Berikut saya akan sharing forward dari mas Zain tausyiah Pak Ary di Padang Arafah sbb:
Pak Ary menjelaskan untuk membangun bangsa seharusnya kita mengikuti urutan haji... Diawali dengan ihram, dimana semua yang mendapat amanah untuk memimpin bangsa harus bebas dari kepentingan2 pribadi, kelompok..
Tidak boleh ada hidden agenda atau motif2 tertentu
Dilanjutkan dengan wukuf... Yaitu mengenal jatidiri sebagai manusia ciptaan Allah... Sehingga mampu "menatap" Allah setiap waktu...
Baru setelah itu menuju ke muzdalifah untuk mengidentifikasi belenggu2 yg ada dalam diri kita, motif2 terselubung, kepentingan2 pribadi dan kelompok.
Tahapan selanjutnya adalah lontar jumrah... Dimana kita diminta untuk melontar semua yang sudah teridentifikasi ketika di muzdalifah, baru setelah itu thawaf, membangun komitmen tertinggi hanya kepada Allah, ketika thawaf sudah tidak ada lagi belenggu2 dalam diri yg ada hanya cinta yang tertinggi hanya kepada Allah.
Ketika itu semua sudah dilalui barulah sa'I... Membangun ekonomi, pembangunan dsb
Namun selama ini bangsa kita tidak mau mengikuti urutan2 haji, para pemimpinnya tidak "ber-ihram", belum wukuf... Namun langsung ber-sa'I, membangun ekonomi pembangunan fisik... Maka yang terjadi bangsa kita harus membayar "Dam"... Dam bisa diartikan denda atau darah, maka saat ini bangsa kita sedang membayar "dam" yaitu tsunami, gempabumi, lumpur, gunung meletus, kerusuhan..
Itupun yg diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw dalam membangun dengan menyendiri di gua hira' selama 5 tahun. Baru setelah itu membangun Tauhid di kota Makkah, dimana selama 13 tahun turun ayat2 Makiyyah yang menyeru manusia untuk beriman kepada Allah, komitmen dan cinta tertinggi hanya kepada-NYA, barulah setelah itu Beliau hijrah ke Madinah untuk membangun ekonomi, politik, sosial... Maka dari situ lahirlah peradaban emas sampai abad 14.
Salam 165 dari Padang Arafah.
Sent from BlackBerry® on 3
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar