Social Icons

Rabu, 31 Januari 2018

Beruntungnya Beternak Kambing

Agama ini adalah agama Akhir zaman, maka segala tuntunannya pasti valid sampai akhir zaman. Termasuk tuntunannya dalam hal pekerjaan.

Pekerjaan bertani atau bercocok tanam misalnya, akan selalu baik sampai akhir zaman karena kita bahkan diperintahkan untuk tetap menanam benih yang ada di tangan kita walaupun seandainya proses terjadinya kiamat sudah mulai.

Contoh pekerjaan lain yang juga Insyallah valid sampai akhir zaman adalah menggembala (memelihara) kambing. 
Untuk yang satu ini, Imam Nawawi yang sangat mashur dengan kitab yang menjadi rujukan para juru dakwah hingga kini, membahas secara khusus dalam kitabnya Riyadhush Shalihin.

 
Dalam bab Beruzlah  beliau menyampaikan bahwa beruzlah atau menyendiri ketika moral manusia sudah rusak, takut agama ini terfitnah dan takut terjerumus dalam keharaman dan syubhat adalah hal yang disunahkan. 

Nah ketika kita menyendiri dan takut kepada hal yang haram, lantas apa pekerjaan kita untuk menghidupi diri dan keluarga kita ?. 
Memelihara kambing, itulah salah satu jawabannya.

 
Untuk jawaban ini tidak tanggung-tanggung, Imam Nawawi memberikan tiga Hadits shoheh sebagai rujukannya. Berikut adalah hadits-hadits tersebut :

 
Dari Abu Hurairah R.A. dari Nabi SAW, dia bersabda : 

"Setiap Nabi yang diutus oleh Allah adalah menggembala kambing". Sahabat-sahabat beliau bertanya : "Begitu juga engkau ?" ; Rasulullah bersabda : "Ya, aku menggembalanya dengan upah beberapa qirath penduduk Mekah". (H.R. Bukhari)

 

Dari Abu Said berkata : 
Rasulullah SAW bersabda : 

"Hampir saja harta muslim yang terbaik adalah kambing yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)". (H.R. Bukhari)

 

Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda :

"Termasuk penghidupan manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang diatasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang diatasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau mati biasa.  Atau seorang laki-laki yang menggembala kambing di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka." (H.R. Muslim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates