Mereka Tuhan kirimkan kepadaku pastinya dengan tujuan yang baik, ya, walaupun saya bukanlah seorang lelaki yang sempurna, tapi saya yakin tidak ada kehendak Tuhan yang buruk.
Mau jadi apa anak-anak saya nanti itu terserah mereka, yang jelas saya di sini bertugas untuk selalu membimbing dan mengarahkan mereka, karena mereka adalah awak dari Kapal Layar yang saya nahkodai, tugas saya hanyalah membuat semua awak di kapal ini selamat.
Ya, kapal ini adalah rumah tangga saya, saya yang bertugas membawa merekam
Sebagai nahkoda yang baik, tentunya saya ingin sesuatu yang bisa membuat semua awak kapal tenang dan bahagia ada dalam kapal ini.
Tuhan tau, aku hanyalah manusia biasa yang terlahir dikalangan yang biasa pula, tapi Tuhan juga tau kalau saya sanggup membuat semua hal yang biasa ini, menjadi sesuatu yang berarti nantinya.
Khusunya kedua anak saya, saya tidak tau apakah anak saya akan bertambah atau tidak, tapi pastinya sekarang merekalah yang kelak akan mewarisi apa yang kupunya saat ini.
Sebuah kapal itu tidak akan pernah selamanya berlayar dengan tenang, karenanya saya harus terus menunjukan sikap waspada bagi semuanya.
Saya sebagai seorang ayah, jelas tidak akan pernah rela melihat anak-anaknya berduka, tapi saya juga tau diri kalau perjalanan anak-anak saya tidak akan selalu lembut, maka dari itu saya selalu suka dengan sebuah do'a yang dulu pernah diungkapkan oleh seorang ayah kepada anaknya, sebuah do'a yang bagi saya itu bukanlah do'a yang biasa, seorang itu bernama :
Jenderal Douglas Mac Arthur
Berikut do'a indah yang selalu saya bacakan ulang kepada anak-anak saya:
"Tuhanku…Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.
Tuhanku…Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Berikanlah hamba seorang putra
yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat Untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup Kejenakaan sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.
Tuhanku…Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia""
I Love You Nak, ayah sayang kalian :
Dedicated for : de Alky dan de Alka
Sent from BlackBerry® on 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar