Social Icons

Kamis, 07 Mei 2015

Cita-cita yang Kamu Inginkan

Di Dunia ini siapa sih yang gak pernah punya cita-cita atau impian atau harapan atau keinginan? Jawabnya pasti tidak akan ada.
Termasuk saya, saya punya cita-cita waktu TK ingin menjadi Tentara, karena waktu itu ada serial TV yang menayangkan film tentang tentara, ibu saya sih bilangnya "kombat" (nulisnya pasti salah), hehehe. Saking terobsesinya saya dengan film itu, saya kemana-mana bawa tembak-tembakan yang gede dan make baju loreng ala tentara.
Umur 6th saya mulai masuk SD, temen-temen saya semakin banyak, ilmu yang serap juga semakin berlimpah, tontonan di tv juga sudah banyak yang seru, sehingga membuat darah ketentaraan saya detik demi detik mulai berangsur menghilang, karena waktu SD cita-cita saya berubah yang tadinya ingin jadi Tentara, pas SD berubah kalau saya pengen jadi ilmuwan, karena waktu SD gue sering banget nonton Discovery Channel, bahkan saya pengen punya kebun binatang sendiri, saking sukanya saya sama hewan, kalau dalam lubuk hati saya yang paling dalam sih, waktu SD saya inginnya menjadi TARZAN. Waktu SD, di rumah saya emang banyak banget hewan-hewan, terutama ikan. Tapi karena melihara semua hewan itu capek, sampe-sampe waktu bermain saya berkurang drastis, makanya sedikit-sedikit saya mulai kurangin hewan-hewan peliharaan saya, sebagian ada yang saya kasih ke saudara, sebagian lagi ada yang saya jual, hehhehe.
Cita-cita menjadi Ilmuwan masih ada sampai sekarang, tapi sempat terlupakan ketika saya masuk SMP, waktu SMP gak tau keterpa angin apa, tiba-tiba aja saya punya cita-cita ingin menjadi Chef, kalau dulu sih saya bilangnya pengen jadi Koki, sampe saya waktu itu masuk kelas Tata Boga, hampir tiap Hari saya nyobain segala jenis makanan, yang waktu itu tabloid andalan saya adalah "NOVA", ada yang enak ada yang enak banget, saya sempat kursus masak juga di perusahaan Catering, sampai berencana kalau SMA saya mau sekolah di sekolah perhotelan di Bandung, biar keterampilan memasak saya bisa lebih terasah, namun apa daya, untuk sekolah di Bandung itu biayanya gak sedikit, kasihan juga sama orang tua, dengan berat hati akhirnya saya masuk SMA negri di Tasikmalaya.
Keinginan untuk menjadi koki saya buang jauh-jauh.
Waktu SMA saya mulai aktif di kegiatan Pesantren, dan membuat saya dekat dengan nenek Saya, sewaktu saat, ketika saya sama nenek berangkat bareng ke pengajian pesantren, tiba-tiba aja nenek bilang, kalau pengen punya cucu yang profesinya dokter, karena saya sayang sama nenek, makanya saya niatkan diri saya buat masuk FK, saya mulai masuk kelas Biologi dan juga Kimia, nilai saya di dua mata pelajaran itu termasuk keren lha, tapi ternyata rencana Tuhan sama saya sedikit berbeda, di awal semester 2 saya sekolah, tiba-tiba aja saya sakit, sehingga membuat saya 5bulan tidak masuk sekolah.
Gara-gara saya tidak masuk sekolah selama 5bulan, hal itu membuat saya masuk IPS pas mau penjurusan Sekolah. Sedih sih, tapi gimana lagi, Tuhan pengennya gitu.
itulah sekelumit cerita saya sola cita-cita saya, tapi di sini saya bukan mau curhat soal itu, melainkan soal yang lain.
Semua orang punya cita-cita, tapi tidak semua orang bisa hidup sesuai dengan cita-citanya, termasuk saya, semua cita-cita saya tidak ada yang terwujud. Tapi apakah itu membuat saya kehilangan cita-cita yang saya inginkan dari kecil itu menghilang. Jelas tidak.
Tuhan itu maha baik, Tuhan itu sanggup membuat diri kita menjadi apa aja dan siapa aja, bahkan kemampuan Tuhan itu sedikit diberikan kepada kita.
Kita bisa menjadi apa yang kita mau.
Karena sedari kecil kita sudah diberi anugerah sama Tuhan sebuah "imajinasi"
Yap, ketika kita tidak mampu menjadi apa yang kita mampu di dunia nyata, Tuhan menyediakan kemampuan untuk berimajinasi.
Tuhan memberikan itu, kita bisa berimajinasi sesuai dengan apa yang kita mau.
Kita bisa menjadikan sebuah sosok dalam imajinasi kita.
Caranya mudah, coba lihat para novelist, para pembuat komik, para pembuat super hero.
Mungkin saja itu lahir dari cita-cita mereka, kemudian mereka tidak bisa mewujudkan semuanya di dunia nyata, sampai akhirnya mereka tuangkan semua imajinasinya dalam bentuk novel atau komik.
Dan menurut saya, kita semua juga bisa melakukan hal yang sama.
Kita bisa membuat alur cerita kehidupan kita sesuai dengan apa yang kita mau, dan pemikiran itu menyebar kemana saja, sehingga orang lain tau siapa kita.
Saya bersyukur, karena dengan adanya Blog, saya bisa menuangkan semua imajinasi saya di blog ini.
Saya mungkin tidak bisa menulis secara hebat kemudian tulisan saya itu bisa dijadikan sebagai sebuah buku, tapi dengan blog ini, setidaknya apa yang ada dalam pikiran saya bisa sedikit tersimpan, dan bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
Saya selalu salut pada para pahlawan pena, mereka menuangkan imajinasinya untuk menginspirasi semua orang.
Sehingga membuat cita-citanya terwujud, walaupun bukan dengan dia, setidaknya ada orang lain yang wewujudkan cita-citanya.
Dengan menulis, tanpa kita sadari kita telah membentuk kaderisasi yang baik.
Disaat kondisi tidak memungkinkan, nanti ada orang lain dengan kondisi yang beda akan mewujudkan apa yang kita inginkan.
So, menulislah, tulislah apa yang kamu cita-citakan, tulislah apa yang ingin kamu raih, kalaupun tidak ada yang tertarik dengan keinginanmu, setidaknya ada yang mengetahuinya, dan mungkin akan mendo'akan semua apa yang ingin kamu raih.
Insha Allah

NUUN WAL QOLAMI WAMAA YASTHURUUN yang berarti : Nuun, demi pena dan apa yang dituliskannya
Sent from BlackBerry® on 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates