Ini mah ngasih tau aja ya.
Jadi, kalau di Jambi itu, selain seru dengan baju adatnya, tapi pas menghidangkan makanan untuk tamu undangan juga penuh dengan perjuangan.
Tamu undangan dan tim dapur banyaknya hampir sama, soalnya walaupun disiapkan juga makanan prasmanan seperti undangan yang lainnya, tapi sebelum itu ada acara yang namanya Mundut, mundut itu ngebagiin makanan bagi semua tamu undangan, satu nampan itu untuk dua orang tamu, kebayang kan berapa banyaknya nampan dan tempat nasi kalau tamu yang datang mencapai 500 orang atau bahkan 1000orang.
Satu nampan itu isinya 1 sangku nasi, 2 kobokan, 3 piring untuk lauk, 1 piring irisan buah, 2 piring makan, 6 sendok, 2 garpu, dan aqua.
Mungkin kalau piring makan dan aquq biasa, nah yang lainnya itu lho, hehehe
Setelah nampan terisi penuh, pembagiaannya dilakukan secara estafet, dari meja nampan ke tempat tamu undangan memerlukan 30 orang dewasa, yang ngisi nampannya kalau saya hitung ada 15 orang, yang nyuci piring hampir 30orang. Belum yang masak dan nyiapin hidangan prasmanan.
Ini acara aqiqahan, saya lupa membayangkan waktu acara nikahan saya dulu, yang pastinya memerlukan lebih dari ini.
Hehehehehe
Tapi yang penting berkahnya.
Aqiqahan Shakira Al-Irsyad.
06 September 2015, Kemingkin Dalam, Muaro Jambi-Jambi
#culture #budaya #Indonesia #IndonesiaHebat #aqiqahan #kambing #gotongroyong
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar