Social Icons

Senin, 24 Februari 2014

Dolken Resort ( Fasilitas Desa Tapi Sinyal Kota )

Rasa-rasanya udah lama banget ya gue gak nge share soal jalan-jalan, karena pas gue pikir-pikir dan gue liat-liat, terakhir kali gue share soal jalan-jalan petualangan di blog ini setahun yang lalu, yaitu pas gue diving.
Karena yang pengen gue ceritain di sini, tentunya hal-hal yang emang baru bagi gue, tempat baru, suasana baru.
Nah, berhubung gue udah lama banget gak jalan-jalan ke tempat baru maka sekarang gue mau share nih pengalaman baru gue.
Jadi ceritanya kemarin pas tanggal 21-23 Februari 2014 gue sama temen-temen gue abis ngabisin duit di daerah Bogor.
Emang gak jauh sih jalan-jalannya, cuman cukup berkesan banget bagi gue.
Tempat yang gue jamah kali ini adalah semacam resort gitu, namanya Saung Dolken, mungkin beberapa pembaca udah pada tau apa itu Saung Dolken, nah bagi yang belum tau, gue kasih tau nih apa itu Saung Dolken.






dolken dan keceriannya

Jadi SAUNG DOLKEN itu adalah penginapan yang terbilang cukup baru dikawasan sukaraja, untuk akses menuju lokasi sama seperti jika kita ingin menuju ke talaga cikeas, panjang jiwo atau ke desa gumati, hanya saja untuk menuju ke saung dolken tetap mengambil jalan lurus mengikuti jalan raya menuju arah cimahpar bogor, tidak belok ke kanan seperti talaga cikeas panjang jiwo atau desa gumati,  lokasi saung dolken mengusung konsep traditional, itu terlihat dari desain interior dan eksteroir yang menggunakan bahan kayu sebagai bahan dasar bangunan yang terbuat dari kayu dan banyak ukiran menghias bangunan tersebut, lokasi ini memiliki kapasitas sekitar 100 orang untuk kegiatan menginap dan 300 orang untuk kegiatan 1 hari, saung dolken sering digunakan untuk kegiatan outbound, training, team building family gathering, paintball dan arung jeram dan meeting, saung dolken memilik fasilitas penginapan aula dan kolam renang.
lokasi arung jeram sangat dekat dengan saung dolken untuk lokasi meeting pointnya akan tetapi untuk starting pointnnya bisa ditempuh hingga 15 menit.
Nah daripada gue panjang lebar ngetik tak tentu arah nantinya, maka gue bakalan nyeritain beberapa pengalaman gue pas maen-maen ke dolken ini,
Dari pertama gue berangkat, sampai gue pulang ya.
Gue sama temen-temen gue start dari Jakarta Jum'at sore, sengaja biar bisa puas-puas nikmati week end, dan kami mikirnya kalau jalan sore, nah nyampe sana mungkin gak terlalu malem, eh karena kondisi jalanan Jakarta yang kita tau sendiri kalau sore-sore penuhnya kayak gimana, jadi otomatis kita lama di jalan, jarak yang biasanya cukup ditempuh dengan jangka waktu 2jam, ini gue tempuh hampir 6 jam lebih, jadi otomatis gue nyampe sana tengah malem, karena tengah malem, ya gue sama temen-temen gue masih biasa aja ngeliatnya, soalnya kan gelap.
foto pertama gue di Dolken, tiba malam Sabtu, 21-02-2014  jam 22;45 wib

Akhirnya ya kita langsung check in kamar, ngemas barang sebentar, kemudian langsung terlelap tidur.



karena kita nyampenya malem, jadi nyampe Dolken langsung masuk kamar deh, dan mulai menerawang, sabtu minggu di dolken mau ngapain aja ya????



Esok paginya, mulai deh nampak beberapa destination yang bakalan gue jamah selama ada disana, dan gue sedikit takjub lha, soalnya ini kan di tengah kota gitu, tapi tempatnya kayak kita itu ada di pedesaan yang jauh dari keramaian kota.
Pagi pertama di dolken yang sejuk, (masih bingung mau ngapain)  


karena bingung gue dan temen-temen mau ngapain, jadi gue keliling dulu aja di sekitar penginapa, walau[pun udah ada sih jadwal mau ngapain ,tapi belum waktunya aja, dan inilah beberapa fasilitas yang ada di dolken

kamar yang gue pake di dolken adalah kamar Saung Namirah 1
tempat makan dan tempat kita nongkkrong liat hiburan yang diosediakan oleh dolken

kalau lunch dan dinner kita makannya disini perasmanan, dan inilah tempat perasmanannya
bagi yang hobinya hening, tempat ini bisa jadi pilihan buat ngopi-ngopi dan bala-bala
bersama Kang Ari, sang supir sekaligus yang punya mobil juga (udah nebeng songong lagi ya)

dan inilah sarapan pertama gue di dolken
Setelah sarapan pagi, gue dan temen-temen gue langsung aja nyebur ke Kolam renang, beeuuuhhhhh dari kolam renang itu, viewnya keren banget dah. 
walaupun pagi itu hujan, tapi kolam renangnya tetap indah

hujan semakin deras


belum berani nyemplung, karena pasti dingin,baru berani gini doang aja

masih belum berani
suasana pagi itu bener-bener menyenangkan, karena disamping gak ada orang selain gue sama temen-temen gue, ditambah suasana rintik hujan yang bikin kita makin seger buat berenang.

masih berlagak kayak putri duyung berjanggut

dan akhirnya nyebur juga dengan total
setelah kita berenang, dengan puas, akhirnya gue sama temen-temen gue melanjutkan aksi kita yang sudah terencana sebelumnya, yaitu rafting dan paint ball, tadinya mau paint ball dulu baru rafting, tapi karena kata yang pengelola dolken asyiknya rafting dulu, ya kita ngikut aja,

pose depan si merah yang sudah teruji kekuatannya

suatu kebanggaan yang luar biasa pernah jadi Ketua RIMSALA walau hanya setengah periode

fose bareng dengan tim lain yang mau ikutan rafting juga

detik-detik menjelang berbasahan di sungai katulampa (walaupun sebelumnya sudah basah karena hujan)
 raftingpun selesai, tapi sayang kita gak senmpet mengabadikan kejadian saat kita rafting, karena gak ada kamera yang tahan air, jadi ya gak apa-apalah, cukup tersimpan dalam memory kenangan saja,
dan setelah rafting, kita lanjut ke paint ball, oke cekidot cekidot

Sang @jendral20ribu sudah stand by dengan rekan-rekan jauhnya

sang @jendral20ribu sudah tampil dengan gagah dan siap beraksi ,taarrrrrrrr tarrrr tarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
darin pagi sampai selesai paint ball, kita ngabisin waktu sekitar 5 jam, jadi kita nyampe dolken lagi, sudah sangat sore, dengan body yang masih gemeretek karena kedinginan

sebelum mandi, di hangatkan dulu dengan bajigur asli buatan dolken, 
suasana hari itu sungguh gak bakalan dilupakan, dan akan terus diingat, setelah itu menunggu malam gue nongkrong-nongkrong aja di depan kolam pancing belakang kamar gue, karena tadi gue foto kamar gue cuman dari depan, berikut gue liatin tampak kamr gue dari belakang



kamar dolken tampak belakang, ada hamparan kolam ikan yang cukup membuat santai jantung yang dari berpacu dengan kencang

venue pemancingan ikan, tampak dari sebrang kolam
nongkrong bentar sebelum menjalani malam mingguan di dolken
seharian yang melelahkan, yang cukup membuat kepala puyeng

malam minggupun tiba, dan cukup terhibur dengan acara yang ada di malam minggu itu

foto bareng dengan safar yang jago joged caesar





disaat yang lain sibuk joged oplosan, gue mah sama temen-temen gue asyik ngambing guling

udah pusing, tambah pusing dengan ngambing guling

rame-rame makan kambing guling
satu ekor kambing kita hajar sampai tak bersisa
gak nyangka sampai tinggal tulangnya aja

dan malam minggu yang indahpun, di tutup oleh keceriaan kambingguling,


hari mnggu yang cerah, dan gue pun pagi itu langsung pulang lagi ke Jakarta (sampai jumpa lagi Dolken)

karena pusing, nyampe rumah langsung nge mie rebus yang pedes, brrrrr mantap.
itulah cerita gue tentang dolken, maaf kalau kali ini postingannya agak kurang seru, padahal gak dituntut drad line juga, soalnya niatnya juga cuman ingin nge share aja soal dolken, dan bagi temen-temen selamat mencoba keindahan dolken resort.
buat dolken terimakasih buat semua keindahannya, sampai jumpa lagi Dolken Resort, dirimu menyikmpan banyak rahasia di dalamnya.



Kamis, 13 Februari 2014

Lelaki Hebat #Utama

Tidak terasa sudah 5 hari gue nulis tentang para lelaki hebat dalam kehidupan gue ini, tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semuanya kehendak Allah, kenapa gue bilang gitu? Karena seperti temen-temen tau, waktu hari- hari kemarin gak ada hujan gak ada angin tiba-tiba muncul ide dari otak gue buat nulis para lelaki hebat yang ada dalam kehidupan gue ini, dan memang berlanjut sampai hari ini. (Hari Jum'at , hari yang selalu gue idolakan, hari di mana gue lahir, hari di mana semua umat muslim di kabulkan do'a-do'anya.)
Sebenarnya seseorang yang bakalan gue ceritain kali ini adalah sumber dari semua inspirasi yang terkuak dari 4 orang lelaki sebelumnya, kenapa kayak gitu? Soalnya kalau bagi gue, disaat empat lelaki itu tidak ada, sosok ini bisa mewakili semuanya, hampir semua kehebatan dari 4 lelaki sebelumnya ada semua dalam diri dia.
Sikap ketika dia menjadi seorang anak,
Sikap ketika dia menjadi seorang adik atau kakak,
Sikap Ketika dia menjadi seorang suami,
Sikap Ketika dia menjadi seorang paman,
Sikap Ketika dia menjadi seorang Ayah.
Dia hadir dalam kehidupan yang memang tidak mudah bagi dia, penuh keajaiban dan tentu juga penuh dengan peluh baginya,
Sosok yang sangat gue kagumi, karena gue sebagai seorang anak yang masih punya orang tua belum bisa bersikap seperti dia, di umur gue yang hampir 25th, gue ngerasa belum ada apa-apanya dibandingkan dia (dengan umur yang sama) dulu usia gue menikah dengan usia dia menikah tidak jauh beda, yang beda hanyalah dia sudah mampu hidup mandiri sedangkan gue masih di empanni oleh orang tua bahkan mertua, bahkan dia juga terkadang harus menjadi tulang punggung cadangan bagi keluarga dia (ortu dan adik2nya), sebagai seorang anak dia sangat berbakti pada ibunya, bahkan dia selalu sedih karena sampai sekarang belum bisa mewujudkan cita-cita ibunya untuk berangkat haji, tapi bukan berarti dia tidak melakukan apa-apa, dia nabung buat ongkos pergi haji ibunya, bahkan kalau di itung-itung ongkosnya udah cukup bahkan lebih, tapi karena peraturan yang harus dipatuhi, ibunya belum bisa berangkat juga pergi haji. Kalau gue tanya soal itu, dengan sangat jelas terpancar aura kesedihan dan bendungan air mata di wajahnya, ah rasanya gue malah menyayat hatinya kalau membicarakan itu, tapi disana gue melihat ketegaran dia, ketegaran dimana dia tidak mau menunjukan kesedihannya, rasa yang seolah-olah biasa bagi dia, padahal gue tau kalau hatinya menjerit, ingin segera melihat sang ibunda berangkat ke mekkah guna menunaikan ibadah haji, kadang gue mikir, apakah gue juga bisa berbuat hal yang sama buat ortu gue, sedangkan saat ini saja gue masih ketergantungan sama mereka, mungkin kakek saya berjuang untuk merawat ibunya, tapi lelaki ini selain merawat dia juga berjuang untuk kebahagiaan ibunya, bagi gue dia sungguh anak yang berbakti, disaat anak yang lain hanya memikirkan keluarganya sendiri, dia masih dengan sangat semangat memikirkan orang tuanya, disitu gue iri, dia bisa jadi anak yang sangat sholeh karena bukan hanya mendoakan ortunya tapi juga berbuat hal yang membuat ortunya bangga dan bahagia.
Dia sadar kalau dia tidak sendiri, dia punya saudara, apakah setelah dia menikah yang dia ingat hanya ortu dan istrinya saja, kenyataannya enggak sama sekali, dia tetap peduli sama adik dan kakaknya, dia selalu siap membantu apapun keperluan adik dan kakaknya, bahkan kalaupun mesti merelakan keinginannya, dia lebih mementingkan keinginan saudaranya.
Kalau gue ceritain secara detail satu-persatu tentang dia, tidak akan ada habisnya, karena bagi gue kebaikan dia sangatlah banyak, gue hanya ingin bercerita soal dia yang telah berhasil menjadi sosok lelaki yang hebat, lelaki yang berguna bagi setiap orang, lelaki yang sangatlah banyak berjasa bagi lingkungannya.
Lelaki yang mengajarkan gue kehidupan itu seperti apa?
Lelaki yang dulu menjalani kehidupan dengan sangat susah tapi sekarang dengan keuletannya mampu menjadi lelaki yang sangat bisa memudahkan urusan orang lain.
Lelaki yang ngajarin gue dan adik kakak gue bagaimana cara beternak kambing yang baik, lelaki yang selalu meneteskan air mata ketika dia berdo'a untuk anak-anaknya.
Lelaki yang bagi gue sangat pantas untuk gue contoh.
Gue bukan hanya menyukai dia, bukan hanya mengidolakan dia, tapi gue sayang dan sangat cinta sama dia.
Dia yang dulu tanpa mikir panjang meninggalkan rapat pentingnya demi menjemput gue yang pingsan di sekolah.
Dia yang dulu rela menjual sawahnya demi ngeberangkati gue umroh. (Padahal ibunya belum, adik kakak gue juga belum ke Mekkah sampai sekarang)
Dia yang dulu rela menjual kebunnya demi biaya pernikahan gue. (Padahal kakak gue aja dulu nikahnya gak ngerepotin ortu sama sekali)
Dia yang sampai detik ini belum bisa gue bahagiain, dia yang sampai detik ini membuat gue terharu akan semua kebaikannya, dia yang memeluk gue disaat gue takut, dia yang menghibur gue disaat gue ada masalah, dia yang sering marah dengan kelembutan, dia yang sampai sekarang ngebantu biaya kebutuhan gue dan anak istri gue, dia adalah H. Abun Ruskendar, S.Pt. M.P.
Seorang ayah yang luar biasa, yang gue yakin semua orang iri sama gue karena punya ayah yang seperti itu.
Marahnya dia adalah sayang, dengan tiga orang anak yang punya karakter yang beda-beda, tapi dia mencoba masuk ke semua karakter anak-anaknya itu.
Dia yang sekarang sudah menjadi kakek dengan dua cucu, bahkan bulan depan akan menjadi tiga cucunya, seorang kakek yang sanggup merebut perhatian cucu-cucunya untuk berpaling dari ayahnya.
Yap cucu-cucunya lebih dekat padanya dibandingkan dengan ayah mereka.
Seorang ayah yang tidak pernah malu dengan kesalahan anak-anaknya, dia selalu sabar dan tenang, dia selalu yakin setiap masalah akan ada ujungnya, dia yang selalu yakin kalau semua urusan di dunia hanyalah sementara.
Dia yang tidak pernah mengeluh dalam bekerja, dia yang bahkan dulu pernah minta do'a pada gue disaat dia ada masalah, padahal dalam hati gue, gue ngerasa gak pantas disebut anak yang sholeh, karena gue belum bisa jadi kebanggannya.
Ayah terimakasih,
Dulu ketika aku kecil kau sering mengajakku pergi main, ke pantai, gunung, dan kebun,
Ayah terimakasih,
Kau tidak pernah mengeluh dengan aku anakmu, padahal sering diri ini membuat kamu lelah, membuat kamu marah, tapi kau tetap tegar,
Ayah Terimakasih,
Kau telah memberi banyak arti dalam kehidupan ini,
Ayah terimakasih,
Kau telah berhasil menjadi imam yang baik bagiku, semoga aku juga bisa menjadi imam yang baik seperti ayah.
Ayah terimakasih,
Kau telah memberiku Cinta.
Do'akan terus anakmu ini ya pak,
Allah selalu bersamamu, Insha Allah


Selalu menghibur dan mengabulkan pinta anak-anaknya

disini nanti gue, istri, dan anak gue

Sanggup mengajak gue berangkat ke Tanah Suci ( semoga gue juga bisa ngajak anak-anak gue ke tanah suci seperti yang dia lakukan buat gue)

Selalu mengapresiasi pencapaian anak-anaknya

keuletannya mengajarkan semua anak-anaknya bagaimana menjadi peternak (manusia) yang baik dan benar



Rabu, 12 Februari 2014

Lelaki Hebat #4

Gimana visitors akupraha, ada yang udah pada kenal belum sama lelaki-lelaki hebat yang kemarin-kemarin gue share, temen-temen pasti punya dong beberapa tokoh atau sesorang yang bagi temen-temen orang itu adalah sosok yang sangat berarti bagi temen-temen, bahkan bukan hanya berarti tapi juga bermakna, banyak hal yang temen-temen lakuin dan semua itu berkaitan dengan orang itu, atau juga ada seseorang yang bagi temen-temen sangat berpengaruh bagi kehidupan temen-temen saat ini, setiap hari bercanda sama dia, ketika kita butuh dia siap membantu, ketika kita susah dia siap membela, ketika kita sendiri dia siap menemani, ketika kita jauh dia akan siap untuk setia, seperti seorang lelaki yang akan gue ceritakan kali ini sama temen-temen, seorang lelaki yang dengan umurnya yang relatif masih muda dia sudah menjadi seseorang yang berguna bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya, seorang lelaki yang tanggal lahirnya sama dengan seorang ustdaz yang taun kemarin meninggal dan beritanya masih diliput sampai sekarang.
Dia yang lahir pada hari selasa, di saat gue pada waktu itu masih sekolah TK, disaat gue masih nakal-nakalnya, dia lahir dengan harapan baru bagi keluarganya, hampir semua orang yang melihat dia saat dia baru lahir selalu membicarakan dia dengan berlebihan, *sungguh saat itu aku sangat iri dengan perilaku orang terhadapnya* karena memang dia terlahir dengan sesuatu yang unik, *bisa temen-temen cek di telapak kakinya* setelah kelahirannya kehidupan keluarganya banyak berubah, dari yang berkecukupan jadi berkelebihan, seorang anak yang memang banyak memberi pengaruh bagi keluarganya.
Menginjak dia masuk usia sekolah, kebersamaan kita sempat terpisah selama satu tahun, karena dia sekolah di luar kota, walaupun kadang setiap week end kita masih sempat ketemu, tapi rasanya pertemuan itu kurang bermakna, karena setiap hari senin kita terpisah lagi, ada segunung rindu yang selalu mampir dikehidupanku kala itu, karena dengan dialah gue sering rebutan sepeda, dan anehnya selalu dia yang mengalah, bukan gue yang emang lebih tua daripada dia, dan dia tidak bersedih, *sekarang malah gue yang sedih* selalu bersedih kalau gue bercerita tentang dia, karena gue sering sekali mengambil hak nya, yang masih membekas sampai sekarang, dia pernah terluka di bagian muka oleh tingkah laku gue yang konyol, dan itu gue sesali sampai sekarang.
Menjelang remaja kita semakin tidak terpisahkan, kemana-mana kita bersama, disaat orang lain sibuk dengan teman-temannya atau sibuk kencan dengan pasangannya, gue dan dia milih jalan bersama, kadang makan, kadang nonton, kadang gue jadi supporter tunggal bagi dia tatakala dia sedang berlomba, gue anter kemana dia pergi, bukan berarti gue yang berjasa buat dia, tapi sepenuhnya dialah yang berjasa buat gue, karena berkat dia gue jadi tau beragam ilmu baru, sahabat baru, dan itu berkat dia, karena emang aktifitas dia banyak saat itu.
Gue disini mungkin tidak banyak nge share tentang jasa dia bagi gue, karena memang banyak, tapi gue pengen nyontoh apa yang telah dia perbuat?
Di usia muda dia sudah bisa berprestasi, dan bukan hanya keluarga yang bangga tapi sekolah tempat dia belajarpun ikut bangga, tapi dia tidak sombong dengan pencapaiannya, dia ngerasa biasa aja, bahkan dia selalu termotivasi untuk jadi yang terbaik, jujur aja, karena kondisi gue yang sakit-sakitan mulu, otomatis impian gue selama sekolah banyak yang ilang, dan lewat dialah semua impian gue diwujudkan, dan keluargapun bangga sama dia, khususnya gue, karena bagi gue impian itu tidak serta merta kita yang bangun, tapi terkadang kita hanya mendirikan dan orang lain lha yang membangunnya, laksana kader yang baik, dia telah meneruskan gue dan cita-cita gue.
Dibandingkan dia yang lebih muda dari gue, sebenarnya dia lebih kuat dari gue, makanya keluarga sangat mengandalkan dia disetiap apapun, dia termasuk orang yang sangat cepat belajar, hal yang dia pelajari hari ini,besoknya dia sudah mampu mengerjakan, seperti halnya disaat yang bersamaan kalau kita ada dalam satu mobil, keluarga pasti memilih dia untuk nyetir, bukan karena dia yang paling muda atau gimana, tapi dibandingkan gue kemahiran dia dalam menyetir lebih hebat dari gue, dari segi konsentrasi, gesit, dan tidak mudah lelah, dia menang segalanya dari gue.
Dia yang selalu menghormati gue dengan sikapnya, padahal gue sendiri yang notabenenya punya kakak kadang berlaku tidak sopan pada kakak gue sendiri, tapi dia, yang kata orang punya tipikal jiwa yang keras, tapi disaat berhadapan dengan gue atau kakak gue kata-katanya begitu lembut dan sopan, gue sendiri bukan hanya ke kakak gue, ke kakek atau orang tua yang lainnyapun kadang berkata se enaknya.
Dibalik kerasnya dia, terdapat sisi kelembutan yang terpendam.
Selain dia begitu hormat dan taat pada orang tua, dia juga tipe orang yang pantang menyerah, terbukti ketika dia pengen jadi Kadet TNI AL, setelah gagal di tahun pertama dia mencoba lagi di Tahun kedua,walaupun tetap gagal, dia tidak menyesal, bahkan dengan entengnya dia menjawab, ya kalau takdirnya sudah begini, mau gimana lagi, yang penting saya sudah berusaha, dan usaha saya mungkin masih belum sempurna di mata Allah, karena baginya Do'a tambah Ikhtiar = Hasil, dan inilah hasil dari do'a dan ikhtiarku kata dia.
*sungguh sikap yang sangat luar biasa, gue aja kadang gak bisa kayak gitu atau jaranglha gue bersikap kayak gitu*
Gue aja kadang selalu meratapi lama ketika gue harus gagal dalam sesuatu hal, tapi bagi dia tidak.
Dia yang lahir 5 tahun lebih muda dari gue, punya sikap yang lebih dewasa dari gue, lebih bisa bijak dalam menghadapi hidup, dan lebih semangat.
Dia adalah adik gue, Satria Pamungkas,
Sosok lelaki yang selalu gue sebut dalam do'a gue, sosok lelaki yang karenanya gue membatalkan niat buruk gue di tebing waktu itu, sosok lelaki yang karenanya gue selalu semangat dalam hidup ini, dan berkat dialah gue belajar, bagaimana cara Menghormati.

punya passion yang jarang dimiliki orang lain

paling kuat di antara tiga bersaudara

teladan bagi semua teman-temannya

selalu semangat menempuh segala sesuatu

lebih mirip sby dibandingkan dia sendiri

daya pikat bagi semua insan

Kemana-mana selalu bersama
ketika gue alay, dia mah tetep aja macho
melakukan hal aneh bersama-sama
dibandingin gue gendong dia, lebih sering dia yang gendong gue (pas gue pingsan)

Paman yang Hebat buat para ponakannya





 
Blogger Templates