Social Icons

Sabtu, 08 Maret 2014

Untukmu yang Tersayang

Saat itu musim semi baru beberapa hari datang di Kota yang menjadi tempat untuk sebuah Mahakarya sang Pelukis terkenal yaitu Leonardo da Vinci yang berjudul Jamuan Terakhir(The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang kini telah ruksak akibat dimakan waktu.
Kota di mana orang-orang juga menyebutnya sebagai Kota Mode, yup, kota ini adalah salah satu dari ke empat kota mode yang ada di dunia, kota ini bukanlah London, Paris, ataupun New York City, tapi Kota ini adalah Milan.
Kota di mana segala bentuk sejarah terukir dan terlukis di sana, bahkan bukan hanya tergambar, tapi tertulis dengan jelas disetiap buku ataupun catatan kecil di seantero jagad dunia ini.
Kota di mana patung bunda maria berdiri dengan anggun namun kokoh.
Kota yang bahkan menyisakan sebuah kisah rahasia yang sampai sekarang semua orang sulit untuk membongkarnya, kota di mana kejujuran dan rasa kebebasan selalu terpancar di dalamnya, kota yang penuh dengan pemuda berwatak lembut namun tangguh.
Saat musim semi itu, di kota ini berkumpul beberapa orang yang mempunyai passion seragam, ketika setiap orang selalu tunduk dengan fasis yang ada, mereka memilih untuk terbebas, mereka tidak takut, mereka yakin kalau apa yang mereka buat akan tercipta sebagai sejarah, dan ternyata memang benar adanya.
Di musim semi itu ntah sengaja atau memang kebetulan, tapi di dunia ini sungguh tidak pernah ada kebetulan itu, yang ada hanyalah kehendak Tuhan, bersemilah sebuah tunas yang saat ini tunas itu telah berubah menjadi sosok yang besar, tunas yang 106th yang lalu hanyalah sebuah tunas kecil, tapi sekarang dia punya prestasi yang sangat patut untuk dibanggakan, 106 th yang lalu, di tanggal yang sama yaitu 09 Maret 1908, lahirlah sebuah organisasi sepak bola baru di Italia, yang bernama Internazionale Milano, dan gue sendiri sering menyebutnya dengan sebutan INTER, lahir dengan julukan yang tersayang, dan memang selalu menjadi yang tersayang bagi gue dan bagi seluruh orang yang mencintainya, sudah lebih dari 20juta jiwa di dunia ini yang mendeklarasikan kalau mereka cinta dan sayang sama Inter, termasuk gue, rasa cinta yang timbul tanpa alasan, rasa cinta yang timbul sejak 17th yang lalu, rasa yang semakin hari semakin besar.
Inter selalu menjadi kebanggaan buat gue, karena dengan umurnya yang ke 106th ini, dia tidak pernah turun kasta, dia selalu ada di kasta tertinggi Italia, karena mungkin sesuai dengan warnanya, yaitu biru hitam, darah biru selalu mencerminkan sosok unggulan, sosok ningrat, jadi sudah sangat pantas sosok ningrat ini selalu ada di kasta tertinggi.
Inter yang selalu disayang oleh orang yang bahkan baru mengenak dia sekalipun, dan satu hal yang semakin membuat gue bangga menjadi fans nya adalah, kalau Inter itu sekarang milik Indonesia, tepat pada Idul Adha kemarin, ketika ada orang yang mungkin bukan orang terkaya di Indonesia, tapi dia memang berada, bernama Erick Thohir dengan resmi membuat Inter menjadi milik Indonesia secara SHM, jadi kalau cinta harus selalu dengan alasan, apa kurang cukup alasan gue buat terus setia sama Inter, udah berdarah biru milik Pribumi lagi, hehehe.
Hari ini dia tepat ultah yang ke 106th, do'a gue selalu sama di setiap tahunnya, yaitu sebelum meninggal dunia gue ingin di Jersey Inter yang gue punya nanti ada 2 bintang emas dan 2 bintang perak di atas logo FCIM, kemudian gue juga ingin mengenakan Jersey dengan Patch UEFA Badge of Honour dan Patch 6 Gelar Resmi selama satu tahun.
Itu aja harapan gue buat Inter sebelum gue meninggal.
Terakhir dari tulisan ini gue hanya bisa bilang, gue cinta sama inter apa adanya, bukan sejak kapan tapi sampai kapan.
Selamat ulang tahun sayang.
Sent from BlackBerry® on 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates