Social Icons

Rabu, 22 Oktober 2014

Kalian Membuatku IRI

Sungguh aku akhir-akhir ini aku sangatlah bingung, padahal umur sudah seperempat abad, tapi aku bener-bener belum bisa menjadi sesuatu yang berguna seperti apa yang aku terapkan dalam motto hidupku beberapa tahun ini yaitu "Menjadi yang Berguna di Atas yang Terbaik" rasa-rasanya itu masih jauh dari kenyataan.
Beberapa minggu ini, saya mulai muncul rasa iri kepada orang-orang disekitarku.
Padahal sudah jelas, kalau rasa iri itu sangat tidak dianjurkan oleh agama apapun.
Tapi sebagai manusia biasa, ya saya mau gimana lagi, liat dia iri, liat dia iri, liat si dia iri, liat si itu iri juga.
Pengen sih ngebuang rasa iri ini, tapi gimana lagi, susah men.
Setiap hari saya mikir, coba saya kayak dia, coba saya gini ya..., coba saya gitu ya..., pasti saya gak akan kayak gini, pasti saya sudah bisa kayak dia, pasti saya sudah kayak dia, pasti saya sudah kayak si itu tuh...
Teman-teman maaf kalau saya iri dan cemburu sama kalian, karena jujur kalian bener-bener membuat hati ini sesek, bahkan kalau saya denger kalian berhasil lagi, saya iri lagi...
Ya, saya iri,
Saya iri sama temen saya yang dulu waktu SD nilai rapotnya tidak sebaik saya, tapi dia sudah bisa memberangkatkan kedua orang tuanya untuk pergi Haji, sedangkan saya ingin memberangkatkan satu nenek saya aja susahnya minta ampun...
Saya iri sama temen SMP saya, yang padahal dulu waktu SMP dari segi ekonomi dia tidak sebaik saya, tapi sekarang dia sudah bisa hafal Al-Qur'an, bahkan sudah menjadi Imam di mesjid besar, sedangkan saya Juz 30 pun belum bisa hafal semua...
Saya iri sama temen SMA saya, padahal dulu waktu kita SMA dia sering minta dijajanin sama saya, tapi sekarang dia sudah bisa menyekolahkan adik-adiknya sampai ke jenjang Kuliah, sedangkan saya walaupun adiknya cuman satu, untuk keperluan sehari-hari saja masih ngirit-ngirit, ahhhhhh sungguh sia-sia waktu 25th saya ini...
Saya iri sama temen sewaktu saya Kuliah, padahal dulu kalau ada apa-apa dia minta tolongnya sama saya, tapi sekarang dia sudah bisa bikin sekolah PKBM, murid-muridnya juga sudah banyak, sedangkan saya, bangun perpustakaan saja susahnya minta ampun, masih selalu kalah dengan kebutuhan-kebutuhan pribadi yang terkadang manfaatnya kurang.
Semua hal ini akan menjadi cambukkan kehidupan yang nyata bagi saya, karena nanti saya yakin saya bisa melebihi mereka...
Dan kelak mereka yang akan iri sama saya...
Terimakasih kawan, kau membuatku menjadi peserta dalam perlombaan ini...
"Berlomba-Lomba dalam Kebaikan dan Kebenaran"
Sent from BlackBerry® on 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates