Social Icons

Sabtu, 26 Desember 2015

Cerita Pertama Saat Menetaskan Telur Puyuh

Hari-hari Pertama Menetaskan Telur Puyuh

Sekitar jam 05: 30, tanggal 17 April 2015 pagi saya masuk ke tempat penetasan telur puyuh.  Terdengar suara halus dari dalam telur puyuh yang sedang ditetaskan.  Ini adalah hari ke 17 atau ke 18 puyuh di dalam mesin tetas semi otomatis (menggunakan termostat dan termometer) serta 8 lampu 5 watt merk Eterna.  Kapasitas mesin sekitar 650 butir.

 

Suara-suara dari dalam telur itu pertanda telur akan menetas.  Jam 10.30 pagi, tetasan pertama mulai keluar dan berturut-turut bermunculan.  Saya cukup sibuk memindahkan telur yang akan menetas ke tempat telur menetas yang sudah disiapkan.   Agak bingung juga menanganinya, maklumlah ini adalah penetasan pertama kali.

 

Tanggal 17 April 2015

 

Jumlah telur yang menetas semakin banyak, mulai dari jam 10.30 pagi sampai sore hari sudah sekitar 300 – 400 butir yang menetas.  Ramai benar bunyi cit-cit-cit yang keluar telur tetas.   Hari pertama ini, anak puyuh yang masih kecil-kecil dibiarkan saja berada dalam ruang penetasan.  Kebanyakan masih basah ketika keluar dari telur, sebagian masih berjuang keluar dari telur.  Temperatur masih tetap sama dengan saat penetasan, yaitu 38-39 derajat Celcius.

 

Tanggal 18 April 2015

 

Anak-anak puyuh yang sudah kering badannya, dipindahkan dari mesin tetas ke ruang inkubator (ruang pemanas) yang sedikit lebih luas dari ruang penetasan.  Menampung kira-kira 100-150 ekor puyuh yang baru menetas.  Tiap meter perseginya disediakan pemanas dengan lampu Eterna 5 watt.  Temperaturnya sekitar 37 derajat.

 

Minum, diberikan air minum dicampur gula merah. Tidak diberikan makan.

 

Tanggal 19 April 2015

 

Ada 1 ekor mati, lalu diambil.  Ada 5 yang tampaknya lemas, tapi dibiarkan tetap dalam mesin tetas.  Masih ada sekitar 90 lebih yang belum menetas.  Beberapa diambil lalu didengar suaranya dengan cara telur diambil dan didekatkan ke telinga.

 

Pada hari ketiga ini disimpulkan yang pada hari ketiga tidak ada tanda-tanda akan menetas, diambil kemudian direbus (untuk kemudian akan digunakan sebagai campuran pakan).

 

Hari ketiga ini mulai diberikan makan, yaitu BR 511 (pakan starter ayam pedaging) yang ditumbuk lagi agar lebih halus, hampir sama dengan tepung.  Pakan diberikan dengan cara disebarkan di atas alas koran.

 

Tanggal 21 April 2015

 

Mati 3 ekor di kandang perbesaran (inkubator), 7 yang tampaknya lemah dipelihara di kandang terpisah.

 

Pakan diberikan dengan tambahan bubuk kunyit yang dicampurkan pada pakan.

 

Tanggal 25 April 2015

 

Ada lagi yang mati sebanyak 7 ekor.

 

Kegiatan makan tampak mulai rakus.

 

Tanggal 27 April 2015

 

Ada lagi yang mati sebanyak 2 ekor.

 

Tanggal 28 April 2015

 

Direncanakan akan divaksin untuk pencegahan terhadap ND.   Bibit puyuh tidak diberikan minum selama satu jam sebelum diberikan vaksin ke dalam minuman, lalu alas kandang tempat makan dan kotoran dibersihkan.

 

Hari ini ada yang mati 6 ekor.  Mungkin matinya malam sebelumnya hanya diambilnya pagi hari sewaktu akan mengganti alas kandang.

 

Vaksin diberikan melalui tempat minum.

 

Tanggal 30 April 2015

 

Ada yang mati lagi 2 ekor.

 

Minuman untuk puyuh hanya air putih.

 

Pakan diberikan dicampur dengan susu probiotik kefir.

 

Masih ada sekitar 550 bibit puyuh yang menuntut perhatian, terutama pakan dan minum serta jangan sampai kedinginan.  Tingkat keberhasilan penetasan ini sekitar 75 persen.  Dari 90 telur puyuh yang tidak menetas, kurang lebih 30-40% nya memang tidak ada bibitnya (embrio)nya.  Jadi wajar tidak menetas.  Sebagian lagi memang tidak menetas.

 

Memang sewaktu akan masuk penetasan, umur telur tetas bervariasi mulai dari umur satu hari sampai 10 hari.  Menurut kata ahli, sebaiknya yang ditetaskan berumur kurang dari 7 hari sejak puyuh bertelur.

 

Saya belum menghitung berapa persen jantan dan betina yang berhasil ditetaskan ini.  Yang jelas, sewaktu memilih telur, saya gunakan saran beberapa peternak : Yang bulat adalah betina, yang lancip jantan.  Saya usahakan pilih hanya yang betina saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates