Tiga tahun sudah saya di Kota hebat ini, selama tiga tahun itu juga banyak hal yang telah saya lalui, dan tentunya saya dapatkan.
Istri, anak, tetangga baru, keluarga baru, teman baru, sahabat baru, komunitas baru, pemahaman baru, telah saya dapatkan kumplit selama tiga tahun di kota ini.
Tapi malam ini, rentetan cerita tiga tahun ini akan segera berakhir, bukan karena saya tidak betah di sini, bukan juga karena saya terusir, tapi karena saya yakin dengan pindah akan selalu ada sesuatu yang baru.
Apakah saya akan merindukan kota ini, pastinya, saya pasti akan merindukan saat-saat beberapa kali pindah kontrakan dengan anak istri saya, saya pasti akan selalu ingat saat-saat Tuhan selalu tepat waktu dalam menolong saya dan istri saya, saat di mana saya meneteskan air mata dan kemudian dipeluk oleh istri saya, saat dimana saya berangkat pagi pulang malam, saat dimana saya desak-desakan di kendaraan umum, saat dimana saya dan istri saya harus menahan lapar karena stok makanan sudah tidak ada di dapur kami,saya pasti akan ingat itu semua, tapi sesuatu yang dirindukan bukan berarti kembali terulang kan.
Makanya hari ini saya putuskan untuk pindah dari kota ini, memulai hidup baru dengan istri saya di kota yang baru.
Kita tidak tau apa yang akan terjadi nanti, yang jelas kita yakin Tuhan akan selalu menemani kita dalam berproses. Karena Tuhan sayang sama kita.
Malam ini, disaat purnama belum sempurna, saya seakan sendirian dalam bus yang memang penuh dengan penumpang.
Saya hanya ingin berterimakasih sama kota ini, kota yang indah disaat malam dan sempurna disaat siang.
Terimakasih Jakartaku sayang, kelak saya akan kembali kesini, dengan hal yang baru.
Tapi malam ini saya dengan berat hati harus mengucapkan selamat tinggal padamu.
Selamat tinggal pada saat-saat bangun subuh, yang bukan niat pergi berjamaah tapi karena takut kesiangan kalau kerja.
Selamat tinggal KRL yang semakin hari semakin penuh dan bahkan selalu mogok.
Selamat Tinggal TransJakarta yang penuhnya masih sama dengan KRL.
Selamat Tinggal sahabat yang tidak pernah tau keadaan saya yang sebenarnya.
Selamat Tinggal Para Muridku tercinta, selamat dan Sukses atas kelulusan kalian.
Selamat Tinggal makanan mahal yang rasanya tidak sesuai dengan harganya.
Selamat Tinggal Mimpi yang dulu pernah terlintas dan mungkin suatu saat nanti akan kembali kujemput impian itu.
Terakhir, Selamat Tinggal semua kenangan yang indah, dan saya tidak akan mengulang semua kenangan indah itu.
Karena kelak ketika saya kembali ke kota ini, saya sudah menjadi sosok yang baru yang lebih berguna, Insha Allah.
Sent from BlackBerry® on 3
Kamis, 05 Juni 2014
Langganan:
Postingan (Atom)