FYI :
Produksi susu nasional hanyalah dapat memenuhi kebutuhan konsumsi susu nasional 23,45 % atau sebanyak 2,19 kilogram per kapita per tahun.
Kebutuhan sisanya dipenuhi dari impor sebanyak 76,55 % dari total konsumsi susu nasional.
Susu merupakan salah satu sumber protein yang mudah dicerna dan sumber gizi kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan. Susu mengandung zat gizi yang lengkap.
Susu mengandung protein, vitamin D, vitamin A, zinc, kalsium, fosfor, magnesium untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Sedangkan pada air susu ibu (ASI) terdapat immunoglobulin A untuk kekebalan tubuh.
Susu juga mengandung asam amino esensial triptofan untuk mengistirahatkan sel sehingga dapat membuat nyenyak tidur.
Kandungan asam lemak esensial yang ada pada susu sangat baik untuk kesehatan jantung. Disamping itu, susu mengandung vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, S, E dan K, vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B1, B2, B6, B12, C, dan asam folat.
Dianjurkan untuk para ibu tetap memberikan ASI sampai bayi berumur 6 bulan. Untuk anak berusia 2 tahun atau lebih dapat diberikan susu segar 2 hingga 3 gelas per hari, disamping makanan keluarga.
Susu dapat terus diberikan sesuai selera anak hingga mereka remaja, dengan tetap disertai makanan.
Pada orang dewasa dan lansia dianjurkan minum susu tanpa lemak atau susu skim, susu rendah lemak, dan susu tinggi kalsium, sebanyak 1-2 gelar per hari untuk mencegah osteoporosis. Sebagai pelengkap untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tulang, lakukan olahraga secara teratur atau aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari.
#susu #sapi #kambing #sehat #IndonesiaSehat #IndonesiaTanpaOsteoporosis #milky #milk #health #healthcare #healthy #AyoMinumSusu #ForzaInter
Rabu, 16 September 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar