Social Icons

Senin, 10 Februari 2014

Lelaki Hebat #1

Apa kabar visitors setia akupraha?
di malam yang cerah sedikit mendung ini, tetiba aja gue jadi agak-agak sedikit melow, *efek nonton film*
Film yang gue tonton kemarin sih alurnya emang biasa aja bagi gue, bahkan banyak hal yang bisa gue tebak di film itu, tapi berhubung yang maen adalah aktor favorit gue, jadi tetep aja gue semangat nontonnya, tapi jangan salah ya, gue nge fans sama aktor bukan berarti gue homo, tapi cenderung yang suka aja, *susahnya jadi laki-laki*
Jadi intinya gara-gara gue suka sama aktor itu, kepikiran aja, kok ada ya laki-laki hebat kayak dia, soalnya disetiap filmnya selalu tampak sempurna bagi gue, dari situ gue mulai mikir, ah dia kan cuman akting di sana, gue gak tau kehidupan nyata dia seperti apa?
Karena hasrat itu juga gue pikiran gue jadi menerawang, ada gak sih dalam kehidupan nyata gue, laki-laki hebat kayak gitu, ternyata setelah gue riset dan gue amati, akhirnya terjawab sudah pertanyaan itu, dan laki-laki hebat itu emang ada, dan nyata, bahkan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari gue, dan inti dari postingan ini adalah disini gue mau nyeritain hebatnya seorang laki-laki yang sangat gue hormati, dia adalah kakek gue, lahir pada tahun 1937, itung aja udah berapa umurnya sekarang?
Kenapa gue bilang dia hebat, bukan karena semua anaknya sukses, udah gitu bukan karena dia ngasih banyak warisan ke anak-anaknya bahkan ke cucunya, tapi yang gue kagumi dari dia adalah bagaimana cara dia merawat ibunya, dia dengan penuh suka cita merawat ibunya, disaat dia juga udah jompo, yang kalau dipikir-pikir dia juga perlu dirawat karena usianya udah tua juga, tapi tidak, ketuaan dia tidak jadi penghalang baginya, dia tetap enerjik, tetap sehat, tetap mencangkul di sawah, tetap nyuci sendiri, nyetrika sendiri, dari dulu tidak pernah dia membebani istrinya, sungguh laki-laki yang luar biasa, padahal gue sendiri masih suka ngerepotin dia.
Masa-masa pensiunnya tidak dia gunakan dengan hanya duduk santai di kursi taman, dia menjadi tokoh dibelakang layar pembangunan sekolah islam di Kampungnya, dia mendukung istrinya untuk tampil sepenuhnya, kalau orang-orang sering berkata dibalik lelaki hebat ada wanita yang hebat, nah ini mah sebaliknya, disini yang tampil nenek saya, tapi dibelakang, kakek saya yang menahkodai itu semua, dan yang dia kerjakan bukan hanya itu, dengan usianya yang semakin tua, dia bahkan jarang sekali sakit, paling kalau sakit ya demam biasa, semangat hidupnya sangatlah tinggi, dan kembali ke awal, kalau yang sangat hebat dari dia bagi gue adalah saat dia merawat ibunya, dari empat bersaudara, hanya dia yang mau ditinggali oleh ibunya, siang malam dia ngerawat ibunya yang otomatis lebih tua dari dia, dia jaga makan ibunya, dia siapin buat mandi ibunya, bahkan dengan tenaga tuanya dia masih sanggup menggendong ibunya itu,ah rasanya sungguh iri gue padanya, udah berhasil mengarungi hidup, berhasil mendidik anak, dan pada akhirnya dia berhasil merawat ibunya sampai selesai, sampai pada akhirnya ibunya meninggal setahun yang lalu, adik2nya terharu, karena adik2nya tidak bisa seperti dia, sekarang dia masih sehat, masih terus berusaha mewujudkan impian yang bahkan bukan impian dia, karena kita semua tidak tau apa impiannya, yang jelas waktu ditanya apa yang kakek impikan, dia hanya menjawab semua impian kakek sudah kakek dapatkan, tinggal impian nenek saja yang belum, yap sampai detik ini, kakek masih terus berjuang buat mewujudkan impian nenek, yaitu membangun sekolah islam di kampungnya, dan bagi saya itu sudah terwujud, karena sekolah itu sudah ada, mungkin kakek ingin memberikan yang lebih baik lagi bagi nenek.
Kakekku yang hebat itu bernama H. Oyo Miharta,
Satu hal lagi yang gue ingin share tentang dia, waktu gue nanya, apa arti dari namanya, kakek gak tau, tapi dia menyimpulkan sendiri, kalau dari rangkaian tiga Huruf namanya yaitu O-Y-O berarti gabungan dari huruf hidup,huruf mati dan huruf hidup,
Makna yang dia share pada gue adalah, hari ini kakek hidup dan harus berbuat sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi semua orang, dan setelah itu kakek meninggal, kemudian pada akhirnya kakek akan hidup lagi, hidup dalam ke abadian.
Sungguh pemaknaan yang tepat, karena bagi gue di dunia ini tidak ada yang kebetulan.


H. Oyo Miharta


Uyut Encoh (alm) (Ibunda dari H. Oyo Miharta meninggal Januari 2013)



H. Oyo Miharta dan Hj. Kholisoh (Kakek dan Nenek)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates