Social Icons

Selasa, 11 Februari 2014

Lelaki Hebat #3

Hasrat gue buat nunjukin pada semua dunia akan lelaki hebat yang ada dalam kehidupan gue semakin menggila, dan bahkan semakin gue gali semakin gue cari rupanya banyak banget lelaki hebat yang sangat berjasa bagi gue dan kehidupan gue, seperti lelaki hebat yang akan gue ceritain kali ini, setelah kemarin-kemarin gue ceritain soal kakek dan paman gue, hari ini ada satu lagi laki-laki yang jasanya tidak bisa gue anggap sepele, dan bukan hanya jasanya, tapi juga tindakannya, pengaruhnya, serta ucapannya sangat bermakna dan berarti, dia terlahir beberapa tahun sebelum gue, dia terlahir dengan sambutan yang luar biasa dari keluarga, karena dia termasuk sosok baru bagi sebuah keluarga besar, dari kecil ayahnya sudah banyak mengajarkan dia akan makna kehidupan, walaupun pada akhirnya dia juga tetap mencari pembenaran pribadi soal kehidupan ini.
Menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan, tapi walaupun begitu banyak orang yang suka padanya, cara dia terpaku, cara dia berpikir akan sangat jarang sekali orang yang faham apa yang sedang dia jalani, karena bagi dia kehidupan ini adalah mudah.
Seorang lelaki yang tidak banyak bicara, seorang lelaki yang selalu berpikir secara logis tapi tidak muluk-muluk, setiap ucapannya terkadang membuat sebagian orang harus berpikir lama untuk mencerna apa yang dia maksud, terlahir dengan otak yang cerdas, bahkan bukan hanya cerdas tapi juga rajin, dia sosok lelaki yang penuh dengan tanggung jawab, tanggung jawab pada saudara, orang tua, dan keluarga, banyak hal hebat yang sudah dia tunjukan pada dunia, disaat teman-temannya hanya bisa bersorak di pinggir lapangan, dia malah jadi aktor pemenang di lapangan itu, seorang lelaki yang banyak pengalaman karena dia memang serba bisa, dibidang olahraga dia berprestasi, dibidang akademik dia membanggakan, dibidang karir dia memuaskan, untuk kondisi seperti dia, bagi gue apa yang dia punya saat ini adalah suatu prestasi yang mungkin tidak semua orang bisa menyamainya, bayangkan saja, disaat dia harus berjuang dengan lumayan susah dalam perkuliahannya, dia yang saat itu yang baru memasuki semester 4 masa kuliahnya memilih untuk menikah, *sungguh alasan yang langka bagi mahasiswa MIPA* , tanpa ragu dia memutuskan itu, walaupun pas awal-awal sebelum menikah ada beberapa hal rintangan, tapi semua itu tidak menyurutkan tekad dia untuk berbuat baik, yap menikah itu adalah perbuatan baik, di usia yang sangat muda, yaitu usia 20th, dia sudah berani untuk menikah, bahkan bukan hanya usia tapi dalam hal pendidikanpun dia belum selesai, tapi bagi dia, pendidikan itu tidak pernah selesai, karena yang namanya pendidikan itu selalu dan selalu akan ada, ntah itu formal dan non formal, sampai pada saat dia diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi seorang ayah, sungguh bagi gue itu adalah perjuangan yang berat, karena selain dia harus terus berjuang menyelesaikan S1 nya, dia juga berperan sebagai Suami dan Ayah tentunya, tapi ketika orang lain menganggap itu hal yang sulit, dia justru menganggap semua itu mudah, bagi dia selama dia percaya sama Tuhan, ya apa yang sulit, dan semua itu terbukti.
Bahkan jauh sebelum dia menikah, dia harus menghadapi kenyataan kalau adiknya sakit keras, dan dia sebagai kakak dengan rela bulak balik Tasik Bandung untuk memastikan keadaan adiknya, karena memang saat itu ortunya sedang pergi menunaikan Ibadah Haji, apakah dia capek, pasti dia capek, tapi tidak ada kelelahan yang terlihat dari wajahnya, dia dengan ikhlas menjalani kenyataan itu.
Dan sekarang, semua perjuangan dia, sudah dia rasakan, dia sudah sukses menjalani kehidupannya sebagai peternak kambing, sudah banyak penghargaan yang dia terima dari walikota dan bahkan gubernur, dia yang dari dulu emang tekun, ulet dan rajin bagi gue sangat pantas mendapatkan itu semua, dan bagi gue dia adalah kakak yang hebat, sungguh beruntung gue sebagai adik punya kakak seperti dia, dengan otak yang cerdas, jiwa yang tabah, serta tubuh yang kuat, dia selalu menjadi contoh yang baik bagi gue adiknya, disaat orang-orang setelah berkeluarga menjalani hidupnya masing-masing, kita sampai sekarang menjalani kehidupan secara bersama-sama, saling membantu, dan saling berbagi, kehidupan dia mungkin sulit tapi bagi dia tidak ada kesulitan yang tidak bisa dihadapi, pokoknya You Can if You Think You Can!!!
Dan sampai pada akhirnya, gue sebagai adik yang belum bisa berbakti kepadanya, akan selalu bangga pada kakak Gue, Panji Santosa, S.Si.
Darinya aku belajar, bagaimana cara Tanggung Jawab.






Tajamnya Matamu Teduhkan Hatiku

Wajah yang Selalu Tenang

Suka Naik Gunungnya diTularkan pada adik-adiknya
Penerimaan Penghargaan Dari Wk. Gubernur JABAR
Dua Jawara Jawa Barat

Bersama Istri Tercinta






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates