Dia yang lahir pada hari selasa, di saat gue pada waktu itu masih sekolah TK, disaat gue masih nakal-nakalnya, dia lahir dengan harapan baru bagi keluarganya, hampir semua orang yang melihat dia saat dia baru lahir selalu membicarakan dia dengan berlebihan, *sungguh saat itu aku sangat iri dengan perilaku orang terhadapnya* karena memang dia terlahir dengan sesuatu yang unik, *bisa temen-temen cek di telapak kakinya* setelah kelahirannya kehidupan keluarganya banyak berubah, dari yang berkecukupan jadi berkelebihan, seorang anak yang memang banyak memberi pengaruh bagi keluarganya.
Menginjak dia masuk usia sekolah, kebersamaan kita sempat terpisah selama satu tahun, karena dia sekolah di luar kota, walaupun kadang setiap week end kita masih sempat ketemu, tapi rasanya pertemuan itu kurang bermakna, karena setiap hari senin kita terpisah lagi, ada segunung rindu yang selalu mampir dikehidupanku kala itu, karena dengan dialah gue sering rebutan sepeda, dan anehnya selalu dia yang mengalah, bukan gue yang emang lebih tua daripada dia, dan dia tidak bersedih, *sekarang malah gue yang sedih* selalu bersedih kalau gue bercerita tentang dia, karena gue sering sekali mengambil hak nya, yang masih membekas sampai sekarang, dia pernah terluka di bagian muka oleh tingkah laku gue yang konyol, dan itu gue sesali sampai sekarang.
Menjelang remaja kita semakin tidak terpisahkan, kemana-mana kita bersama, disaat orang lain sibuk dengan teman-temannya atau sibuk kencan dengan pasangannya, gue dan dia milih jalan bersama, kadang makan, kadang nonton, kadang gue jadi supporter tunggal bagi dia tatakala dia sedang berlomba, gue anter kemana dia pergi, bukan berarti gue yang berjasa buat dia, tapi sepenuhnya dialah yang berjasa buat gue, karena berkat dia gue jadi tau beragam ilmu baru, sahabat baru, dan itu berkat dia, karena emang aktifitas dia banyak saat itu.
Gue disini mungkin tidak banyak nge share tentang jasa dia bagi gue, karena memang banyak, tapi gue pengen nyontoh apa yang telah dia perbuat?
Di usia muda dia sudah bisa berprestasi, dan bukan hanya keluarga yang bangga tapi sekolah tempat dia belajarpun ikut bangga, tapi dia tidak sombong dengan pencapaiannya, dia ngerasa biasa aja, bahkan dia selalu termotivasi untuk jadi yang terbaik, jujur aja, karena kondisi gue yang sakit-sakitan mulu, otomatis impian gue selama sekolah banyak yang ilang, dan lewat dialah semua impian gue diwujudkan, dan keluargapun bangga sama dia, khususnya gue, karena bagi gue impian itu tidak serta merta kita yang bangun, tapi terkadang kita hanya mendirikan dan orang lain lha yang membangunnya, laksana kader yang baik, dia telah meneruskan gue dan cita-cita gue.
Dibandingkan dia yang lebih muda dari gue, sebenarnya dia lebih kuat dari gue, makanya keluarga sangat mengandalkan dia disetiap apapun, dia termasuk orang yang sangat cepat belajar, hal yang dia pelajari hari ini,besoknya dia sudah mampu mengerjakan, seperti halnya disaat yang bersamaan kalau kita ada dalam satu mobil, keluarga pasti memilih dia untuk nyetir, bukan karena dia yang paling muda atau gimana, tapi dibandingkan gue kemahiran dia dalam menyetir lebih hebat dari gue, dari segi konsentrasi, gesit, dan tidak mudah lelah, dia menang segalanya dari gue.
Dia yang selalu menghormati gue dengan sikapnya, padahal gue sendiri yang notabenenya punya kakak kadang berlaku tidak sopan pada kakak gue sendiri, tapi dia, yang kata orang punya tipikal jiwa yang keras, tapi disaat berhadapan dengan gue atau kakak gue kata-katanya begitu lembut dan sopan, gue sendiri bukan hanya ke kakak gue, ke kakek atau orang tua yang lainnyapun kadang berkata se enaknya.
Dibalik kerasnya dia, terdapat sisi kelembutan yang terpendam.
Selain dia begitu hormat dan taat pada orang tua, dia juga tipe orang yang pantang menyerah, terbukti ketika dia pengen jadi Kadet TNI AL, setelah gagal di tahun pertama dia mencoba lagi di Tahun kedua,walaupun tetap gagal, dia tidak menyesal, bahkan dengan entengnya dia menjawab, ya kalau takdirnya sudah begini, mau gimana lagi, yang penting saya sudah berusaha, dan usaha saya mungkin masih belum sempurna di mata Allah, karena baginya Do'a tambah Ikhtiar = Hasil, dan inilah hasil dari do'a dan ikhtiarku kata dia.
*sungguh sikap yang sangat luar biasa, gue aja kadang gak bisa kayak gitu atau jaranglha gue bersikap kayak gitu*
Gue aja kadang selalu meratapi lama ketika gue harus gagal dalam sesuatu hal, tapi bagi dia tidak.
Dia yang lahir 5 tahun lebih muda dari gue, punya sikap yang lebih dewasa dari gue, lebih bisa bijak dalam menghadapi hidup, dan lebih semangat.
Dia adalah adik gue, Satria Pamungkas,
Sosok lelaki yang selalu gue sebut dalam do'a gue, sosok lelaki yang karenanya gue membatalkan niat buruk gue di tebing waktu itu, sosok lelaki yang karenanya gue selalu semangat dalam hidup ini, dan berkat dialah gue belajar, bagaimana cara Menghormati.
![]() |
| punya passion yang jarang dimiliki orang lain |
![]() |
| paling kuat di antara tiga bersaudara |
![]() |
| teladan bagi semua teman-temannya |
![]() |
| selalu semangat menempuh segala sesuatu |
![]() |
| lebih mirip sby dibandingkan dia sendiri |
![]() |
| daya pikat bagi semua insan |
![]() |
| Kemana-mana selalu bersama |
| ketika gue alay, dia mah tetep aja macho |
| melakukan hal aneh bersama-sama |
![]() |
| dibandingin gue gendong dia, lebih sering dia yang gendong gue (pas gue pingsan) |
![]() |
| Paman yang Hebat buat para ponakannya |









Tidak ada komentar:
Posting Komentar