Jadi Peternak Itu Berat, Kau Tak Akan Kuat,
Udah Biar Aku Saja!
"Kau boleh bermimpi jadi apapun, Nak, seperti yang kau mau. Tapi...jangan sesekali bermimpi jadi petani! Petani itu susah. Kau tak akan kuat. Udah, biar bapak saja yang mengalami pahitnya hidup. Kau jangan!" Hmm...pernah dapat "wejangan" begitu? Apa yang kemudian Anda lakukan?
Bagi sebagian orang, mereka mundur syantik. Mereka akhirnya jadi apapun, termasuk buruh pabrik. Asal tidak menjadi petani. Fatalnya, mereka memakan pangan hasil produksi petani, sembari melecehkan profesi petani.
Tapi bagi sebagian yg lain, mereka terus dan terus berjuang. Bagi nya memproduksi pangan yg halal dan thayyib adalah wujud ibadah dan menjalankan tugas kekhalifahan di bumi. Mereka akan bersemangat luar biasa dalam menjalankan tugas.
Bagi golongan kedua, mereka membaca ayat Allah swt berikut:
Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):14 - Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Petani (pekebun dan peternak) di negeri ini hampir punya semua dari hal-hal yg umumnya dicintai manusia. So...masih beranggapan bahwa petani/pekebun/peternak hidup susah dan miskin?
NB
Bagi peternak cerdas, ia akan mengelola setiap jengkal lahan (baik milik sendiri maupun milik orang lain dg jalan kerjasama) agar bisa mendatangkan berbagai nilai amal (materi, kemanusiaan, akhlaq dan pahala). Caranya?
Yakni dengan menanam tanaman buah, tanaman pangan dan beternak.
Karena beternak hewan ruminansia perlu pakan hijauan maka ia akan menanam hijauan pakan ternak (HPT) unggul, seperti legum indigofera, rumput Taiwan/Setia, r.Odot, r.Lampung, R.BB, R bintang, dll untuk menekan cost produksi sehingga laba optimal
Udah action?!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar