Teknis Budidaya Jahe Merah
Mari kita pelajari teknis budidaya tanaman yang satu ini agar kita sama-sama mendapat gambaran umum yang lebih lengkap.
Banyak pola tanam yang bisa kita terapkan,
di sini saya akan coba bahas teknis budidaya organik jahe merah menggunakan pola HCS.
Namun sebelumnya coba kita pelajari secara umum karakteristik tanaman jahe berikut ini :
Syarat tumbuh :
Iklim :
Tanaman jahe memerlukan curah hujan antara 2.500-4.000 mm/thn.
Pada umur 2,5 – 7 bulan perlu cukup sinar matahari.
Artinya, tanaman ini harus berada di tempat terbuka agar cukup sinar matahari sepanjang hari.
Suhu udara yang optimal adalah 20 – 35 derajat Celcius.
Secara umum dapat tumbuh pada keasaman tanah dengan pH 4.3 – 7.4,
kecuali untuk jenis Jahe Gajah pada pH 6.8 – 7.0 Tumbuh baik pada tanah subur dan gembur, serta banyak mengandung humus.
Persiapan Bibit atau Benih Jahe Merah
Kita dapat melakukan penanaman dari bibit jahe merah yang sudah siap tanam atau sudah bertunas antara 5-10 cm.
Namun apabila tidak tersedia, kita dapat menyemaikan bibit dari bentuk rimpang.
Apabila menyemaikan sendiri, perhatikan kualitas rimpang yang akan disemaikan.
Rimpang untuk disemaikan haruslah berasal dari induk yang cukup tua umurnya, permukaan rimpang mengkilat dan tidak cacat serta tidak terlihat ada bekas diserang hama.
1. Teknik Persiapan Rimpang
- Rimpang yang akan disemaikan (tentunya setelah diseleksi), dibersihkan dan kemudian dijemur namun hati-hati jangan terlalu kering.
Kemudian....
- Simpan selama 1 – 1.5 bulan.
- Patahkan rimpang dengan tangan, yang mana setiap potongan tadi memiliki 3 – 5 mata tunas, kemudian dijemur kembali selama 1/2 sampai 1 hari (lihat cuaca).
- Masukkan potongan rimpang tersebut ke dalam karung.
- Buat larutan PHEFOC HCS, dengan dosis : 1 tutup botol PHEFOC dilarutkan ke dalam 14 liter air, kemudian ditambah 2 sendok makan gula pasir, aduk sampai rata dan biarkan selama 15 menit.
- Potongan rimpang yang sudah dalam karung kemudian dicelupkan ke dalam larutan PHEFOC selama 15 menit. Angkat dan tiriskan. Tujuan perendaman dengan PHEFOC adalah agar bibit terbebas dari patogen asal penyakit dan memiliki daya tahan lebih tinggi untuk mendapat serangan penyakit, ya mirip di-immunisasi dulu lah…
- Selama menunggu proses ‘pe-nirisan’, buatlah larutan SOT HCS dengan dosis : 5 tutup botol SOT dilarutkan ke dalam 14 liter air, dan ditambahkan pula 3 sendok makan gula pasir. Aduk hingga rata dan biarkan selama 15 menit.
- Setelah cukup ditiriskan, bakal bibit tadi kemudian direndam selama kurang lebih 6 jam dalam larutan SOT HCS yang telah dibuat tadi.
- Tujuan perendaman dengan SOT adalah agar nantinya bibit dapat tumbuh dengan baik dan sehat terutama pada saat-saat awal penanaman
- Setelah 6 jam, karung berisi benih tersebut kemudian ditiriskan sampai kering.
Dan benih sudah siap untuk disemaikan.
2. Teknik Penyemaian Rimpang
Beberapa cara dapat dilakukan untuk penyemaian bibit jahe dari rimpang ini.
Dengan menggunakan sistem kotak kayu atau dengan cara membuat bedengan.
Kali ini saya ulas penyemaian dengan memakai kotak kayu.
- Buat kotak kayu dengan ukuran misalnya 50 x 100 cm dengan tinggi 10 cm. Bentuknya seperti nampan. Tahu nampan kan ?
- Buat campuran tanah untuk media semai dengan bahan campuran : tanah dan pupuk bokashi (lihat cara membuat Pupuk Bokashi), perbandingannya adalah tanah : pupuk bokashi = 3 : 1
- Kemudian campuran tanah tersebut masukkan ke dalam kotak dan disebar secara merata
- Benamkan potongan-potongan rimpang jahe ke dalam tanah tersebut.
- Kemudian tutup tipis dengan tanah atau daun kering
- Lakukan perawatan dengan cara menyiram media semai tadi dengan air 2 kali sehari
- Waktu yang dibutuhkan untuk penyemaian berkisar antara 2-4 minggu. Sabaar…
Teknik Penanaman Jahe
Teknik penanaman jahe berikut yang saya pilih adalah dengan memanfaatkan media tanam dalam polybag atau karung. Di sini saya memilih karung karena kebetulan mudah diperoleh dan murah, meskipun katanya rada-rada rapuh kalau sudah lama, tapi coba saja lah.
Teknik memakai polybag atau karung ini banyak juga yang menyebut sebagai cara budidaya tanaman vertikultur, artinya budidaya tanaman secara vertikal atau bertingkat.
1. Alat dan Bahan
- Karung (disini saya memakai ukuran 40 x 100 cm), jumlah terserah anda. Saat ini saya siapkan 100 karung
- Sekop atau cangkul, untuk mengaduk
- Ember
- Pupuk Bokashi
- Tanah
2. Penanaman Bibit
- Buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3 : 1.
- Masukkan campuran tanah tersebut ke dalam karung dengan ketinggian kurang lebih 15 cm atau 1/5 tinggi karung.
Untuk memudahkan, sebelumnya tekuk dulu permukaan karung bagian atas.
- Ambil rimpang jahe hasil penyemaian, patah-patahkan rimpang jahe tersebut dengan tangan menjadi 2-3 ruas, yang mana setiap ruas minimal terdapat 2 mata tunas
- Bibit jahe kemudian ditanam 3-5 cm ke dalam tanah dalam karung tadi. -Setiap karung dapat diisi beberapa titik tanam, atur misalnya 2 – 3 titik tanam.
Rata-rata sih katanya kira-kira 200 gr bibit cukup untuk satu karung.
- Atur penyimpanan karung posisinya lebih tinggi dari permukaan tanah.
- Buat kolom gundukan tanah memanjang, setiap gundukan kolom bisa diisi 2-3 baris karung.
3. Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Jahe
Tahap berikutnya adalah perawatan dan pemeliharaan tanaman. Kegiatan ini meliputi penyiraman tanaman, pemberian pupuk dan penanggulangan penyakit
- Pada tahap awal, lakukan penyiraman air secara teratur dan rutin pagi dan sore selama kurang lebih seminggu, bertujuan agar tunas tidak kering dan layu
- Selanjutnya, penyiraman dilakukan sehari sekali kecuali pada kondisi kemarau sebaiknya penyiraman dilakukan dua kali
- Pada usia tanaman 2 – 4 minggu lakukan penyemprotan atau penyiraman dengan fermentasi SOT. - Sebelumnya lakukan fermentasi larutan dengan dosis : 5 tutup botol SOT + gula pasir 3 sdm + urine ternak 2 liter + feses ternak cair 2 liter.
- Fermentasi dilakukan selama 24 jam, kemudian larutkan dalam 15 liter air.
- Kemudian baru digunakan untuk menyemprot atau menyiram
- Penyemprotan dengan SOT bergantian dengan PHEFOC dengan interval 2-4 minggu sekali
- Pada usia 2-3 bulan atau jika terlihat keluar rimpang jahe ke permukaan, lakukan penimbunan dengan campuran tanah dan bokashi (perbandingan tanah : bokashi tetap 3 : 1). kurang lebih setinggi 10 cm
- Selalu lakukan penyiangan media tanam dari hama berupa gulma/rumput agar tidak mengganggu pertumbuhan rimpang
- Penimbunan dilakukan terus secara berulang sampai tanaman jahe berusia sekitar 8 bulan atau sampai karung terisi penuh dengan tanah
- Rata-rata usia optimal penanaman jahe berkisar antara 8 – 10 bulan, ditandai dengan mulai mengeringnya daun
- Dengan pola tanam seperti ini, diharapkan hasil panen jahe per karung mencapai minimal 10 kg
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang paling sering menyerang tanaman jahe adalah kepik, ulat penggesek akar dan kumbang. Sedangkan penyakit berupa penyakit layu bakteri, busuk rimpang, dan bercak daun. Untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jahe merah ini, saya akan coba share dan ulas agak detail nanti di tulisan berikutnya….
Analisa Ekonomi Budidaya Tanaman Jahe merah
Analisa ini saya lakukan secara praktis berdasarkan rencana penanaman pada 100 karung media tanam.
Yang diperhitungkan adalah total biaya yang dikeluarkan meliputi modal awal dan biaya pemeliharaan dibandingkan dengan target pemasukan uang berdasarkan hasil penjualan tanaman jahe.
1. Biaya yang saya keluarkan meliputi :
- Karung :
100 karung x Rp. 900,- = Rp. 90.000,-
- Pupuk Bokashi:
Gratis (Karena punya ternak sendiri)
- Bibit Jahe :
100 karung x Rp. 1.000 = Rp.100.000,-
- Pupuk SOT dan PHEFOC = Rp.250.000,-
- Ongkos kerja :
Gratis, kerjain aja dulu sendiri.
- Kalaupun minta bantuan, mungkin cukup keluar uang Rp.100.000 untuk pengerjaan membuat campuran tanah dan memasukkan ke dalam karung
Lain-lain atau tidak terduga = Rp.500.000,-
TOTAL Biaya yang sudah dan akan saya keluarkan = Rp. 940.000
Hasil Penjualan Jahe Merah
Berdasarkan pengalaman di tempat lain dan informasi dari petani jahe merah yang sudah berjalan.
Rata-rata hasil panen jahe merah per karung atau polybag dengan cara di atas dapat mencapai 10-15 kg/karung.
Bahkan ada diantara salah seorang mitra HCS dapat mencapai produksi 20 kg/karung.
Di sini, saya berandai-andai panen per karung anggap saja hanya mencapai 5 kg/karung.
Jadi perkiraan total hasil panen
100 karung x 5 kg = 500 kg
Harga per kg Jahe Merah memang fluktuatif dikisaran Rp.10.000 – Rp.15.000,-
Tergantung pembeli dan kualitas tentunya.
Saya berandai lagi di sini, harga jual yang akan saya peroleh anggap saja rendah yaitu Rp. 6.000,-/kg (berdasar informasi pengepul minimal Rp.8.000,-/kg).
- Hasil penjualan :
500 kg x Rp. 6.000 = Rp. 3.000.000,-
- Keuntungan atau laba :
Rp. 3.000.000,- – Rp. 960.000,- =
Rp. 2.040.000,-
Rencana saya akan melakukan penanaman setiap bulan sekali. Kenapa akan saya lakukan seperti itu ?
Karena nantinya mulai pada 8-10 bulan mendatang, saya berharap bisa panen Jahe setiap bulan. Artinya, mudah-mudahan setiap bulan saya akan mendapat tambahan pemasrukan uang minimal Rp. 2.040.000,-/bulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar