Social Icons

Kamis, 28 Maret 2013

Kronologi Penyaliban Yesus

selamat liburan panjang eepprriiii baddeehhhhh #sodorinKopi

jadi hari ini tuh, adalah hari pertama long week end edisi 29-30-31 Maret 2013, tapi ada juga sih yang mulai long week end nya dari hari Kamis kemaren, karena hari ini kita semua ini sedang ada dalam euforia kegembiraan karena bisa selonjoran dengan bebas dalam waktu yang sangat lumayan lama, hahhahahaha.
tapi sebagian lain ada juga yang sedang memperingati Wafatnya Isa Al-Masih, yuuuuppp, liburan kali ini tuh di dasari oleh tanggal merah di Hari Jum'at.
biasanya juga kalau long week end kayak gini tuh, gue ama bini gue dan sekarang ada anak gue suka nge-trip kemanapun, dari yang paling deket ampe yang agak jauhan dikit, tapi week end kali ini kita milih stay at home saja, dikarenakan emang si baby lagi agak manja-manja gitu terus gas di rumah juga abis (lhooo, emang kenapa?) ya intinya gak ada duitlha gitu!!! ( tanda serunya tiga kali ya) jadi gue khusus untuk hari ini, bertepatan dengan Tanggal 29 Maret 2013, jadi gue mau sedikit ngulas beberapa kejadian tentang wafatnya Isa Al-Masih, yang banyak diberitakan kalau beliau itu meninggal dalam prosesi penyaliban, sedikit sharing dengan guru-guru spritual gue, guru-guru IQ gue, dan guru-gurur gue yang lainnya, ditambah materi-materi dari buku yang gue baca, serta Kitab Suci yang gue pelajari, jadi gue bakalan gamblangin seperti ini, :
gue bakalan ngomong sesopan mungkin dalam postingan gue yang ini, mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan,
Bismillahirahmanirahim....




Untuk kronologi penyaliban InshaAllah akan dibahas disini. 
Mari kita kaji bersama. 
Hal ini menarik untuk didiskusikan karena persoalan penyaliban akan membawa implikasi panjang pada aqidah umat. Implikasi panjang yang saya maksud, karena konsep penyaliban tersebut menjadi tonggak "aqidah" umat Kristen. Konsepsi ini berkait erat tentang kenaikan dan kebangkitan Yesus, yang pada ujung-ujungnya mengarah pada pengakuan Ketuhanan Yesus, Yesus memperoleh hukuman salib karena dianggap menghujat Allah dg mengatakan dirinya sbg Anak Allah (Matius 26:63). Ketika diajukan ke wali negeri, Yesus dituduh makar sehingga Pilatus bertanya: Engkau Raja Orang Yahudi? (Matius 27:11).Karena itulah beliau disalib.

Temen-temen, marilah kita telaah sejarah itu secara obyektif.

Dalam Injil dijelaskan sebagai berikut:   

Hari itu ialah persiapan Paskah, kira-kira jam 12" (Yohanes 19:14), Istilah Paskah sendiri berasal dari bahasa Ibrani dari kata "Pesah" yang berarti : melewati. Upacara ini seperti dijelaskan Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru, Yesuslah yang disebut-sebut sebagai "anak domba bukit Paskah" (I Kor 5:7). Dengan demikian, menurut keyakinan Kristen sendiri, Yesus "harus" disalib utk menebus dosa umatnya sebagai akibat dosa yg diwariskan Adam dan Hawa. Dalam persiapan Paskah, kira-kira jam 12, Pilatus selaku gubernur Romawi, memutuskan untuk menyerahkan Yesus kepada orang-orang Yahudi. Yesus disalibkan di bukit Golgota (Bukit Tengkorak). Maka Yesus dipaksa memanggul salib ke Bukit Golgota. Setelah sampai di bukit Golgota (Matius 27:46), kira-kira jam tiga sore berserulah Yesus dengan suara nyaring "Eli, Eli lama sabakhtani!" "Eli, Eli lama sabakhtani!" artinya "Tuhanku, Tuhanku mengapa Engkau meninggalkan aku?" 


Hari itu adalah hari persiapan Paskah dan besoknya adalah hari Sabat (hari Sabtu). Bagi umat Yahudi,hari Sabat adalah hari ketujuh,hari yang suci. Tuhan berhenti bekerja pada hari tersebut, sehingga orang Yahudi dilarang bekerja apapun termasuk melakukan penyaliban (Keluaran 20:8-11). Pada saat itu, waktu yang tersisa untuk menyelesaikan pekerjaan penyaliban, sebelum memasuki hari Sabat, tinggal 2,5 - 3 jam lagi. Ingat, bahwa pergantian waktu menurut tradisi Yahudi adalah terbenamnya matahari, bukan pada jam 00.00.


Untuk mempercepat proses kematian orang-orang yang disalib tersebut, orang-orang Yahudi ingin segera memastikan kematian dengan cara "mematahkan kaki". Mematahkan kaki artinya meremukkan kaki dengan batas bagian tempurung kebawah, "Datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang yang disalib tersebut dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan" (Yohanes 19:31). Pada giliran Yesus, para serdadu Romawi ternyata tidak mematahkan kakinya. Sebab, mereka menyangka Yesus telah meninggal. "Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya. (Yohanes 19:33). Dalam Markus 15:44, "Pilatus heran saat mendengar bahwa Yesus sudah mati, Maka ia memanggil kepala serdadu dan dan menanyakan kepadanya benarkah Yesus sudah mati."
Benarkah Yesus telah mati di kayu salib? Itulah pertanyaan kritis, yang saat itu juga sempat membuat Pilatus terheran-heran.


Berdasarkan catatan sejarah dan tinjauan sains, umumnya orang yang disalib mengalami kematiannya minimal 2 hari. Kematian pada kayu salib baru bisa terjadi oleh dua hal.
Pertama, oleh infeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman kedalam tubuh. Tanpa perlindungan antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh. Proses kematian karena infeksi seperti ini, biasanya berlangsung 2-3 hari.
Dan kedua, kematian saat disalib terjadi karena kelaparan & dahaga, Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan untuk kehidupan normal, maka hal tersebut akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Karena tidak adanya suplai makanan, tubuh memobilisasi bahan simpanan yang ada dalam tubuh. Bila simpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen yang ada habis, maka protein yang ada di otot digunakan sebagai pembentukan energy, Bila protein yg ada di otot berkurang sedemikian rupa, maka fungsi sel akan terganggu dan diakhiri dengan kematian, biasanya berlangsung 6-7 hari. Dengan tinjauan medis seperti itu terbukti bahwa waktu 1 hari (saat itu hari Jum'at) belum cukup untuk membuat Yesus meninggal di kayu salib. Karena mengira Yesus sudah mati itulah seorang dari prajurit menikam lambungnya dan segera mengalir keluar darah dan air (Yohanes 19:34),
Pertanyaan kritis selanjutnya adalah mungkinkah orang yang sudah mati mengalirkan darah jika terkena tikaman?


Kembali kajian mengenai kronologi penyaliban kita lanjutkan.
Keluarnya darah dari organ tubuh yang ditikam menandakan masih aktifnya aliran darah. Berarti, jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh masih berfungsi alias menandakan bahwa Yesus  MASIH HIDUP. Penelaahan yang cermat dan objektif terhadap ayat-ayat Bibel tadi membuktikan bahwa saat itu Yesus belum meninggal. Ia hanya pingsan. Kronologis peristiwa yang diungkapkan oleh Bibel justru menunjukkan bahwa saat itu Yesus belum meninggal. Namun kebenaran ini justru ditolak oleh umat Kristen demi konsep Ketuhanan Yesus yang dirumuskan dalam Konsili Nicea tahun 325 M. Sebab konsep Ketuhanan itu mengharuskan adanya "evolusi Ketuhanan Yesus" , yakni, penyaliban, mati, bangkit (hidup kembali), duduk disebelah kanan Allah (Markus 16:19), dan (menjadi) Tuhan.


Al-Qur'an sendiri secara gamblang menjelaskan bahwa Isa Al-Masih tidak dibunuh pada kayu salib, hal ini dapat dikaji dalam An-Nisa:157. Prof. Dr. KH. Hasbullah Bakry, SH, menyatakan penafsirannya tentang QS.An Nisa [4] : 157, "Kalimat "Ma qataluhu wa ma shalabuhu" yang berarti: "Mereka tidak secara khusus membunuhnya dan tidak pula menyalibnya", haruslah diartikan sebagai penguat (kalimat) satu dengan yang lain. Ma Qataluhu artinya mereka tidak membunuh Isa dengan jalan apa saja, (disini membunuh berarti umum).


Ma shalabuhu, mereka juga tidak membunuhnya dengan penyaliban. Disini membunuh dengan cara khusus yakni dengan penyaliban (kruisiging). Ada pendapat mengatakan bahwa Isa Al-Masih tidak disalib, tetapi yang disalib sampai mati adalah Yudas Iskariot alias Yahuda Askhariyuti. Pendapat seperti ini sulit dipertanggungjawabkan sebab Al-Qur'an sama sekali tidak pernah menyebut atau mengkisahkan nama tersebut .
Lantas dari mana umat Islam mengenal nama Yudas Iskariot?

Prof.HAMKA mengatakan, "Mereka menerima riwayat dari orang-orang Yahudi dan Nasrani yang masuk Islam. Satu riwayat dinukilkan Ibnu Jarir menyatakan bahwa rupa Isa disamakan kepada Yahuda (Yudas) itu sendiri, sehingga dialah yang ditangkap dan yang disalib. 
Adapun riwayat-riwayat ini diterima oleh sahabat dan penafsir sesudahnya ialah orang-orang ahlul kitab yang masuk Islam, diantaranya Wahab bin Munabbih. Jadi, jelas bahwa umat Islam mengenal Yudas dari ahlul kitab, bukan dari Al-Qur'an.

Mari kini kita kaji misteri penguburan Yesus. Ada apa di balik itu?
Dalam keadaan pingsan serdadu menganggap dalam keadaan mati Isa Al-Masih diturunkan dari kayu salib. "sesudah itu Yusuf dari Arimatea ia murid Yesus tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi, meminta kepada Pilatus supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu., Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu" (termuat dalam Yohanes 19:38). Pada ayat selanjutnya, "Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus, Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu. Kira-kira lima puluh kali beratnya" (Yohanes 19:39). Dalam ayat berikutnya, "Mereka mengambil mayat Yesus, menggapainya dengan kain lenan, dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat" (Yohanes 19:40). "Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan menggapainya dengan kain lenan itu., Lalu ia membaringkan dia didalam kubur yang digali didalam bukit batu. Kemudian digulingkan sebuah batu ke pintu kubur itu" (Markus 19:46). Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus (Markus 16:1).  Teman-teman, ayat-ayat tersebut, memang jika dibaca tanpa daya kritis, seolah menguatkan fenomena bahwa Yesus meninggal karena disalib.

Tetapi marilah dengan kekuatan nalar, kita telaah makna-makna dibalik ayat-ayat tersebut.
Secara kronologis, peristiwa penurunan Isa Al-Masih dari kayu salib, seperti dijelaskan ayat-ayat tadi, adalah sebagai berikut:
#1 Hari Jum'at, sebelum masuk waktu Sabat (sebelum Maghrib) Yusuf dari Aritmatea membawa Yesus ke kuburnya.
#2 Malam harinya, Nikodemus datang ke kubur dengan membawa campuran minyak mur dan gaharu. Lalu mengkafani Yesus dengan kain lenan.
#3 Ahad pagi hari, Maria Magdalena dan kawan-kawan membawa rempah-rempah ke kubur untuk meminyaki Yesus.
Dari kronologis tersebut,muncul pertanyaan "mayat" Yesus sudah diberi rempah2 untuk diminyaki oleh Yusuf Arimatea dan Nikodemus serta dikafani, mengapa pada pagi hari dua hari berikutnya (hari Ahad) datang para wanita ke kubur dengan membawa rempah-rempah dan minyak untuk meminyaki Yesus?
Jawabannya tidak sulit : datangnya para wanita tersebut pada dua hari sesudah "penguburan" justru menunjukkan bahwa Yesus belum meninggal.

Kedatangan mereka dengan membawa tambahan rempah-rempah tersebut, tentu saja, dimaksudkan untuk mengobati luka-luka Yesus.
Ingat, rempah-rempah dan minyak mur antara lain berfungsi sebagai obat untuk luka.
Satu hal yg perlu diingat bahwa bentuk kubur orang Yahudi tidak sama dengan model kubur orang Islam, atau mayat tidak ditanam ke dalam tanah, Mayat diletakkan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur terletak di gua ataupun yang sengaja dibangun berbentuk semacam tempurung.
Kubur gua ini juga berpintu. Kondisi kubur seperti itu memberi dua kemungkinan
#1 Orang yang dimasukkan dalam ruang kubur seperti yang dialami Yesus masih tetap hidup, karena masih ada ruangan untuk bergerak dan bernafas.
#2  Memungkinkan orang lain memasukinya, seperti yang dilakukan oleh murid-murid Yesus, sehingga terbuka lebar-lebar kesempatan memberi pengobatan.
 
Nah...temen-temen, dari penjelasan yang begitu lebar tadi, dapat disimpulkan bahwa Nabiyullah Isa as tidak meninggal di kayu salib. Beliau hanya pernah mengalami bahaya penyaliban namun diselamatkan oleh Allah dengan cara diserupakan kondisinya yang pingsan seperti orang mati. Isa Al-Masih tidak meninggal disalib melainkan selamat dan tetap hidup bahkan sampai usia lanjut. Inilah kaitan dengan kajian yang lalu, bahwa Yesus juga menikah dan mempunyai keturunan. Silakan teman-teman simak kajian yang lalu tentang pernikahan Yesus, Keterangan bahwa kehidupan Nabi Isa (Yesus) berlanjut sampai usia lanjut dapat kita baca dari keterangan Al-Qur'an surat Ali Imran [3]: 46. "Dia dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan ketika sudah dewasa" Kamus Bahasa Arab "Munjid fil Lughati wal Adabi" mengartikan "kahlan" sbg "man kaanat sinnu 'umrihi bainal tsalatsina wal khamsina taqriban", Artinya adalah seorang yang berusia kurang lebih antara 30-50 tahun.

Al Imam Raghib mengatakan bahwa "kahlan" sebagai "man wakhatahu syaib", Artinya adalah orang yang rambutnya bercampur dengan yang putih karena usianya yang lanjut.
Adapun bukti-bukti sejarah bahwa Isa Al-Masih hidup sampai usia lanjut, diantaranya,
#1 Dalam usia lanjut yang dimulai antara 40-50 tahun, Yesus masih memberikan pengajaran.
Masa hidup tadi disaksikan bukan saja oleh para penginjil, melainkan juga oleh semua pemimpin-pemimpin gereja yang datang ke Asia bersama Yahya sendiri (C.R. Gregory, Canon and the New Testament).
#2 James Moffat : Pemuda-pemuda gereja di Asia percaya kematian Yesus itu terjadi di zaman Kladius tahun 41-50.
Papias sendiri mengatakan bahwa pada usia tersebut Yesus masih mengajar.
Pertanyaan selanjutnya adalah dimanakah beliau menjalani masa-masa kehidupannya sampai usia lanjut dan dimakamkan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat kita dapatkan dari penjelasan Al-Qur'an surat Al-Mu'minun [23]: 50. Dan kami telah jadikan (Isa) putra Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata hagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yg mengalir".
 
Dimanakah tempat yang oleh ayat ini disebut tanah tinggi yang datar, banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir?
Seperti dikutip H.M. Josoef Sou'yb, para pakar merujuk bahwa tempat itu adalah dataran tinggi pada bukit sebelah Barat Laut Mati, Palestina. Yaitu biara tempat kediaman sekte Esenes. Tempat ini dikenal dengan Bukit Qumran.
"Pada dataran deretan bukit batu yang membujur di sebelah Barat Laut Mati itu terdapat suatu dataran luas ... pada dataran itu menonjol sekelumit runtuhan dinding tembok."
"Pere de Vaux dengan stafnya, demikian Edmund Wilson di dalam bukunya Dead Sea Scrolls edisi 1956 H. 55-71, yang melakukan penggalian, dan menemukan reruntuhan suatu biara besar dengan ruangan-ruangan yang luas, Di bawahnya dijumpai pttla enam saluran air tapi kini sudah kering."

"Diantara biara besar pada dataran tinggi itu dengan pinggir Laut Mati, demikian Edmund Wilson, tampak terdapat lebih seribu kuburan ...., Di antara seluruh kuburan yang digali itu maka hanya ada satu jenazah saja yang punya "keistimewaan" yaitu memakai keranda. Dan diantara seluruh jenarah itu terdapat jenazah seorang wanita (ingat, penghuni biara/bukit Qumran hanya kaum laki-laki."
Nah, teman-teman, satu hal, yg sangat aku tekankan, hati-hati dengan pemahaman mengenai Yudas yang diserupakan menjadi Nabi Isa dan kemudian diangkat ke langit. Pemahaman mengenai diangkatnya Nabi Isa ke langit bertentangan dengan Al-Qur'an, Hadits Rasul Saw yang Shahih Mutawatir dan akal manusia. Jadi jelas bukan, mana yang hitam dan mana yang putih..? InshaAllah kajian ini banyak bermanfaat untuk teman-teman. Alhamdulillah,terima kasih atas respon teman-teman mengenai ulasan mengenai penyaliban yg telah tersampaikan tadi.
 
Memang, ummat sering mengalami kebingungan ketika masuk dalam masalah "diserupakan" seperti ada dalam An-Nisaa':157, Perlu diingat, bahwa, Al-Quran maupun tafsirnya, TIDAK PERNAH menyebut nama Yudas Iskariot. Al-Quran menyatakan "diserupakan bagi mereka". Dan lagi, Al-Quran juga tidak menyebut tentang adanya orang lain sebagai pengganti Nabi Isa as. Nah, berarti diserupakan yg bagaimana ?
Memang ada dua pendapat di kalangan umat Islam dlm memaknai masalah "diserupakan".
Tapi perlu saya ingatkan bahwa , umat Islam tiadk memiliki kepentingan atas wafat/tidaknya Yesus. Yang punya kepentingan untuk doktrin itu adalah Kristen. Kenapa? Karena doktrin "Yesus mati di kayu salib" berkait dengan kebangkitan & penyelamatan, penebusan dosa manusia.

Coba kita kaji pengakuan Iman Rasuli / Symbolum Apostolorum / Kredo Para Rasul / Syahadat Para Rasul, terdiri atas 12 poin. Pada poin 4-6, tertulis mengenai "keharusan" Yesus mati disalib, bangkit, duduk di sebelah kanan Allah. Pada poin ke7  "Dan dari sana ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati" 
Mengenai perbedaan pemahaman "diserupakan", saya harap, janganlah perbedaan ini menjadikan umat Islam saling mengkafirkan satu sama lain. Kemudian mengenai penyaliban, esensi penyaliban bukanlah kematian, namun justru pada penderitaan menjelang kematian. Hakikat hukuman salib adalah kejamnya penyiksaan yang dirasakan oleh terhukum, bukan pada kematiannya. Sehingga...untuk mempercepat kematian, terhukum akan dipatahkan kedua tulang kakinya sehingga terhukum tidak punya tempat untuk menyangga bobot tubuhnya, Pematahan tulang kaki hingga mengeluarkan sumsum (shalb/salib) harus dilakukan, karena tanpa itu belum bisa dikatakan telah menjalani penyaliban, Dokumen-dokumen gereja membuktikan bahwa prosesi penyaliban pada masa Romawi tidak selalu menggunakan kayu berpalang. Ada juga yang menggunakan tonggak lurus. Intinya, eksekusi penyaliban tidak membahas tentang bentuk kayu yang digunakan. Tapi bermakna sebagai sebuah proses "peremukan tulang".

Kemudian mengenai ayat Al-Quran yang menyatakan diangkatnya Nabi Isa, ada 2 kelompok penafsiran yang berbeda tentang hal itu. Pada Ali-Imran:55:
Kelomok pertama mengartikan "mutawaffika" sebagai "menyempurnakanmu / menggenggammu", Sementara "rafi'uka ilayya" diartikan sebagai mengangkatmu kepadaKu ( mengangkat nabi Isa ke langit).
 Kelompok kedua mengartikan "mutawaffika" sbg "mewafatkan", dan "rafi'uka ilayya" sebagai mengangkat (derajat Nabi Isa). Pendapat terakhit tesrbut banyak dikemukakan oleh beberapa ulama semisal Prof. Dr. KH Hasbullah Bakry,SH.
 Beliau mengatakan bahwa Tuhan mematikan (Isa) sebagai kematian biasa (bukan dibunuh) dan Tuhan mengangkat derajat orang-orang yang mengikutinya...., Tradisi Kristen menurut Injil serta pendapat sebagian besar umat Islam menyatakan bahwa Nabi Isa setelah khotbah perpisahannya di bukit Zaitun, lalu berangkat terbang ke langit dan duduk di samping Tuhan dan nanti akan turun lagi mengislamkan umat Nasrani, adalah sangat bertentangan dengan tradisi agama-agama Tuhan sendiri sejak nabi Adam.

Umat Islam menerima tradisi itu dari umat Kristen / pendapat itu dibawa oleh orang-orang Nasrani yang amat banyak masuk Islam, setelah Mesir dan Syria dibebaskan umat Islam dari jajahan Romawi. (Hlm.52-53), Lalu dari Prof.Dr.Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, menyatakan bahwa, "arti pemahaman dia (Isa) akan diangkat ke sisi Tuhan, ialah sebagai Nabi Idris yang diangkat derajatnya ke tempat yang tinggi, sebagaimana tersebut di dalam Surat Maryam (ayat 57), Lalu menurut Sayid Rasyid Ridha, "Tidak ada nash yg sharih (tegas) di dalam Al-Quran bahwa Nabi Isa telah diangkat dengan tubuh dan nyawa ke langit, dan tidak ada pula nash yang sharih menyatakan beliau akan turun dari langit. Itu hanyalah aqidah dari kebanyakan orang Nasrani, sedang mereka itu telah berusaha sejak lahirnya Islam menyebarkan kepercayaan ini di dalam kalangan muslimin". 
Ahmad Mustofa Al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maroghi menyatakan, "Tidak ada dalam Al-Quran suatu nash yang sharih & putus tentang Isa as diangkat ke langit, Menurut Al-Maraghi,  "Hadits-hadits yang menyatakan bahwa Nabi Isa masih hidup dan akan turun dari langit, tidaklah sampai kepada derajat hadits mutawatir, Oleh karena itu maka tidaklah wajib seorang Muslim beri'tikad bahwa Isa Al'Masih sekarang hidup dengan tubuh dan nyawanya, dan orang yang menjalani aqidah ini tidaklah kafir dari syariat Islam", Syaikh Mahmoud Shaltout (Syaikh Jami' Al-Azhar): "Hadits yg diriwayatkan Abu Hurairah tentang Nabi Isa akan turun, apabila hadits itu shahih, namun dia adalah hadits ahad. Dan ulama telah ijma' bahwa hadits ahad tidak berfaedah untuk dijadikan dasar aqidah dan tidak sah dipegang dalam urusan yg ghaib" (dikutip Hamka dlm Tafsir Al-Azhar hlm.317). 

Jadi kesimpulannya bahwa, hadits-hadits Nabi SAW yang melukiskan akan tibanya suatu periode dimana nabi Isa akan mengoreksi keislaman bani Israil atau menyebut Isa al-Masih berada di langit /masih hidup hingga kini, tidak bisa dijadikan pedoman yang kokoh.
 
Kesimpulan tersebut berdasar beberapa fakta :
Pertama : hadits-hadits tersebut termasuk hadits ahad sehingga tidak bisa dijadikan pedoman dalam soal aqidah.
Kedua : walaupun menurut Bukhari sanadnya shahih, tetapi karena matannya bersinggung balik dengan Qur’an yang menyatakan Nabi Isa telah wafat, maka, untuk menghindari kesalahpahaman seperti pada jama'ah Ahmadiyah Qodian, hadits tersebut lebih baik ditinggalkan saja.
Ketiga : hadits-hadits tersebut, bermuara pada dua orang saja, yang keduanya bekas penganut agama Kristen, yaitu Kaab Al-Akhbar & Wahab bin Munabbih.
Pendapat sebagian umat Islam bahwa nabi Isa di langit akan turun ke dunia untuk menjadi hakim akhir zaman, justru dimanfaatkan kalangan Kristen. Mereka akan mengatakan, "siapa yang layak jadi hakim kalau bukan Tuhan?". Padahal, At-Tin:8 telah menjelaskan kepada kita. Kalau umat Islam mengakui Isa sebagai hakim di akhir zaman, berarti umat Islam meyakini Isa al-Masih sebagai Tuhan di akhir zaman. Padahal Al-Ma'idah:72 telah menjelaskan, telah kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwa Allah itu ialah Al-Masih, putera Maryam.
Satu hal yang terlewat, bahwa, Nabi Isa nanti sanggup bersaksi hanya sepanjang yang beliau ketahui (selama Nabi Isa hidup di antara Bani Israel), Nabi Isa diwafatkan Allah, dan Allah-lah penguasa hari akhir zaman, satu-satunya hakim. Bisa disimak dlm Al-Ma'idah:117. Sekaligus untuk membantah doktrin Kristen yang menyatakan Yesus menjadi hakim atas kesalahan umatnya (Wahyu 19:11-12 dan Wahyu 20:4-10).
 

 Semoga penjelasan ini semakin membentengi aqidah kita dari opini-opini menyesatkan, Insyaallah…



1 komentar:

  1. Ya, perhatikan belokannya yang tidak tercari dalam wahyu (alias dongeng, dan kisahnya akan berbeda lewat sumber yang berbeda pula):
    LAHIR (dengan unsur surga: Kalimat dan Roh Allah, Sura 4:171).
    TIDAK JADI MATI (tetapi diangkat ke surga, Sura 4:158).
    TURUN KE BUMI KEMBALI (sebagai Yesus Muslim, entah kapan/bagaimana).
    MENEGAKKAN KEBENARAN ALLAH (sebagai hakim yang adil, membunuh babi, menghancurkan salib, meredakan peperangan, memuat harta benda melimpah (Shahih Bukhari 4/343, 6/356). Dan Isa akan mengadili menurut hukum Islam...semua orang diharuskan untuk memeluk Islam dan tidak akan ada pilihan lain (Shahih Usmani, p.59). Rasulullah SAW bersabda, "Isa bin Maryam turun dengan membenarkan Muhammad atas agamanya, lalu membunuh Dajjal, kemudian itu tidak lain merupakan tanda hari kiamat" (Musnad Imam Ahmad, 3/13).
    WAFAT SUNGGUHAN, KEMUDIAN DIBANGKITKAN, DAN NAIK SURGA? (Sura 3:55?). Tak ada yang tahu dan berani bertanggung jawab atas Yesus Muslim yang satu ini!

    BalasHapus

 
Blogger Templates