Social Icons

Kamis, 20 Juli 2017

Tasikmalaya Kota Juara Kambing PE

Ada yang beda dengan pentas ternak taun ini.
Kalau juaranya sih tetep sama, cuman yang ngasih pialanya bukan Jabar 1 tapi Jabar 2.
Bagi saya sih gak ada ngaruhnya, cuman ya gitu deh, mungkin perkenalan untuk 2018, hehehe.
Yap, taun ini peternakan As-Salam kembali merajai Kontes Kambing PE se Jawa Barat, Kota Tasikmalaya kembali membawa pulang piala itu, sudah 9 kali berturut-turut. Memang sih puncaknya tahun 2016 kemarin, kami menjadi juara Nasional mewakili Jawa Barat. 
Bangga, tentu saja. Karena jerih payah ini selalu terbayar lunas.
Saya berharap prestasi ini menjadi ikon baru Kota Tasikmalaya.
Kelak, ketika ada yang nanya tentang Kota Tasikmalaya, orang-orang selain akan bilang Tasikmalaya Kota Santri, atau Kota Sepuluh Ribu Bukit, tapi kenyataannya gak tau gimana, maka ada nama lain untuk Kota Tasikmalaya ini, yaitu Kota Juara Kambing PE. Karena ini emang jelas adanya, heheehe
Mangga nyanggakeun ieu piala kanggo Warga Kota Tasikmalaya.
Juara 1,2,3 Tahun 2017 ada di Kantor Peternakan Tasikmalaya, bergabung dengan piala-piala sebelumnya.

BETERNAK AYAM KAMPUNG ASLI KUB



Tulisan cerita ini saya tujukan kepada teman-teman yang berminat budidaya ayam kampung, kalau mau berhasil, maka berlaku syarat dan ketentuan :
1. Harus bisa memasarkan sendiri hasil panennya ke pemakai (direct).  Kalau belum punya jalur pemasaran, lebih baik tunda dulu. Bila perlu jadi bakul ayam kampung dulu sebelum pelihara. Kalau sekedar memelihara, banyak orang yang bisa. Kalau penjualannya mengandalkan bakul, akan banyak kendala. Ayamnya ada saja yang dicela atau dijelek-jelekkan oleh bakul dengan tujuan untuk "menyembelih" harga. Pas gak ada ayam tanya-tanya, punya ayam nggak? Pas punya ayam siap panen, menghindar katanya masih ambil dari kandang lain. Begitu datang melihat ayam siap panen, pasti keluar jurus mencela habis-habisan.
Jalan keluarnya, bisa gabung dengan sesama peternak ayam kampung yang sudah punya jalur pemasaran langsung (direct) alias berkelompok. Pas jadwal panen sudah pasti terpanen semua walau pun secara bertahap, tanpa dicela dan dengan harga panen wajar;

2. Bibit atau D.O.C ayam kampung beli lah dari pembibit yang handal, bisa dipercaya, yang sudah berpengalaman dan sudah terbukti kualitas D.O.C-nya baik dari waktu ke waktu. Kalau beli D.O.C-nya sekedar harganya murah, dari pembibit yang belum handal, siap-siap malapetakan datang, yaitu ayamnya banyak mati, pertumbuhannya jelek. Akhirnya rugi;

3. Pemeliharaannya mesti mengikuti kaidah pemeliharaan yang baik dan benar, mulai dari brooding period/stater umur 1 – 3 minggu, masa grower umur 4 – 6 minggu dan masa finisher umur 7 – 10 minggu;

4. Jangan mudah tergiur dengan penawaran pakan dengan klaim sebagai pakan alternatif atau pakan yang sekedar harganya murah. Berapa pun harga pakannya, pakan tersebut tetap harus mengikuti SNI atau standar khusus jenis ayam tertentu.

Di bawah ini, saya lampirkan standar pakan ayam Kampung Unggul Balitnak (K.U.B) dari Balitnak. Kalau menggunakan pakan standar ayam broiler, pasti standarnya lebih tinggi bila untuk ayam kampung, banyak yang mubadir, terbuang dan boros karena potensi genetik ayam kampung memang tidak setinggi broiler dan ayam layer. Kalau adanya pakan standar ayam broiler, maka lakukan modifikasi secukupnya agar sesuai dengan standar tsb di bawah.

Maka, kalau ada orang menawarkan pakan alternatif, minta lah sertifikat hasil uji proksimat dari laboratorium makanan ternak. Bandingkan dengan standar di bawah ini. Laboratorium yang bisa dipakai sebagai rujukan : Sucifindo, Saraswanti Indo Genetech, Fakultas Peternakan atau kedokteran hewan Universitas Pajajaran Bandung Unsoed Purwokerto, Undip Semarang, Unbra Malang, Unair Surabaya, IPB Bogor, Udayana Denpasar dll. Tanpa sertifikat resmi dan valid, itu hanya membual.

5. Di bawah ini saya rekomendasikan program vaksinasi untuk ayam kampung tipe pedaging agar ayamnya punya kekebalan terhadap beberapa penyakit yang berpotensi akan menyerang ayam kampung yang kita pelihara. Tanpa program vaksinasi yang baik dan benar, lebih baik tidak usah pelihara, resikonya terlalu tinggi. Habis ayamnya.

Problemnya, tidak semua daerah bisa terjangkau oleh distribusi vaksin karena jauhnya jarak, terpencil dan karena jumlah pemeliharaan terlalu sedikit, kurang dari 1.000 ekor. Pada hal dosis vaksin yang beredar pada umunya berdosis 1.000 ekor tiap kemasan. Jalan keluarnya, berkelompok dengan teman yang berdekatan sehingga setiap chick in D.O.C bisa mencapai jumlah minimum 1.000 ekor. Jalan keluar tentang jangkauan distribusi vaksin, minta lah packing vaksin yang dikirim mesti rapi, pakai box stiroform dan pakai es yang tahan sampai 3 hari masih dingin di dalam box. Dan, itu ada es batu yang tahan dingin di dalam box sampai 3 hari (es tube).

Keterangan Foto :
Foto 1 : Brooding period ayam kampung;

Foto 2 : Ayam kampung masa finisher;

Foto 3 : Standar spesifikasi ayam KUB, ayam kampung lain belum ada standar-nya;

Foto 4 : Standar performance ayam KUB;

Foto 5 : Rekomendasi program vaksinansi ayam kampung sampai dengan umur 10 minggu

Sabtu, 15 Juli 2017

PAKAN HIJAUAN UNTUK SAPI PERAH, SAPI PEDAGING, DOMBING PERAH DAN DOMBING PEDAGING

PAKAN HIJAUAN UNTUK SAPI PERAH, SAPI PEDAGING, DOMBING PERAH DAN DOMBING PEDAGING

1. Pasture (rumput, grazing);
2. Rumput potong (soilage);
3. Silage (hijauan fermentasi secara pasif);
4. Hay (rumput dan atau jerami keringan);
5. Jerami kacang tanah (rèndèng);
6. Jerami kacang kedelai (titèn);
7. Kangkung kering (kangker);
8. Pucuk tebu;
9. Batang dan daun jagung muda (tebon);
10. Indigofera;
11. Kaliandra;
Dan lain-lain banyak sekali, bisa sampai >20 item.

Dengan porsi daun yang lebih banyak dan porsi batang lebih sedikit, maka nilai Total Digestible Nutrient (TDN) lebih tinggi, dari 50 - 52% menjadi 58-60%.

Apabila hijauan tersebut dilayukan dulu (diturunkan kadar airnya) dengan cara dijemur kena sinar matahari 4-5 jam atau diangin-anginkan di dalam gudang pososi berdiri selama 1-2 malam sampai kadar airnya kurang dari 30%, maka tingkat konsumsinya akan meningkat sampai dengan 2 kg bahan kering (BK) per hari. Dengan demikian, seekor sapi perah dapat meningkatkan konsumsi pakan dari 10 kg menjadi 12 kg BK per hari.

Tambahan 2 kg TDN per hari akan memberikan tambahan produksi sebanyak 5 liter susu karena setiap 0,4 kg TDN menghasilkan 1 liter susu per hari.

Dengan demikian terlihat bahwa, hanya dengan perlakuan minimal, yaitu batang hijauan dikurangi dan daunnya dilayukan sebelum diberikan kepada sapi perah, bisa meningkatkan produktifitas sapi perah secara signifikan (menyolok).

 
Blogger Templates