Social Icons

Senin, 06 April 2015

Belajar Adzan

Udah lewat ashar aja nih, padahal serasa baru tadi denger adzan subuh, waktu emang sangat cepat berlalu ya!
Seperti biasa kalau Ashar begini, anak-anak sekolah agama pada berebut untuk segera pulang, walaupun ada beberapa anak yang nyempetin untuk solat ashar berjamaah dulu. Bahkan yang ikut berjamaah Ashar itu terkadang suka berebut untuk siapa duluan yang bisa mengumandangkan Adzan.
Luar biasa ya anak itu, dan yang luar biasa laginya, orang-orang pada berbondong-bondong buat solat ashar, gak tua gak muda, gak bapak-bapak aja bahkan kakek-kakek juga pada buru-buru untuk bisa solat berjamaah di mesjid.
Itulah hebatnya, padahal yang adzan hanya seorang anak kecil, bahkan baru kelas 4SD.
Sebenarnya tidak ada yang aneh sih dari kejadian itu, tapi coba kita ambil pelajaran dari si anak kecil yang adzan itu.
Bayangkan aja, suara lantang yang mungkin nadanya kurang pas dan kurang terlatih bisa membuat orang untuk berbuat kebaikan.
Ternyata bukan itu yang diliat atau dirasakan oleh orang-orang yang pergi berjamaah, tapi adzannya itulah.
Disini pelajarannya...
Setiap orang, ntah itu miskin atau kaya, atau bahkan tua apalagi muda, ketika dia mengajak pada kebaikan orang-orang pasti mengikutinya.
Tapi terkadang kita meremehkan hal itu, kita selalu sombong dengan apa yang kita miliki, termasuk umur, harta, dan tahta, padahal semua itu bisa kapan saja diambil oleh Allah SWT.
Terkadang kita tidak mau mendengar perkataan orang lain yang muda dari kita, padahal ucapannya mengajak kita pada kebaikan, ucapannya adalah ucapan yang benar.
Terkadang kita harus seperti bapak-bapak yang mau berjamaah itu,
Mereka tidak melihat siapa yang adzan, mereka tidak tau siapa yang adzan, mereka hanya mendengar, mereka hanya tau kalau itu suatu ajakan kebaikan dan kebenaran, lantas mereka dengan senang hati mengikuti arah dimana suara adzan itu berasal.
Ini pelajaran berharga bagi saya, saya terkadang keburu berpersepsi jelek duluan sebelum saya mengikuti ajakan orang lain yang belum kita kenal, atau bahkan kita benci, saya jadi menutup kebenaran yang dia ucapkan, sehingga akhirnya saya juga yang rugi.
Analoginya gini, Allah SWT udah terang-terangan ngasih kita reward berupa syurga, dan bahkan dengan jelas juga Allah SWT ngasih peringatan berupa Neraka, tapi kita tetep aja selalu punya pemikiran sendiri.
Kita itu harus dan kudu untuk berprasangka baik pada orang lain, jangnkan sahabat atau teman kepada musuhpun harus seperti itu. Tapi hati kita sudah terlalu tertutup untuk tau itu semua, tidak ada manusia yang selamanya kaya setan, dan tidak ada juga manusia yang perilakunya melebihi malaikat, kita selalu punya nilai kebaikan dan keburukan. Jadi apa salahnya bila kita lebih berpikiran baik pada orang, kita lebih terbuka dengan orang, kita lebih bisa menerima orang lain yang tidak sejalan dengan kita, sampai akhirnya kita tau hal yang sebenarnya.
Kalau saya sih selalu ingat pesan guru saya, bahwasanya setiap orang itu sudah Allah Siapkan kebaikannya dan keburukannya, tergantung kita mau melihat dia dari sisi yang mana, karena dari sisi manapun kita melihat dia, tidak akan berpengaruh padanya, justru malah kita yang jadi terlihat sama yang lainnya, logikanya kalau kita lihat durian dari luar saja kita tidak akan pernah tau kenikmatan apa yang dia tawarkan.
Ok selamat sore
Semoga temen-temen bisa lebih bisa membuka hati dan pikiran temen-temen untuk bisa menjadi yang lebih baik dan berguna.
Dadah dan #forzaInter
Sent from BlackBerry® on 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates