1st Date
-“so, see you around and take care”-
Setelah satu bulan jadian mereka belum sempet untuk ketemu, karena mereka
memang jadian via telpon, Galan udah sangat bingung gimana caranya nyegah
perasaan yang berlebihan ini, karena memang dari awal Galan udah sangat serius
banget sama Tania,. Galan udah merasa bosen dengan cara melepas rindu yang
sangat besar ini, ya kalau gak via chat,sms,telpon,paling BBM-an, Galan udah
sangat ngebet banget buat ketemu sama Tania, tapi berapapun besar rasa rindu
Galan ke Tania, tetep saja Galan tidak bias berani buat ninggalin kerjaannya di
Cirebon, karena emang semua kerjaannya di kejar deadline.
Taniapun merasakan hal yang sama, dia udah sangat kangen banget sama
pangerannya di Cirebon sana, tapi kedewasaan Tania sanggup mengerti akan
keadaan ini, walaupun umurnya masih belum nyampe 17 tahun, tapi sikapnya sudah
sangat jauh dari kata dewasa, Tania gak cocok di sebut Gadis Dewasa, Tapi Gadis
yang sangat dewasa banget, gak kebayang gadis-gadis lain se usia dia, yang
kadang masih sangat manja, tapi Tania tidak, dia mengerti posisinya dalam
hubungannya sama Galan, mungkin semua orang akan menganggap tindakan gadis ini
adalah tindakan yang bego, tapi tidak bagi Tania, dia sangat enjoy banget
dengan statusnya, dia selalu yakin kalau cintanya tidak pernah salah, dia
selalu sadar kalau semua ini terjadi bukan karena tidak ada maksud apa-apa,
tapi Tania yakin semua ini akan selalu ada hikmahnya.
Tania selalu bersikap lembut pada Galan, begitupun juga Galan, mereka
laksana pasangan yang sangat mustahil di lakukan oleh orang lain, tidak
kebayang beban bathin yang dirasakan oleh Tania, tapi Tania tetap sabar dengan
keadaannya, Tania selalu meyakinkan Galan, kalau sikap Galan itu tidak salah,
Tania selalu membesarkan hati Galan ketika Galan merasa dia sering menyakiti
Tania, Tania selalu bilang sama Galan kalau cinta yang dia jalani adalah mutlak
karena keinginan dia sendiri, tanpa paksaan apapun dari yang lain, Tania tulus
mencintai Galan, Tania yakin Tuhan punya rencana yang indah buat hubungannya
dan buat kehidupannya.
Setelah penantian yang lumayan panjang, akhirnya merekapaun merencanakan
untuk ketemu, Galan pamitan sama ibunya untuk pergi ke Jakarta, 7 jam perjalan
dari Cirebon ke Jakarta cukup dirasakan terlalu lama bagi Galan, begitupun juga
Tania, dia merasa udah gak sabar lagi menyambut sang pangeran hatinya untuk segera
datang, kemudian menjelang sore, Galanpun sampai di Jakarta, Tania dengan penuh
bahagia menjemput Galan di Terminal Lebak Bulus.
Merekapun bertemu, pertemuan pertama setelah mereka jadian, pertemuan
yang cukup membuat Galan semakin kagum dengan kecantikan Tania, pertemuan
pertama yang cukup membuat jantung Galan berdegup lebih kencang dari biasanya,
;
“ternyata wajah cantik itu lebih cantik aslinya ya, daripada di foto, dan
si wajah cantik ini cukup buat jantungku semakin deg-degan” Galan langsung
membuka omongan.
“huh, kamu emang jago kalau ngegombal kayak gini,” Tania tersipu malu.
“sayang, kangen” Tania langsung memeluk Galan.
Galan dan Tania pergi jalan, walaupun yang nyetir Tania, Galan tetep
ngerasa PD, hampir satu jam mereka hanya muter-muter jalanan Jakarta aja,
soalnya mereka juga bingung mau kemana, yang jelas hati mereka saat ini sangat
sangat bahagia banget, mereka ngobrol banyak banget, semua hal mereka omongin,
dari mulai magangnya Galan, kuliahnya, pokoknya semua hal mereka obrolin.
Setelah cukup lama mereka berputar-putar pake mobilnya Tania, merekapun
memutuskan untuk pergi nonton, walaupun sempet bingung juga mau nonton apa,
karena emang mereka hanya ingin berdua, mereka hanya ingin melepas kangen yang
begitu besar, nontonpun jadi, dan film yang mereka tonton adalah film yang
bener-bener absurd banget, mereka dengan ngasal milih judul film, karena dari
awal tujuannya emang bukan buat nonton, tapi hanya buat ketemu. Asal terus
bersama itu semua udah sangat membuat hati mereka bahagia.
Gugup!! Sangat Gugup, itulah yang meraka rasakan selama perjalanan kencan
pertama ini, walaupun udah lebih dari lima jam mereka bersama tapi mereka masih
tetep merasa canggung satu sama lainnya, walaupun di telpon atau di sms mereka
begitu mesra dan begitu saling memanjakan, tapi pas pertama kali ketemu,
perasaan itu semuanya terasa tegang, mereka takut salah ngomong, takut salah
dalam bersikap.
Waktu mulai menunjukan pukul 20.30, dan mereka masih di sency, karena
dari sejak ngejemput Galan dari Lebak Bulus mereka belum makan, akhirnya mereka
memilih untuk makan dulu, akhirnya Sushi Tei lah yang jadi pilihan tempat makan
di acara dinner pertama ini. Rasa gugup-pun sudah mulai menghilang dari
perasaan mereka, dan perlu diketahui juga, kenapa mereka memilih Sushi
Tei,karena ternyata mereka mempunyai kesamaan dan kecocokan,! Mereka sama-sama
suka Sushi!!!
Mereka terus saling ngobrol tentang semua pengalaman mereka, terutama
Galan yang memang baru pertama kali ini datang ke Sency. Menurut Galan,
pengalaman ke Senayan City ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa.
Dan perlu kita ketahui, pada awal percakapan mereka di Sushi Tei, rasa
gugup masih tetep ada di hati mereka, walaupun tidak segugup beberapa jam yang
lalu, tapi tetep aja perasaan tidak pernah bisa dibohongi, bahkan Tania yang
kelihatannya paling tenang, dia malah lebih kelihatan gugup, terbukti ketika
Galan ngomong panjang lebar soal Sency, Tania banyak menjawab dengan mengatakan
“sorry” atau “ha”. Sampai Galan perlu mengulangi pertanyaan yang sama kepada
Tania. Tapi setalah terbiasa dengan keadaan akhirnya Tania mulai normal
pendengarannya, yang tadi dia merasa budeg banget, sekarang dia mulai merespon
semua obrolan Galan, karena sekarang Tania tidak banyak bengong.
Sikap banyak bengongnya Tania adalah sikap yang sangat wajar, karena ini
adalah bener-bener kencan pertama baginya, dia sama sekali belum pernah
merasakan apa itu yang namanya kencan ataupun pacaran, beda dengan Galan yang
memang sudah mempunyai pengalaman dalam hal kencan, Tania merasa Galan
bener-bener bisa membuatnya takjub, dibalik kepolosannya, Galan mempunyai sikap
yang luar biasa, dia sangat menghromati Tania sebagai pacarnya, dia tidak
merasa kalau ia lebih dewasa, Galan mengikuti semua sikap Tania, saat Tania
harus bersikap manja sebagai anak gadis remaja, sikap harus berhati lembut saat
Tania tau kalau Galan sedang sama pacarnya di Cirebon, sikap dewasanya Tania
ketika dia harus menghadapi Galan yang memang lebih tua umurnya dari Tania,
itulah Galan, sosok Pria yang mungkin biasa saja dimata semua orang, tapi tidak
dimata Tania, dicari-cari alasannyapun tetep Tania tidak tau apa yang mesti
Tania banggakan soal Galan ke temen-temennya, ke saudara-saudaranya, bahkan
pada kedua orang tuanya, pokoknya cinta yang Tania rasakan ke Galan, murni
hanya cinta yang tulus, tanpa pamrih, tanpa syarat apapun, cinta adalah cinta,
tidak satu orangpun yang bisa mencegah perasaan yang ada dalam diri Tania buat
Galan.
Mereka masih berada di Sushi Tei, mereka memesan 4 jenis Sushi, selama
menunggu pesanan yang LAMA BANGET DATANGNYA (karena restorannya RAME BANGET)
mereka tetep asyik ngobrol tentang banyak hal, dan itu bener-bener tidak
membuat bosen, baik Tania maupun Galan, mereka semakin saling mengagumi sosok
masing-masing, pokoknya semua hal yang mereka lakukan saat kencan pertama ini
bener-bener layaknya kencan yang biasa kita lihat di film serial Amerika!!!
Galan sangat suka Pedas, dan Tania sangat tidak suka memakai wasabi, Galanpun
menantang Tania untuk makan wasabi banyak-banyak, merekapun melahap sushi
dengan wasabi yang SANGAT BANYAK dan dalam waktu yang bersamaan, merekapun
saling memandang, melihat bagaimana reaksi masing-masing setelah melahap wasabi
yang menurut Tania sangat menyebalkan itu. Jelas Tania kalah, Tania minum
banyak sekali karena mulutnya bener-bener kepedesan . Taniapun mulai menujukan
tingkah-tingkah konyolnya, Tania bersikap layaknya orang kebakaran mulut, dia
meniup-niup lidahnya sendiri, air matanya mengalir deres, keringetnya semakin
banyak, mukanya bener-bener memerah.
Galan menunduk, sambil mengunyah sushi, dia bergumam “I was right”
Tania terperangah “About what”
Galanpun melanjutkan obrolannya “You
are pretty, I was right! Yoy were wrong, I know since saw your photo, you are
such a pretty girl” Galan memandang
wajah Tania lama sekali.
Tahukah kalian bagaimana reaksi Tania? Tania hanya Cengo dong!! Tania
merasa malu malu, dan dia hanya bias menunduk, dan mengatakan “ ah tidak, aku
tidak manis, aku biasa aja”, Taniapun menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Galan tertawa renyah sekali !! Tania langsung merasa lumer.
Kemudian setelah itu Galan mengaku, kalau dia terkesan melihat foto-foto
di FB albumnya Tania, katanya pas hari Minggu seharian dia membuka-buka album
fotonya Tania!! Dan bisa kita tebak, Tania serasa mati berdiri gara-gara besar
kepala.
Terus Galan bercerita tentang gedung tertinggi di dunia yang ada restoran
berputar di lantai atasnya, dengan semangatnya Tania menyebutkan satu restoran
mahal yang ada di Jakarta yang berputar juga di pencakar langit. Kemudian Galan
bilang “Tan, aku datang ke Jakarta untuk mencoba apapun! Dan kau harus
mengajakku ke sana!”
Jam sepuluh teng, mereka di usir dari sushi tei karena emang mau tutup,
mereka makan seharga Rp 82.000, tapi Galan ngeluarin uang dari dompet Rp
100.000,- dan dia bilang “let’s go”, Taniapun kaget, Tania bilang “itu kan ada
kembaliannya”, Galan jawab nggak apa-apa, dan emang diniatkan buat tip, Tania
bilang “gede banget,” Galan dengan mantap bilang “ Tan, aku pernah jadi pelayana
di Cirebon, dan aku tahu bagaimana rasanya, tip segitu nggak ada artinya”. Tania langsung cengo dan
pastinya semakin kagum sama Galan.
Merekapun keluar dari Sency, karena semua gerai sudah mau tutup. Galan
masih ingin ngobrol, dan belum ingin pisah dengan Tania malam itu, mereka
mencari tempat di luar gedung yang biasa diduduki, Galan mengajak Tania
memanjat sebuah batu yang banyak bunganya di samping parkiran sency, dan
akibatnya, mereka dipandang para tukang ojek dan mbak-mbak karyawan yang baru
pulang kerja dari sency. Mending kalau dilihatnya sekilas, pandangan yang
mereka dapatkan bener-bener pandangan tatapan iri orang-orang!! Tania merasa
BETE!! Tapi semua itu tidak ada artinya, karena Galan mulai bercerita tentang
kampungnya di Cirebon sana, kita pasti berpikir kalau sepanjang kencan ini
hanya Galan yang terus bercerita, sebenernya sih begitu, Galan lebih banyak
bercerita, Tania juga bercerita tentang hal yang sama atau memberikan tanggapan
tentang kisah hidupnya Galan. Intinya ya, kencan yang sangat tidak membosankan
deh. Tapi dibalik kebahagiaan itu tetep aja ada orang yang iri sama mereka,
tiba-tiba lagi asyik ngobrol, ada satpam sency datang “mbak,mas nggak boleh
duduk-duduk di situ ya” ggrrrrr, alhasil merekapun malu banget, terutama Tania,
mana banyak tukang ojeg!! Akhirnya merekapun mencari tempat yang lain lagi…
mereka berjalan menyebrang ke arah patung pancoran.
Ada kejadian lucu pas mereka udah nyebrang, Galan dengan tiada henti
berkomentar kalau dia takut banget nyebrang di Jakarta, katanya mobil-mobil di
Jakarta pada gila, nggak mau berhenti kalau ada orang yang mau nyebrang. Tania
sih Cuma bias ngikik aja, karena Tania merasa hal itu sangat lucu bagi dia.
Dan di tempat itulah, hal-hal yang tidak pernah Tania dapatkan seumur
hidupnya selama ini, mereka duduk-duduk di tengah patung pancoran, memandang
langit, berbicara tentang bulan purnama, berbicara tentang banyak hal lagi;
mulai dari bintang-bintang, Negara-negara yang pernah Galan kunjungi, hewan
peliharannya yang sangat dia sayangi, keluarganya, temannya yang agak-agak
ngondek gitu, kisah hidup temannya yang sangat tragis, tentang budaya, pokoknya
tentang banyak hal deh, dan itu semua membuat pengetahuannya Tania bertambah,
Galan juga banyak nanya sama Tania, tentang Tania, tentang budaya yang ada di
Jakarta, dan Tania menjawab sebisa yang Tania tau.
Mereka juga foto-foto di tempat itu, tapi sialnya cameramen yang mau
memoto mereka tidak mau berkerja sama untuk mendapatkan hasil yang memuaskan,
akhirnya Tania berinisiatif untuk memoto Galan sendiri, dengan pose terlentang
ditengah taman patung di pusat ibu kota yang sanggup membuat Tania tersenyum
simpul melihat gaya Galan, dan sebagai gantinya Galan memotret Tania dalam
posisi yang sama, ya hasilnya sama : fotonya kucel.
Ditengah percakapan mereka, tiba-tiba ada anak kecil, kira-kira umurnya
empat tahun, dengan lucunya dia menghampiri mereka “Tante, tante beli bunganya
dong” anak itu mngulurkan tiga tangkai mawar. Galan langsung tanya berapa
harganya, dan anak kecil itu bilang “Rp 20.000”, Tania udah mau bilang
mengucapkan kalimat penawar yang biasa dia lakukan, eh tiba-tiba lidahnya kelu,
Galan langsung bilang “ok, pilih satu yang kamu mau, merah atau putih?” dan
alhasil Taniapun cengo lagi!!dan Tania menjawab kalau dia memilih yang merah.
Tania langsung bergumam dalam hati “ini tuh sumpah kayak kencan romantis,
kok bisa-bisanya di tengah patung pancoran ada anak kecil jualan bunga mawar,
padahal udah malem”
Setelah Galan memberikan bunga yang baru dia beli itu, mereka ngelanjutin
obrolan mereka, saat pembicaraan mereka mulai kehabisan topic, Galan malah
asyik banget Memandang matanya Tania, bener-bener ditatap. Selama pembicaraan
itu mereka duduk berdekatan di atas rumput, sambil mencabuti rumput, karena
Tania grogi, mukanya sama muka Galan mulai semakin mendekat, sekitar 3cm, Galan
terus memandang Tania laammmaaaaaaaa banget tanpa kata!!! Diliatin seperti itu
otomatis Tania salting, Tania langsung pura-pura aja melihat ke atas, dan kemana
aja, asal enggak melihat matanya Galan karena menurut Tania matanya Galan itu
warnanya cokelat, dalam banget, ada lingkaran gelap di tengahnya.
Dan tepat jam 00.00, nyokapnya Tania mulai syirik, dapatlah Tania
panggilan maut, “udah malem nak, mau pulang jam berapa?” Tania langsung jawab
“sebentar lagi mah, ini Tania udah mau balik ke mobil kok mah” “oh ya udah,
hati-hati pulangnya” mamahnya Tania menutup telponnya. Dan dengan sangat
terpaksa malam yang menurut Tania sangat indah ini harus di akhiri juga, merekapun
berjalan menuju tempat parkir mobil Tania.
Galanpun di antar langsung oleh Tania ke Terminal Lebak Bulus, karena
Galan tidak bisa menginap di Jakarta, dia harus pulang ke Cirebon, karena di
Cirebon dia memang masih banyak kerjaan, dia tidak nyesel walaupun ketemu sama
Tania gak sampai beberapa hari, tapi semua itu udah sangat cukup membuat
perasaan kangen di antara mereka cukup terobati, khususnya Tania, yang memang
bisa di akui perasaan kangennya melebihi Galan, terbukti dia hanya banyak diam
dibandingkan Galan, dan memang hanya bertemu Galan lah tujuannya sebulan
terakhir ini, dan pertemuan singkat ini sangat begitu berarti buat Tania.
Setelah sampai di Terminal, Galanpun langsung turun mencari bus tujuan
Cirebon, sebelum Galan naik ke bus, Galan mengatakan sesuatu pada Tania, “give
me a hug”, Tania langsung kaget, karena di sana banyak supir-supir bus, dan
tukang minuman, banyak banget abang-abang jalanan, sama pengamen-pengamen,
Tania emang tidak biasa, tapi tetep dia memeluk Galan, pelukan perpisahan yang
membuat hati Tania semakin lemes.
“so, see you around and take care” Tania berbisik pada Galan.
Setelah sama-sama naik kendaraan yang berbeda, Galan ke Cirebon dan Tania
ke Rumahnya. Sampai di rumahnya Tania langsung nge-sms Galan “terimakasih untuk
malam ini”
Galan langsung membalasnya “I love you,”
“I love you more more more” bales Tania.
“mimpi indah sayang, jangan nakal dalam mimpinya, awas aja kalau mimpiin
cowok laen” sms Galan.
“iya sayang, kamu juga hati-hati ya, jangan lupa ngasih kabar kalau udah
sampai, I love you, sekali lagi makasih buat semua yang terjadi malam ini,
bunga mawarnya akan terus aku simpan, walau sudah layu sekalipun” Tania
bener-bener seneng dengan malam ini.
“ya udah, aku istirahat dulu ya, Love you too Tania”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar