Sabtu, 31 Oktober 2015
Survive
Awalnya sih maen kesini antara mau dan ogah.
Soalnya dari dulu emang gak pernah suka sama pertunjukan hewan liar kayak gini.
Karena pada dasarnya ini kepala udah keseringan dicekokin hal-hal negative soal pertunjukan ini.
Katanya, si hewan-hewan yang mau dipentasin ini dibikin lapar dulu biar mereka mau nurut sama pelatihnya.
Kasian banget pikir saya, dan tega aja gitu.
Sempet di tahun 2012 akhir saya dan rekan-rekan bikin petisi supaya acara-acara sirkus kayak gini ditutup aja.
Tapi pas kemarin, rasanya gak adil juga kalau hanya cross check dari omongan orang aja tanpa langsung bertanya ke pengelola.
Karena emang wataknya gemini kali ya, kalau udah ada keinginan mesti dan harus dicapai.
Akhirnya, dengan modal name tag exhibitor di Tasik Festival 2015, saya berani aja nanya-nanya sama pengelola, dan kebetulan spv nya ramah. Saya sampailan keluhan saya soal sirkus ini. Dan ternyata dia gak kaget soal pertanyaan saya.
Karena emang menurut dia, hal-hal negative soal sirkus itu emang ada, dan itu dilakukan oleh banyak oknum.
Untuk sirkus yang dia dan rekan-rekan bawa, emang dari penangkaran resmi, dan dia liatin bukti semacam ijin resmi gitu.
Setelah itu, saya tanya lagi soal habitat asli si lumba-lumba, jawaban si SPV cukup kaget juga, soalnya si lumba-lumba ini bukan hanya dijadiin model sirkus, tapi dirawat juga, karena katanya dari beberapa lumba-lumba yang ada di penangkaran sebagian berasal dari pasien liar juga, yang dirawat dan tidak bisa dikembalikan ke lautan lepas, karena beberapa faktor katanya. Faktor yang paling penting sih, si Lumba-lumba ini gak bakalan bisa survive kalau dilepas liarkan, karena emang udah manja kali ya.
Pesan moralnya mungkin, sehebat apapun kita, sekeren apapun kita, dan seberguna apapun kita, kalau diri kita sudah terbiasa dengan hal-hal mudah, maka potensi-potensi hebat yang ada dalam diri kita akan hilang secara perlahan.
Karena diri kita sudah lemah, dan hanya bisa survive dari belas kasihan orang lain.
Semoga ini baik, Insha Allah
Soalnya dari dulu emang gak pernah suka sama pertunjukan hewan liar kayak gini.
Karena pada dasarnya ini kepala udah keseringan dicekokin hal-hal negative soal pertunjukan ini.
Katanya, si hewan-hewan yang mau dipentasin ini dibikin lapar dulu biar mereka mau nurut sama pelatihnya.
Kasian banget pikir saya, dan tega aja gitu.
Sempet di tahun 2012 akhir saya dan rekan-rekan bikin petisi supaya acara-acara sirkus kayak gini ditutup aja.
Tapi pas kemarin, rasanya gak adil juga kalau hanya cross check dari omongan orang aja tanpa langsung bertanya ke pengelola.
Karena emang wataknya gemini kali ya, kalau udah ada keinginan mesti dan harus dicapai.
Akhirnya, dengan modal name tag exhibitor di Tasik Festival 2015, saya berani aja nanya-nanya sama pengelola, dan kebetulan spv nya ramah. Saya sampailan keluhan saya soal sirkus ini. Dan ternyata dia gak kaget soal pertanyaan saya.
Karena emang menurut dia, hal-hal negative soal sirkus itu emang ada, dan itu dilakukan oleh banyak oknum.
Untuk sirkus yang dia dan rekan-rekan bawa, emang dari penangkaran resmi, dan dia liatin bukti semacam ijin resmi gitu.
Setelah itu, saya tanya lagi soal habitat asli si lumba-lumba, jawaban si SPV cukup kaget juga, soalnya si lumba-lumba ini bukan hanya dijadiin model sirkus, tapi dirawat juga, karena katanya dari beberapa lumba-lumba yang ada di penangkaran sebagian berasal dari pasien liar juga, yang dirawat dan tidak bisa dikembalikan ke lautan lepas, karena beberapa faktor katanya. Faktor yang paling penting sih, si Lumba-lumba ini gak bakalan bisa survive kalau dilepas liarkan, karena emang udah manja kali ya.
Pesan moralnya mungkin, sehebat apapun kita, sekeren apapun kita, dan seberguna apapun kita, kalau diri kita sudah terbiasa dengan hal-hal mudah, maka potensi-potensi hebat yang ada dalam diri kita akan hilang secara perlahan.
Karena diri kita sudah lemah, dan hanya bisa survive dari belas kasihan orang lain.
Semoga ini baik, Insha Allah
Rabu, 21 Oktober 2015
Abang dan Kakak
Kata orang-orang kalau punya anak jarak umurnya kedeketan (1-2th) biasanya sibling, tapi ayah yakin abang dan kakak bakalan terus saling menjaga.
Gak ada yang beda dengan perasaan ayah ke abang dan ke kakak, ayah sayang sama kalian dan itu berlaku untuk kini, nanti dan selamanya.
Insha Allah bulan depan adiknya abang sama kakak bakalan lahir, menurut USG sih adiknya laki-laki, tapi ayah gak tau apakah beneran bakalan terlahir laki-laki atau perempuan, yang jelas apapun itu ayah bakalan tetep sayang sama kalian bertiga nanti.
Buat abang, jangan marah ya kalau manja-manjaan kita berdua cuman 14bulan, soalnya kakak udah lahir pas abang 14bulan, kakak juga ya maafin ayah kalau pas kakak pengen digendong sama ayah, abang juga pengen digendong sama ayah, tapi kakak juga tau kan, walaupun abang minta digendong sama ayah, ayah tetep gendong kakak, kakak di kiri abang di kanan.
Kata orang-orang ayah lemah, tapi berkat kalian ayah selalu kuat. Buktinya ayah bisa gendong kalian sekaligus tanpa rasa lelah.
Malah orang-orang yang bilang ayah lemah pas gendong abang doang buat bentaran aja katanya udah pegel.
Ahhhhh, ayah sayang sama kalian...
Terus saling Sayang ya nak, ayah percaya itu.
Saling jaga, saling do'akan, saling melindungi.
Mulai bulan depan jangan rewel-rewel lagi ke bunda ya, biar bundanya fokus dulu ke ade, kan kalau adeknya sehat kita bisa jalan-jalan bareng.
Kalau mau rewel-rewel sama ayah aja ok.
Ayah do'ain semoga Abang dan Kakak bisa jadi hafidz Qur'an 30 juz di usia 15th, dan Ahli Hadits di usia 17th. Setelah itu jadilah pendakwah dalam Ihsan, Iman, dan Islam.
Do'ain ayah supaya ayah bisa dukung penuh untuk itu semua, baik secara financial maupun secara mental.
Semoga ini baik, Insha Allah.
Tasikmalaya, 22 Oktober 2015
Gak ada yang beda dengan perasaan ayah ke abang dan ke kakak, ayah sayang sama kalian dan itu berlaku untuk kini, nanti dan selamanya.
Insha Allah bulan depan adiknya abang sama kakak bakalan lahir, menurut USG sih adiknya laki-laki, tapi ayah gak tau apakah beneran bakalan terlahir laki-laki atau perempuan, yang jelas apapun itu ayah bakalan tetep sayang sama kalian bertiga nanti.
Buat abang, jangan marah ya kalau manja-manjaan kita berdua cuman 14bulan, soalnya kakak udah lahir pas abang 14bulan, kakak juga ya maafin ayah kalau pas kakak pengen digendong sama ayah, abang juga pengen digendong sama ayah, tapi kakak juga tau kan, walaupun abang minta digendong sama ayah, ayah tetep gendong kakak, kakak di kiri abang di kanan.
Kata orang-orang ayah lemah, tapi berkat kalian ayah selalu kuat. Buktinya ayah bisa gendong kalian sekaligus tanpa rasa lelah.
Malah orang-orang yang bilang ayah lemah pas gendong abang doang buat bentaran aja katanya udah pegel.
Ahhhhh, ayah sayang sama kalian...
Terus saling Sayang ya nak, ayah percaya itu.
Saling jaga, saling do'akan, saling melindungi.
Mulai bulan depan jangan rewel-rewel lagi ke bunda ya, biar bundanya fokus dulu ke ade, kan kalau adeknya sehat kita bisa jalan-jalan bareng.
Kalau mau rewel-rewel sama ayah aja ok.
Ayah do'ain semoga Abang dan Kakak bisa jadi hafidz Qur'an 30 juz di usia 15th, dan Ahli Hadits di usia 17th. Setelah itu jadilah pendakwah dalam Ihsan, Iman, dan Islam.
Do'ain ayah supaya ayah bisa dukung penuh untuk itu semua, baik secara financial maupun secara mental.
Semoga ini baik, Insha Allah.
Tasikmalaya, 22 Oktober 2015
Perumpamaan itu ditujukan bagi orang-orang yang berilmu (mari baca khusus bagi yang berilmu)
IBADAH HAJI
Sebelum masuk pada ritual haji kita akan kembali mengulas perihal Kabah. Seperti yang telah kita bahas di artikel sebelumnya, bahwa mitos kabah adalah buatan Ibrahim hanyalah dongeng yang dibuat oleh Muhammad untuk mengangkat martabat agama dan bangsanya. Fakta sebenarnya menunjukkan kabah adalah sebuah Kuil Hindu.
Silahkan lihat dilink berikut;
Sejarah Mekah dan Kabah
Istilah Kabah sendiri berasal dari kata Sanskrit Gabha (Garbha + Graha) yang berarti Sanctum (tempat suci).
Pada waktu itu Ka'bah di Mekkah telah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari 59:843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf, yaitu berjalan mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.
"Dari Abu Hurairah katanya: Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh Rasulullah sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang Musyrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musyrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan." ( Shahih Bukhari 8: 365 , 26:689)
Darimanakah ritual tawaf qudum ini berasal?
Praktek mengambil 7 langkah yang dikenal sebagai Saptapadi diasosiasikan dengan upacara perkawinan Hindu dan pemujaan api. Upacara klimaks dalam perkawinan Hindu yang menggabungkan pasangan pengantin mengelilingi api suci sebanyak empat kali (tapi kemudian disalah artikan nenek moyangnya Muhammad dengan 7 kali). Mengingat "Makha" / Mekah berari API, ketujuh tawaf itu membuktikan bahwa Mekah dahulunya dibangun sebagai pusat pemujaan dewa api.
Dalam melaksanakan ritual tersebut para penyembah berhala memakai pakaian yang disebut Ihram yang dipakai untuk menutup tubuh dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit, di mana sehelai diselubungkan di sekeliling bahu dan yang sehelai lagi diselubungkan di sekeliling pinggang. Sedangkan kepala, kedua belah tangan dan kaki tidak boleh tertutup. Pakaian ini jelas sekali adalah pakaian adat umat hindu kuno dalam berziarah ke kuil mereka. Penggunaan pakaian tersebut dimaksudkan agar mereka datang dalam dalam keadaan putih bersih.
Sebelum dilakukan thawaf qudum maka para jamaah ibadah haji harus sampai di muka batu hitam Hajar Aswad lalu membungkuk dan menyembah sambil mencium batu hitam tersebut sambil membaca :
"Ya Allah ku ! aku beriman kepada Mu dan membenarkan kitab Mu, dan memenuhi janji Mu serta mengikuti sunnah nabi Mu, yaitu penghulu kami Muhammad SAW"
( "Allahumma Imaanan Bika Wa Tashdieqan Bikitaabika Wa Wafaaan Bi'ahdika Wattibaa'an Lisunnati nabiyika Sayydinaa Muhammadin Shallalahu Alaihi Wasallam." )
Dari manakah ritual mencium Hajar Aswad, silahkan lihat link berikut:
Sucikah Hajar Aswad
Setelah mencium batu tersebut barulah ia dapat melakukan thawaf qudum (thawaf selamat datang) berjalan keliling Ka'bah sebanyak 7 kali.sambil membaca doa talbiyah yang berbunyi Labbaik alaahumma labbaik dst… Kalimat ini adalah kalimat pemujuaan yang bisa diucapkan para penyembah berhala untuk memuja Tuhan mereka. Silahkan lihat di Sirat Rasul Allah karangan Ibn Ishaq dan diedit oleh Ibn Hisham, edisi Mesir, bagian pertama, hal. 27 dan 28. Di buku itu tertulis bahwa kaum Arab pagan Quraish di jaman pra-Islam, biasa mengadakan ibadah agama yang dinamakan Ihlal dan mereka pun mengucapkan kalimat yang menyatakan keesaan Tuhan yang berbunyi: “Labbaika, Allahumma dst… Darimana kata Allah ini berasal ? Kata Allah adalah bahasa sansekerta yang merujuk pada tuhan, anda dapat menemukan kata ini dalam Kitab Suci Hindu yaitu Rigveda Book 3 Hymn 30 V. 10 dan Rigveda Book 9 Hymn 67 V. 30.
Setelah selesai thawaf qudum dilanjutkan dengan ritual Sa'i, yaitu melakukan perjalanan kaki dari bukit Marwah ke bukit Shafa yang berada dalam lingkungan Masjidil Haram sebanyak 7 kali. Pada jaman sebelum islam ritual Sa’i ini dilakukan dengan berlari diantara dua bukit yang disebut Shafa dan Marwah dimana ditiap bukit dipasang patung laki2 dan perempuan. (Washington Irving, Mahomet and his successors, halaman 31).
Para muslim yang pertama dulu sebenarnya enggan berlari antara Shafa dan Marwah seperti kaum berhala lakukan; tapi Muhammad mengancam mereka untuk tetap melakukan ritual tersebut dengan menurunkan QS 2 :158. (Sahih Bukhari 26: 706,710)
QS 2:158
Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.
Kemudian setelah itu pergi ke padang Arafah melakukan wukuf yaitu berada di padang Arafah mulai jam 12.00 siang sampai matahari terbenam. Selama berada dalam keadaan wukuf diwajibkan memikirkan perkara-perkara rohani dan membaca ayat-ayat Alquran. Di padang Arafah terdapat bukit Jabal Al Rahmat untuk dikunjungi.
Upacara ibadah berikutnya adalah berjalan ke Musdalifa untuk tinggal sepanjang malam, kemudian paginya pergi ke Mina untuk melakukan upacara melontarkan jumrah, yaitu melontarkan batu kerikil kepada si Iblis sebanyak 7 kali. Ada 3 jumrah, yaitu: jumrah ula, jumrah wustha, jumrah aqabah. Dengan demikian upacara melontarkan batu kerikil kepada si Iblis adalah sebanyak 7x3 = 21 kali.
Sementara itu pada tanggal 10 Dzulhijjah dilakukan penyembelihan hewan untuk kurban. Hewan yang dikurbankan pada umumnya adalah kambing, domba, sapi, unta. Selain dari pada itu diadakan upacara mencukur rambut atau menggunting rambut saja. Kemudian kembali ke Masjidil Haram di Mekkah untuk melakukan thawaf wada dan Sa'i antara bukit Shafa dan Marwa. Thawaf wada sebagai thawaf selamat tinggal.
Keseluruhan ritual penyembahan dewa2 diatas diadopsi Muhammad ke dalam Islam, untuk menyenangkan hati orang2 Mekah sekaligus untuk melestarikan pemasukan dari acara haji tersebut. Ingat, orang tua Muhammad dulunya adalah penjaga Kabah yang mendapat penghidupan dari jamaah yang menyembah patung2 di Kabah.
Sungguh tindakan nabi yang mulia, berniat menghancurkan berhala, namun justru jatuh pada upacara penyembahan berhala…
Sebelum masuk pada ritual haji kita akan kembali mengulas perihal Kabah. Seperti yang telah kita bahas di artikel sebelumnya, bahwa mitos kabah adalah buatan Ibrahim hanyalah dongeng yang dibuat oleh Muhammad untuk mengangkat martabat agama dan bangsanya. Fakta sebenarnya menunjukkan kabah adalah sebuah Kuil Hindu.
Silahkan lihat dilink berikut;
Sejarah Mekah dan Kabah
Istilah Kabah sendiri berasal dari kata Sanskrit Gabha (Garbha + Graha) yang berarti Sanctum (tempat suci).
Pada waktu itu Ka'bah di Mekkah telah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari 59:843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf, yaitu berjalan mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.
"Dari Abu Hurairah katanya: Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh Rasulullah sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang Musyrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musyrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan." ( Shahih Bukhari 8: 365 , 26:689)
Darimanakah ritual tawaf qudum ini berasal?
Praktek mengambil 7 langkah yang dikenal sebagai Saptapadi diasosiasikan dengan upacara perkawinan Hindu dan pemujaan api. Upacara klimaks dalam perkawinan Hindu yang menggabungkan pasangan pengantin mengelilingi api suci sebanyak empat kali (tapi kemudian disalah artikan nenek moyangnya Muhammad dengan 7 kali). Mengingat "Makha" / Mekah berari API, ketujuh tawaf itu membuktikan bahwa Mekah dahulunya dibangun sebagai pusat pemujaan dewa api.
Dalam melaksanakan ritual tersebut para penyembah berhala memakai pakaian yang disebut Ihram yang dipakai untuk menutup tubuh dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit, di mana sehelai diselubungkan di sekeliling bahu dan yang sehelai lagi diselubungkan di sekeliling pinggang. Sedangkan kepala, kedua belah tangan dan kaki tidak boleh tertutup. Pakaian ini jelas sekali adalah pakaian adat umat hindu kuno dalam berziarah ke kuil mereka. Penggunaan pakaian tersebut dimaksudkan agar mereka datang dalam dalam keadaan putih bersih.
Sebelum dilakukan thawaf qudum maka para jamaah ibadah haji harus sampai di muka batu hitam Hajar Aswad lalu membungkuk dan menyembah sambil mencium batu hitam tersebut sambil membaca :
"Ya Allah ku ! aku beriman kepada Mu dan membenarkan kitab Mu, dan memenuhi janji Mu serta mengikuti sunnah nabi Mu, yaitu penghulu kami Muhammad SAW"
( "Allahumma Imaanan Bika Wa Tashdieqan Bikitaabika Wa Wafaaan Bi'ahdika Wattibaa'an Lisunnati nabiyika Sayydinaa Muhammadin Shallalahu Alaihi Wasallam." )
Dari manakah ritual mencium Hajar Aswad, silahkan lihat link berikut:
Sucikah Hajar Aswad
Setelah mencium batu tersebut barulah ia dapat melakukan thawaf qudum (thawaf selamat datang) berjalan keliling Ka'bah sebanyak 7 kali.sambil membaca doa talbiyah yang berbunyi Labbaik alaahumma labbaik dst… Kalimat ini adalah kalimat pemujuaan yang bisa diucapkan para penyembah berhala untuk memuja Tuhan mereka. Silahkan lihat di Sirat Rasul Allah karangan Ibn Ishaq dan diedit oleh Ibn Hisham, edisi Mesir, bagian pertama, hal. 27 dan 28. Di buku itu tertulis bahwa kaum Arab pagan Quraish di jaman pra-Islam, biasa mengadakan ibadah agama yang dinamakan Ihlal dan mereka pun mengucapkan kalimat yang menyatakan keesaan Tuhan yang berbunyi: “Labbaika, Allahumma dst… Darimana kata Allah ini berasal ? Kata Allah adalah bahasa sansekerta yang merujuk pada tuhan, anda dapat menemukan kata ini dalam Kitab Suci Hindu yaitu Rigveda Book 3 Hymn 30 V. 10 dan Rigveda Book 9 Hymn 67 V. 30.
Setelah selesai thawaf qudum dilanjutkan dengan ritual Sa'i, yaitu melakukan perjalanan kaki dari bukit Marwah ke bukit Shafa yang berada dalam lingkungan Masjidil Haram sebanyak 7 kali. Pada jaman sebelum islam ritual Sa’i ini dilakukan dengan berlari diantara dua bukit yang disebut Shafa dan Marwah dimana ditiap bukit dipasang patung laki2 dan perempuan. (Washington Irving, Mahomet and his successors, halaman 31).
Para muslim yang pertama dulu sebenarnya enggan berlari antara Shafa dan Marwah seperti kaum berhala lakukan; tapi Muhammad mengancam mereka untuk tetap melakukan ritual tersebut dengan menurunkan QS 2 :158. (Sahih Bukhari 26: 706,710)
QS 2:158
Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.
Kemudian setelah itu pergi ke padang Arafah melakukan wukuf yaitu berada di padang Arafah mulai jam 12.00 siang sampai matahari terbenam. Selama berada dalam keadaan wukuf diwajibkan memikirkan perkara-perkara rohani dan membaca ayat-ayat Alquran. Di padang Arafah terdapat bukit Jabal Al Rahmat untuk dikunjungi.
Upacara ibadah berikutnya adalah berjalan ke Musdalifa untuk tinggal sepanjang malam, kemudian paginya pergi ke Mina untuk melakukan upacara melontarkan jumrah, yaitu melontarkan batu kerikil kepada si Iblis sebanyak 7 kali. Ada 3 jumrah, yaitu: jumrah ula, jumrah wustha, jumrah aqabah. Dengan demikian upacara melontarkan batu kerikil kepada si Iblis adalah sebanyak 7x3 = 21 kali.
Sementara itu pada tanggal 10 Dzulhijjah dilakukan penyembelihan hewan untuk kurban. Hewan yang dikurbankan pada umumnya adalah kambing, domba, sapi, unta. Selain dari pada itu diadakan upacara mencukur rambut atau menggunting rambut saja. Kemudian kembali ke Masjidil Haram di Mekkah untuk melakukan thawaf wada dan Sa'i antara bukit Shafa dan Marwa. Thawaf wada sebagai thawaf selamat tinggal.
Keseluruhan ritual penyembahan dewa2 diatas diadopsi Muhammad ke dalam Islam, untuk menyenangkan hati orang2 Mekah sekaligus untuk melestarikan pemasukan dari acara haji tersebut. Ingat, orang tua Muhammad dulunya adalah penjaga Kabah yang mendapat penghidupan dari jamaah yang menyembah patung2 di Kabah.
Sungguh tindakan nabi yang mulia, berniat menghancurkan berhala, namun justru jatuh pada upacara penyembahan berhala…
Selasa, 20 Oktober 2015
Setelah baca, diskusikan di WA 08986799165
Ka’bah atau Kaba dibangun oleh Ibrahim (Abraham / Brahma) yaitu yang “menurunkan” bangsa Arab, merupakan ‘rumah Allah’ kemudian diyakini serta dijadikan pusat arah ritual shalat dan diputari tujuh kali dalam ritual tahunan sampai-sampai ada keyakinan bahwa mencium batu hitam dan mengusap dinding kaba akan mendapatkan tempat di surga.
Dikeluarkanlah uang jutaan Rupiah untuk datang dalam setahun sekali atau sekali dalam seumur hidup untuk berkumpul bersama mengelilingi Kaba dan melempari tonggak batu dan berkumpul di lapangan pasir tandus juga berlari hilir mudik di antara dua tempat, hal ini mirip ritual paganisme. Mengelilingi kaba itu adalah tradisi dan budaya Qurais kuno sebelum kelahiran Muhammad juga ‘lari-lari kecil’ mondar-mandir antara dua tempat dan yang lainnya.Allah berasal dari kata Lah (sesuatu, seseorang) kemudian ada ‘ilah’ (sesembahan) meminjam dari kalimat ‘ilahinaas‘. Kemudian ‘ilah’ dikawinkan denga ‘al’ (alif lam) sebagai perubahan predikat pelengkap keterangan menjadi ‘subjek, kemudian menjadi kata Allah dengan artian ‘Tuhan’ (Tuha / Tua / Tao / Theo / Theis / Toa / Tau / Tho (yang artinya “sesepuh atau kokolot”).Pada waktu itu kaba di Mekah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari 59:843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf, yaitu berjalan mengelilingi Kaba sebanyak 7 kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.Abu Hurairah mengatakan: Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh rasulullah sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang musyrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Kaba dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musyrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di kaba dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan.” ( Shahih Bukhari 8: 365 , 26:689)
Dari manakah ritual tawaf qudum ini berasal? Praktek mengambil 7 langkah yang dikenal sebagai Saptapadi diasosiasikan dengan upacara perkawinan Hindu dan pemujaan api. Upacara puncak dalam perkawinan Hindu yang menggabungkan pasangan pengantin mengelilingi api suci sebanyak empat kali (tapi kemudian disalah artikan oleh nenek moyangnya Muhammad menjadi 7 kali). Mengingat “Makha” atau Mekah itu artinya API. Ketujuh tawaf itu membuktikan bahwa Mekah dahulunya dibangun sebagai pusat pemujaan Dewa Api.
Dalam melaksanakan ritual tersebut para penyembah berhala memakai pakaian yang disebut Ihram yang dipakai untuk menutup tubuh dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit, di mana sehelai diselubungkan di sekeliling bahu dan yang sehelai lagi diselubungkan di sekeliling pinggang. Sedangkan kepala, kedua belah tangan dan kaki tidak boleh tertutup. Pakaian ini jelas sekali adalah pakaian umat Hindu kuno dalam berziarah ke kuil mereka. Penggunaan pakaian tersebut dimaksudkan agar mereka datang dalam dalam keadaan putih bersih.
Para muslim yang terdahulu sebenarnya enggan berlari antara Shafa dan Marwah seperti kaum pemuja berhala lakukan; tapi Muhammad mengancam mereka untuk tetap melakukan ritual tersebut dengan menurunkan QS 2 : 158. (Sahih Bukhari 26: 706,710)
QS 2 : 158 Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.
Mengenai Arab : Arabia itu adalah kata singkatan. Kata aslinya yang bahkan masih digunakan saat ini adalah Arbashtan, asal katanya adalah Arvasthan. Seperti dalam bahasa Sang-Sakerta, huruf “V” diganti jadi huruf “B” seperti pada kata devata menjadi debata kemudiana menjadi dewata.
Arva dalam bahasa Sangsakerta berarti “kuda”. Arvasthan berarti “Tanah Kuda”, dan kita tahu bahwa Arabia memang terkenal akan kuda2nya. Pusat ibadah yakni Mekah juga berasal dari bahasa Sangsakerta. Kata Makha dalam bahasa Sangsakerta berarti “api persembahan”. Karena penyembahan terhadap “Api Veda” dilakukan di seluruh daerah Asia Barat di jaman pra-Islam, dengan demikian Makha itu merupakan tempat yang memiliki kuil untuk menyembah api.
Hal ini secara jelas menunjukkan bahwa Jazirah Arab, jauh sebelum masa Islam, adalah jajahan dari Kerajaan India kuno. Menurut sejarah, para Maharaja Chandragupta (58 S.M. – 415 M.) atau Maharaja dinasti Bulan (Chandra) telah memperluas Kerajaan Hindu yang mencakup India, hingga jauh sampai keseluruh Teluk Arabia. Para Maharaja ini adalah pengikut setia dewa-dewi Hindu khususnya Dewa Shiva (dewa bulan-Allat) dan istrinya Dewi Dhurga (dewi bulan = Allah).
Para Maharaja mempersembahkan kepada dewa-dewa mereka bangunan-bangunan kuil diseluruh wilayah kerajaan mereka (di Saudi Arabia saja sedikitnya ada 7 kuil peninggalan mereka, termasuk Kaba yang dibangun dimasa Raja Vikramaditya masih berdiri sampai saat ini).
Bahkan setelah kerajaan Hindu ini runtuh, penduduk Arab masih percaya dan menyembah dewa-dewa itu dan mengagungkan kuil-kuil yang ada sampai datangnya masa Muhammad.
Naskah Raja Vikramaditya yang ditemukan di dalam Kaba di Mekah merupakan bukti yang tidak dapat disangkal bahwa Jazirah Arabia merupakan bagian dari Kekaisaran India dimasa lalu, dan dia yang sangat menjunjung tinggi Dewa Shiva lalu membangun kuil Shiva yang bernama Kaba. Naskah penting Vikramaditya ditemukan tertulis pada sebuah cawan emas di dalam Kaba di Mekah, dan tulisan ini dicantumkan di halaman 315 dari buku yang berjudul `Sayar-ul-Okul’ yang disimpan di perpustakaan Makhtabe-Sultania di Istanbul, Turki.
Inilah tulisan Arabnya dalam huruf latin:
“Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid min howa Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem. Yundan… blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa- rateen phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman burukankad toluho watastaru hihila Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya jaunabilamary Bikramatum”. (Page 315 Sayar-ul-okul).
Terjemahan bahasa Indonesianya adalah:
Beruntunglah mereka yang lahir dan hidup di masa kekuasaan Raja Vikram. Dia adalah orang yang berbudi, pemimpin yang murah hati, berbakti pada kemakmuran rakyatnya. Tapi pada saat itu kami bangsa Arab tidak mempedulikan Tuhan dan memuaskan kenikmatan berahi. Kejahatan dan penyiksaan terjadi di mana2. Kekelaman dosa melanda negeri kami. Seperti domba berjuang mempertahankan nyawa dari cakaran kejam serigala, kami bangsa Arab terperangkap dalam dosa. Seluruh negeri dibungkus kegelapan begitu pekat seperti malam bulan baru. Tapi fajar saat ini dan sinar mentari penuh ajaran yang menyejukkan adalah hasil kebaikan sang Raja mulia Vikramaditya yang pimpinan bijaksananya tidak melupakan kami yang adalah orang2 asing. Dia menyebarkan agamanya yang suci diantara kami dan mengirim ahli2 yang cemerlang bersinar bagaikan matahari dari negerinya kepada kami. Para ahli dan pengajar ini datang ke negeri kami untuk berkhotbah tentang agama mereka dan menyampaikan pendidikan atas nama Raja Vikramaditya. Mereka menyampaikan bimbingan sehingga kami sadar kembali akan kehadiran Tuhan, diperkenalkan kepada keberadaanNya yang suci dan ditempatkan di jalan yang Benar.”
Istilah Kaba sendiri berasal dari kata Sangsakerta, Gabha (Garbha + Graha) yg berarti Sanctum (tempat suci). Kitab suci Weda Harihareswar Mahatmya menyebut bahwa jejak kaki Dewa Wisnu disucikan di Mekah. Bukti akan fakta ini adalah bahwa Muslim menyebut kuil ini Harram yang merupakan penyesuaian dari kata Sangsakerta, Hariyam, yaitu tempat Dewa Hari alias Dewa Vishnu. Jejak kaki Vishnu disucikan di tiga tempat suci: Gaya, Mekah dan Shukla Teertha. Mengukir jejak kaki macam itu merupakan adat Weda yang dicontek Muslim. Muslim menganggap bahwa ukiran jejak kaki ini disejumlah mesjid dan tempat2 suci Muslim diseputar dunia adalah jejak kaki Muhammad ! Di luar kuil hindu, biasanya juga terdapat singgasana Dewa Brahma, oleh karenanya di Mekah, singgasana Brahma itu dianggap sebagai makam Ibrahim (Abraham / Brahma).
Tradisi Hindu lainnya yang masih berhubungan dengan Kaba adalah sungai Gangga, menurut tradisi Hindu, Gangga tidak dapat dipisahkan dari lambang Dewa Shiva sebagai bulan Sabit, dimanapun lambang Shiva (bulan sabit) disitu pasti juga terdapat Gangga, fakta dari persatuan tersebut terdapat di dekat Kaba. Airnya dianggap keramat karena secara tradisional sudah dianggap sebagai Gangga sebelum Islam (yaitu Zam-zam). Bahkan hingga hari ini, para peziarah Muslim yang menyaksikan Kaba untuk haji memandang Zam-zam ini dengan penghormatan hingga menaruhnya kedalam botol sebagai Air keramat bagi mereka, sama seperti yang dilakukan umat Hindu India terhadap kesucian sungai Gangga.
Dikeluarkanlah uang jutaan Rupiah untuk datang dalam setahun sekali atau sekali dalam seumur hidup untuk berkumpul bersama mengelilingi Kaba dan melempari tonggak batu dan berkumpul di lapangan pasir tandus juga berlari hilir mudik di antara dua tempat, hal ini mirip ritual paganisme. Mengelilingi kaba itu adalah tradisi dan budaya Qurais kuno sebelum kelahiran Muhammad juga ‘lari-lari kecil’ mondar-mandir antara dua tempat dan yang lainnya.Allah berasal dari kata Lah (sesuatu, seseorang) kemudian ada ‘ilah’ (sesembahan) meminjam dari kalimat ‘ilahinaas‘. Kemudian ‘ilah’ dikawinkan denga ‘al’ (alif lam) sebagai perubahan predikat pelengkap keterangan menjadi ‘subjek, kemudian menjadi kata Allah dengan artian ‘Tuhan’ (Tuha / Tua / Tao / Theo / Theis / Toa / Tau / Tho (yang artinya “sesepuh atau kokolot”).Pada waktu itu kaba di Mekah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari 59:843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf, yaitu berjalan mengelilingi Kaba sebanyak 7 kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.Abu Hurairah mengatakan: Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh rasulullah sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang musyrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Kaba dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musyrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di kaba dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan.” ( Shahih Bukhari 8: 365 , 26:689)
Dari manakah ritual tawaf qudum ini berasal? Praktek mengambil 7 langkah yang dikenal sebagai Saptapadi diasosiasikan dengan upacara perkawinan Hindu dan pemujaan api. Upacara puncak dalam perkawinan Hindu yang menggabungkan pasangan pengantin mengelilingi api suci sebanyak empat kali (tapi kemudian disalah artikan oleh nenek moyangnya Muhammad menjadi 7 kali). Mengingat “Makha” atau Mekah itu artinya API. Ketujuh tawaf itu membuktikan bahwa Mekah dahulunya dibangun sebagai pusat pemujaan Dewa Api.
Dalam melaksanakan ritual tersebut para penyembah berhala memakai pakaian yang disebut Ihram yang dipakai untuk menutup tubuh dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit, di mana sehelai diselubungkan di sekeliling bahu dan yang sehelai lagi diselubungkan di sekeliling pinggang. Sedangkan kepala, kedua belah tangan dan kaki tidak boleh tertutup. Pakaian ini jelas sekali adalah pakaian umat Hindu kuno dalam berziarah ke kuil mereka. Penggunaan pakaian tersebut dimaksudkan agar mereka datang dalam dalam keadaan putih bersih.
Para muslim yang terdahulu sebenarnya enggan berlari antara Shafa dan Marwah seperti kaum pemuja berhala lakukan; tapi Muhammad mengancam mereka untuk tetap melakukan ritual tersebut dengan menurunkan QS 2 : 158. (Sahih Bukhari 26: 706,710)
QS 2 : 158 Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.
Mengenai Arab : Arabia itu adalah kata singkatan. Kata aslinya yang bahkan masih digunakan saat ini adalah Arbashtan, asal katanya adalah Arvasthan. Seperti dalam bahasa Sang-Sakerta, huruf “V” diganti jadi huruf “B” seperti pada kata devata menjadi debata kemudiana menjadi dewata.
Arva dalam bahasa Sangsakerta berarti “kuda”. Arvasthan berarti “Tanah Kuda”, dan kita tahu bahwa Arabia memang terkenal akan kuda2nya. Pusat ibadah yakni Mekah juga berasal dari bahasa Sangsakerta. Kata Makha dalam bahasa Sangsakerta berarti “api persembahan”. Karena penyembahan terhadap “Api Veda” dilakukan di seluruh daerah Asia Barat di jaman pra-Islam, dengan demikian Makha itu merupakan tempat yang memiliki kuil untuk menyembah api.
Hal ini secara jelas menunjukkan bahwa Jazirah Arab, jauh sebelum masa Islam, adalah jajahan dari Kerajaan India kuno. Menurut sejarah, para Maharaja Chandragupta (58 S.M. – 415 M.) atau Maharaja dinasti Bulan (Chandra) telah memperluas Kerajaan Hindu yang mencakup India, hingga jauh sampai keseluruh Teluk Arabia. Para Maharaja ini adalah pengikut setia dewa-dewi Hindu khususnya Dewa Shiva (dewa bulan-Allat) dan istrinya Dewi Dhurga (dewi bulan = Allah).
Para Maharaja mempersembahkan kepada dewa-dewa mereka bangunan-bangunan kuil diseluruh wilayah kerajaan mereka (di Saudi Arabia saja sedikitnya ada 7 kuil peninggalan mereka, termasuk Kaba yang dibangun dimasa Raja Vikramaditya masih berdiri sampai saat ini).
Bahkan setelah kerajaan Hindu ini runtuh, penduduk Arab masih percaya dan menyembah dewa-dewa itu dan mengagungkan kuil-kuil yang ada sampai datangnya masa Muhammad.
Naskah Raja Vikramaditya yang ditemukan di dalam Kaba di Mekah merupakan bukti yang tidak dapat disangkal bahwa Jazirah Arabia merupakan bagian dari Kekaisaran India dimasa lalu, dan dia yang sangat menjunjung tinggi Dewa Shiva lalu membangun kuil Shiva yang bernama Kaba. Naskah penting Vikramaditya ditemukan tertulis pada sebuah cawan emas di dalam Kaba di Mekah, dan tulisan ini dicantumkan di halaman 315 dari buku yang berjudul `Sayar-ul-Okul’ yang disimpan di perpustakaan Makhtabe-Sultania di Istanbul, Turki.
Inilah tulisan Arabnya dalam huruf latin:
“Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid min howa Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem. Yundan… blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa- rateen phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman burukankad toluho watastaru hihila Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya jaunabilamary Bikramatum”. (Page 315 Sayar-ul-okul).
Terjemahan bahasa Indonesianya adalah:
Beruntunglah mereka yang lahir dan hidup di masa kekuasaan Raja Vikram. Dia adalah orang yang berbudi, pemimpin yang murah hati, berbakti pada kemakmuran rakyatnya. Tapi pada saat itu kami bangsa Arab tidak mempedulikan Tuhan dan memuaskan kenikmatan berahi. Kejahatan dan penyiksaan terjadi di mana2. Kekelaman dosa melanda negeri kami. Seperti domba berjuang mempertahankan nyawa dari cakaran kejam serigala, kami bangsa Arab terperangkap dalam dosa. Seluruh negeri dibungkus kegelapan begitu pekat seperti malam bulan baru. Tapi fajar saat ini dan sinar mentari penuh ajaran yang menyejukkan adalah hasil kebaikan sang Raja mulia Vikramaditya yang pimpinan bijaksananya tidak melupakan kami yang adalah orang2 asing. Dia menyebarkan agamanya yang suci diantara kami dan mengirim ahli2 yang cemerlang bersinar bagaikan matahari dari negerinya kepada kami. Para ahli dan pengajar ini datang ke negeri kami untuk berkhotbah tentang agama mereka dan menyampaikan pendidikan atas nama Raja Vikramaditya. Mereka menyampaikan bimbingan sehingga kami sadar kembali akan kehadiran Tuhan, diperkenalkan kepada keberadaanNya yang suci dan ditempatkan di jalan yang Benar.”
Istilah Kaba sendiri berasal dari kata Sangsakerta, Gabha (Garbha + Graha) yg berarti Sanctum (tempat suci). Kitab suci Weda Harihareswar Mahatmya menyebut bahwa jejak kaki Dewa Wisnu disucikan di Mekah. Bukti akan fakta ini adalah bahwa Muslim menyebut kuil ini Harram yang merupakan penyesuaian dari kata Sangsakerta, Hariyam, yaitu tempat Dewa Hari alias Dewa Vishnu. Jejak kaki Vishnu disucikan di tiga tempat suci: Gaya, Mekah dan Shukla Teertha. Mengukir jejak kaki macam itu merupakan adat Weda yang dicontek Muslim. Muslim menganggap bahwa ukiran jejak kaki ini disejumlah mesjid dan tempat2 suci Muslim diseputar dunia adalah jejak kaki Muhammad ! Di luar kuil hindu, biasanya juga terdapat singgasana Dewa Brahma, oleh karenanya di Mekah, singgasana Brahma itu dianggap sebagai makam Ibrahim (Abraham / Brahma).
Tradisi Hindu lainnya yang masih berhubungan dengan Kaba adalah sungai Gangga, menurut tradisi Hindu, Gangga tidak dapat dipisahkan dari lambang Dewa Shiva sebagai bulan Sabit, dimanapun lambang Shiva (bulan sabit) disitu pasti juga terdapat Gangga, fakta dari persatuan tersebut terdapat di dekat Kaba. Airnya dianggap keramat karena secara tradisional sudah dianggap sebagai Gangga sebelum Islam (yaitu Zam-zam). Bahkan hingga hari ini, para peziarah Muslim yang menyaksikan Kaba untuk haji memandang Zam-zam ini dengan penghormatan hingga menaruhnya kedalam botol sebagai Air keramat bagi mereka, sama seperti yang dilakukan umat Hindu India terhadap kesucian sungai Gangga.
Sabtu, 17 Oktober 2015
Stan Pameran As-Salam di Tasik Festival 2015
Kunjungi Stan As-Salam di Tasik Festival 2015.
Ada banyak olahan pangan organik, selain Susu Kambing dan Susu Sapi, tapi ada juga olahan dari Beras Hitam, Jamur, Telur bebek, serta beragam pameran sayuran serta buah-buahan konsumsi yang ditanam di dalam Pol Polly Bag.
Dan yang lebih asyiknya lagi setiap pengunjung akan di edukasi soal tani ternak modern langsung sama owner dan founder As-Salam Agri Trimurti.
Khusus untuk konsultasi tani ternak modern ada di hari Minggu, Selasa, Kamis, dan Sabtu pada jam 12:35-14:45 WIB.
Ada banyak olahan pangan organik, selain Susu Kambing dan Susu Sapi, tapi ada juga olahan dari Beras Hitam, Jamur, Telur bebek, serta beragam pameran sayuran serta buah-buahan konsumsi yang ditanam di dalam Pol Polly Bag.
Dan yang lebih asyiknya lagi setiap pengunjung akan di edukasi soal tani ternak modern langsung sama owner dan founder As-Salam Agri Trimurti.
Khusus untuk konsultasi tani ternak modern ada di hari Minggu, Selasa, Kamis, dan Sabtu pada jam 12:35-14:45 WIB.
Jumat, 16 Oktober 2015
Piagam Penghargaan
Piagam penghargaan dari Wali Kota Tasikmalaya untuk As-Salam atas dedikasinya Kepada Kota Tasikmalaya Sebagai Juara 1 Kategori Ternak Kambing dalam rangka Kontes Ternak Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2015
Undangan dari Wali Kota Tasikmalaya
Di titimangsa mah tanggal 12, padahal mah datengnya kemarin sore.
Mohon do'a untuk As-Salam atau Rahayu atau Selamat agar senantiasa istiqomah dalam pembibitan dan budidaya peternakan maupun pertaniannya agar bisa menjadi sentral pangan organik dan modern guna kesejahteraan dan kemandirian masyarakat Indonesia Pada umumnya dan Masyarakat Jawa Barat pada khususnya, terlebih untuk masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya, Insha Allah
Mohon do'a untuk As-Salam atau Rahayu atau Selamat agar senantiasa istiqomah dalam pembibitan dan budidaya peternakan maupun pertaniannya agar bisa menjadi sentral pangan organik dan modern guna kesejahteraan dan kemandirian masyarakat Indonesia Pada umumnya dan Masyarakat Jawa Barat pada khususnya, terlebih untuk masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya, Insha Allah
Minggu, 04 Oktober 2015
05 Oktober 2015
Hari Senin pertama di Bulan yang penuh sakral.
Setelah melewati bulan kecerian tiba saatnya menghadapi bulan yang penuh dengan rada syukur.
Kalau orang Indonesia menyebut September itu bulan ceria, rasa-rasanya memang seperti itulah adanya. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena memang di Bulan September 2015 lha, segala hal yang indah terjadi dalam hidup saya, dan itu dimulai tepat dari tanggal 01 September, dimana tepat pada tanggal itu, saya dan kambing saya mendapatkan juara kontes terbanyak, bahkan bisa 5 piala, dengan 3 di antaranya juara 1, yaitu Juara 1 Raja Pejantan, Juara 1 Ratu Bibit, dan Juara 1 Peternakan Unggulan.
Sebelum berakhir rasa bahagia akan prestasi tersebut, saya sekeluarga dengan selamat dan lancar tanpa hambatan bisa mendarat di Jambi pada tanggal 4 September, padahal menurut berita, sudah 4hari itu tidak ada pendaratan di Jambi sana, akibat buruknya cuaca yang dikarenakan bencana asap dan kabut yang sampai saat ini belum juga bisa teratasi. Selama satu minggu saya di Jambi, kami sekeluarga merasa betah, padahal sebelum-sebelumnya anak-anak kalau dibawa ke Jambi suka merengek-rengek gak jelas, yang bikin suasana gak nyaman. Seteleah satu Minggu saya di Jambi, untuk pertama kalinya saya pergi ke Palembang, walaupun di Pelambang cuman sebentar, tapi cukup memuaskan dengan jamuannya, dan untuk orang yang pertama kali ke Palembang, saya langsung dibuat betah berada di sana. Sepulang dari Pelambang pada Tanggal 13 September, di rumah saya sudah ditunggu oleh beberapa Investor yang mau ikut gabung dalam bisnis Kambing PE saya, rasa lelah yang adapum langsung sirna setelah si merah soekarno-hatta berhamburan berlairan ke BNI dan BCA a.n Pandu Rahayu.
Berlanjut di tanggal 14 September, ada telpon dari Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat yang menyuruh untuk membuat profile Peternakan As-Salam guna pelaporan ke pemerintah pusat untuk diberikan pengharagaan langsung dari presiden, kalau lolos dan layak sebagai usaha Peternakan skala Nasional, maka akan diundang secara khusus ke Istana oleh Presiden, Insha Allah.
Di Tanggal 18 September, saya berangkat ke Jakarta jemput anak dan istri yang baru pulang dari Jakarta, sebelum jemput istri (karena datangnya malam minggu), saya keliling-keliling dulu di Kota Tangerang, ternyata Tangerang itu kotanya cukup nyaman dan Lumayan tertata rapi, cuman sayangnya makanannya kurang seberagam Tasikmalaya. Tanggal 20 September saya dan keluarga sampai di Tasikmalaya.
Kejutan datang lagi pada tanggal 21 September, kali ini yang memberi kejutan Bapak Wali Kota Tasikmalaya, dengan instruksi mendadak mau silaturahim ke Peternakan As-Salam, padahal kalau yang lain biasanya sengaja mengundang, kalau kami malah sengaja didatengin, kalau bagi sebagian orang ini biasa, tapi bagi saya ini cukup luar biasa, karena bisa diperhatikan khusus oleh pemerintah setempat.
Di Tanggal 22 September, untuk pertama kalinya saya ke Bandung pake Kereta Api executive dengan harga murah, padahal biasanya kalau ke Bandung itu cukup lumayan juga harganya, yaitu 250ribuan, saat itu saya beli tiket cuman 70ribu, bagi saya yang cuman petani kampung selisih harga segitu cukup menyenangkan. Tanggal 23 saya sudah di Tasikmalaya lagi, tidak ada acara khusus selain persiapan buat qurban. Pas tanggal 24 September kayaknya seluruh umat muslim merayakan hal yang sama yakni Hari Raya Idul Adha, mungkin bagi yang lain hari rayanya masih gitu-gitu aja, cuman beda bagi saya, sebelum saya menyembelih sapi dan domba, Allah sudah mengganti duluan,.dengan lahirannya sapi cantik bernama Pevita, tepat ketika orang berduyun-duyun hendak melakukan solat ied, nah si Pevita ini ketahuan kontraksi, dan Alhamdulillah, terlahirlha seekor sapi jantan yang gemesin. September memang ceria bagi saya, walaupun diselipi oleh beberapa tragedi yang membuat haru umat muslim yang sedang melakukan ibadah haji, tapi apakah itu sebuah musibah atau sebuah kasih sayang Allah untuk meng syahidkan hambanya, kita tidak tau dan pikiran kita tidak cukup sampai untuk semua hikmah yang ada. Karena seperti kita tau, setelah beberapa kejadian itu, ada banyak hikmah, seperti akan diberangkatkannya dua orang di keluarga yang menjadi korban tragedi di Mekkah sana. Selain kesempatan untuk haji bantuan berupa uang tunaipun didapatkan oleh keluarga korban, oh Iya maaf apakah mereka yang meninggal itu bisa disebut sebagai korban, dengan banyaknya hikmah yang diterima oleh keluarga baik yang masih hidup maupun keluarganya yang meninggal, karena dilihat dari beberapa riwayat dengan banyaknya keistimewaan bagi orang yang meninggal di kejadian-kejadian hebat yang terjadi pada musim haji 2015 ini.
Lewat tanggal 24 September, di Tanggal 25 nya, si Motor Sexy saya yang bernama Gerry (Yamaha N Max 155cc) sudah jadi STNK nya, dan si Gerry pun sudah siap diajak buat touring keliling negeri. Dari tanggal 26-29 dipenuhi oleh keseruan bersama keluarga kecilku yang selalu bahagia, dari mulai jalan-jalan keliling kota bareng si gerry, makan di rumah makan dengan formasi kumplit, dilanjut dengan keceriaan-keceriaan yang lainnya.
Bulan September diakhiri dengan tanggal 30, di tanggal ini di isi dengan acara rapat dan temu silaturahim Kepala Sekolah TK se Tasikmalaya.
Cukup melelahkan Bulan September ini, tapi bagi saya juga ini cukup menggembirakan.
Terimakasih September ceria, kau telah memberi saya keceriaan yang berlebih.
Dan sekarang tiba saatnya saya menapaki keistimewaan Oktober, dan ini sudah di Tanggal 5, saya harap akan selalu ceria di tanggal 5 ini, karena 05 Oktober bagi saya adalah sebuah keistimewaan.
Setelah melewati bulan kecerian tiba saatnya menghadapi bulan yang penuh dengan rada syukur.
Kalau orang Indonesia menyebut September itu bulan ceria, rasa-rasanya memang seperti itulah adanya. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena memang di Bulan September 2015 lha, segala hal yang indah terjadi dalam hidup saya, dan itu dimulai tepat dari tanggal 01 September, dimana tepat pada tanggal itu, saya dan kambing saya mendapatkan juara kontes terbanyak, bahkan bisa 5 piala, dengan 3 di antaranya juara 1, yaitu Juara 1 Raja Pejantan, Juara 1 Ratu Bibit, dan Juara 1 Peternakan Unggulan.
Sebelum berakhir rasa bahagia akan prestasi tersebut, saya sekeluarga dengan selamat dan lancar tanpa hambatan bisa mendarat di Jambi pada tanggal 4 September, padahal menurut berita, sudah 4hari itu tidak ada pendaratan di Jambi sana, akibat buruknya cuaca yang dikarenakan bencana asap dan kabut yang sampai saat ini belum juga bisa teratasi. Selama satu minggu saya di Jambi, kami sekeluarga merasa betah, padahal sebelum-sebelumnya anak-anak kalau dibawa ke Jambi suka merengek-rengek gak jelas, yang bikin suasana gak nyaman. Seteleah satu Minggu saya di Jambi, untuk pertama kalinya saya pergi ke Palembang, walaupun di Pelambang cuman sebentar, tapi cukup memuaskan dengan jamuannya, dan untuk orang yang pertama kali ke Palembang, saya langsung dibuat betah berada di sana. Sepulang dari Pelambang pada Tanggal 13 September, di rumah saya sudah ditunggu oleh beberapa Investor yang mau ikut gabung dalam bisnis Kambing PE saya, rasa lelah yang adapum langsung sirna setelah si merah soekarno-hatta berhamburan berlairan ke BNI dan BCA a.n Pandu Rahayu.
Berlanjut di tanggal 14 September, ada telpon dari Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat yang menyuruh untuk membuat profile Peternakan As-Salam guna pelaporan ke pemerintah pusat untuk diberikan pengharagaan langsung dari presiden, kalau lolos dan layak sebagai usaha Peternakan skala Nasional, maka akan diundang secara khusus ke Istana oleh Presiden, Insha Allah.
Di Tanggal 18 September, saya berangkat ke Jakarta jemput anak dan istri yang baru pulang dari Jakarta, sebelum jemput istri (karena datangnya malam minggu), saya keliling-keliling dulu di Kota Tangerang, ternyata Tangerang itu kotanya cukup nyaman dan Lumayan tertata rapi, cuman sayangnya makanannya kurang seberagam Tasikmalaya. Tanggal 20 September saya dan keluarga sampai di Tasikmalaya.
Kejutan datang lagi pada tanggal 21 September, kali ini yang memberi kejutan Bapak Wali Kota Tasikmalaya, dengan instruksi mendadak mau silaturahim ke Peternakan As-Salam, padahal kalau yang lain biasanya sengaja mengundang, kalau kami malah sengaja didatengin, kalau bagi sebagian orang ini biasa, tapi bagi saya ini cukup luar biasa, karena bisa diperhatikan khusus oleh pemerintah setempat.
Di Tanggal 22 September, untuk pertama kalinya saya ke Bandung pake Kereta Api executive dengan harga murah, padahal biasanya kalau ke Bandung itu cukup lumayan juga harganya, yaitu 250ribuan, saat itu saya beli tiket cuman 70ribu, bagi saya yang cuman petani kampung selisih harga segitu cukup menyenangkan. Tanggal 23 saya sudah di Tasikmalaya lagi, tidak ada acara khusus selain persiapan buat qurban. Pas tanggal 24 September kayaknya seluruh umat muslim merayakan hal yang sama yakni Hari Raya Idul Adha, mungkin bagi yang lain hari rayanya masih gitu-gitu aja, cuman beda bagi saya, sebelum saya menyembelih sapi dan domba, Allah sudah mengganti duluan,.dengan lahirannya sapi cantik bernama Pevita, tepat ketika orang berduyun-duyun hendak melakukan solat ied, nah si Pevita ini ketahuan kontraksi, dan Alhamdulillah, terlahirlha seekor sapi jantan yang gemesin. September memang ceria bagi saya, walaupun diselipi oleh beberapa tragedi yang membuat haru umat muslim yang sedang melakukan ibadah haji, tapi apakah itu sebuah musibah atau sebuah kasih sayang Allah untuk meng syahidkan hambanya, kita tidak tau dan pikiran kita tidak cukup sampai untuk semua hikmah yang ada. Karena seperti kita tau, setelah beberapa kejadian itu, ada banyak hikmah, seperti akan diberangkatkannya dua orang di keluarga yang menjadi korban tragedi di Mekkah sana. Selain kesempatan untuk haji bantuan berupa uang tunaipun didapatkan oleh keluarga korban, oh Iya maaf apakah mereka yang meninggal itu bisa disebut sebagai korban, dengan banyaknya hikmah yang diterima oleh keluarga baik yang masih hidup maupun keluarganya yang meninggal, karena dilihat dari beberapa riwayat dengan banyaknya keistimewaan bagi orang yang meninggal di kejadian-kejadian hebat yang terjadi pada musim haji 2015 ini.
Lewat tanggal 24 September, di Tanggal 25 nya, si Motor Sexy saya yang bernama Gerry (Yamaha N Max 155cc) sudah jadi STNK nya, dan si Gerry pun sudah siap diajak buat touring keliling negeri. Dari tanggal 26-29 dipenuhi oleh keseruan bersama keluarga kecilku yang selalu bahagia, dari mulai jalan-jalan keliling kota bareng si gerry, makan di rumah makan dengan formasi kumplit, dilanjut dengan keceriaan-keceriaan yang lainnya.
Bulan September diakhiri dengan tanggal 30, di tanggal ini di isi dengan acara rapat dan temu silaturahim Kepala Sekolah TK se Tasikmalaya.
Cukup melelahkan Bulan September ini, tapi bagi saya juga ini cukup menggembirakan.
Terimakasih September ceria, kau telah memberi saya keceriaan yang berlebih.
Dan sekarang tiba saatnya saya menapaki keistimewaan Oktober, dan ini sudah di Tanggal 5, saya harap akan selalu ceria di tanggal 5 ini, karena 05 Oktober bagi saya adalah sebuah keistimewaan.
Langganan:
Postingan (Atom)








