Social Icons

Selasa, 27 Agustus 2013

Ketika Cinta Itu Ada : Part 6





Hari kebangkitan Moral Bangsa
7 Budi Utama Indonesia­ ”


Minggu, 16 Mei 2010, adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari ini adalah yang menandai bahwa Bangsa Indonesia yang dikenal oleh Negara lain sebagai bangsa yang sudah rusak moralnya karena KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) sudah sangat mengakar bahkan sampai menyentuh ke tingkat RT ( Rukun Tetangga).
Hal ini sangat memprihatinkan bagi kondisi Indonesia yang notabenenya adalah Negara dengan Umat Nabi Muhammad SAW terbesar di dunia.
Namun Bangsa Indonesia masih beruntung dengan adanya sekelompok pemuda yang mempunyai semangat untuk tetap mencintai Indonesia dengan selalu menjungjung tinggi nilai-nilai moral yang tercantum dalam nama-nama Tuhan yang Agung.
Pada tanggal ini para pemuda dari berbagai pelosok negri Indonesia berkumpul, bersatu menyatukan tekad untuk terus memberikan sesuatu yang baik dan berguna bagi Negara mereka tercinta, mereka mempunyai tekad yang sama, yaitu ingin menjadikan Indonesia sebagai Negara yang Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, serta Peduli. Mereka menyebutnya sebagai 7 Budi Utama Indonesia.
Mereka bertekad bahwa 10 tahun kedepan yaitu tepat dengan 16 Mei 2020, Indonesia sudah bisa menjadi Negara emas, Negara yang menjungjung tinggi nilai-nilai 7 Budi Utama.
Dengan poin :
1.      Pada tahun 2020, bila ada orang yang ingin belajar soal Kejujuran, Tanggung Jawab, sikap Visioner, Kedisiplinan, Saling Kerjasama, Keadilan, dan Kepedulian, maka belajarlah ke Indonesia.
2.      Pada tahun 2020, bila sang Merah Putih dikibarkan, maka semua orang di dunia akan berkata dengan penuh rasa bangga, kalau itu adalah Negara orang-orang Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, serta Peduli. Dan Negara itu adalah Negara Indonesia.
3.      Pada tahun 2020, bila suatu saat ada orang-orang yang menanyakan ;” Dimanakah tempat berkumpulnya orang-orang yang selalu menanamkan Cinta tertinggi hanya kepada Alloh SWT dan Rasulnya Muhammad SAW?” maka orang-orang yang ditanya itu akan menjawab ; “ tempat itu adalah INDONESIA.”

Tidak pernah ada keraguan dalam diri mereka, bahwa kelak pada tahun 2020 Negara Indonesia akan menjadi Negara yang di segani oleh seluruh Bangsa di Dunia.
***
Galan, dan tujuh belas  temannya dengan sengaja datang jauh-jauh dari Cirebon untuk menuju Jakarta, karena sebagian dari mereka juga kebetulan menjadi Panitia dari acara tersebut, dengan penuh semangat Galan menjalankan Tugas sebagai coordinator dari daerahnya, karena memang harus di diketahui bahwa dia memang sangat mencintai Negaranya ini, Negara yang suatu saat nanti dia yakini akan dipimpin olehnya, Negara yang dijuluki sebagai miniaturnya dunia, Negara yang dia kenal sebagai Negara terkaya akan sumber daya alamnya ini, Negara yang masih kokoh berdiri walaupun banyak hujatan dan cemoohan dari Negara lain, Negara yang setiap hari memberikan semangat baru bagi Galan, dan Negara dengan berjuta-juta pesonanya yang selalu Galan puja, dan Negara ini adalah Negara Indonesia.
Tania juga tidak ketinggalan untuk ikut berperan aktif dalam acara tersebut, acara yang mungkin akan benar-benar manjadi suatu persitiwa penting dalam kebangkitan Negara Indonesia. Tania dengan penuh rasa bangga kepada Galan sebagai kekasihnya yang selalu siap tampil di depan dalam kemajuan bangsa Indonesia, bahkan Tania juga membantu mencarikan tempat menginap untuk Galan  dan teman-temannya selama mereka di Jakarta. (perbuatan kecil yang berdampak besar)
***
Menjelang pukul 07.00 wib, hampir seluruh peserta sudah hadir memenuhi tempat berlangsungnya acara, Jakarta menjadi penuh dengan berkumpulnya para Pemuda dari Hampir seluruh Penjuru Tanah Air, para panitia sudah sangat sibuk bersiap di pos masing-masing, tepat pada pukul 09.00 wib, acara gerakan moral itu dimulai, hampir seluruh mentri dari kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ikut hadir dalam acara tersebut, acara yang dibuka langsung oleh Mentri Pemuda dan Olahraga Indonesia mendapat apresiasi positif dari seluruh element Masyarakat Indonesia, kurang lebih 50.000 peserta mengikuti acara tersebut, acara yang bertempat di halaman Monas itu berlangsung dengan lancar, setiap orang yang hadir dalam acara itu dengan khidmat melantunkan Asmaul Husna, sebagai suara hati mereka, dan dari Al-Asmaul Husna tersebutlah, lahir 7 Budi Utama, yaitu Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, dan Peduli, yang kelak akan menajdi nilai moral yang tertanam dalam hati setiap individu masyarakat Indonesia.
***
Mata Galan sibuk mencari dimana Tania berada, tanpa berbicara mereka saling bertatapan, serta memanjatkan do’a yang sama untuk Negara Indonesia, mereka meneteskan air mata, karena mereka yakin kalau Negara yang saat ini begitu di lecehkan oleh setiap bangsa, kelak akan menjadi Negara yang besar dan bermoral.
Galan dan Tania semakin tidak bisa dipisahkan, mereka semakin bersatu dalam kekautan cinta yang mereka tanam setelah hampir satu tahun tersebut.
Acara yang berlangsung hampir 3 jam tersebut di lanjutkan dengan acara gerak jalan sehat dengan rute Monas-budaharan HI- Monas, dengan penuh semangat arak-arakan pemuda itu berjalan sambil melantunkan Asmaul Husna. Setiap orang yang melihat dan berpapasan dengan kami memanjatkan do’a yang luar biasa, kami para peserta khususnya panitia merinding dan tidak bisa membayangkan bagaimana indahnya apabila kelak seluruh lapisan masyarakat Indonesia mampu untuk bersikap jujur terhadap apa yang dia katakan, dan selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab apapun pekerjaannya, dan mereka selalu berpikiran jauh kedepan untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan anak cucu mereka dengan menjaga asset fisik maupun social yang ada di dalam Negara ini, para panitia dengan lirih memikirkan suatu saat nanti Negara ini akan bebas dari macet karena kelak Negara ini akan menjadi Negara dengan penduduk paling disiplin di dunia, Negara yang tidak pernah egois dalam mengerjakan sesuatu mereka senantiasa bekerja sama untuk menyelesaikan semuanya, para masyarakatnya akan selalu sadar dengan hak mereka masing-masing tidak menyulitkan individu yang lainnya demi kebahagiaan pribadi mereka karena mereka selalu adil dalam melaksanakan kewajiabn dan menerima hak mereka, tidak akan ada lagi warga yang terlantar, tidak akan ada lagi para anak jalanan yang berkeliaran di lampu-lampu stopan ketika jam pelajaran, mereka yang kurang mampu akan mendapatkan hak untuk bersekolah, mempunyai penghidupan yang layak, bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka, karena di Negara ini setiap orang akan peduli terhadap sesamanya. Dan itulah hakikat dari 7 Budi Utama.
Inilah yang menjadi motivasi nyata bagi para panitia, mereka ingin mempersembahkan sesuatu pada Tanah Air tercinta. Motivasi yang telah menjelma menjadi suatu pernyataan sikap dan menyerahkan diri secara total kepada Bangsa dan Tanah Air, motivasi yang akan selalu ada dalam hati para panitia, dan itu tertanam dari semenjak mereka yakin bahwa Indonesia adalah Negara yang besar, dan mereka adalah bagian dari kebesaran itu. Mereka masih meyakini bahwa apa yang mereka jalani ini masih sangatlah kecil bagi Indonesia tercinta, tapi mereka sadar kalau hal yang kecil ini akan menjadi sebuah senjata untuk berjuang mewujudkan Indonesia Emas 2020, dan Dunia Emas 2050, mereka sadar kalau semua ini adalah kehendak Tuhan, dan Tuhan memlih mereka untuk menjadi actor dalam kebangkitan moral Bangsa Indonesia. Mereka tidak mau tergantikan oleh siapapun maka dari itu mereka selalu bergerak dan terus bergerak ke arah yang lebih baik, para panitia ini mungkin secara fisik hanyalah sekelompok pemuda yang bekerja lelah mengumpulkan dana dari berbagai sponor, atau sekelompok pemuda yang bekerja lelah siang dan malam menyiapkan spanduk dan tempat acara, serta mengkoordinir setiap pesertadari berbagai pelosok negri, padahal secara pasti merekalah sekelompok pemuda yang Alloh pilih sebagai penerus ajaran Kekasihnya, merekalah para Panitia yang tanpa pendapatan sepeserpun dari acara tersebut, tapi menajalani setiap tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab, mungkin mereka lelah menyiapkan semua ini selama beberapa bulan terakhir, tapi mereka yakin kalau Alloh pasti akan membayar lunas jerih payah ini.
Setiap apa yang mereka kerjakan untuk Tanah Air ini mereka dedikasikan hanya untuk Indonesia, sebagai langkah nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2020.
Dan tepat pukul 12.00, setiap orang yang berjumlah kurang lebih 50.000 itu bertekad dan mengikrarkan diri, bahwa pada tanggal 16 Mei 2010 adalah Hari Kebangkitan Moral Indonesia.
Mereka berkata, kenapa pada tanggal 20 Mei selalu di peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional? Karena pada waktu itu ada sekelompok Pemuda yang berkumpul pada Tanggal 20 Mei 1908 dengan tujuan untuk memberantas “buta huruf” di Indonesia, kemudian pada akhirnya dinyatakanlah bahwa tanggal 20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional yang di pelopori oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Kenapa setiap tanggal 28 oktober selalu di peringati sebagai hari sumpah pemuda? Karena pada tanggal 28 Oktober 1928 ada sekelompok pemuda dari seluruh penjuru Indonesia dengan satu tekad yang sama yaitu Indonesia sehingga lahirlah sumpah pemuda. Mengapa pada tanggal 17 Agustus selalu diperangati sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia? Karena pada tanggal 17 Agustus 1945 berkumpul segolongan pemuda di Lapangan Ikada dengan maksud ingin Indonesia merdeka secara lahir dan bathin dari penjajahan, dan akhirnya tercetuslah kemerdekaan Indonesia yang di Prakarsai oleh sebagian besar Pemuda Indonesia. Kemudian, kenapa setiap tanggal 10 Agustus selalu diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Indonesia? Karena Pada Tanggal 10 Agustus 1995 para pemuda Indonesia berkumpul tepat pada pukul 10.08 wib di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, untuk menerbangkan secara perdana Pesawat terbang Canggih berkecepatan subsonic, yaitu pesawat N-250 Gatotkoco, sebagai hasil karya nyata anak muda Bangsa Indonesia. Selanjutnya,pertanyaan yang paling mendasar untuk beberapa tahun kedepan ketika semua orang bertanya, Kenapa setiap tanggal 16 Mei selalu diperingati sebagai hari Kebangkitan Moral Bangsa? Dan jawabannya adalah Karena pada tanggal 16 Mei 2010 ada sekelompok pemuda dari hampir seluruh penjuru Tanah Air berkumpul tepat di Bundaran Monas untuk menjungjung Tinggi nilai-nilai Moral 7 Budi Utama, yaitu Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, Peduli, mereka berikrar bahwa kelak Indonesia akan menjadi Negara adidaya dengan menjungjung tinggi nilai moral 7 Budi Utama, dan kelak anak-cucu mereka akan bertanya kenapa Indonesia bisa menjadi Negara adidaya dengan super power yang berlandaskan kecintaan kepada Tuhan yang Esa? Mereka masing-masing akan menjawab, inilah berkat kakek dan nenekku.
Mereka sadar, sekecil apapun perbuatan mereka akan berdampak bagi Negara ini, mau baik atau buruk keadaan Negara kita nanti di masa depan, tergantung perbuatan kita pada saat ini. Apabila kita baik, maka kelak Negara kita akan selalu menjadi baik, sebaliknya apabila kita buruk maka Negara kita nanti juga akan buruk.
***
Beberapa hari setelah acara tersebut Galan semakin mencintai Tanah Air yang selalu dia impikan untuk dia Pimpin suatu saat nanti, dia selalu merindukan saat-saat indah ketika menjadi Panitia Hari Kebangkitan Moral Bangsa tersebut, Galan selalu percaya bahwa Indonesia Akan mampu untuk bangkit dan akan selalu Bangkit dengan Moral yang baik dan semangat yang luar biasa, rasa cinta itu dia tuangkan dalam sebuah catatan kecil di dalam note pribadinya :





Cirebon, 22 Mei 2010
Apa kabar negaraku…?
Hari ini aku kangen banget sama kamu, Terimakasih ya, karena disinilah aku dan semua keluargaku tinggal, sahabatku, saudaraku, teman, cinta dan semuanya…
Negaraku, aku rindu sekali dengan dirimu, rindu dengan kelembutan hati para penghuni tanah airmu, rindu tentang nilai nasionalisme yang selalu tertancap dalam hati setiap pnghunimu ketika dwi warnamu dikibarkan, rindu akan semangatnya para mahasiswa yang selalu membela aspirasi rakyat…
Rindu dengan kemerdekaanmu…
Negaraku, mungkin aku belum bisa berbuat banyak untukmu, mungkin aku bekum bisa mengharumkan tanah airmu, tapi aku janji suatu saat nanti aku akan membuat dirimu dikenal oleh semua orang berkat jasaku… aku bersumpah demi dirimu…
Negaraku, aku janji, aku tidak akan pernah lagi meneteskan air mata karena apa yang terjadi di dalam tubuhmu belakangan ini, aku akan terus tersenyum dan terus bangga padamu…
Negaraku, sangat berat bila harus menerima kenyataan yang ada dalam tubuhmu saat ini, tapi sekali lagi aku tidak akan pernah malu untuk membelamu, mau sehancur apapun dirimu, sebobrok apapun orang-orang yang memimpinmu, tetap Indonesiaku yang kubanggakan…
Negaraku, inget gak waktu itu tanahmu aku tikam dengan belatiku guna menancapkan tiang bendera kelompok Pencinta Alam yang aku ada sebagai anggotanya, aku tidak tau saat itu kamu merasakan sakit seperti apa, tapi di puncak gunung itu aku yakin kamu merasa tersakiti oleh tajamnya belatiku, maafkan aku ya…
Negaraku, inget gak waktu itu aku pernah membuat airmu tersendat karena sampah plastik yang kubuang ketika aku pulang dari sekolah, aku tidak bisa membayangkan betapa sakitnya tenggorokanmu ketika air yang mengalir itu aku sumbat dengan sampah-sampah kotor itu, maafkan aku negaraku, maafkan aku Indonesia…
Negaraku, mungkin itu hanya aku, tapi aku yakin diluar sana ada yang lebih banyak lagi berbuat tidak adil padamu, maafkan mereka negaraku, ampuni mereka negaraku, do’akan mereka supaya mereka sadar kalau apa yang mereka lakukan itu salah…
Do’akan mereka negaraku, jangan kau marah pada mereka, karena mereka juga mungkin tidak tau setan apa yang merasuki mereka?
Tapi aku yakin, tanpa aku meminta maaf padamu juga, kamu sudah sangat sayang padaku, setiap hari kau memberiku warna langit yang indah, setiap hari kau memberiku udara yang sejuk, setiap hari kau memberiku udara yang luar biasa segarnya, sehingga aku tidak pernah merasa tersesak, bahkan setiap hari airmu aku teguk dengan penuh semangat dan tanahmu aku pijak dari semenjak dulu sampai sekarang dan kau masih tetap kokoh…
Negaraku, kau memang terlalu baik padaku…
Beberapa hari yang lalu aku berangkat ke ibu kotamu, aku datang ke Monas, melihat patung selamat datang, dan pada waktu berkumpul lebih dari lima puluh ribu wargamu untuk memperingati hari kebangkitan moral bangsa, aku terharu pada waktu itu, karena masih banyak orang-orang yang mencintaimu karena-NYA…
Negaraku, mungkin aku bukan termasuk pejuang reformasi atau pejuang kemrdekaanmu, tapi aku selalu cinta padamu, percaya dech…. Hehehehe
Negaraku, kamu selalu bilang kepadaku “bhineka tunggal ika” yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”, ya itulah kamu negaraku, begitu banyak pulau yang ada dalam pangkuanmu, begitu banyak bahasa yang kau pegang, adat yang kau jungjung, budaya yang kau jaga, serta bangsa yang kau lindungi, tapi kau tetap mempertahankan semuanya dan membentengi mereka dengan benteng INDONESIA…
Sekali lagi, Terimakasih Negaraku…
Dwi warnamu akan selalu berkibar dengan gagahnya…
Dan kamu akan selalu menjadi Tanah Airku yang luar biasa
Dan kamu satu, kamulah INDONESIA
Dariku yang selalu mencintai dan bangga padamu
Galan Dwi Pradana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates