Selamat siang temen-temen semuanya,
Gimana hari Minggunya, panas apa adem, pasti panas lha ya, secara temen-temen sekarang lagi pada nyalain bara api buat bakar sate hasil dari pembagian daging qurban tadi pagi.
Yaapppp, hari ini bertepatan dengan Ultan TNI, kita semua sebagai orang muslim merayakan hari raya ke dua di tahun ini, yakni hari raya idul adha, atau sering juga disebut hari raya qurban.
Dan taun ini ada rekor tersendiri dari saya, biasanya kalau kita qurban tidak pernah qurban kambing yang ada di kandang, selalu hasil dari penjualan kambing kita belikan sapi rame-rame, alasannya sih sederhana, disamping sapi lebih murah (gak mau rugi) (ibadah masih itung-itungan, hehe) sapi itu lebih gede aja dagingnya, nah taun ini (bukan karena gak kambing kita gak laku) kita sengaja qurban dengan motong kambing sendiri, dan itu baru terjadi taun ini, dari segi bathin lebih berat, tapi ternyata pas sudah di potong lebih meringankan.
Soalnya dari dulu saya selalu berkilah, kalau temen-temen nyuruh saya qurban kambing yang ada di kandang saya selalu punya alasan untuk tidak motong kambing di kandang, padahal esensi dari qurban itu adalah merelakan yang paling kita sayang, laksana Ismail yang dengan rela di qurbanin oleh Ibrahim.
Tapi dari semua kesenangan ini, jujur saja saya sedih, karena saya tau ada sebuah kata bijak kalau seseorang itu harus bisa lebih baik dari sebelumnya, maka dia adalah orang yang beruntung, kalau sama berarti dia adalah orang yang rugi, dan kalau lebih buruk maka dia adalah orang celaka, saya sudah niat kalau taun ini saya harus qurban dengan istri saya, tapi apa daya karena nafsu duniawi saya lebih besar jadinya yang qurban hanya istri saya, jadi jelas saya dalam keadaan rugi bahkan mungkin celaka, karena tahun lalu qurban satu nama, nah tahun ini juga qurban satu nama, jelas itu sesuatu yang merugikan bagi saya. Padahal *aahhhhhhhhhh syudahhhllaaahhh*
Saya tau kalau qurban itu urusannya adalah mau atau tidak mau, bukan mampu atau tidak mampu, tapi tahun ini saya ada dalam kerugian.
Mungkin bedanya adalah tahun lalu qurban saya tanpa beban karena saya qurban sesuatu yang umum, tapi tahun yang di qurbanin adalah sesuatu yang khusus, mungkin hal ini akan menjadi pembanding seandianya nanti dalam sidang bersama yang maha kuasa, saya punya satu hal yang bisa dijadikan peringan.
Bagi temen-temen yang tahun ini sudah bisa meningakatkan qurbannya, saya do'akan semoga tahun depan bisa lebih meningkat lagi qurbannya, dan bagi temen-temen yang belum bisa qurban semoga tahun depan sama Allah diberikan kemauan untuk berqurban, mau yang bukan sekedar mau, tapi mau yang benar-benar diniatkan untuk bisa, masa kalah sama nenek-nenek pemulung sih.
Sampai jumpa di Qurban tahun depan ya teman-teman semuanya.
Sent from BlackBerry® on 3
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar