Hari kebangkitan Moral Bangsa
“ 7 Budi Utama
Indonesia ”
Minggu, 16 Mei 2010,
adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari ini adalah yang menandai
bahwa Bangsa Indonesia yang dikenal oleh Negara lain sebagai bangsa yang sudah
rusak moralnya karena KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) sudah sangat
mengakar bahkan sampai menyentuh ke tingkat RT ( Rukun Tetangga).
Hal ini sangat
memprihatinkan bagi kondisi Indonesia yang notabenenya adalah Negara dengan
Umat Nabi Muhammad SAW terbesar di dunia.
Namun Bangsa Indonesia
masih beruntung dengan adanya sekelompok pemuda yang mempunyai semangat untuk
tetap mencintai Indonesia dengan selalu menjungjung tinggi nilai-nilai moral
yang tercantum dalam nama-nama Tuhan yang Agung.
Pada tanggal ini para
pemuda dari berbagai pelosok negri Indonesia berkumpul, bersatu menyatukan
tekad untuk terus memberikan sesuatu yang baik dan berguna bagi Negara mereka
tercinta, mereka mempunyai tekad yang sama, yaitu ingin menjadikan Indonesia
sebagai Negara yang Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil,
serta Peduli. Mereka menyebutnya sebagai 7 Budi Utama Indonesia.
Mereka bertekad bahwa
10 tahun kedepan yaitu tepat dengan 16 Mei 2020, Indonesia sudah bisa menjadi
Negara emas, Negara yang menjungjung tinggi nilai-nilai 7 Budi Utama.
Dengan poin :
1.
Pada tahun 2020, bila ada orang yang
ingin belajar soal Kejujuran, Tanggung Jawab, sikap Visioner, Kedisiplinan,
Saling Kerjasama, Keadilan, dan Kepedulian, maka belajarlah ke Indonesia.
2.
Pada tahun 2020, bila sang Merah Putih
dikibarkan, maka semua orang di dunia akan berkata dengan penuh rasa bangga,
kalau itu adalah Negara orang-orang Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin,
Kerjasama, Adil, serta Peduli. Dan Negara itu adalah Negara Indonesia.
3.
Pada tahun 2020, bila suatu saat ada
orang-orang yang menanyakan ;” Dimanakah tempat berkumpulnya orang-orang yang
selalu menanamkan Cinta tertinggi hanya kepada Alloh SWT dan Rasulnya Muhammad
SAW?” maka orang-orang yang ditanya itu akan menjawab ; “ tempat itu adalah
INDONESIA.”
Tidak pernah ada
keraguan dalam diri mereka, bahwa kelak pada tahun 2020 Negara Indonesia akan
menjadi Negara yang di segani oleh seluruh Bangsa di Dunia.
***
Galan, dan tujuh belas
temannya dengan sengaja datang jauh-jauh dari Cirebon untuk menuju Jakarta,
karena sebagian dari mereka juga kebetulan menjadi Panitia dari acara tersebut, dengan penuh
semangat Galan menjalankan Tugas sebagai coordinator dari daerahnya, karena
memang harus di diketahui bahwa dia memang sangat mencintai Negaranya ini,
Negara yang suatu saat nanti dia yakini akan dipimpin olehnya, Negara yang
dijuluki sebagai miniaturnya dunia, Negara yang dia kenal sebagai Negara
terkaya akan sumber daya alamnya ini, Negara yang masih kokoh berdiri walaupun
banyak hujatan dan cemoohan dari Negara lain, Negara yang setiap hari
memberikan semangat baru bagi Galan, dan Negara dengan berjuta-juta pesonanya
yang selalu Galan puja, dan Negara ini adalah Negara Indonesia.
Tania juga tidak
ketinggalan untuk ikut berperan aktif dalam acara tersebut, acara yang mungkin
akan benar-benar manjadi suatu persitiwa penting dalam kebangkitan Negara
Indonesia. Tania dengan penuh rasa bangga kepada Galan sebagai kekasihnya yang
selalu siap tampil di depan dalam kemajuan bangsa Indonesia, bahkan Tania juga membantu mencarikan tempat menginap untuk Galan dan teman-temannya selama mereka di Jakarta. (perbuatan kecil yang berdampak besar)
***
Menjelang pukul 07.00
wib, hampir seluruh peserta sudah hadir memenuhi tempat berlangsungnya acara,
Jakarta menjadi penuh dengan berkumpulnya para Pemuda dari Hampir seluruh
Penjuru Tanah Air, para panitia sudah sangat sibuk bersiap di pos
masing-masing, tepat pada pukul 09.00 wib, acara gerakan moral itu dimulai,
hampir seluruh mentri dari kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ikut hadir dalam
acara tersebut, acara yang dibuka langsung oleh Mentri Pemuda dan Olahraga
Indonesia mendapat apresiasi positif dari seluruh element Masyarakat Indonesia,
kurang lebih 50.000 peserta mengikuti acara tersebut, acara yang bertempat di
halaman Monas itu berlangsung dengan lancar, setiap orang yang hadir dalam
acara itu dengan khidmat melantunkan Asmaul Husna, sebagai suara hati mereka,
dan dari Al-Asmaul Husna tersebutlah, lahir 7 Budi Utama, yaitu Jujur, Tanggung
Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, dan Peduli, yang kelak akan menajdi
nilai moral yang tertanam dalam hati setiap individu masyarakat Indonesia.
***
Mata Galan sibuk
mencari dimana Tania berada, tanpa berbicara mereka saling bertatapan, serta
memanjatkan do’a yang sama untuk Negara Indonesia, mereka meneteskan air mata,
karena mereka yakin kalau Negara yang saat ini begitu di lecehkan oleh setiap
bangsa, kelak akan menjadi Negara yang besar dan bermoral.
Galan dan Tania semakin
tidak bisa dipisahkan, mereka semakin bersatu dalam kekautan cinta yang mereka
tanam setelah hampir satu tahun tersebut.
Acara yang berlangsung
hampir 3 jam tersebut di lanjutkan dengan acara gerak jalan sehat dengan rute
Monas-budaharan HI- Monas, dengan penuh semangat arak-arakan pemuda itu
berjalan sambil melantunkan Asmaul Husna. Setiap orang yang melihat dan
berpapasan dengan kami memanjatkan do’a yang luar biasa, kami para peserta
khususnya panitia merinding dan tidak bisa membayangkan bagaimana indahnya
apabila kelak seluruh lapisan masyarakat Indonesia mampu untuk bersikap jujur
terhadap apa yang dia katakan, dan selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab
apapun pekerjaannya, dan mereka selalu berpikiran jauh kedepan untuk kemajuan
bangsa dan kesejahteraan anak cucu mereka dengan menjaga asset fisik maupun
social yang ada di dalam Negara ini, para panitia dengan lirih memikirkan suatu
saat nanti Negara ini akan bebas dari macet karena kelak Negara ini akan
menjadi Negara dengan penduduk paling disiplin di dunia, Negara yang tidak
pernah egois dalam mengerjakan sesuatu mereka senantiasa bekerja sama untuk
menyelesaikan semuanya, para masyarakatnya akan selalu sadar dengan hak mereka
masing-masing tidak menyulitkan individu yang lainnya demi kebahagiaan pribadi
mereka karena mereka selalu adil dalam melaksanakan kewajiabn dan menerima hak
mereka, tidak akan ada lagi warga yang terlantar, tidak akan ada lagi para anak
jalanan yang berkeliaran di lampu-lampu stopan ketika jam pelajaran, mereka
yang kurang mampu akan mendapatkan hak untuk bersekolah, mempunyai penghidupan
yang layak, bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka, karena di
Negara ini setiap orang akan peduli terhadap sesamanya. Dan itulah hakikat dari
7 Budi Utama.
Inilah yang menjadi
motivasi nyata bagi para panitia, mereka ingin mempersembahkan sesuatu pada
Tanah Air tercinta. Motivasi yang telah menjelma menjadi suatu pernyataan sikap
dan menyerahkan diri secara total kepada Bangsa dan Tanah Air, motivasi yang
akan selalu ada dalam hati para panitia, dan itu tertanam dari semenjak mereka
yakin bahwa Indonesia adalah Negara yang besar, dan mereka adalah bagian dari
kebesaran itu. Mereka masih meyakini bahwa apa yang mereka jalani ini masih
sangatlah kecil bagi Indonesia tercinta, tapi mereka sadar kalau hal yang kecil
ini akan menjadi sebuah senjata untuk berjuang mewujudkan Indonesia Emas 2020,
dan Dunia Emas 2050, mereka sadar kalau semua ini adalah kehendak Tuhan, dan
Tuhan memlih mereka untuk menjadi actor dalam kebangkitan moral Bangsa
Indonesia. Mereka tidak mau tergantikan oleh siapapun maka dari itu mereka
selalu bergerak dan terus bergerak ke arah yang lebih baik, para panitia ini
mungkin secara fisik hanyalah sekelompok pemuda yang bekerja lelah mengumpulkan
dana dari berbagai sponor, atau sekelompok pemuda yang bekerja lelah siang dan
malam menyiapkan spanduk dan tempat acara, serta mengkoordinir setiap pesertadari berbagai pelosok negri, padahal secara pasti merekalah sekelompok
pemuda yang Alloh pilih sebagai penerus ajaran Kekasihnya, merekalah para
Panitia yang tanpa pendapatan sepeserpun dari acara tersebut, tapi menajalani
setiap tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab, mungkin mereka lelah
menyiapkan semua ini selama beberapa bulan terakhir, tapi mereka yakin kalau
Alloh pasti akan membayar lunas jerih payah ini.
Setiap apa yang mereka
kerjakan untuk Tanah Air ini mereka dedikasikan hanya untuk Indonesia, sebagai
langkah nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2020.
Dan tepat pukul 12.00,
setiap orang yang berjumlah kurang lebih 50.000 itu bertekad dan mengikrarkan
diri, bahwa pada tanggal 16 Mei 2010 adalah Hari Kebangkitan Moral Indonesia.
Mereka berkata, kenapa
pada tanggal 20 Mei selalu di peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional?
Karena pada waktu itu ada sekelompok Pemuda yang berkumpul pada Tanggal 20 Mei
1908 dengan tujuan untuk memberantas “buta huruf” di Indonesia, kemudian pada
akhirnya dinyatakanlah bahwa tanggal 20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional
yang di pelopori oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Kenapa setiap tanggal 28
oktober selalu di peringati sebagai hari sumpah pemuda? Karena pada tanggal 28
Oktober 1928 ada sekelompok pemuda dari seluruh penjuru Indonesia dengan satu
tekad yang sama yaitu Indonesia sehingga lahirlah sumpah pemuda. Mengapa pada
tanggal 17 Agustus selalu diperangati sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia?
Karena pada tanggal 17 Agustus 1945 berkumpul segolongan pemuda di Lapangan
Ikada dengan maksud ingin Indonesia merdeka secara lahir dan bathin dari
penjajahan, dan akhirnya tercetuslah kemerdekaan Indonesia yang di Prakarsai
oleh sebagian besar Pemuda Indonesia. Kemudian, kenapa setiap tanggal 10
Agustus selalu diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Indonesia? Karena
Pada Tanggal 10 Agustus 1995 para pemuda Indonesia berkumpul tepat pada pukul
10.08 wib di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, untuk menerbangkan secara
perdana Pesawat terbang Canggih berkecepatan subsonic, yaitu pesawat
N-250 Gatotkoco, sebagai hasil karya nyata anak muda Bangsa Indonesia.
Selanjutnya,pertanyaan yang paling mendasar untuk beberapa tahun kedepan ketika
semua orang bertanya, Kenapa setiap tanggal 16 Mei selalu diperingati sebagai
hari Kebangkitan Moral Bangsa? Dan jawabannya adalah Karena pada tanggal 16 Mei
2010 ada sekelompok pemuda dari hampir seluruh penjuru Tanah Air berkumpul
tepat di Bundaran Monas untuk menjungjung Tinggi nilai-nilai Moral 7 Budi
Utama, yaitu Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil,
Peduli, mereka berikrar bahwa kelak Indonesia akan menjadi Negara adidaya
dengan menjungjung tinggi nilai moral 7 Budi Utama, dan kelak anak-cucu mereka
akan bertanya kenapa Indonesia bisa menjadi Negara adidaya dengan super power
yang berlandaskan kecintaan kepada Tuhan yang Esa? Mereka masing-masing akan
menjawab, inilah berkat kakek dan nenekku.
Mereka sadar, sekecil
apapun perbuatan mereka akan berdampak bagi Negara ini, mau baik atau buruk
keadaan Negara kita nanti di masa depan, tergantung perbuatan kita pada saat
ini. Apabila kita baik, maka kelak Negara kita akan selalu menjadi baik,
sebaliknya apabila kita buruk maka Negara kita nanti juga akan buruk.
***
Beberapa hari setelah
acara tersebut Galan semakin mencintai Tanah Air yang selalu dia impikan untuk
dia Pimpin suatu saat nanti, dia selalu merindukan saat-saat indah ketika
menjadi Panitia Hari Kebangkitan Moral Bangsa tersebut, Galan selalu percaya
bahwa Indonesia Akan mampu untuk bangkit dan akan selalu Bangkit dengan Moral
yang baik dan semangat yang luar biasa, rasa cinta itu dia tuangkan dalam
sebuah catatan kecil di dalam note pribadinya :
Cirebon,
22 Mei 2010
Apa
kabar negaraku…?
Hari
ini aku kangen banget sama kamu, Terimakasih ya, karena disinilah aku dan semua
keluargaku tinggal, sahabatku, saudaraku, teman, cinta dan semuanya…
Negaraku,
aku rindu sekali dengan dirimu, rindu dengan kelembutan hati para penghuni
tanah airmu, rindu tentang nilai nasionalisme yang selalu tertancap dalam hati
setiap pnghunimu ketika dwi warnamu dikibarkan, rindu akan semangatnya para
mahasiswa yang selalu membela aspirasi rakyat…
Rindu
dengan kemerdekaanmu…
Negaraku,
mungkin aku belum bisa berbuat banyak untukmu, mungkin aku bekum bisa
mengharumkan tanah airmu, tapi aku janji suatu saat nanti aku akan membuat
dirimu dikenal oleh semua orang berkat jasaku… aku bersumpah demi dirimu…
Negaraku,
aku janji, aku tidak akan pernah lagi meneteskan air mata karena apa yang
terjadi di dalam tubuhmu belakangan ini, aku akan terus tersenyum dan terus
bangga padamu…
Negaraku,
sangat berat bila harus menerima kenyataan yang ada dalam tubuhmu saat ini,
tapi sekali lagi aku tidak akan pernah malu untuk membelamu, mau sehancur
apapun dirimu, sebobrok apapun orang-orang yang memimpinmu, tetap Indonesiaku
yang kubanggakan…
Negaraku,
inget gak waktu itu tanahmu aku tikam dengan belatiku guna menancapkan tiang
bendera kelompok Pencinta Alam yang aku ada sebagai anggotanya, aku tidak tau
saat itu kamu merasakan sakit seperti apa, tapi di puncak gunung itu aku yakin
kamu merasa tersakiti oleh tajamnya belatiku, maafkan aku ya…
Negaraku,
inget gak waktu itu aku pernah membuat airmu tersendat karena sampah plastik
yang kubuang ketika aku pulang dari sekolah, aku tidak bisa membayangkan betapa
sakitnya tenggorokanmu ketika air yang mengalir itu aku sumbat dengan
sampah-sampah kotor itu, maafkan aku negaraku, maafkan aku Indonesia…
Negaraku,
mungkin itu hanya aku, tapi aku yakin diluar sana ada yang lebih banyak lagi
berbuat tidak adil padamu, maafkan mereka negaraku, ampuni mereka negaraku,
do’akan mereka supaya mereka sadar kalau apa yang mereka lakukan itu salah…
Do’akan
mereka negaraku, jangan kau marah pada mereka, karena mereka juga mungkin tidak
tau setan apa yang merasuki mereka?
Tapi
aku yakin, tanpa aku meminta maaf padamu juga, kamu sudah sangat sayang padaku,
setiap hari kau memberiku warna langit yang indah, setiap hari kau memberiku
udara yang sejuk, setiap hari kau memberiku udara yang luar biasa segarnya,
sehingga aku tidak pernah merasa tersesak, bahkan setiap hari airmu aku teguk
dengan penuh semangat dan tanahmu aku pijak dari semenjak dulu sampai sekarang
dan kau masih tetap kokoh…
Negaraku,
kau memang terlalu baik padaku…
Beberapa
hari yang lalu aku berangkat ke ibu kotamu, aku datang ke Monas, melihat patung
selamat datang, dan pada waktu berkumpul lebih dari lima puluh ribu wargamu
untuk memperingati hari kebangkitan moral bangsa, aku terharu pada waktu itu,
karena masih banyak orang-orang yang mencintaimu karena-NYA…
Negaraku,
mungkin aku bukan termasuk pejuang reformasi atau pejuang kemrdekaanmu, tapi
aku selalu cinta padamu, percaya dech…. Hehehehe
Negaraku,
kamu selalu bilang kepadaku “bhineka tunggal ika” yang berarti “berbeda-beda
tetapi tetap satu jua”, ya itulah kamu negaraku, begitu banyak pulau yang ada
dalam pangkuanmu, begitu banyak bahasa yang kau pegang, adat yang kau jungjung,
budaya yang kau jaga, serta bangsa yang kau lindungi, tapi kau tetap
mempertahankan semuanya dan membentengi mereka dengan benteng INDONESIA…
Sekali
lagi, Terimakasih Negaraku…
Dwi
warnamu akan selalu berkibar dengan gagahnya…
Dan
kamu akan selalu menjadi Tanah Airku yang luar biasa
Dan
kamu satu, kamulah INDONESIA
Dariku
yang selalu mencintai dan bangga padamu
Galan
Dwi Pradana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar