Awalnya sih maen kesini antara mau dan ogah.
Soalnya dari dulu emang gak pernah suka sama pertunjukan hewan liar kayak gini.
Karena pada dasarnya ini kepala udah keseringan dicekokin hal-hal negative soal pertunjukan ini.
Katanya, si hewan-hewan yang mau dipentasin ini dibikin lapar dulu biar mereka mau nurut sama pelatihnya.
Kasian banget pikir saya, dan tega aja gitu.
Sempet di tahun 2012 akhir saya dan rekan-rekan bikin petisi supaya acara-acara sirkus kayak gini ditutup aja.
Tapi pas kemarin, rasanya gak adil juga kalau hanya cross check dari omongan orang aja tanpa langsung bertanya ke pengelola.
Karena emang wataknya gemini kali ya, kalau udah ada keinginan mesti dan harus dicapai.
Akhirnya, dengan modal name tag exhibitor di Tasik Festival 2015, saya berani aja nanya-nanya sama pengelola, dan kebetulan spv nya ramah. Saya sampailan keluhan saya soal sirkus ini. Dan ternyata dia gak kaget soal pertanyaan saya.
Karena emang menurut dia, hal-hal negative soal sirkus itu emang ada, dan itu dilakukan oleh banyak oknum.
Untuk sirkus yang dia dan rekan-rekan bawa, emang dari penangkaran resmi, dan dia liatin bukti semacam ijin resmi gitu.
Setelah itu, saya tanya lagi soal habitat asli si lumba-lumba, jawaban si SPV cukup kaget juga, soalnya si lumba-lumba ini bukan hanya dijadiin model sirkus, tapi dirawat juga, karena katanya dari beberapa lumba-lumba yang ada di penangkaran sebagian berasal dari pasien liar juga, yang dirawat dan tidak bisa dikembalikan ke lautan lepas, karena beberapa faktor katanya. Faktor yang paling penting sih, si Lumba-lumba ini gak bakalan bisa survive kalau dilepas liarkan, karena emang udah manja kali ya.
Pesan moralnya mungkin, sehebat apapun kita, sekeren apapun kita, dan seberguna apapun kita, kalau diri kita sudah terbiasa dengan hal-hal mudah, maka potensi-potensi hebat yang ada dalam diri kita akan hilang secara perlahan.
Karena diri kita sudah lemah, dan hanya bisa survive dari belas kasihan orang lain.
Semoga ini baik, Insha Allah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar