Social Icons

Minggu, 06 Januari 2013

KETIKA CINTA ITU ADA part.2




1st Date
-“so, see you around and take care”-

Setelah satu bulan jadian mereka belum sempet untuk ketemu, karena mereka memang jadian via telpon, Galan udah sangat bingung gimana caranya nyegah perasaan yang berlebihan ini, karena memang dari awal Galan udah sangat serius banget sama Tania,. Galan udah merasa bosen dengan cara melepas rindu yang sangat besar ini, ya kalau gak via chat,sms,telpon,paling BBM-an, Galan udah sangat ngebet banget buat ketemu sama Tania, tapi berapapun besar rasa rindu Galan ke Tania, tetep saja Galan tidak bias berani buat ninggalin kerjaannya di Cirebon, karena emang semua kerjaannya di kejar deadline.
Taniapun merasakan hal yang sama, dia udah sangat kangen banget sama pangerannya di Cirebon sana, tapi kedewasaan Tania sanggup mengerti akan keadaan ini, walaupun umurnya masih belum nyampe 17 tahun, tapi sikapnya sudah sangat jauh dari kata dewasa, Tania gak cocok di sebut Gadis Dewasa, Tapi Gadis yang sangat dewasa banget, gak kebayang gadis-gadis lain se usia dia, yang kadang masih sangat manja, tapi Tania tidak, dia mengerti posisinya dalam hubungannya sama Galan, mungkin semua orang akan menganggap tindakan gadis ini adalah tindakan yang bego, tapi tidak bagi Tania, dia sangat enjoy banget dengan statusnya, dia selalu yakin kalau cintanya tidak pernah salah, dia selalu sadar kalau semua ini terjadi bukan karena tidak ada maksud apa-apa, tapi Tania yakin semua ini akan selalu ada hikmahnya.
Tania selalu bersikap lembut pada Galan, begitupun juga Galan, mereka laksana pasangan yang sangat mustahil di lakukan oleh orang lain, tidak kebayang beban bathin yang dirasakan oleh Tania, tapi Tania tetap sabar dengan keadaannya, Tania selalu meyakinkan Galan, kalau sikap Galan itu tidak salah, Tania selalu membesarkan hati Galan ketika Galan merasa dia sering menyakiti Tania, Tania selalu bilang sama Galan kalau cinta yang dia jalani adalah mutlak karena keinginan dia sendiri, tanpa paksaan apapun dari yang lain, Tania tulus mencintai Galan, Tania yakin Tuhan punya rencana yang indah buat hubungannya dan buat kehidupannya.
Setelah penantian yang lumayan panjang, akhirnya merekapaun merencanakan untuk ketemu, Galan pamitan sama ibunya untuk pergi ke Jakarta, 7 jam perjalan dari Cirebon ke Jakarta cukup dirasakan terlalu lama bagi Galan, begitupun juga Tania, dia merasa udah gak sabar lagi menyambut sang pangeran hatinya untuk segera datang, kemudian menjelang sore, Galanpun sampai di Jakarta, Tania dengan penuh bahagia menjemput Galan di Terminal Lebak Bulus.
Merekapun bertemu, pertemuan pertama setelah mereka jadian, pertemuan yang cukup membuat Galan semakin kagum dengan kecantikan Tania, pertemuan pertama yang cukup membuat jantung Galan berdegup lebih kencang dari biasanya, ;
“ternyata wajah cantik itu lebih cantik aslinya ya, daripada di foto, dan si wajah cantik ini cukup buat jantungku semakin deg-degan” Galan langsung membuka omongan.
“huh, kamu emang jago kalau ngegombal kayak gini,” Tania tersipu malu.
“sayang, kangen” Tania langsung memeluk Galan.
Galan dan Tania pergi jalan, walaupun yang nyetir Tania, Galan tetep ngerasa PD, hampir satu jam mereka hanya muter-muter jalanan Jakarta aja, soalnya mereka juga bingung mau kemana, yang jelas hati mereka saat ini sangat sangat bahagia banget, mereka ngobrol banyak banget, semua hal mereka omongin, dari mulai magangnya Galan, kuliahnya, pokoknya semua hal mereka obrolin.
Setelah cukup lama mereka berputar-putar pake mobilnya Tania, merekapun memutuskan untuk pergi nonton, walaupun sempet bingung juga mau nonton apa, karena emang mereka hanya ingin berdua, mereka hanya ingin melepas kangen yang begitu besar, nontonpun jadi, dan film yang mereka tonton adalah film yang bener-bener absurd banget, mereka dengan ngasal milih judul film, karena dari awal tujuannya emang bukan buat nonton, tapi hanya buat ketemu. Asal terus bersama itu semua udah sangat membuat hati mereka bahagia.
Gugup!! Sangat Gugup, itulah yang meraka rasakan selama perjalanan kencan pertama ini, walaupun udah lebih dari lima jam mereka bersama tapi mereka masih tetep merasa canggung satu sama lainnya, walaupun di telpon atau di sms mereka begitu mesra dan begitu saling memanjakan, tapi pas pertama kali ketemu, perasaan itu semuanya terasa tegang, mereka takut salah ngomong, takut salah dalam bersikap.
Waktu mulai menunjukan pukul 20.30, dan mereka masih di sency, karena dari sejak ngejemput Galan dari Lebak Bulus mereka belum makan, akhirnya mereka memilih untuk makan dulu, akhirnya Sushi Tei lah yang jadi pilihan tempat makan di acara dinner pertama ini. Rasa gugup-pun sudah mulai menghilang dari perasaan mereka, dan perlu diketahui juga, kenapa mereka memilih Sushi Tei,karena ternyata mereka mempunyai kesamaan dan kecocokan,! Mereka sama-sama suka Sushi!!!
Mereka terus saling ngobrol tentang semua pengalaman mereka, terutama Galan yang memang baru pertama kali ini datang ke Sency. Menurut Galan, pengalaman ke Senayan City ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa.
Dan perlu kita ketahui, pada awal percakapan mereka di Sushi Tei, rasa gugup masih tetep ada di hati mereka, walaupun tidak segugup beberapa jam yang lalu, tapi tetep aja perasaan tidak pernah bisa dibohongi, bahkan Tania yang kelihatannya paling tenang, dia malah lebih kelihatan gugup, terbukti ketika Galan ngomong panjang lebar soal Sency, Tania banyak menjawab dengan mengatakan “sorry” atau “ha”. Sampai Galan perlu mengulangi pertanyaan yang sama kepada Tania. Tapi setalah terbiasa dengan keadaan akhirnya Tania mulai normal pendengarannya, yang tadi dia merasa budeg banget, sekarang dia mulai merespon semua obrolan Galan, karena sekarang Tania tidak banyak bengong.
Sikap banyak bengongnya Tania adalah sikap yang sangat wajar, karena ini adalah bener-bener kencan pertama baginya, dia sama sekali belum pernah merasakan apa itu yang namanya kencan ataupun pacaran, beda dengan Galan yang memang sudah mempunyai pengalaman dalam hal kencan, Tania merasa Galan bener-bener bisa membuatnya takjub, dibalik kepolosannya, Galan mempunyai sikap yang luar biasa, dia sangat menghromati Tania sebagai pacarnya, dia tidak merasa kalau ia lebih dewasa, Galan mengikuti semua sikap Tania, saat Tania harus bersikap manja sebagai anak gadis remaja, sikap harus berhati lembut saat Tania tau kalau Galan sedang sama pacarnya di Cirebon, sikap dewasanya Tania ketika dia harus menghadapi Galan yang memang lebih tua umurnya dari Tania, itulah Galan, sosok Pria yang mungkin biasa saja dimata semua orang, tapi tidak dimata Tania, dicari-cari alasannyapun tetep Tania tidak tau apa yang mesti Tania banggakan soal Galan ke temen-temennya, ke saudara-saudaranya, bahkan pada kedua orang tuanya, pokoknya cinta yang Tania rasakan ke Galan, murni hanya cinta yang tulus, tanpa pamrih, tanpa syarat apapun, cinta adalah cinta, tidak satu orangpun yang bisa mencegah perasaan yang ada dalam diri Tania buat Galan.
Mereka masih berada di Sushi Tei, mereka memesan 4 jenis Sushi, selama menunggu pesanan yang LAMA BANGET DATANGNYA (karena restorannya RAME BANGET) mereka tetep asyik ngobrol tentang banyak hal, dan itu bener-bener tidak membuat bosen, baik Tania maupun Galan, mereka semakin saling mengagumi sosok masing-masing, pokoknya semua hal yang mereka lakukan saat kencan pertama ini bener-bener layaknya kencan yang biasa kita lihat di film serial Amerika!!! Galan sangat suka Pedas, dan Tania sangat tidak suka memakai wasabi, Galanpun menantang Tania untuk makan wasabi banyak-banyak, merekapun melahap sushi dengan wasabi yang SANGAT BANYAK dan dalam waktu yang bersamaan, merekapun saling memandang, melihat bagaimana reaksi masing-masing setelah melahap wasabi yang menurut Tania sangat menyebalkan itu. Jelas Tania kalah, Tania minum banyak sekali karena mulutnya bener-bener kepedesan . Taniapun mulai menujukan tingkah-tingkah konyolnya, Tania bersikap layaknya orang kebakaran mulut, dia meniup-niup lidahnya sendiri, air matanya mengalir deres, keringetnya semakin banyak, mukanya bener-bener memerah.
Galan menunduk, sambil mengunyah sushi, dia bergumam “I was right”
Tania terperangah “About what
Galanpun melanjutkan obrolannya “You are pretty, I was right! Yoy were wrong, I know since saw your photo, you are such a pretty girl”  Galan memandang wajah Tania lama sekali.
Tahukah kalian bagaimana reaksi Tania? Tania hanya Cengo dong!! Tania merasa malu malu, dan dia hanya bias menunduk, dan mengatakan “ ah tidak, aku tidak manis, aku biasa aja”, Taniapun menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Galan tertawa renyah sekali !! Tania langsung merasa lumer.
Kemudian setelah itu Galan mengaku, kalau dia terkesan melihat foto-foto di FB albumnya Tania, katanya pas hari Minggu seharian dia membuka-buka album fotonya Tania!! Dan bisa kita tebak, Tania serasa mati berdiri gara-gara besar kepala.
Terus Galan bercerita tentang gedung tertinggi di dunia yang ada restoran berputar di lantai atasnya, dengan semangatnya Tania menyebutkan satu restoran mahal yang ada di Jakarta yang berputar juga di pencakar langit. Kemudian Galan bilang “Tan, aku datang ke Jakarta untuk mencoba apapun! Dan kau harus mengajakku ke sana!”
Jam sepuluh teng, mereka di usir dari sushi tei karena emang mau tutup, mereka makan seharga Rp 82.000, tapi Galan ngeluarin uang dari dompet Rp 100.000,- dan dia bilang “let’s go”, Taniapun kaget, Tania bilang “itu kan ada kembaliannya”, Galan jawab nggak apa-apa, dan emang diniatkan buat tip, Tania bilang “gede banget,” Galan dengan mantap bilang “ Tan, aku pernah jadi pelayana di Cirebon, dan aku tahu bagaimana rasanya, tip segitu  nggak ada artinya”. Tania langsung cengo dan pastinya semakin kagum sama Galan.
Merekapun keluar dari Sency, karena semua gerai sudah mau tutup. Galan masih ingin ngobrol, dan belum ingin pisah dengan Tania malam itu, mereka mencari tempat di luar gedung yang biasa diduduki, Galan mengajak Tania memanjat sebuah batu yang banyak bunganya di samping parkiran sency, dan akibatnya, mereka dipandang para tukang ojek dan mbak-mbak karyawan yang baru pulang kerja dari sency. Mending kalau dilihatnya sekilas, pandangan yang mereka dapatkan bener-bener pandangan tatapan iri orang-orang!! Tania merasa BETE!! Tapi semua itu tidak ada artinya, karena Galan mulai bercerita tentang kampungnya di Cirebon sana, kita pasti berpikir kalau sepanjang kencan ini hanya Galan yang terus bercerita, sebenernya sih begitu, Galan lebih banyak bercerita, Tania juga bercerita tentang hal yang sama atau memberikan tanggapan tentang kisah hidupnya Galan. Intinya ya, kencan yang sangat tidak membosankan deh. Tapi dibalik kebahagiaan itu tetep aja ada orang yang iri sama mereka, tiba-tiba lagi asyik ngobrol, ada satpam sency datang “mbak,mas nggak boleh duduk-duduk di situ ya” ggrrrrr, alhasil merekapun malu banget, terutama Tania, mana banyak tukang ojeg!! Akhirnya merekapun mencari tempat yang lain lagi… mereka berjalan menyebrang ke arah patung pancoran.
Ada kejadian lucu pas mereka udah nyebrang, Galan dengan tiada henti berkomentar kalau dia takut banget nyebrang di Jakarta, katanya mobil-mobil di Jakarta pada gila, nggak mau berhenti kalau ada orang yang mau nyebrang. Tania sih Cuma bias ngikik aja, karena Tania merasa hal itu sangat lucu bagi dia.
Dan di tempat itulah, hal-hal yang tidak pernah Tania dapatkan seumur hidupnya selama ini, mereka duduk-duduk di tengah patung pancoran, memandang langit, berbicara tentang bulan purnama, berbicara tentang banyak hal lagi; mulai dari bintang-bintang, Negara-negara yang pernah Galan kunjungi, hewan peliharannya yang sangat dia sayangi, keluarganya, temannya yang agak-agak ngondek gitu, kisah hidup temannya yang sangat tragis, tentang budaya, pokoknya tentang banyak hal deh, dan itu semua membuat pengetahuannya Tania bertambah, Galan juga banyak nanya sama Tania, tentang Tania, tentang budaya yang ada di Jakarta, dan Tania menjawab sebisa yang Tania tau.
Mereka juga foto-foto di tempat itu, tapi sialnya cameramen yang mau memoto mereka tidak mau berkerja sama untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, akhirnya Tania berinisiatif untuk memoto Galan sendiri, dengan pose terlentang ditengah taman patung di pusat ibu kota yang sanggup membuat Tania tersenyum simpul melihat gaya Galan, dan sebagai gantinya Galan memotret Tania dalam posisi yang sama, ya hasilnya sama : fotonya kucel.
Ditengah percakapan mereka, tiba-tiba ada anak kecil, kira-kira umurnya empat tahun, dengan lucunya dia menghampiri mereka “Tante, tante beli bunganya dong” anak itu mngulurkan tiga tangkai mawar. Galan langsung tanya berapa harganya, dan anak kecil itu bilang “Rp 20.000”, Tania udah mau bilang mengucapkan kalimat penawar yang biasa dia lakukan, eh tiba-tiba lidahnya kelu, Galan langsung bilang “ok, pilih satu yang kamu mau, merah atau putih?” dan alhasil Taniapun cengo lagi!!dan Tania menjawab kalau dia memilih yang merah.
Tania langsung bergumam dalam hati “ini tuh sumpah kayak kencan romantis, kok bisa-bisanya di tengah patung pancoran ada anak kecil jualan bunga mawar, padahal udah malem”
Setelah Galan memberikan bunga yang baru dia beli itu, mereka ngelanjutin obrolan mereka, saat pembicaraan mereka mulai kehabisan topic, Galan malah asyik banget Memandang matanya Tania, bener-bener ditatap. Selama pembicaraan itu mereka duduk berdekatan di atas rumput, sambil mencabuti rumput, karena Tania grogi, mukanya sama muka Galan mulai semakin mendekat, sekitar 3cm, Galan terus memandang Tania laammmaaaaaaaa banget tanpa kata!!! Diliatin seperti itu otomatis Tania salting, Tania langsung pura-pura aja melihat ke atas, dan kemana aja, asal enggak melihat matanya Galan karena menurut Tania matanya Galan itu warnanya cokelat, dalam banget, ada lingkaran gelap di tengahnya.
Dan tepat jam 00.00, nyokapnya Tania mulai syirik, dapatlah Tania panggilan maut, “udah malem nak, mau pulang jam berapa?” Tania langsung jawab “sebentar lagi mah, ini Tania udah mau balik ke mobil kok mah” “oh ya udah, hati-hati pulangnya” mamahnya Tania menutup telponnya. Dan dengan sangat terpaksa malam yang menurut Tania sangat indah ini harus di akhiri juga, merekapun berjalan menuju tempat parkir mobil Tania.
Galanpun di antar langsung oleh Tania ke Terminal Lebak Bulus, karena Galan tidak bisa menginap di Jakarta, dia harus pulang ke Cirebon, karena di Cirebon dia memang masih banyak kerjaan, dia tidak nyesel walaupun ketemu sama Tania gak sampai beberapa hari, tapi semua itu udah sangat cukup membuat perasaan kangen di antara mereka cukup terobati, khususnya Tania, yang memang bisa di akui perasaan kangennya melebihi Galan, terbukti dia hanya banyak diam dibandingkan Galan, dan memang hanya bertemu Galan lah tujuannya sebulan terakhir ini, dan pertemuan singkat ini sangat begitu berarti buat Tania.
Setelah sampai di Terminal, Galanpun langsung turun mencari bus tujuan Cirebon, sebelum Galan naik ke bus, Galan mengatakan sesuatu pada Tania, “give me a hug”, Tania langsung kaget, karena di sana banyak supir-supir bus, dan tukang minuman, banyak banget abang-abang jalanan, sama pengamen-pengamen, Tania emang tidak biasa, tapi tetep dia memeluk Galan, pelukan perpisahan yang membuat hati Tania semakin lemes.
“so, see you around and take care” Tania berbisik pada Galan.
Setelah sama-sama naik kendaraan yang berbeda, Galan ke Cirebon dan Tania ke Rumahnya. Sampai di rumahnya Tania langsung nge-sms Galan “terimakasih untuk malam ini”
Galan langsung membalasnya “I love you,”
“I love you more more more” bales Tania.
“mimpi indah sayang, jangan nakal dalam mimpinya, awas aja kalau mimpiin cowok laen” sms Galan.
“iya sayang, kamu juga hati-hati ya, jangan lupa ngasih kabar kalau udah sampai, I love you, sekali lagi makasih buat semua yang terjadi malam ini, bunga mawarnya akan terus aku simpan, walau sudah layu sekalipun” Tania bener-bener seneng dengan malam ini.
“ya udah, aku istirahat dulu ya, Love you too Tania”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates