Social Icons

Senin, 10 Februari 2014

Lelaki Hebat #2

Setelah kemarin gue sharing soal lelaki yang hebat di mata gue, dan tentunya ada di sekitar lingkungan gue, rasa-rasanya bagi gue gak hanya kakek gue aja yang hebat, rupanya dengan peran yang beda, dan situasi yang beda ada lelaki hebat lainnya yang patut dan sangat layak gue apresiasi, khususnya kehebatan dia, telah dia tunjukan ke gue sendiri, kenapa gue bilang gitu? Ya wajarlah, kan mereka hebat di mata gue, kalau di mata orang lain dia hebat juga, berarti lelaki ini emang bener-bener berguna bagi kehidupan ini.
Yang jelas, disini gue gak bakalan nyerita soal dia hebat karena telah berbuat apa bagi siapa? Tapi bagi pribadi gue sendiri, lelaki yang lahir sekitar 40th yg lalu ini, udah sangat banyak berjasa bagi gue, terutama ketika gue sakit dulu, dia yang udah beistri dan bahkan punya dua balita masih sangat sering ngejaga dan ngerawat gue, bahkan bukan hanya sekedar ngerawat dan ngejaga, tapi dia selalu memberi apa yang gue minta, disaat ortu gue gak ada (waktu itu mereka lagi menunaikan ibadah haji) dia lha yang jadi ortu pengganti bagi gue, dia memperlakukan gue kayak anaknya sendiri, bahkan dulu sebelum dia menikah, dia sangat sering sekali ngajak gue jalan-jalan, banyak banget ilmu yang udah dia kasih ke gue, dia sosok suami yang bertanggung jawab, sayang sama istri dan anak, bahkan pekerjaan rumah (nyuci,ngepel,masak, dll) menurut dia adalah pekerjaan suami, makanya dia selalu berterimakasih karena udah sering dibantu oleh istrinya (istrinya masak,nyuci,ngepel,nyetrika, dll) padahal kata dia istrinya gak wajib seperti itu, karena istrinya juga sebagai pegawai (Guru) , jadi bagi dia istrinya udah sangat lelah bekerja dan bahkan udah membantu meringankan beban suami, maka rasanya gak adil kalau dia masih harus mengerjakan pekerjaan rumah, padahal dia sendiri juga capek, karena pekerjaan si lelaki ini juga menuntut tenaga extra, dia sekarang dipercaya oleh Allah untuk menjadi seorang camat di salah satu kota di Jawa Barat, (mungkin sebagian pembaca udah ada yang bisa nebak siapa dia?)
Gue nganggap dia luar biasa karena masih ada suami yang seperti itu, punya jabatan tinggi, punya penghasilan cukup, tapi masih mau mengerjakan pekerjaan rumah dan bahkan tidak tega kalau pekerjaan rumah dikerjakan oleh istrinya, padahal lazimnya di dunia ini orang-orang telah banyak berasumsi kalau pekerjaan rumah adalah pekerjaan istri, tapi bagi dia tidak, itulah hebatnya dia.
Dia sebagai anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga dia,walaupun masih ada dua anak laki-laki lagi, tapi yang dua itu telah meninggal, makanya dia bener-bener jadi contoh bagi adik dan kakaknya yang semuanya perempuan itu, hampir semua saudaranya iri, karena bagi saudaranya si lelaki ini adalah contoh lelaki idaman, yap jangankan mereka, gue aja yang jadi ponakannya, masih sangat malu, gue aja yang belum punya apa-apa masih selalu ngandelin istri, dia yang bahkan sudah punya apa-apa masih ngandelin diri sendiri, sungguh lelaki yang hebat, dan satu hal yang selalu gue ingat tentang dia adalah ketika masa-masa gue masuk kuliah, saat itu gue sakit, dan namanya Mahasiswa Baru selalu ada ospek, dan saat itu bukannya gue yang nyiapin perlengkapan ospek, malah dia, dan dia ngerjain itu semua dengan sukacita, padahal ponakannya bukan gue saja, tapi gue ngerasa gue udah diperhatikan lebih olehnya, dan gue bersyukur karena Tuhan sudah menakdirkan gue sebagai keponakannya, disaat orang lain tidak begitu dekat pamannya, gue malah ngerasa dia jadi bapak ke dua bagi gue,
Lelaki ini juga sangat luar biasa, karena dulu pas nenek gue sakit keras, terus nenek gue punya luka di kakinya, lelaki ini sangat sering membasuh luka di kaki nenek gue itu, bahkan ada salah satu ustadz yang menganjurkan air cucian kaki nenek gue, di jadikan pencuci muka biar sakit nenek gue segera sembuh, dan dia dengan tanpa ragu membasuh wajahnya yang tampan itu dengan air cucian kaki ibunya, sungguh peristiwa itu membuat sedih, haru, dan bangga buat ibunya, dan memang tidak lama setelah itu nenek gue sembuh dari sakitnya, banyak banget hal hebat yang sudah dia tunjukan kepada gue, yang terkahir yang gue ingat adalah ketika dia akan dipilih menjadi Camat, hampir beberapa tahun dia menunggunya, bahkan pernah dengar kalau dia bayar duit maka dia akan segera dilantik sebagai camat, karena teman-teman seangkatannya ada yang udah duluan jadi camat, tapi dia gak mau kalau harus bayar, kata dia kalau emang dia pantas maka tanpa bayarpun dia akan dilantik jadi camat, tapi kalau tidak ya berarti dia cocoknya di jabatan sekmat, yang penting mengabdi dan bekerja saja dengan benar kata dia.
Sampai pada akhirnya, bulan Ramadhan kemarin, dia di lantik juga sebagai camat di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat, lelaki hebat ini bernama Nanang Iskandar Z.,S.Sos.

Jadi Inspektur Upacara HUT RI ke 68


paman saya ( Polo Putih, tengah) bersama pak Wk. Wali Kota, dalam rangka peringatan HUT Kota Tasikmalaya ke 12


Paman saya ( tengah) sebagai pembicara dalam pembinaan lembaga masyarakat, warga Bungursari (pemimpin yang baik menurut saya)



bersama keluarga bahagianya, istri dan ke dua anaknya



sosok pemimpin yang selalu tersenyum




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates