Kami memang tidak jago dalam memberi motivasi pada orang-orang yang bingung mencari kesuksesan.
Ilmu kami juga tidak setinggi dan sebanyak para ustad dan ustadzah di pesantren-pesantren.
Kami hanyalah kami, yang baru bisa mengajar alif ba ta ke anak-anak diniyah kami.
Kami tidak khawatir kalau mereka para anak didik kami telat bayar iuran bulanan yang mungkin bagi mereka iuran bulanan di diniyah kami terlalu besar.
Yang kami khawatirkan adalah ketika mereka telah membayar penuh kewajiban mereka terhadap diniyah, kami para guru belum bisa menunaikan kewajiban kami dengan sepenuhnya.
Kami khawatir ilmu yang kami bagikan sedikit manfaatnya pada mereka anak didik kami.
Karena kelak ketika mereka gagal, atau alif ba ta yang kami ajarkan tidak bisa dipergunakan oleh mereka, maka kami yang akan dituntut di akhirat nanti.
Karena bagi kami, uang iuran mereka adalah beban yang nyata.
Baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Jangan sampai kami di juluki pengajar yang hidup dari diniyah, bukan pengajar yang menghidupi diniyah.
Naudzubillah...
Bantu kami dengan do'a dari temen-temen semua ya.
Semoga 106 murid kami bisa lulus semua dan bisa melanjutkan ke tahap pendidikan selanjutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar