatnya bunda baru mau ngomong sekarang, dan sekali lagi ayah gak bisa berbuat apa-apa buat bantu kondisi keluarga kita ini, karena keterbatasan ekonomi yang ayah punya gak sanggup buat sedikitpun meringankan beban bunda, ayah gak bisa bayar pembantu buat bisa bantuin bunda di rumah, ayah juga gak mampu beliin apa yang bunda mau, dan saat ini bunda lagi pengen nano spray, pokoknya janji, untuk nano spray akan ayah beli buat bunda sebelum bunda ultah, mungkin itu bisa sedikit buat bunda bahagia, karena selama kita nikah ayah belum pernah ngasih hadiah apapun ke bunda, semoga kali ini bisa ya bun, insha allah.
Tadi pagi pas ayah baru nyampai kantor bunda bilang mau di tinggal di jambi aja, sebenarnya sih ayah gak rela kalau kita harus pisah lebih jauh lagi, karena kita beda jarak 150km aja udah sangat bikin ayah kesiksa, apalagi nanti kita harus beda pulau, tapi ayah gak akan egois lagi, ayah harus bisa dan harus rela buat ngelepasin bunda ke jambi, karena sekarang bagi ayah adalah kebahagiaan bunda, kalau di jambi bunda akan lebih bisa bahagia, makawalaupun berat dan sulit ayah akan tetap izinkan bunda buat kesana, selama apapun yang bunda mau, yang jelas ayah gak bakalan maksain kehendak ayah sendiri.
Cinta itu akan terus ada, sejauh apapun kita berpisah, intinya yang ayah harapkan dari semua ini adalah kebaikan buat semuanya, khususnya buat bunda dan kedua anak-anak kita, Insha Allah.

08-05-2014
15;45 WIB
sore sayang, besok ayah mau open table lagi nih, cuman ayah suka males kalau mesti open table, karena semacam ada kutukan gitu, coba aja perhatiin, dari opentable pertama ayah, sampai yang terakhir, selalu aja ada masalah di kitanya, masalah yang ayah juga heran kok selalu gitu ya, makanya ayah suka males duluan kalau udah tugas open table.
Karena jujur aja, walaupun kata orang dalam rumah tangga itu tidak selalu indah, tapi sebagai manusia biasa ayah ingin selalu aja ngejaga kerukunan kita, apalagi kita berjauhan gini, ayah cuman bisa berdo'a, semoga kita selalu terjaga oleh tuhan, dari awal kita nikah, ayah sudah yakin sama masa depan ayah, ayah yakin kita akan bersama sampai kapanpun, bahkan kalau nanti di syyurga katanya seorang lelalki telah disiapkan bidaari di syurga, ayah akan milih bidadari ayah di syurga nanti adalah bunda, maka bagi ayah semua masa lalu ayah udah ayah tutup, lupa mungkin enggak, tapi tidak akan ayah kenang, itu aja.


12-05-2014
11;15 wib
siang sayang, bunda hari ini ulang tahun ya, maaf ya syang, ayah belum bisa ngasih hadiah istimewa buat bunda, sekarang umur kita udah sama, 24th hehehehe, cuman bedanya ayah sebulan lagi jadi 25th bun, di usia bunda yang sekarang ini bunda udah punya dua anak, ayayh titipkan sepenuhnya mereka sama bunda, karena mungkin kasih sayang ayah buat mereka tidak sebesar kasih sayang bunda buat mereka, ayah penegn cerita sama bunda, kalau ayah sekarang labil lagi, perasaan yang dulu pernah ada, sekarang ada lagi, perasaan diwaktu kita pertama kali pisah dulu, ayah kembali menjadi cengeng, ayah pengen meluk bunda terus hari ini.
Do'ain terus ya bun, semoga ayah bisa dapet pekerjaan di tasikmalaya, biar kita bisa sama-sama terus, do'ain moga nanti kalau ayah udah kerja di tasik, gajinya bisa lebih gede dari gaji ayah di jakarta ya, biar nanti kita tidak tergantung lagi sama orang lain kalau kita lagi ada keperluan mendadak.
Gak banyak yang ingin ayah ceritain, intinya ayah lagi kangen banget sama bunda, ayah sayang bunda, selamanya ingin terus sama bunda, di dunia dan syurga nanti, insha allah.

16-05-2014
14;30 WIB
hey bunda, udha jum'at lagi nih bun, gak kerasa ya, padahal baru kemarin ayah pulang dari tasik, serasa baru kemarin bunda ultah, tapi walaupun gak terasa tetep aja bagi ayah itu adalah hal yang sangat lama, ayah udah gak sabar pengen cepet-cepet pindah ke tasik, pengen bisa kumpul lagi sama bunda dan anak-anak. Masih dua bulan lagi sih, tapi ayah yakin dua bulan akan terlewatkan begitu saja.
Maaf ya sayang ayah gak bisa nepatin janji ayah buat bunda, ayah gak bisa beliin bunda nano spray pas bunda ultah kemarin, karena jujur aja, ayah emang lagi gak ada uangnya bun, tapi nanti pas ayah ada uamg, ayah langsung beliin nano spraynya ya bun, sekali lagi maafin ayah sayang.
Ayah minggu ini gak pulang dulu ya sayang, paling minggu depan, setelah gajian.
Kemarin pas libur ayah sepi aja di kosan, sedih aja gak ada bunda, gak ada yang bisa ayah kerjain selain ngaji dan tidur, karena kebetulan ayah keamrin juga shaum. Tapi pas jam 4 sorenya ayah ke bi ai sama awing, bawa rice cocker sama gantungan handuk, remcana mau bawa karpet juga, tapi gak bisa di motornya, jadinya mau bawa sekarang sekalian ayah ikut nginep di bi ai.
Kalau ayah liat barang-barang kita suka inget saat masa-masa kita hidup di jakarta, inget saat tidur hanya beralas karpet aja, inget saat alky ngompol di baju ayah, inget saat ayah pulang kerja, bunda udah pada tidur, ayah kangen bunda, maaf kalau ayah nangis lagi ya sayang, ayah nangis kalau inget sama bunda, ayah kangen bunda, I love you bunda, tunggu ayah dua bulan lagi ya sayang, nanti setelah lebaran kita pasti punya kehidupan baru yang lebih menyenangkan dari sekarang, insha allah.


19-05-2014
11;36 WIB

hey bunda, mungkin ayah di kantor ini tinggal beberapa hari lagi, karena mungkin ayah sudah tidak diperlukan di kantor ini, ya ayah sih gak apa-apa, karena emang ayah disini cuman kebanyakan makan gaji buta kok, makanya ayah nanti nunggu sampai lebaran aja, kalau emang harus di phk sebelum lebaran ya gak apa-apa, tapi walaupun gak di phk ayah tetep bakalan ngajuin resign nanti pas akhir juli, bagi ayah cukuplah jadi karyawan kantor ini selama 9 bulan, setelah itu saatnya ayah keluar, seperti bayi yang baru lahir, punya kehidupan yang baru, suka duka di kantor ini sudah cukup bagi ayah, walaupun emamg lebih banyak suka nya sih.
Kalau tuhan masih belum menkadirkan ayah jadi pengusaha, ya berdo'a aja nanti setelah ayah pindah ke tasik ayah bisa punya kerjaan yang minimal gajinya sama dengan gaji ayah di jakarta, jadi nanti kita bisa langsung pindah rumah.
Soalnya kalau kita tinggal di rumah ayah yang sekarang kosong, ayah gak mau, ayah mah ingin tinggal di rumah kita aja nanti, mending kita tinggal di rumah ibu aja dibandingkan harus tinggal di rumah ayah yang kosong itu, bukan karena ayah kurang bersyukur, tapi ayah ngerasa gak sreg aja kalau harus tinggal di rumah itu, makanya do'ain aja biar nanti setelah lebaran ayah punya pekerjaan di kota tasik dengan gaji minimal sama dengan gaji ayah di jakarta.


04 Juni 2014

dari dua minggu kebelakang baru hari ini ayah masuk kantor, ayah juga gak nyangka ayah bakalan sakit kayak dulu lagi, dan kayaknya hari inilah terakhir ayah di kantor ini, ayah udah bertekad untuk resign sekarang aja dari kantor, demi kita bisa tetap bersama.
Kata temen-temen ayah sayang kalau ayah resign hari ini, mendingan nanti aja sehabis lebaran, tapi ayah pikir ngapain harus nunggu dua bulan lagi kalau hari ini juga bisa, hanya demi duit thr dan gaji bulanan yang gak seberapa, tapi bagi ayah itu gak ada apa-apanya, karena ayah yakin rejeki allah itu gak cuman thr kantor aja, lagian kalau emang ayah berhak untuk thr itu, ayah pasti akan bisa dapetinnya kok, kalau bukan rejeki ya allah sedang nyiapin rejeki lain yang lebih besar, usia 24th ini ayah tutup dengan menjadi karyawan di jakarta, akam banyak hal indah yang ayah di jakarta ini, tapi nanti ayah yakin akan ada hal yang lebih indah yang akan kita dapatkan setelah kita terlepas dari jakarta yang indah ini.



Terimakasih bunda udah nemenin ayah selama di kantor ini, walaupun secara fisik kita terpisah, tapi secara bathin kita selalu saling menguatkan, akan banyak hal yang rindu di kantor ini.
Karena kantor ini telah banyak ngasih lebih dari apa yang harusnya ayah dapatkan.


Setelah ini, akan jadi apa ayah nantinya, ayah masih belum tau, nerusin usaha di tasik atau punya kerjaan baru di tasik ayah masih belum tau, semuanya masih dalam kuasa tuhan, ayah hanya ingin menikmati semua prosesnya saja.
 
Blogger Templates