Jujur setelah pulang Umroh tahun 2008, rasa rindu gue buat nyium Kabbah semakin menggebu, walaupun moment itu pernah gue dapetin, tapi rasa ingin,ingin,dan ingin lagi buat nyium Kabbah itu semakin menjadi-jadi, alhasil dengan sekuat tenaga gue berusaha nabung buat pergi kesana lagi, dengan tujuan utama tentunya ya Berangkat Haji, setiap selesai Sholat do'a yang selalu terpanjat yaitu : " Ya Alloh semoga tahun ini Hamba bisa berangkat haji"
Dan itu tak pernah terlewatkan, walaupun sampai tahun ini Alloh masih belum juga memberi gue kesempatan untuk itu,tapi gue belum menyerah buat terus berdo'a akan hal itu.
Selama 5 tahun ini gue selalu nabung, tapi emang dasar sifat manusiawi gue yang selalu mengalahkan keinginan Iman gue, uang yang terkumpul selalu habis ntah kemana? Dan gue akuin, mungkin Iman gue masih sangat lemah, sehingga keinginan untuk berangkat hajipun masih selalu bisa terkalahkan oleh keinginan duniawi, terus apakah ada bekasnya, sumpah gak ada bekasnya sama sekali, uang itu lenyap selenyap-lenyapnya tak bersisa!
Di taun ini, gue renungin itu semua, kenapa gue belum juga bisa berangkat haji, padahal kalau di ukur-ukur biaya untuk bisa berangkat kesana udah sangat lebih dari cukup, tapi semua itu sekarang ntah kemana? Gue pun malu sama Alloh, karena udah begitu banyak rejeki yang udah Dia kasih sama Gue,tapi gue belum bisa memanfaatkannya secara baik.
Gue baru sadar, kalau mungkin hanya orang-orang yang pantas saja yang berhak berangkat haji, karena tidak mungkin orang yang biasa-biasa aja bisa berangkat dengan mudah kesana, pantas dalam hal apa? Mungkin terlalu naif kalau kita bilang pantas dalam segi materi atau kedudukan, karena seperti yang kita tau tidak sedikit orang yang mungkin kedudukannya di masyarakat biasa aja, atau yang keadaan materinya lebih sedikit daripada kita, tapi mereka bisa dan mampu kan untuk berangkat kesana, jadi ukuran "pantas" disini tentulah bukan ukuran pantas yang seperti itu, tapi ukuran pantas yang sesuai dengan yang Alloh inginkan, dan gue sadar mungkin gue emang belum pantes buat berangkat haji, terus apakah gue nyerah buat nabung, enggak, gue tetep usahain buat kesana, tapi harapan gue buat kesana taun inipun ya pupus sudah, agak kecewa sih, tapi tetep gue yakin aja, masih bisa tahun besok.
Kemudian biasanya hasil tabungan yang gue sisihin dari ladang Kambing gue, suka gue beliin buat apa aja, sekarang enggak.
Mungkin ini sedikit teguran dari Alloh, jadi ceritanya hari Jum'at kemarin, sebagai muslim gue tentunya wajib buat Jum'atan kan,nah seperti biasa kalau di Minggu-minggu Dzulhijah seperti ini, isi khotbah itu ya kalau gak tentang Ibadah Haji ya Tentang Qurban, nah di Jum'at kemarin itu isi Khotbahnya ada dua-duanya, dengan rinci si Khotib menjabarkan perkara Ibadah Haji dan Qurban, dan gue yang terkadang terkantuk-kantuk, di Jum'at kemarin gue terjaga dari awal sampai akhir, isi Khotbahnya mengena banget di hati gue, terutama yang bagian Qurbannya, disana gue tersadar, Kalau selama ini Gue belum bisa berangkat Haji, kenapa Gue gak Qurban aja ya?
Masa iya gue Kalah sama Mak Yati yang Pemulung itu, ya udah sepulang Jum'at itu, gue langsung inisiatif buat nelpon ke Tasik, kalau Taun ini, gue mau Qurban, keluargapun seneng, karena daripada duitnya abis lagi entah kemana, Gue langsung niatin Qurban aja.
Dan akhirnya siang tadi sehabis Solat I'd terlaksana juga Qurban, dan atas izin Alloh juga, adik dan kakak gue juga bisa tergugah hatinya buat berQurban juga.
Dan kami semuapun tersadar, kalau urusan Qurban itu bukan soal mampu ataupun tidak mampu, tapi soal Mau atau Tidak Mau!
Karena kalau Mau pasti akan ada niat dan usaha, usaha yang bukan sekadar usaha, tapi usaha yang memaksakan diri, karena kita selalu bisa maksain buat ngumpulin duit hanya untuk sekedar membeli sesuatu, bahkan kalau urusan mudik lebaranpun kita selalu bisa maksain,padahal urusan mudik itu tidak ada dalam syariat Islam, tapi kita mampun untuk itu, bahkan tidak jarang kita bisa menghabiskan uang berjuta-juta dan sering juga kita berhutang untuk urusan mudik lebaran itu, tapi anehnya untuk berqurban kita selalu jarang untuk bisa melaksanakannya!!!
(Demi Alloh ini bukan untuk menggurui para pembaca, tapi ini untuk diri saya pribadi)
Terakhir, dalam postingan kali ini,
Gue berdo'a,
Semoga yang membaca postingan gue ini, bisa berangkat Haji taun depan, atau bahkan bisa memberangkatkan Haji orang lain, entah itu orang tua, sodara, tetangga, atau siapapun, pokoknya taun Hijriyah depan, semua orang yang membaca psotingan ini bisa berangkat ke Tanah Suci, dan kalaupun tidak bisa, maka di Bulan Dzulhijah tahun depan, kita semua bisa BerQurban, Insyaallah!!!
Selamat hari Raya Idul Adha 1434 H,
Mohon Maaf Sapi dan Kambing,
Dan #FORZAINTER
Sent from BlackBerry® on 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar